Koran Jakarta | May 23 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Presiden Jokowi Pastikan TNI-Polri Akan Tindak Tegas Perusuh

Kamis 23/5/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
>> Ada sebuah upaya sistematis dari kelompok tertentu yang mendompleng Aksi 22 Mei sehingga berujung kerusakan. >> Kelompok yang tidak puas dengan hasil pemilu...
Tampilkan Semua

Segera Wujudkan Badan Pangan Kamis 23/5/2019 | 00:03

KPK Periksa Menteri Agama Kamis 23/5/2019 | 00:00

FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Akhiri Segera Polarisasi Politik

Kamis 23/5/2019 | 08:02
A   A   A   Pengaturan Font
Efektivitas pemerintahan Jokowi-Ma’ruf akan ditentukan seberapa jauh merangkul mantan pesaingnya dan elite pendukungnya.

 

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan hasil rekapitulasi suara pemilihan presiden, di mana pasangan Jokowi-KH Ma’ruf dinyatakan sebagai pemenang. Saatnya, para pemimpin politik bersatu kembali. Merajut persatuan yang sempat koyak oleh perbedaan pilihan politik. Jokowi harus Prabowo- Sandiaga Uno dan para pendukungnya untuk efektivitas pemerintahannya mendatang.

Demikian diungkapkan Dekan Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Erwan Agus Purwanto, di Jakarta, Rabu (22/5 Dia mengatakan, dalam Pemilu kali ini terjadi konfigurasi menarik yakni melonjaknya perolehan suara Jokowi di Jateng dan Jatim, menurut Erwan, dari dulu, dua provinsi tersebut adalah kandang banteng dan Nahdliyyin. Di Pilpres kali ini, Jokowi memang fokus ke dua provinsi ini, sebab inilah lumbung suara yang akan menentukan kemenangan.

Makin tingginya suara Jokowi di Jateng, tidak lepas dari bersatunya kalangan Nahdliyyin dan banteng. Terlebih calon wakil presiden yang digandeng Jokowi adalah seorang kiai senior di NU. Ini seakan memberi garansi kepada kalangan Nahdliyin. Tidak heran, jika kemudian suara Jokowi di Jateng dan Jatim meningkat tajam di Pilpres kali ini.

“Saya kira dua-duanya baik Jokowi dan Prabowo realitis membaca realitas di lapangan bahwa sangat berat mengubah posisi pilihan politik di masing-masing basis lawan. Tapi yang pasti, kemenangan Pasangan Jokowo-Ma’ruf kali ini memang sangat ditentukan oleh kenaikan suara di dua propinsi kunci, yaitu Jateng dan Jatim. Sementata kekalahan di Sumatra dikompensasi dengan kemenangan di Kalimantan dan Indonesia timur,” tutur Erwan.

Jokowi maupun Probowo kata Erwan, dalam Pilpres kemarin memang lebih konsentrasi menggarap basis daerah dukungan mereka masing-masing. Meskipun di beberapa daerah, Jokowi mencoba merebut dukungan politik seperti di Jabar yang jadi basis Prabowo, namun hasilnya masih kurang menggembirakan.

Sementara untuk Prabowo Subianto sendiri, Sumbar dan Aceh memang menjadi basis pendukung terkuat. Kemenangan di Sumbar, tidak lepas dari pengaruh Ustaz Abdul Somad. Di samping di Sumbar, kekuatan politik dari Partai Keadilan Sejahtera cukup kuat. Perang isu dengan bumbu isu agama pun membuat Prabowo leading di Sumbar. Sedangkan di Aceh, kemenangan Prabowo tidak lepas dari tokoh lokal berpengaruh yang mendukung mantan Danjen Kopassus tersebut.

“Hal yang sama juga dilakukan Prabowo dengan upayanya masuk ke Jawa Tengah, namun juga gagal mendulang dukungan, tapi berhasil di Aceh dan Sumbar,” tutur Erwan.

Jadi, maknanya, kata Erwan, Jateng dan Jatim adalah basis pendukung Jokowi. Pun Sumbar dan Aceh bagi Prabowo. Namun Erwan sendiri yakin, seiring waktu, apalagi setelah para elite tak lagi terus mempertajam perbedaan pilihan politik saat pemilihan presiden, pembelahan masyarakat akan perlahan hilang. Karena bagaimana pun, elit politik sangat berperan membuat masyarakat apakah akan bersatu atau tetap terbelah. Kini saatnya yang menang merangkul yang kalah. Dan yang kalah mau legowo berlapang dada.

“Saya kira pekerjaan Pak Jokowi ke depan adalah merangkul semua pihak. Artinya Jokowi harus bisa menjadi presiden 100 persen, tidak 55,7 persen,” katanya.

“Presidential Threshold”

Sementara terkait dengan presidential threshold yang dipatok 20 persen, Erwan berpendapat perlu dipertimbangkan untuk dirubah. Karena kalau tetap dipertahankan seperti sekarang, kemungkinan besar Pilpres akan tetap diikuti oleh dua pasangan calon.

Jika hanya dua pasangan calon yang bertarung, dampaknya akan dirasakan seperti sekarang ini. Masyarakat terbelah dalam dua kubu. Beda jika banyak calon. Dukungan masyarakat akan tersebar. ags/AR-3

Tampilkan Semua

Ratusan Desa di Boyolali Ikuti Pilkades Serentak

Kamis 23/5/2019 | 07:58
A   A   A   Pengaturan Font
BOYOLALI – Ratusan desa di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019 tahap III yang bakal digelar pada akhir Juni mendatang. ”Sebanyak 229 dari 261 desa di Boyolali...
Selengkapnya

Gubernur Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Hormati Hasil Pemilu

Kamis 23/5/2019 | 07:56
A   A   A   Pengaturan Font
BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak seluruh warga Jawa Barat untuk menghormati penetapan pemenang Pilpres 2019 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Mari kita hormati hasilnya, pemilihan presiden dan...
Selengkapnya

Ustadz Arifin Ilham Meninggal Dunia di Malaysia

Kamis 23/5/2019 | 07:52
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pendakwah yang juga Pimpinan Majelis Taklim Adz-Dzikra KH Muhammad Arifin Ilham meninggal dunia di Penang, Malaysia, Rabu (22/5), pukul 23.20 waktu setempat. Kabar mengenai meninggalnya Ustadz Arifin Ilham diketahui...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Posisi Pemerintah di DPR RI Semakin Kuat

Rabu 22/5/2019 | 08:23
A   A   A   Pengaturan Font
Peta politik pascapemilu 2019 tidak akan banyak berubah karena kekuatan partai pendukung pemerintah Jokowi nanti masih kuat. Kebijakan Pemerintah akan didukung parlemen.

 

JAKARTA - Komisi Pemi­lihan Umum (KPU) telah merampungkan proses reka­pitulasi Pemilu Legislatif (Pi­leg) 2019 pada Selasa (21/5) dini hari. Hasilnya, terdapat 9 partai politik dari 16 partai politik peserta Pileg yang lo­los ke Senayan untuk mengisi jatah 575 kursi DPR RI karena mendapatkan suara yang me­lebihi ambang batas parlemen 4 persen.

Jika dilihat dari Pileg 2014, terdapat 10 partai politik dari 12 partai politik peserta Pileg yang lolos ke Senayan. Ketika itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mendapat­kan suara tertinggi sebanyak 18,95 persen, diikuti dengan Partai Golkar 14,75 persen dan Partai Gerindra dengan suara 11,81 persen.

Peneliti Bidang Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Aisyah Pu­tri Budiatri ketika dihubungi Koran Jakarta, Selasa (21/5) mengatakan, hasil Pileg 2019 berpotensi menguntungkan pemerintah. Sebab, jika dilihat dari hasil Pileg 2019, Dapil-dapil dengan jumlah kursi besar, banyak dimenangkan oleh partai-partai dari kubu Jokowi-Ma’ruf, seperti Jawa Te­ngah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara. Semen­tara dari pihak Prabowo-Sandi hanya unggul di Sumatera Ba­rat dan Jawa Barat.

“Situasi ini tentu mengun­tungkan bagi pemerintah, ka­rena artinya peluang perole­han kursi koalisi pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf akan besar di parlemen. Jika saja perole­han kursi di parlemen nanti di atas 60 persen, maka peme­rintah akan cukup efektif bekerja, belum lagi ada peluang partai dari kubu oposisi yang bergabung,” jelasnya.

Aisyah menjelaskan, peta politik terutama relasi pemer­intah-parlemen, sangat dipen­garuhi pada jumlah kursi di parlemen, bukan hanya ber­dasarkan pada persentase dan perolehan suara Pemilu. Se­bab, metode Sainte Lague yang dipakai menentukan jumlah kursi di parlemen tidak ber­dasarkan persentase suara se­cara keseluruhan, melainkan berdasarkan persentase suara di dapil.

“Ranking perolehan kursi partai bisa saja berbeda dengan perolehan suara, karena dipen­garuhi oleh beberapa faktor, termasuk misalnya yang paling berpengaruh adalah di wilayah mana partai mendapatkan su­ara banyak,” pungkasnya.

Tidak Banyak Perubahan

Penilaian yang sama dike­mukakan engamat olitik dari UIN Syarif Hidayatullah Andi Syafrani yang mengatakan kekuatan parpol pendukung pemerintah makin kuat di parlemen. Namun demikian, menurut Andi, jika melihat hasil pemilu legislatif 2019 dibandingkan dengan hasil pemilu sebelumnya, secara umum tidak tidak akan terlalu banyak perubahan.

Peta politik di Senayan pun tak mengalami perubahan sig­nifikan. Walau memang seka­rang kubu partai pendukung pemerintah lebih kuat di par­lemen. ”Jadi peta politik di Senayan di 5 tahun ke depan, lebih menguntungkan peme­rintah,” katanya.

Apalagi kata dia, beberapa partai politik yang jadi pen­dukung Prabowo-Sandiaga, seperti Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) kemungkinan besar merapat ke kubu Jokowi. Maka prak­tis kekuatan oposisi makin berkurang, hanya menyisakan Partai Gerindra dan Partai Kea­dilan Sejahtera (PKS).

“Potensi oposisi hanya akan dipegang Gerindra dan PKS. Kekuatan pendukung pemerintah dipastikan akan dominan di DPR. Harusnya kebijakan Pemerintah tidak akan dapat masalah berarti dari kubu parpol yang tidak masuk di koalisi pendukung pemerintah karena minima­lis jumlahnya. Kebijakan pe­merintah pun tak akan dapat penolakan signifikan di parle­men,” kata Andi.

Sementara itu Pengamat Politik dari CSIS, Arya Fer­nandez mengatakan kalau membandingkan hasil pemilu legislatif tahun ini dengan pemilu sebelumnya, ada be­berapa hal yang bisa dicatat. Pertama dari sisi suara, efek ekor jas tidak terlalu signkfi­kan pengaruhnya karena ke­naikan suara PDIP dan Ger­indra kurang dari 1 persen. Kedua, konflik internal mem­buat jebloknya suara dua par­tai yaitu PPP dan Hanura. tri/ags/AR-3

Tampilkan Semua

Tolak “People Power”

Rabu 22/5/2019 | 08:21
A   A   A   Pengaturan Font
Massa yang tergabung dalam Forum Pasundan Bergerak (FPB) melakukan aksi tolak people power di depan Gedung KPU Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/5). Dalam aksinya, massa menolak dan mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh...
Selengkapnya

Penjelasan Situasi Keamanan

Rabu 22/5/2019 | 08:17
A   A   A   Pengaturan Font
Menkopolhukam Wiranto (tengah), Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal (kanan), Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi (kiri) berfoto bersama seusai memberikan keterangan pers tentang situasi keamanan terkait penetapan hasil rekapitulasi...
Selengkapnya

Megawati Senang Jika Puan Jadi Ketua MPR

Rabu 22/5/2019 | 08:13
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengaku senang jika putrinya, Puan Maharani didorong menjadi Ketua DPR RI 2019-2019.”Uh, saya sebagai ibunya tentunya...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
Mondial

Bilik Merokok

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Trump Tunjuk Perempuan Sebagai Kepala AU

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan bahwa ia telah menomi­nasikan seorang perempuan mantan duta besar dan pebis­nis asal Arizona, untuk mengepalai Angkatan Udara AS. Na­ma perempuan...
Selengkapnya

Presiden Russia dan AS Ucapkan Selamat pada Joko Widodo

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Presiden Russia, Vladimir Putin, menyam­paikan ucapan selamat kepada calon presiden terpilih Joko Widodo melalui surat resmi bertanggal 21 Mei 2019. Dalam surat, Presiden Putin pun menggarisbawahi sisi penting hu­bungan...
Selengkapnya

Dukungan pada Duterte Masih Kuat

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
MANILA – Politisi Filipina sekutu Presiden Rodrigo Du­terte, menyabet kemenang­an besar dalam pemilu legisla­tif yang digelar pekan lalu. Hal tersebut tercermin dari hasil akhir penghitungan suara yang diumumkan Rabu...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

MARK Berbagi Bersama Panti Asuhan

Kamis 23/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) kembali menggelar buka puasa bersama anak yatim piatu dari Panti Asuhan Putra Putri Yas Amal Sosial Aljamiyatul Washliyah di Medan Tanjung Morawa, Deli Serdang, Suma­tera Utara.

Presiden Direktur Mark Dynamics Indonesia, Ridwan Goh, mengatakan acara buka puasa bersama anak yatim adalah tahun yang kedua dilaksanakan dan akan menjadi komitmen Perseroan setiap tahunnya untuk ikut menye­jahterakan masyarakat sekitar, khususnya masyarakat yang kurang mampu. Apalagi ini adalah tahun pertama bagi Per­seroan mengadakan acara berbuka puasa bersama selu­ruh karyawan Perseroan sekaligus berbuka bersama anak yatim piatu.

“Kami berharap melalui acara buka puasa bersama ini dapat meningkatkan hubungan silaturahmi antar sesama dan memberikan hal yang positif terhadap masyarakat lo­kal sehingga keberadaan MARK dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” ungkap Ridwan secara tertulis, Rabu (22/5).

MARK juga memberikan bingkisan berupa tas sekolah dan uang saku kepada anak-anak Panti Asuhan Putra Pu­tri Yas Amal Sosial Aljamiyatul Washliyah, Deli Serdang. Ini adalah salah satu panti asuhan yang disantuni oleh Per­seroan setiap bulannya.

yni/AR-2

Tampilkan Semua

Rencana Gabung OECD

Kamis 23/5/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Pelatihan UKM

Kamis 23/5/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Adira Insurance Tawarkan Proteksi bagi Pemudik

Kamis 23/5/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Menurunnya jumlah kecelakaan selama mudik lebaran 2018 berdasarkan data dari Polri dibandingkan dengan tahun lalu, tidak menyurutkan kewaspadaan pemudik selama di perjalanan. Menurut data Polri, jumlah kecelakaan selama...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Wujudkan Sumsel sebagai Provinsi Pembawa Berkah

Senin 13/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus berbe­nah. Berbagai program pembangunan terus digenjot agar Sumsel benar-benar men­jadi provinsi yang membawa berkah bagi semuanya. Gu­bernur Sumsel, Herman Daru, bertekad mewujudkan daerah yang dipimpinnya menjadi provinsi yang punya daya sa­ing. Provinsi yang membawa berkah bagi seluruh warganya.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel meningkatkan kualitas warganya, wartawan Koran Jakarta, Agus Supriyatna berkesempatan mewawanca­rai Gubernur Sumsel, Herman Daru, di Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Provinsi Sumsel akan memperingati hari jadinya yang ke-73 pada 15 Mei nanti, harapan Anda sebagai pe­mimpin di Sumsel?

Di usia provinsi ini yang ke-73 tahun, saya berharap semua elemen di Sumsel bisa mewujudkan one visi, one goal menuju Sumsel maju untuk semua serta sejahtera dan berkeadilan. Momen ulang tahun ini wadah kami untuk introspeksi. Sumsel ini kaya sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), tapi mengapa kemiskinan masih tinggi. Inilah tugas kami bersama memerangi kemis­kinan.

Harapan lainnya?

Mari tingkatkan kesejahter­aan hingga tercapai angka kemiskinan satu digit. Dari tahun ke tahun memang telah banyak perubahan yang terjadi dan semua berdampak positif. Saya berharap dan meminta seluruh pegawai di lingkup Pemprov Sumsel lebih baik lagi melayani masyarakat. Ya, harus diakui banyak yang perlu dibenahi. Nah, HUT inilah wahana kami untuk introspeksi.

Ini butuh waktu dan pe­mikiran yang besar sehingga butuh keikhlasan yang besar juga dari kami semua. Mari bersama-sama membangun Sumsel menjadi provinsi yang membanggakan. Bukan seka­dar diakui negara lain, namun yang paling penting adalah pengakuan dari masyarakat Sumsel sendiri.

Apa yang ingin Anda wu­judkan dengan perhatian be­sar pada pendidikan agama?

Keberadaan madrasah, ru­mah tahfidz ini saya harapkan bisa menjadi wadah pencetak anak-anak generasi muda yang soleh, anak-anak yang tahu ilmu agama dan mengerti agama. Mudah-mudahan juga diberikan bekal bagi akhlak mereka se­bagai generasi penerus bangsa.

 Apa yang dipelajari di ru­mah tahfidz?

Ilmu agama dipelajari, tetapi belajar sekolah umum juga tetap. Jangan dilupakan Al Quran. Awali sejak dini membaca Al Quran. Karena bicara soal akhlak itu adalah hal penting yang harus diberi­kan pada anak-anak untuk bekal mereka sebagai generasi muda harapan bangsa. Akhlak penting menjadi bekal bagi anak didik dalam menjalani hubungannya dengan sesama manusia dalam kehidupan.

Program rumah tahfidz Al Quran di Sumsel mungkin bisa dijelaskan?

Begini, membaca Al Quran itu merupakan suatu ke­wajiban. Mendalami dan memahami bacaan Al Quran sudah menjadi keharusan bagi umat Islam. Se­jak saya menjabat, saya sudah mengajak para kepala daerah di Sumsel untuk meng­galakkan rumah tahfidz di desa dan kelurahan. Target­nya satu desa dan kelurahan masing-masing satu rumah tahfidz.

Di Sumsel ada 3.500 desa/kelurahan. Alhamdulillah, jum­lah rumah tahfidz sudah mendekati jumlah tersebut. Saya menyarankan agar PAUD dan TK dengan rumah tahfidz diintegrasikan. Saya ajak para para istri kades dan lurah, istri camat memanfaatkan ladang ibadah yang gampang ini. Se­mua ini juga dalam rangka me­ngurangi buta aksara Al Quran di Sumsel.

Apa harapan Anda dengan rumah tahfidz?

Saya berharap dengan tumbuhnya rumah tahfidz di pelosok desa, buta aksara Al Quran bisa terus dikurangi. Usia bukan ala­san untuk tidak belajar mem­baca Al Quran. Harapannya generasi milenial Sumsel makin banyak yang cinta Al Quran. Kondisi ini harus kita pertahankan. Karena alangkah indahnya jika semua desa di Sumsel memiliki seorang hafidz dan hafidzoh. Kami pertahankan orang-orang yang cinta Al Quran.

Sumsel dikenal sebagai provinsi yang jadi dalam program pendidikan gratis. Bagaimana perkembangan pembangunan pendidikan di Sumsel?

Saya pikir begini, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumsel telah melakukan ber­bagai upaya untuk mempermu­dah pelajar maupun mahasiswa mendapatkan pendidikan di Sumsel. Misalnya dengan me­ngeluarkan kebijakan diskon penggunaan LRT maupun jalan tol. Begitu juga soal masalah kekurangan guru.

Apa solusi dari kekuaran­gan guru?

Saat ini, pemerintah sudah melakukan pengangkatan guru secara bertahap. Hanya saja harus diakui jumlah guru yang pensiun lebih banyak dari yang diangkat. Dulu kan ada pengangkatan guru besar-besaran. Nah, mereka ini sekarang semuanya masuk pensiun, sementara penggan­tinya diangkat secara bertahap. N-3

Tampilkan Semua

Banyuwangi Terus Berbenah Jadi Kabupaten Inovatif

Senin 6/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
   Pada 25 April 2019, di­gelar peringatan hari otonomi daerah yang ke-23. Kali ini acara perin­gatan hari otonomi daerah tingkat nasional dipusatkan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Banyuwangi dalam...
Selengkapnya

Jatim Pacu Pemasukan dari Sektor Perikanan

Senin 29/4/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Timur (Jatim), nilai produksi ikan wilayah tersebut menurut kabupaten/kota dan subsektor perikanan pada 2015 mencapai 12,430 triliun ru­piah. Setelah itu meningkat menjadi 13,272 triliun...
Selengkapnya

Jadikan Nias sebagai Destinasi Wisata Berkelas Dunia

Senin 15/4/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sail Nias Tahun 2019 resmi diluncurkan di Jakarta, baru-baru ini. Dengan Sail Nias ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumate­ra Utara (Sumut) optimistis jika pariwisata di Nias akan bangkit. Pemprov yakin daerah tersebut akan menjadi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

RUPST BTN

Senin 20/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Pembangunan Permukiman Dorong Kualitas SDM

Senin 20/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Penyamaan persepsi mengenai hakekat perumahan dan permukiman masih menjadi tantangan yang mendasar. Hal ini mengingat bahwa berbagai persoalan penyelenggaraan perumahan dan permukiman sesungguhnya muncul dari adanya perbedaan sudut...
Selengkapnya

Kebijakan Papan, Perlu Sinergi Pusat dan Daerah

Senin 20/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sistem penyelenggaraan di bidang perumahan dan permukiman yang harus dioptimalkan baik di tingkat pusat, wilayah, maupun lokal. Problem utama perumahan rakyat kecil, yakni besarnya backlog (kekurangan pasokan) perumahan, terus...
Selengkapnya

Titik Proyek

Jumat 17/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Tinjau Mobile BTS

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Portal Aplikasi Gaet Komunitas “e-Sport”

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Portal dan aplikasi konten film dan olah raga, Genflix, melakukan terobosan dalam upaya menjadikan pemenang di tengah penyedia konten yang bertebaran. Terobosan yang dilakukan dalam menambah banyak pelanggan adalah dengan menggandeng...
Selengkapnya

Konsep Terpadu Solusi Belajar Digital

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selain di Indonesia, solusi belajar digital 360 (derajat) juga sudah digunakan di India, Afrika Selatan, dan beberapa negara Timur Tengah. Pendidikan digital atau biasa disebut edutech sangat membantu siswa dalam melakukan transformasi...
Selengkapnya

Dirilis, Ponsel Berdaya Baterai Besar

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Disamping menawarkan Realme C2 dengan banderol murah, merek ponsel Tiongkok ini menawarkan Realme 3 Pro. Ponsel ini memiliki prosesor berkinerja mumpuni, daya baterai besar, kejernihan layar, mendukung penggunaan seharian di luar...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Sistem Aki Hibrida Lebih Ramah Lingkungan

Rabu 22/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Untuk menurunkan tingkat polusi CO2 di perkotaan akibat urbanisasi serta jumlah kendaraan yang meningkat, Bosch mengeluarkan teknologi ramah lingkungan terbaru berupa sistem aki hibrida, booster untuk sistem pengereman regeneratif, dan motor listrik canggih terbaru.

Pada aki Bosch 48-Volt menggunakan sel-sel lithiumion yang sangat kompak, untuk mengurangi CO2. Aki ini distandardisasi untuk memudahkan integrasi dengan model-model kendaraan baru dari mobil kompak, mobil mini, sampai mobil mikro, termasuk mobil hibrida

Aki Bosch 48-Volt juga bisa digunakan pada mobil hibrida yang lebih hemat energi fosil. Seiring dengan pasar masal mobil hibrida yang semakin berkembang, Bosch berharap produk akinya juga akan meraih kesuksesan di sektor tersebut.

“Kami memperkirakan sekitar 15 juta kendaraan yang menggunakan aki hibrida 48-Volt akan mulai beroperasi pada 2025,” kata Presiden Bosch di Asia Tenggara, Martin Hayes.

Selain aki hibrida, Bosch mengenalkan iBooster dengan ESP hev. Komponen ini menghasilkan debu rem 95 persen lebih sedikit sehingga membantu mengurangi masalah emisi partikel kampas di berbagai kota. “Kebanyakan polusi partikulat dari lalu lintas disebabkan oleh jalan, ban dan keausan rem, alih-alih disebabkan oleh pembakaran bahan bakar,” kata Hayes.

iBooster merupakan teknologi penguat rem elektromekanis tanpa gesekan, cocok untuk kendaraan hibrida maupun listrik. Penguat rem bebas vakum ini memperpendek jarak pengereman dan membuat kendaraan menjadi lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar dan emisi CO2.

Kombinasi antara iBooster dengan ESPhev, yaitu sistem pengereman regeneratif berbasis vakum bisa mengurangi debu rem hingga 95 persen. Sistem pengereman regeneratif juga memungkinkan pemulihan energi pengereman dibandingkan dengan rem gesekan.

“Bagi Bosch, mewujudkan udara bersih di perkotaan bukanlah hal yang mustahil. Teknisi kami telah mengembangkan berbagai lompatan inovatif dalam mengembangkan teknologi yang akan membantu memastikan perkotaan kita menjadi tempat yang lebih layak dan berkelanjutan untuk ditinggali,” tutup Hayes. hay/E-6

Tampilkan Semua

Motor “Twin” dengan Pilihan Versi Kustom

Rabu 22/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Setelah lama dinanti publik, akhirnya Royal Enfield (RE) meluncurkan motor dengan dua silinder di Indonesia. Pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, motor legendaries asal Inggris meluncurkan dua model sekaligus yaitu...
Selengkapnya

Desain “Coupe”: Elegan dan Sporti

Rabu 22/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilan sport coupe menjadi pilihan pabrikan untuk diterapkan pada kendaraan paling premium. Desainnya yang elegan, dengan kombinasi teknologi terkini, diranang menarik kalangan orang sukses. Seri mobil paling premium terbaru dari BMW...
Selengkapnya

MPV Premium Hadirkan Kabin Lega

Rabu 15/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pada ajang Indonesia International Motor Show 2019, Mercedes Benz menghadirkan MPV (multipurpose vehicle) terbarunya, Mercedes-Benz B-Class. Sebagai perwakilan dari NGCC (New Generation Compact Class) Mercedes- Benz, Mobi ini tampil...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Messi dan Aguero Siap Bela Argentina

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

BUENOS AIRES – Bintang Bar­celona Lionel Messi dan Sergio Aguero kembali memimpin skuad 23 pemain Copa America yang di­umumkan oleh pelatih Argentina Lionel Scaloni, Selasa (21/5) waktu setempat.

Pemain sayap Paris Saint Germain Angel Di Maria juga termasuk dalam skuad. Tapi tidak ada tempat bagi striker Gonzalo Higuain, yang dipin­jamkan ke Chelsea dari Juventus.

“Ini adalah pemain terbaik pada saat yang penting bagi tim nasi­onal,” ujar Scaloni menjelang tur­namen yang diselenggarakan oleh Brasil, yang dimulai pada 14 Juni.

Argentina akan bermain di Grup B bersama Kolombia, Paraguay dan tim tamu Qatar, tuan rumah Piala Dunia 2022 dan juara Asia saat ini.

Messi, yang baru kembali ke skuad Argentina pada Maret setelah absen delapan bulan setelah Piala Dunia di Russia, akan berusia 32 ta­hun selama kompetisi tersebut.

Di Maria, seperti Messi, kembali membela “Albiceleste” pasca Piala Dunia pada bulan Maret menjelang pertandingan persahabatan mel­awan Venezuela dan Maroko. Tapi Aguero yang bermain untuk Man­chester City belum dipanggil sejak kekalahan Argentina 3-4 dari juara Prancis pada babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Beberapa nama terkenal lainnya yang tidak dipanggil adalah pemain depan Inter Milan Mauro Icardi. Dia telah absen dari tim Inter se­lama dua bulan terakhir karena perselisihan mengenai perpanjan­gan kontrak.

“Membuat semua orang bahagia itu sulit,” jelas Scaloni, yang men­gatakan dia bahkan ragu hingga akhirnya bisa membuat keputusan siapa saja yang harus dipanggil.

Ini jadi kali pertama buat Scaloni memilih Aguero dalam pasukannya sejak ia duduk di kursi panas pelatih Timnas Argentina pada tahun lalu. “Pendapat saya perihal Aguero tak pernah berubah. Kami ingin mem­beri kesempatan pada yang lain untuk mencoba. Tapi, prestasi Kun sudah memberi bukti. Kami senang dia bersama kami,” ucapnya.

Ketajaman Aguero sudah ter­bukti di level klub. Bersama Man­chester City, Aguero mencetak 21 gol dari 33 pertandingan musim ini. Dia juga ikut mengantar Manches­ter City meraih trofi Liga Inggris. Di laga terakhir yang jadi penentu, Aguero menyumbang 2 gol bagi ke­menangan 4-1 atas Brighton.

Sang pelatih kini hanya bisa ber­harap Aguero bisa unjuk gigi seperti penampilannya saat membela Man City.

Argentina belum pernah me­menangkan Copa America, atau turnamen internasional besar apa pun, sejak 1993. “Albiceleste” kalah di final dalam empat dari lima edisi terakhir turnamen sepakbola nega­ra-negara Amerika Selatan itu. ben/AFP/S-1

Tampilkan Semua

Sterling Berjuang Perangi Rasisme

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
NEW YORK - Pemain de­pan Manchester City Raheem Sterling memimpin perjuan­gan melawan rasisme dalam sepakbola. Dia mengatakan berharap bisa berbicara den­gan para pejabat di Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) dan otoritas Liga...
Selengkapnya

Bali United ke Puncak

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Bali United mengambil alih posisi puncak klasemen sementara kompeti­si Liga 1 musim 2019 setelah pada pertandin­gan kedua mengalahkan Bhayangkara FC di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (21/5) malam...
Selengkapnya

Prancis Panggil Lenglet

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
PARIS – Didier Deschamps memanggil trio pemain muda termasuk bek tengah Barce­lona Clement Lenglet. Mere­ka tergabung dalam skuad 24 pemain untuk pertandingan persahabatan melawan Bolivia pada 2 Juni, dan pertandingan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Menyadarkan Bahaya Pencemaran Lingkungan

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Penyakit akibat Lingkungan

Penulis : Prof Dr dr Anies, Mkes, Pkk

Penerbit : Ar-Ruzz Media

Cetakan : Mei 2019

Tebal : 241 halaman

ISBN : 9786023132348

Lingkungan yang sehat dapat membantu menghindarkan dari berbagai penyakit yang meng­ganggu kesehatan. Lingkungan yang bersih akan memberi dampak berupa kehidupan yang sehat. Sebaliknya, lingkungan yang tercemar akan me­nyebabkan berbagai dampak buruk. Maka dari itulah keadaan lingkungan memegang peranan sangat penting dan dapat memengaruhi kehidupan manusia.

Lingkungan yang sehat memi­liki tingkat kebersihan yang baik dan tidak terjadi pencemaran. Sedang­kan lingkungan yang tidak sehat dan tercemar memiliki tingkat kebersihan yang buruk serta bisa dikatakan kotor. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami dan mewaspadai pen­cemaran lingkungan beserta beragam penyakit yang ditimbulkan.

Buku karya dr Anies ini menjelas­kan tentang dampak dan bahaya pen­cemaran lingkungan terhadap kese­hatan manusia di sekitarnya. Buku menjelaskan bahwa di Bumi ini manu­sia dan makhluk lainnya hidup di satu lingkungan yang sama. Lingkungan ini terdiri dari berbagai komponen. Maka, lingkungan yang menjadi tempat ting­gal dan akan mempengaruhi keadaan dan kehidupan sehari-hari (hlm 46).

Buku menjelaskan bahwa berdasar­kan berbagai data dan laporan, saat ini penyakit yang disebabkan lingkungan masih menjadi permasalahan kesehat­an masyarakat di Indonesia, bahkan dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa sekitar 12,6 juta jiwa meninggal setiap tahun akibat lingkungan yang tidak sehat. Menurut catatan WHO, anak-anak dan orang dewasa yang berumur antara 50 dan 75 tahun paling merasakan dampak bu­ruk pencemaran lingkungan (hlm 93).

Data dan laporan Kementerian Kesehatan sebagaimana dijelaskan dalam buku ini, mencatat bahwa penyakit stroke yang menyebabkan 2,5 juta jiwa melayang setiap tahun menjadi pembunuh dunia nomor satu dalam hal kematian yang berhubung­an dengan lingkungan. Pada urutan berikutnya adalah penyakit jantung yang merenggut nyawa 2,3 juta jiwa (hlm 147).

Penjelasan ini tidak jauh berbeda dengan data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia yang menunjuk­kan bahwa stroke, jantung, ISPA, diare, dan demam berdarah menjadi penyakit berbasis lingkungan yang selalu masuk dalam 10 besar penya­kit di hampir seluruh Puskesmas di Indonesia.

Para aktivis sepakat bahwa ting­ginya penyakit berbasis lingkungan disebabkan oleh faktor lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat yang masih rendah. Berdasarkan as­pek sanitasi, tingginya angka penyakit berbasis lingkungan banyak disebab­kan tidak terpenuhinya kebutuhan air bersih masyarakat dan pemanfaatan jamban yang masih rendah. Kemudi­an, tercemarnya tanah, air, dan udara karena limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian, sarana transportaasi, serta kondisi lingkungan fisik lainnya.

Buku ini mau menyadarkan pem­baca bahwa untuk menjaga kesehatan dan menghindari berbagai penyakit, cukup dengan membiasakan diri menjalani kehidupan yang bersih dan sehat. Hal ini merupakan upaya utama untuk mengurangi dan memutus rantai penyebab pencemaran ling­kungan. Diresensi Nadiya Madaniya, Pustakawan Maulana Malik Ibrahim Malang

Tampilkan Semua

Untuk Apa Unjuk Rasa

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Jakarta kembali dilanda aksi unjuk rasa. Ada sejumlah tempat yang menjadi konsentrasi massa, seperti Petam­buran, Bawaslu, dan KPU. Menurut Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, ada massa bayaran dalam demo dua hari belakangan. Bahkan,...
Selengkapnya

Urgensi Genjot Manufaktur

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
oleh ronny p sasmita Ekspor barang dan jasa tahun lalu mencapai 3.110 triliun rupiah. Angka ini le­bih rendah dari impor barang dan jasa 3.272 triliun rupiah. Maka, perdagangan barang dan jasa pada 2018 pun minus, sehingga menjadi...
Selengkapnya

Menjemput Jodoh secara Eksklusif

Rabu 22/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul : Maaf, Aku Belum Siap Nikah! Penulis : Wildan Fuady dkk Penerbit : PT Elex Media Komputindo Cetakan : I, 2019 Tebal : v+150 halaman ISBN : 978-602-04-9065-6 Sebuah realitas bahwa makhluk hidup diciptakan berpasang-pasangan,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Will Smith Sempat Khawatir Perankan Jin di "Aladdin"

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Aktor Will Smith mengaku awalnya ia khawatir untuk memerankan jin dalam versi live action "Aladdin" dari Disney setelah karakter itu pernah dibawakan oleh Robin Williams lebih dari 25 tahun lalu. Namun, kekhawatiran Smith akhirnya berubah men­jadi kegembiraan.

Menurut dia apa yang di­lakukan Robin Williams dengan karakter jin tidak meninggalkan banyak ruang baginya untuk menambahkan hal baru.

Tetapi, begitu ia mendengar musik dalam film itu, kekhawati­rannya pun hilang dan mem­bangkitkan sisi menyenangkan, kekanak-kanakan dan konyol dari dirinya.

"Ini adalah pengalaman yang paling menyenangkan dalam karier saya," kata aktor berusia 50 tahun itu menjelang rilis "Aladdin" di seluruh dunia minggu ini.

"Aladdin" yang disutradarai Guy Ritchie, adalah film Disney pertama bagi Smith. Remake ini menampilkan banyak elemen dari animasi asli tahun 1992, di mana Williams berhasil menyabet Golden Globe sebagai pengisi suara jin.

“Saya suka film aslinya jadi saya sadar saya tidak ingin mencemari nostalgia film per­tama,” kata Ritchie, Rabu (22/5). “Apa yang ingin kamu lakukan adalah memperindahnya.”

Lewat film garapannya itu, Ritchie mengung­kapkan bahwa pekerjaan utamanya adalah menghibur kelima anaknya dan istrinya yang merupakan penggemar berat Disney. Ritchie dikenal lewat film petualangan “Sherlock Holmes” dan “Rock­nRolla”.

Dalam film Aladdin, tokoh Putri Jasmine diperankan oleh Naomi Scott yang sebe­lumnya membintangi film “The 33” dan “Power Rang­ers”. Mena Massoud yang muncul dalam seri “Tom Clancy’s Jack Ryan” tahun lalu, memainkan peran utama dalam film tersebut.

“Aladdin” adalah film Dis­ney yang dibuat ulang dari versi animasi klasik. Sebelumnya, Disney telah merilis versi live action dari si ga­jah terbang “Dum­bo” pada Maret, dan yang akan datang reboot “The Lion King” pada Juli, ser­ta “Mulan” yang dirilis tahun depan. Ant/S-1

Tampilkan Semua

Penyakit Kronis yang Mampu Bertahan Seumur Hidup

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Meskipun data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa 417 juta orang di dunia mengalami herpes genital, namun pengetahuan masyarakat di seluruh dunia mengenai penyakit ini masih sangatlah kurang. Bahkan, banyak mitos dan...
Selengkapnya

DiCaprio, Brad Pitt dan Margot Hadirkan Nuansa Hollywood di Cannes

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Leonardo DiCaprio, Brad Pitt, dan Margot Robbie tampil ber­sama pada gala premier film "Once Upon A Time In Hollywood" pada karpet merah Festival Film Cannes 2019, Selasa (21/5) waktu setempat. Kehadiran mereka dalam gala premier...
Selengkapnya

Pevita Pearce Berpetualang Sesuai Budget

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Artis Pevita Pearce mengaku harus me­nyesuaikan dana yang dibutuhkan sebelum me­lakukan hobi berpetualang ala backpacker bersama teman-temannya. “Biasanya aku me­nyesuaikan budget, apakah itu mau backpacker atau mau...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Tol Layang Jakarta-Cikampek

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Lukisan Damai

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Aparat Sipil Negara Depok Dilarang Terima Parsel

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
DEPOK – Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, untuk tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apa pun. “ASN Depok tidak boleh...
Selengkapnya

Warga KS Tubun Dapat Bantuan Sembako

Kamis 23/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Melalui program 15.000 paket sembako untuk kaum dhuafa, PT PLN Persero Pusat Enjiniring Ketenagalis­trikan (Pusenlis) membagikan sembako kepada warga di se­kitar KS Tubun, Tanah Abang, Rabu (22/5). Di Jabodetabek,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

“Contraflow” Diberlakukan Situasional

Kamis 23/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Berbagai langkah dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memberikan kelancaran bagi para pemudik yang akan berlebaran di kampung halaman.

 

Untuk hal tersebut Direk­torat Jenderal Perhubungan Darat telah mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi, khususnya di Pulau Jawa.

Untuk mengetahui lebih jauh terkait hal tersebut, Koran Jakarta mewawancarai Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, di Jakarta, Senin (20/5).

Apa yang akan dilakukan untuk memperlancar arus mudik?

Beberapa strategi yang ditempuhnya untuk mempersiapkan Angkutan Leba­ran 2019. Ada beberapa strategi, seperti pengoptimalan rest area, pelaksanaan one way dan contraflow di Tol Trans Jawa, kesiapan Tol Trans Sumatera, serta ganjil-genap untuk penye­berangan Merak-Bakauheni.

Maksudnya mengopti­malkan rest area?

Mengenai rest area, maksud mengoptimalkan dengan jumlah rest area yang ada sudah cukup sesuai untuk memenuhi kebutuhan pemudik dan mampu menampung pemudik yang ada. Mengoptimalkan rest area sudah sejak satu tahun lalu kita manage untuk meminimalisir adanya hambatan kemacetan yaitu dengan membuat zonasi di jalurnya maupun parkirnya.

Dipisah-pisah jalurnya?

Iya, nanti akan dipisahkan mana jalur yang untuk mengisi bensin, mana untuk kendaraan besar dan kendaraan kecil. Selain untuk semua rest area yang sudah ada tidak boleh ada lagi penam­bahan grup baru, yang eksisting saja yang harus dipelihara dan mengopti­malkan kapasitas parkir yang ada.

Rest area hanya di jalan tol?

Nah, ini kita ingin mengajak ma­syarakat untuk berpikir kalau rest area tidak hanya yang ada di tol saja. Jadi, masyarakat tidak perlu berspekulasi untuk rest area berikutnya kalau me­mang beberapa rest area sebelumnya sudah penuh, tapi bisa keluar tol ter­dekat dari rest area yang penuh. Kalau seperti ini polanya maka tidak akan ada kekurangan rest area.

Oh ya, ter­kait proyek pembangun di jalan tol bagaimana?

Saya dengan Kepolisian dan Ke­menterian PUPR sudah merumuskan beberapa kemungkinan di jalan tol, yaitu penghentian pekerjaan 4 proyek mulai dari H-10 sampai H+10. Untuk girdernya sudah terhubung dan sudah dikembalikan Jasa Marga yang tadinya 3 lajur dikembalikan menjadi 4 lajur lagi. Ada juga pemindahan pintu tol Cikarang Utama ke arah Bandung dan Cirebon. Jadi yang tadinya Cikarut menjadi permasalahan kemacetan sekarang sudah dipisahkan yang arah Bandung dan Cirebon.

Untuk kebijakan contraflow bagaimana?

Contraflow akan dilakukan dan sangat dinamis sekali, situasional tergantung kebutuhan. Yang paling puncak adalah kebijakan satu arah/one way. Perhatian saya adalah tidak bagaimana one way-nya dilakukan, tapi dampak dari one way seperti yang di­pertanyakan oleh Organda. Jadi dengan adanya kebijakan ini jalan mulai dari Brebes Barat sampai ke Cikampek tidak terlampau banyak hambatan.

Contraflow itu kapan dilakukan?

Sistem one way ini dilakukan tanggal 30, 31 Mei, 1 dan 2 Juni, meskipun di­laksanakan dalam 4 hari namun dalam pelaksanaannya akan sangat situasional tergantung dengan hasil pengamatan dari Kepolisian juga dengan harapan masyarakat akan melakukan perubahan perilaku dengan adanya kebijakan ini.

Di mana saja?

Jasa Marga cabang Jakarta–Cikam­pek memberlakukan contraflow mulai Km 28 hingga Km 29 Jalan Tol Jakarta–Cikampek. Contraflow diberlakukan sejak pukul 08.00 WIB. m zaki alatas/AR-3

Tampilkan Semua

Perpanjangan Izin Akan Dikaji Tim Pembina dan Penertiban Ormas

Rabu 22/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Beberapa waktu yang lalu ramai diberitakan tentang Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Front Pembela Islam (FPI) yang akan habis masa berlakunya pada bulan Juni tahun ini.   Kemudian, muncul petisi di situs change.org yang meminta...
Selengkapnya

Pemerintah Bertanggung Jawab dan Tidak Boleh Ada yang Terluka dalam Demo

Selasa 21/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Pemerintah meminta kepada semua pihak, khususnya kepada warga masyarakat agar tetap tenang saat pengumuman hasil pemilihan umum (pemilu) pada 22 Mei 2019.   Pemerintah berharap, warga masyarakat tidak terjebak isu people power yang...
Selengkapnya

Tetap Taat Aturan dan Kedepankan Jalur Konstitusi

Senin 20/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Pemilu Serentak 2019 telah memasuki tahap-tahap akhir Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Nasional. Diharapkan, rekapitulasi selesai pada tanggal 22 Mei 2019, sehingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat mengumumkan hasil...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

22-5

Sabtu 18/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
CATATAN ARSWENDO

 

Kalau tanggal ini dicatat—pastilah dicatat, barang kali karena jarak yang ma­kin dekat dengan tanggal 22 Mei. Dengan segala ingar bingar pemilu yang serentak, peta keg­iatan berbeda. Biasanya permulaan puasa, masa mudik musim petama, dengan segala kegiatannya menem­pati acara dan kegiatan humanisme. Juga jalanan, juga kemacetan—yang lebih tidak menjadi beban derita dari tahun ke tahun.

Kali ini beda, 17 April kema­rin, pemilu serentak berlangsung aman, selamat, dan membang­gakan. Sesuai tata krama, hasil akan diumumkan KPU dan kawa­lan Bawaslu. Tapi praktis sebena­rnya diikuti semua peserta, semua partai. Apalagi sejak awal, salah satu pasangan calon presiden/wakil menganggap KPU curang dan minta digugurkan. Ketegangan membadai, karena para juru kampanye—kampanye tidak selalu berarti ribut, tapi itu yang terlihat. Dari yang memakai argumen untuk menolak atau menerima, sampai dengan asal menolak. Puncak yang terus mendaki adalah tanggal 22–5. Hari itu seolah—atau sebenarnya negeri ini sedang membuktikan dan mengukir sejarah demokrasi yang “belum ada taranya dalam se­jarah dunia”. Atau juga kenyinyiran yang paling konyol. Mungkin sekali duanya, dan tak apa asal aman, selamat berlangsung damai.

Aura 22–5 sudah terasa jauh se­belumnya. Beberapa teman di kam­pus minta acara tidak dilangsung­kan di tanggal itu, termasuk acara eating, dringking, partying. Tanggal ini telah menjadi kebutuhan bersama dan dikhususkan. Yang menjadikan tanda tanya adalah ternyata masih banyak kekha­watiran besar jika hal-hal di luar tuntutan hukum terjadi. Kerusuhan umum—amit-amit --misalnya. Atau bentrok massal. Atau, saya tak ingin membayangkan walau menasihati diri untuk superwaspada.

Akankah muncul paranormal seperti biasanya? Mungkin saja masih ada, namun menurut saya, animo masyarakat kepada alat yang bernama kalkulator, mesin penghi­tung yang bisa diikuti dan bukti-bukti yang bisa diperbandingkan satu dengan yang lain. Untuk kali pertama kita mempunyai rasa per­caya penuh pada alat, tetapi juga percaya total pada alat manual.

Di luar segala perubahan yang telah diperhitungkan dengan sangat cermat, perubahan total pada alat dan manual sepenuh­nya mungkin pantas dicatat. Dan menandai penuh perubahan yang terjadi juga atas upaya yang dis­adari atau sangat disadari.

22-05. Ini yang akan terjadi dan masih terus menggelombangkan perubahan –termasuk perubahan komunikasi dan peri laku. 22-05 yang datang itu telah mengubah banyak hal, dan tak bisa kem­bali lagi. 22-05 , dan tak pernah sepenuhnya sama.

22-05, mungkin ada yang menawar, sehingga tanggal itu tak ter­jadi? Mungkin saja, setidaknya dalam cerita wayang. Untuk menghindari “hari H”, yang perlu adalah hari itu tak terjadi. Setelah tanggal 21-05, wlap ke hari lain. Anoman tokoh wayang, menghilangkah hari yang tak dikehendaki dengan cara sederhana: matahari ditelan. Waktu berhenti.

Siapa yang menghendaki tak ada tanggal 22-05? Mereka yang tanggal itu capresnya tak ingin dinyatakan kalah. Bisa ramai karena jumlahnya masih jutaan, belasan, puluhan juta, seratus juta... yang pastilah meriuh rendahan 22-05.

Namun, masyarakat secara bersama-sama—walau tidak sama-sama, makin menemukan apa yang tidak membahayakan diri, ma­syarakat atau keluarga, dan tak bisa menghindarkan 22-05, dengan se­gala yang pernah dibayangkan akan terjadi. 22-05 tiba sebagaimana hari sebelumnya, juga sesudahnya.

22-05. Di lembar berikutnya.

Tampilkan Semua

Refdi Andri

Sabtu 18/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Lebaran menjadi momentum bagi umat Islam untuk mudik atau pulang kampung. Tradisi mudik Lebaran untuk berkumpul bersama keluarga tidak tergantikan meski dengan beragam alat komunikasi yang semakin canggih. Orang-orang rela antre,...
Selengkapnya

Fitur Lengkap Sensor Pemantau Level Air

Sabtu 18/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBMTC) BPPT menyempurnakan teknologi sensor pemantauan level air di lahan gambut (SMOKIES) dengan menambahkan sistem komunikasi data Long Range Access (LoRA). Penyempurnaan SMOKIES dengan sistem...
Selengkapnya

Dikembangkan, Sensor Mikroskopis untuk Membaca Gerakan Tubuh

Sabtu 18/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Para peneliti di School of Engineering, University of British Columbia (UBC) Okanagan, berhasil mengembangkan sebuah sensor berbiaya murah yang dapat ditenun ke dalam tekstil serta material komposit. Meski masih dalam tahap awal, sensor...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta