Koran Jakarta | August 19 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

RAPBN Belum Mampu Tangkal Ancaman Resesi

Senin 19/8/2019 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font
>> Target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 diprediksi sulit tercapai

>> Penerimaan pajak bakal meleset, pemerintah mesti tambah utang baru.

>> Target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 diprediksi sulit tercapai>> Penerimaan pajak bakal meleset, pemerintah mesti tambah utang baru.     JAKARTA - Sejumlah...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

PT Sunindo Adipersada jadi Pilot Project Program Pendampingan Kementerian Perindustrian

Senin 19/8/2019 | 09:00
A   A   A   Pengaturan Font

Kementerian Perindustrian akan memberikan program pendampingan kepada PT Sunindo Adipersada. Pendampingan yang dilakukan adalah terkait implementasi industri 4.0 pada industri mainan.

PT Sunindo Adipersada yang sudah 27 tahun berdiri, menjadi satu satunya perusahaan mainan yang dipilih oleh Kementerian Perindustrian dan menjadi pilot project (Percontohan).

CEO PT Sunindo Adipersada Iwan Tjen mengatakan, Kementerian Perindustrian hari ini, Kamis (15/8) meninjau langsung ke pabrik mainan Sunindo yang berlokasi di Cileungsi, Jawa Barat dan kemudian mereka akan memberikan masukan, jika ada kekurangan maka akan diberikan proses pendampingan menuju industri 4.0.

PT Sunindo terpilih karena dinilai telah menjadi perusahaan mainan yang besar dan sudah melakukan ekspor ke beberapa negara dan bisa menambah daya saing Indonesia.

“Hari ini kami kedatangan tim Kemenperin, melihat dan berdiskusi dengan kami terkait program pendampingan untuk implementasi industri 4.0.

Kita tahu semua bahwa perkembangan teknologi semakin pesat dalam industri, akan tetapi kami melihat khusus untuk industri boneka, perkembangan teknologinya tidak sepesat industri garmen misalnya. Banyak inovasi teknologi garmen yang tercipta seiring dengan perkembangan fashion masyarakat," kata Iwan Tjen dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut ia mengatakan,  Industri boneka dalam hal inovasinya berkembang pesat, tapi tidak didukung dengan inovasi teknologi, sehingga butuh skill tinggi untuk membuat boneka kekinian, yang memiliki kerumitan yang cukup banyak, karena masih menggunakan mesin yang lama. 

PT Sunindo Adipersada adalah salah satu perusahaan boneka terbesar di Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan pasar boneka Internasional. Juga sebagai perusahaan yang mampu memenuhi standar kualitas boneka dunia dan salah satu perusahaan yang selalu menggunakan material yang lolos uji Standar Nasional Indonesia (SNI), ICTI, ASTM, EN 71 dan standar2 lainnya sehingga sangat aman dimainkan oleh anak-anak. 

Dari penilaian tersebut, PT. Sunindo Adipersada dianggap pantas menjadi pilot project untuk Industri 4.0. Bagaimana proses kerja dapat terpantau dengan cepat dan bisa mengurangi proses kerja yang memakan waktu lama untuk membantu perusahaan menjadi semakin produktif dan memangkas waktu secara signifikan.

Industri 4.0 merupakan program pemerintah untuk membawa industri manufaktur Indonesia bisa berdaya saing baik di dalam dan luar negeri.

“Produk kami sudah diuji kualitasnya dan sangat laris di pasar ekspor baik di Amerika dan Australia yang menjadi market terbesar kami dan juga Eropa, Timur Tengah serta Asia. Industri mainan merupakan salah satu industri prioritas dan sudah menyerap lapangan kerja, kami termasuk perusahaan mainan yang juga sudah berkontribusi terhadap ekonomi nasional," ujar Iwan.

Secara market, industri mainan dunia terus tumbuh dari 2007-2017, pasar mainan dunia sudah mencapai angka US$ 89 miliar dan diprediksi naik lagi menjadi US$ 99 miliar pada 2022.

Indonesia termasuk salah satu pasar mainan terbesar di dunia dengan nilai ekspor sudah mencapai US$ 300 juta pada 2017.

"Saya berharap dan juga mendukung program pendampingan ini untuk dikembangkan lebih luas lagi dan bisa dirasakan oleh banyak perusahaan industri lainnya di Indonesia," pungkasnya.

 

Tampilkan Semua

SEDEKAH BUDAYA

Senin 19/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Warga berjalan menuju sumber mata air saat prosesi ritual Patirtan Sendang Ari Wulan dalam rangkaian Sedekah Budaya Lembah Rawa 2, di Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (17/8). Ritual mengambil air...
Selengkapnya

Agustusan di Kapal Pelni

Senin 19/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Ratusan anak mengikuti perayaan Kemerdekaan Ke-74 RI di KM Kelud, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (16/8). PT Pelni menggelar “Special on Board: Agustusan di Kapal Pelni” yang diikuti oleh peserta se-Jabodetabek. Selain mengenal...
Selengkapnya

130.383 Napi Dapat Remisi Kemerdekaan

Senin 19/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Sebanyak 130.383 narapidana (Napi) memperoleh Remisi Umum (RU) pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 RI, Sabtu (17/8). Dari 199.263 Napi yang diusulkan mendapat RU Ta­hun 2019, sebanyak 127.593 orang menerima RU I atau...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Peringatan Kemerdekaan Perkuat Kebudayaan

Senin 19/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Upaya untuk memajukan kebudayaan nasional dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk dengan menggunakan pakaian adat dalam peringatan HUT Kemerdekaan.

 

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan akan mencoba semua pakaian adat dari seluruh Indonesia dalam kegiatan kenegaraan seperti Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. “Kita kan sudah 5 tahun ini sudah ganti-ganti (baju adat), dulu pernah Aceh, Sumatera Barat, pernah. Kalimantan Selatan, pernah. Sunda, Jawa, Betawi kemudian ke sana Bali, Sasak, Bugis pernah semua,” kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8).

Diketahui, Presiden Jokowi pada peringatan HUT ke-74 ini memakai baju adat Klungkung, Provinsi Bali dan Ibu Negara Iriana Jokowi memakai baju adat Simalungun. Sedangkan, Wapres Jusuf Kalla memakai baju adat Aceh. “Memang kekayaan budaya pakaian adat ini memang ribuan, jumlahnya ribuan. Nanti (pakai baju adat) sampai ke Maluku, Papua semua akan kita, ya,” ucap Jokowi sambil mengajak cucunya Jan Ethes Srinarendra dan putranya Gibran Rakabuming Raka ini.

Selain Presiden dan Wapres, para menteri kabinet kerja, pasukan pengamanan presiden (Paspampres) dan para tamu undangan juga ada yang menggunakan baju adat dari Indonesia. “Ini kenal enggak? ini namanya Syarif (ajudan pribadi presiden), ya sudah,” ujar Presiden seraya menunjukkan bahwa ajudannya juga memakai pakaian adat Papua. Sementara itu, usai rangkaian upacara Detik-detik Proklamasi, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengumumkan para pemenang lomba berbusana adat.

“Terima kasih para hadirin memakain pakaian nasional dari daerah masing-masing dan berdasarkan penilaian juri di mana bapak dan ibu sejak tiba masuk ke wilayah istana maka di sini saya diminta untuk mengumumkan hasil penilaian juri siapa pemenang yang memakai pakaian nasional terbaik dan tentu mendapat hadiah, hadiahnya sepeda merah putih,” kata Wapres Jusuf Kalla.

Busana Terbaik

Kalla lalu mengumumkan dari pemenang yang nomor tiga yakni istri dari Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, Ibu Nora Tristiyana dari Lampung. Lalu juara dua atas nama H.Adji Raden M Bachrul H SH MBA, Sultan Gunung Tabur, Kaltim. “Dan, pemenang pertama yang terbaik memakai baju daerah ibu Khalida, baju adat daerah NTT. Kami persilakan maju ke depan beserta sepedanya,” ucap Kalla.

Nora Tristyana mengaku terima kasih atas penghargaan ini. Ia mengatakan tidak lama dalam mempersiapkan busana yang dipakainya tersebut. “Kita banyak pilihan, kebetulan saya sudah punya kebaya Lampung, karena suami saya orang Lampung, kemudian saya tinggal cari perlengkapannya dan berdandan,” katanya. Selanjutnya, Sultan Gunung Tabur, H. Adji Raden M Bachrul memakai baju tersebut karena dirinya berasal dari Kerajaan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. fdl/AR-3

Tampilkan Semua

Keberagaman Agar Terus Dipelihara

Senin 19/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa masa depan keutuhan Negara kesatuan RI (NKR) adalah segalanya. Karenanya, Presiden berpesan agar jangan sampai negara Indonesia yang beragam jadi seperti negara lain yang...
Selengkapnya

Kabinet Lebih Baik Segera Diumumkan

Jumat 16/8/2019 | 06:35
A   A   A   Pengaturan Font
Rencana Presiden Joko Widodo untuk mengumumukna segera nama-nama anggota menteri kabinet lebih sebelum pelantikan presiden-wapres didukung Pimpinan DPR.   JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa susunan...
Selengkapnya

Gerindra-PPP Pertegas NKRI Harga Mati

Jumat 16/8/2019 | 06:34
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menerima kunjungan rombongan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dipimpin oleh Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
beriklan di koran jakarta
Mondial

UNJUK RASA DI TAMAN VICTORIA

Senin 19/8/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

ISIS Klaim Serangan Bom Bunuh Diri di Kabul

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BEIRUT – Kelompok Islamic State (ISIS) pada Minggu (18/8) menyatakan bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan, yang menewaskan puluh­an orang. Aksi bom bunuh diri itu merupakan serangan pa­ling...
Selengkapnya

Pasukan Perdamaian Indonesia Ikuti Upacara HUT RI di Afrika

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
PRETORIA - Para personel pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dari Indonesia yang ber­tugas di Kongo, mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan RI di KBRI Pretoria, Af­rika...
Selengkapnya

RI Sambut Penekenan Kesepakatan Politik di Sudan

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pemerintah Indonesia menyambut baik pe­nandatanganan kesepakatan politik antara Dewan Transisi Militer dan Gerakan Pembebasan dan Perubahan Sudan yang dilaksanakan pada Sabtu (17/8) “Penandatanganan ini...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Bantuan Kacamata BNI

Senin 19/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Komisaris Utama BNI Ari Kuncoro (kedua kiri) , Direktur Bisnis Konsumer BNI Tambok P Setyawati (kiri), dan Walikota Balikpapan Rizal Effendi (kanan) saat pembagian bantuan kacamata gratis kepada anak-anak dari 27 panti asuhan dan pondok pesantren di Balikpapan, Minggu (18/8). BNI berharap kacamata tersebut dapat menunjang aktivitas belajar anak-anak sehingga mereka bisa menjadi SDM yang unggul dan memajukan Indonesia.

Tampilkan Semua

Bangun Monumen

Senin 19/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dirut BTN Maryono (kedua kanan) bersama dan Ketua Yayasan Fatmawati Hildawati Hassan Din (kiri) usai peletakan batu pertama monumen patung Fatmawati di Simpang Lima, Bengkulu, Sabtu (17/8). Bank BTN bersama 11 BUMN lainnya memberika...
Selengkapnya

Gowes Merdeka Astra-TNI-Polri

Senin 19/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto (kedua kiri), Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono (ketiga kiri), dan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono (kiri) melakukkan flag off Gowes Merdeka Astra-TNI-Polri di Astra Biz Center,...
Selengkapnya

Pemindahan Ibu Kota Dipastikan Tak Ganggu Anggaran Lain

Senin 19/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pemerintah me­mastikan kebutuhan anggaran pemindahan ibu kota negara dari APBN, tidak akan diambil dari penerimaan APBN murni yakni pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Namun, anggaran itu dari kerja sama...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Tumbuhkan Terus Minat Riset Generasi Milenial

Senin 29/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Terkenal sebagai daerah yang kerap menelor­kan inovasi kebijakan dan pariwisata, baru-baru ini Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII, yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Perhelatan ilmiah bertema Generasi Sains Milenial Peng­gerak Kemandirian Ekonomi Daerah itu diikuti oleh sekitar 1.000 pelajar serta guru dari 32 provinsi se-Indonesia.

Dalam kesempatan itu, para pelajar mendapat bimbingan langsung dari sejumlah peneliti LIPI lewat berbagai kompetensi keilmuan. LIPI menilai berbagai tata kelola pemerintahan yang dilaksana­kan di Kabupaten Banyuwangi, dapat menjadi inspirasi bagi para peneliti serta pelajar.

Menjadi inspirasi untuk mewujudkan bagaimana jajaran birokrat bergerak cepat dan selaras, bekerja menjadi satu tim tanpa ada sekat yang sangat birokratis. Dengan demikian, penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII di Banyuwangi dapat menjadi inspirasi baru bagi pelajar untuk semakin menggemari ilmu pengeta­huan, termasuk di dalamnya kegiatan penelitian.

Kegiatan ini bertujuan me­ningkatkan minat dan kemam­puan remaja di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian serta membimbing remaja me­laksanakan penelitian ilmiah yang terkait dengan lingkungan sekitarnya. Di Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII ini juga diselenggarakan keg­iatan workshop guru bagi guru pembimbing. Setiap sekolah mendaftarkan tiga siswa dan satu guru pembimbing sebagai peserta.

Peserta diutamakan dari sekolah yang belum pernah berpartisipasi dalam Perkema­han Ilmiah Remaja Nasional. Peserta Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional dalam dua tahun terakhir (2017–2018) tidak dapat mendaftar di Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII Banyuwangi kali ini. Selama penyeleng­garaan, panitia menanggung akomodasi dan konsumsi.

Untuk mengetahui apa saja yang dilakukan dalam kegiatan tersebut dan harapan yang bisa dipetik dari kegiatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII tersebut, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, berkesempatan mewawancarai Bupati Banyu­wangi, Abdullah Azwar Anas, di Banyuwnagi, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa tujuan dari Perkema­han Ilmiah Remaja Nasional XVIII ini?

Ajang Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII akan memacu minat dan kemam­puan remaja di bidang riset dan ilmu pengetahuan (iptek). Remaja akan terbiasa berpikir kritis dan mencoba menemu­kan solusi dari masalah yang ada di sekitarnya.

Selama melakukan kegiatan, para pelajar juga berinteraksi dengan warga sekitar, mengamati kondisi alam dan sosial masyarakat di lokasi tersebut. Dari situ, kami harapkan tumbuh ide penelitian dari peserta untuk kemudian dijadikan paper di akhir kegiatan.

Seperti apa bentuk keg­iatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII?

Kami berterima kasih kepada LIPI yang telah menunjuk Banyuwangi sebagai tuan ru­mah. Se­lama satu minggu, para pelajar se-Indonesia ini diajak melakukan riset lapangan di berbagai tempat di Banyuwangi dengan cara yang menyenangkan sehingga dunia riset tak lagi dinilai selalu membosankan.

Para pelajar melakukan eksperimen bidang ilmu penge­tahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu teknik di sejum­lah lokasi di Banyuwangi. Eks­perimen dilakukan, antara lain di lokasi konservasi terumbu karang di Bangsring Underwa­ter, Agro Wisata Tamansuruh, Pusat Kopi Gombengsari, Desa Adat Osing Kemiren, dan Mal Pelayanan Publik.

Apa alasan pemilihan lokasi tersebut?

Lokasi tersebut kami pilih agar tumbuh paradigma bahwa riset bisa berangkat dari hal sederhana yang ada di sekitar kita serta bisa dilakukan secara menarik seperti di tempat wisata. Ratusan inovasi yang kami geber selama ini tak lain berangkat dari problem yang kami hadapi.

Masalah yang ada dianalisis, lalu dicari solusinya, yang akhirnya menghasil­kan inovasi. Seperti itu pula keg­iatan riset ilmiah yang lahir dari dorongan mencari solusi atas problem di sekitar kita.

Mengapa tertarik mendu­kung kegiatan ini?

Dana untuk penelitian di Indonesia pada tahun 2018 diperkirakan sekitar 10,23 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau 0,91 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka itu menjadikan Indonesia se­bagai negara berperingkat 28 terbesar terkait dana riset dari 116 negara.

Riset ini bisa dibilang kunci segala hal. Hal ini didorong pemerintah pusat dengan te­rus menaikkan dana riset. Se­moga dari ajang Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII di Banyuwangi ini bisa lahir generasi sains milenial yang di masa depan menjadi peneliti andal Indonesia.

Bagaimana dengan upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sendiri dalam mendorong riset?

Stimulus untuk mendorong anak muda menggeluti dunia ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus dilakukan Pemkab Banyuwangi ke depan. Stimulus tersebut, di antara­nya dengan memberi beasiswa mahasiswa, hibah penelitian dengan berbagai kampus, hibah penelitian untuk mahasiswa, terutama pada tema yang mem­bantu pertanian dan UMKM Banyuwangi, serta riset terapan pertanian seperti untuk lahan uji coba, dan uji varietas. N-3

Tampilkan Semua

Kawasan Transmigran di Kubu Raya Jadi Percontohan

Senin 15/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong perubahan paradigma baru terkait pengembangan transmi­grasi bidang ekonomi, sosial budaya, mental spiritual, kelembagaan, dan pengelo­laan sumber daya alam...
Selengkapnya

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Senin 8/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Rembang me­miliki potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun manusia. Jika dikelola secara maksimal, ma­syarakat Kabupaten Rembang sudah dapat sejahtera. Ber­dasarkan data 2016, angka ke­miskinan...
Selengkapnya

Cegah Sampah dari Rumah Masuk ke Sungai Citarum

Senin 1/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat (Jabar) yang mengaliri area irigasi untuk pertanian seluas 420.000 hek­tare. Citarum mengaliri 12 wi­layah administrasi kabupaten/kota dan merupakan sumber air untuk kebutuhan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

BUMN Peduli

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Perusahaan Material Meriahkan HUT ke-74 RI

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Menyemarakkan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Semen Indonesia menggelar program “BUMN Hadir untuk Negeri” di Kabupaten Kepulauan Selayar. Sejumlah program maupun kegiatan mewarnai kegiatan ini, mulai...
Selengkapnya

Interior Alam di Dalam Gedung

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tinggal di dalam gedung bukan berarti menghilangkan imajinasi tentang alam. Nuansa alam dapat dihadirkan melalui interior ruang. Alhasil, manusia pun seolah tidak terpisah dengan alam meskipun hanya melalui interior ruang. Cara tersebut...
Selengkapnya

Desain Nyaman untuk Disabilitas

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Salah satu desain dapat dibuat strip pararel dalam bentuk garis horizontal maupun vertikal setinggi tangan di bagian dinding. Cara ini cukup efektif sebagai petunjuk taktis. Aksesibilitas menjadi keutamaan saat mendesain bangunan untuk...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Digitalisasi Asuransi

Kamis 15/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Proyektor Baru Berteknologi “CinematicColor”

Kamis 15/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BenQ terus berusaha mengembangkan teknologi visual yang memimpin dan lebih baik untuk kehidupan. Teknologi CinematicColor yang ekslusif mampu mempersembahkan warna yang akurat sesuai yang dimaksud oleh Sutradara dan menyampaikan perasaan...
Selengkapnya

Dirilis, Laptop Super Cerdas

Kamis 15/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Lenovo meluncurkan produk terbaru dari seri Yoga, yaitu Yoga S940 ke pasar Indonesia. Laptop yang pertam kali diluncurkan di di CES 2019, telah dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Yaitu berfitur sensor facial recognition,...
Selengkapnya

Kecerdasan Buatan Marak di Era Industri 4.0

Kamis 15/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dengan pengenalan kecerdasan buatan dan sistem robot sejak awal dan maka di masa depan akan tercipta generasi lebih cerdas dan memahami teknologi Industri 4.0 di masa depan. Saat ini dunia sedang menuju revolusi industri 4.0. yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Sahara, Tipe Medium Jeep Wrangler

Rabu 14/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Merek legendaris, Jeep, saat ini memiliki model paling terkenal yaitu Wrangler. Kendaraan ini memiliki ciri desain lampu bulat besar dan tampilan yang berkesan gagah serta kuat. Wrangler memiliki tiga tipe dari mulai yang teratas hingga terbawah, yaitu Rubicon, Sahara, dan Sport.

Pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, Hascara selalu pemegang merek Jeep di Indonesia meluncurkan Wrangler Sahara 4 pintu. Sahara merupakan seri Wrangler yang tidak menawarkan model dua pintu di Indonesia.

“Lini kami tahun ini untuk Wrangler itu ada tiga tipe, Sport, Sahara dan Rubicon. Sport ada pilihan dua dan empat pintu. Sahara empat pintu dan Rubicon dua dan empat pintu,” kata CEO Hascara, Ari Utama.

Hascara memanfaatkan iven GIIAS untuk meluncurkan Sahara. Selain menawarkan model baru, hascara sebagai APM baru, menggunakan GIIAS untuk memperkuat kehadirannya di benak masyarakat, sekaligus menarik pembeli baru.

Berbeda dengan Sport dan Rubicon, Jeep Wrangler Unlimited Sahara dibekali pelek 18-inch Polished Aluminum yang bagian dalam peleknya dicat warna Granite Crystal. Jeep Wrangler Sahara punya fender sewarna bodi, juga bagian atapnya.

Sahara sebagai mobil off-road dibekali dengan rangka ladder-type frame, open steel dan alumunium. Dengan banyaknya komponen besi pada mobil ini tidak heran jika bobotnya sendiri mencapai 2.021 kg, sebuah bobot yang tidak ringan untuk mobil 7 penumpang ini.

Dimensinya uga sanga besar, dengan panjang 4.785 mm, lebar 1.875 mm, dan tinggi 1.868 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 3.008 mm dengan ground clearance 275 mm. tangka bensinya bisa menampung bahan bakar sebanyak 80 liter.

Di balik kap mesin, mobil ini dilengkapi mesin 4-silinder berkapasitas 2.000cc,16 valve dengan turbo charger, mobil ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 270 tenaga kuda pada putran 5.250 rpm dan 400 Nm pada putaran 3.000 rpm. Tenaga disalurkan ke transmisi otomatis 8-percepatan.

Meski tidak selengkap Rubicon, Sahara memiliki banyak fitur keselamatan, seperti penggunaan LED di semua lampunya, Enhanched Accident Response System (EARS), Rear View Camera, ABS, EBD, Brake Assist, Brake tractioncontrol system (BTCS), Multi Stage Airbag (4-point), Traction Control.

Fitur lainnya adlaah Acoustics and Safety laminated glass, Tirepressure monitoring (TPM) system, Electronic Roll Mitigation, Hill-Start Assist (HSA), Keyless Enter-N-Go, Android AUTO & Apple Car Play, 8,4 Monitor ALPINE Sound System, dan GPS Navigation.

Sahara empat pintu dibanderol pada harga 1, 65 miliar rupiah, sementara Jeep Wrangler Sport empat pintu dibanderol pada harga 1,54 miliar rupiah, Sport dua pintu 1,34 miliar rupiah, Rubicon dua pintu sebesar 1,65 miliar rupiah, dan termahal Rubicon empat pintu dengan harga 1,76 miliar rupiah.

Dengan harga yang tidak murah merek legendaris Jeep memang tetap diburu konsumen. Pada GIIAS 2018 produk Jeep sukses mendulang banyak keuntungan. Bermacam model yang ditawarkan bisa meraup penujualan sebanyak 80 unit. hay/E-6

Tampilkan Semua

Pasar Mobil Bekas Masih Sangat Besar

Rabu 14/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatasi usia kendaraan 10 tahun di jalananan Ibu Kota tak membuat bisnis mobil bekas menjadi suram. Bahkan, pasar mobil bekas bakal kian besar, karena permintaannya melebar ke daerah. Menurut...
Selengkapnya

Mesin Hibrida Kian Populer

Rabu 14/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Mobil dengan mesin hybrid (kombinasi mesin bahan bakar minyak dan listrik) bakal diproduksi massal di Indonesia. Fitur apa yang ditawarkan agen pemegang merek (APM) di produk mobil hibrida? Indonesia mulai masuk era baru otomotif....
Selengkapnya

Castrol GTX Ultraclean Hadir Menjawab Tantangan Mesin LCGC

Rabu 7/8/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Jakarta, 7 Agustus 2019 – Castrol memperkenalkan produk pelumas yang dibuat khusus untuk Low Cost Green Car (LCGC) melalui pelumas Castrol GTX Ultraclean. Produk ini merupakan bagian dari kampanye Castrol “Pilih yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Ferrari Ingin Bangkit di Spa dan Monza

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

ROMA – Dua belas seri ber­lalu, namun Ferrari belum pernah mengangkat trofi juara hingga balapan Formula 1 meng­ambil jeda musim panas setelah GP Hungaria pada awal bulan.

Ingin mengulangi kesuk­sesan mereka 11 tahun silam dengan gelar juara dunia, Fer­rari justru belum mengantongi kemenangan di musim 2019 dan terancam disusul oleh tim Red Bull jelang paruh kedua musim ini.

Sebastian Vettel akan genap satu tahun tanpa gelar juara balapan keti­ka F1 menyelesaikan libur mu­sim panas dan bergulir kem­bali di Belgia akhir bulan nanti.

Pebalap Jerman, juara dunia empat kali itu, terakhir kali me­nang di Sirkuit Spa-Francor­champs pada 26 Agustus tahun lalu. Seri GP Belgia musim ini akan digelar 1 September.

Ada benarnya juga jika Di­rektur pelaksana motorsport F1 Ross Brawn menilai jika li­bur musim panas kompetisi ini mungkin momentum yang te­pat bagi Ferrari untuk rehat se­jenak sebelum mempersiapkan sembilan balapan yang tersisa.

“Saya harus kritis terhadap diri sendiri karena saya belum melakukan tugas dengan baik. Jadi itu adalah hal yang perlu saya fokuskan lagi dan perbai­ki di paruh kedua musim ini, yang memerlukan penanga­nan,” kata Vettel seperti dikutip laman resmi Formula 1.

Ferrari sangat berharap bisa membalikkan keadaan di Spa dan Monza, dengan se­jumlah lintasan lurus yang akan mengun­tungkan mobil mereka yang memiliki karakter down­force rendah, agar terhindar dari musim nirkemenangan untuk kali ketiga di era turbo hybrid V6 sejak 2014.

“Saya kira (Spa dan Monza) lebih sensitif dengan tenaga jadi kami seharusnya bisa le­bih (sukses) di sana, tapi tak ada hasil tanpa perjuangan. Saya rasa saingan kami juga sangat kuat semuanya dan kami mencoba menantang diri kami sendiri,” kata Binotto. Ant/S-1

Tampilkan Semua

Medvedev Singkirkan Djokovic

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
CINCINNATI – Petenis Rus­sia Daniil Medvedev maju ke final dengan menjungkalkan petenis nomor satu dunia No­vak Djokovic dalam pertandingan berakhir 3-6, 6-3, 6-3 pada semi­final Cincinnati Masters, Sabtu waktu setempat...
Selengkapnya

Rhino X Triathlon Tantangan Berbeda

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
PANDEGLANG – Ajang triathlon lintas alam (X Triathlon), Rhino Cross Triathlon 2019 kembali digelar di Tanjung Lesung pada 28-29 September mendatang. Lomba yang terdiri dari berenang, balap sepeda dan lari melintasi keindahan dan...
Selengkapnya

Harden Lebih Hebat dari Jordan

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
HOUSTON – General Manager Houston Rockets Daryl Morey menyanjung pemain andalannya, James Harden, sebagai pencetak poin yang lebih hebat dibandingkan dengan legenda NBA Michael Jor­dan. “Adalah fakta James Harden...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Meningkatkan Kecerdasan Emosional di Lingkungan Kerja

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, saya ingin tahu apa sebenarnya yang dimaksud dengan emotional intelligence dan bagaimana cara mening­katkan serta menerapkannya di lingkungan pekerjaan. Mohon penjelasannya ya Bu.

Jawaban:

Saat bicara soal pekerjaan, sering kali dikaitkan dengan peran emosi serta penga­ruhnya terhadap kesuksesan seseorang. Salah satu hal yang tak lepas dari pembahasan adalah peran kecerdasan emosi di pekerjaan.

Kecerdasan emosional (emotional intelligence/ EI) sendiri diperkenalkan oleh psikolog bernama Peter Salovey dan John Mayer melalui sebuah artikel pada tahun 1990, kemudian popu­ler melalui buku yang ditulis oleh seorang Daniel Goleman dengan judul Emotional Intel­ligence : Why It Can Matter More Than IQ.

Peran serta emotional in­telligence saat ini cukup kru­sial, utamanya di dunia kerja. Hal ini mengingat EI adalah sebuah batu loncatan agar mempunya hasil kerja yang maksimal dan berkualitas.

Baik atau tidaknya sebuah hasil pekerjaan nyatanya juga dipengaruhi oleh manajemen emotional intelligence yang dimiliki oleh seorang karya­wan. Lalu, apa itu EI dan cara meningkatkannya? Simak ulasan berikut seperti dikutip dari Cermati.com.

Apa itu emotional intelli­gence?

Emotional intelligence adalah kemampuan dari seseorang untuk mengguna­kan, serta memahami tingkat emosi orang lain, baik emosi diri sendiri maupun orang lain yang bertujuan untuk menjaga kesehatan fisik dan juga mental.

Seseorang yang memilikit­ingkat kecerdasan emosional yang bagus cenderung bisa mengontrol emosi yang me­reka, baik saat marah, sedih, dan memahami perasaan orang lain sehingga lebih peka saat mengambil sebuah kepu­tusan.

Pada umumnya setiap orang memiliki tingkatan emotional intelligence yang berbeda-beda. Beberapa me­miliki kecerdasan emosional yang baik, namun tak sedikit pula yang memiliki masalah dalam membangun emotional intelligence sehingga terka­dang sulit menjalin komuni­kasi yang baik dengan orang lain.

Kecerdasan emosional yang dikelola dengan baik akan menghasilkan kemam­puan akademik yang baik pula. Hal tersebut senada dengan beberapa hasil riset yang mengungkapkan bahwa emotional intelligence jika dikelola dengan baik selama Anda bekerja akan membuat Anda menjadi lebih produktif, serta membuat kesehata fisik dan mental meningkat.

Bagian-bagian dari kecer­dasan emosional

1. Kesadaran diri (self-awareness)

Konsep self-awareness atau kesadaran atas diri merupa­kan keadaan di mana kita me­nyadari tentang emosi yang sedang dialami dan memaha­minya. Self-awarness ini juga menekankan rasa empati atau menempatkan diri berada di posisi orang lain.

2. Pengaturan diri (self-regulation)

Self-regulation atau peng­aturan diri adalah kemam­puan untuk mengontrol perilaku diri. Kecerdasan self-regulation ini juga yang memengaruhi seseorang itu bisa mengendalikan diri atau tidak.

3. Motivasi diri (internal motivation)

Bagian-bagian dari kecer­dasan emosional berikutnya adalam berkaitan dengan ke­mampuan dalam mengambil keputusan berupa optimisme, serta rasa keingintahuan dan keinginan untuk mendapat­kan sesuatu melalui upaya-upaya yang dilakukan. Ke­mampuan ini dinamakanan dengan internal motivation.

4. Rasa empati (empathy)

Rasa empati juga men­jadi bagian dari kecerdasan emosional. Artinya, kemam­puan untuk mengerti keada­an emosi lawan bicara serta menggunakannya untuk me­respons berdasarkan tingka­tan emosional.

5. Keterampilan sosial (so­cial skills)

Kemampuan atau kete­rampilan dalam bersosialiasai atau yang biasa disebut de­ngan social skills juga cukup penting untuk Anda yang ingin menjalin komunikasi yang intens dengan orang lain. Dan kemampuan ini me­rupakan bagian dari kecer­dasan emosional.

Cara meningkatkan emo­tional intelligence

Pentingnya emotional intelligence di dunia peker­jaan membuat banyak orang ingin meningkatkan kemam­puan yang satu ini. Berikut ini beberapa cara kecerdasan emosional yang dapat Anda lakukan.

  1. Perhatian dan sikap peduli

Perhatian dan sikap peduli inilah yang membedakan antara satu orang dengan lainnya. Seiring kemajuan teknologi, sering kali kita tak memikirkan orang lain bah­kan tak memahami kondisi mental lawan bicara secara langsung, bahkan yang dilihat hanya berdasarkan update di media sosial yang mereka miliki. Kemajuan teknologi saat ini pun dapat menjauh­kan orang yang dekat sekali­gus mendekatkan orang yang jauh.

2. Peka terhadap keadaan orang di sekitar

Karena terlalu fokus de­ngan pekerjaan, sering orang kali kita kurang peka terha­dap keadaan orang di sekitar. Mulai sekarang, cobalah untuk lebih peka terhadap orang-orang di sekitar Anda, utamanya orang di kantor Anda, bahkan keluarga.

Anda bisa memulainya dengan menawarkan bantuan jika rekan kerja Anda tengah merasa kewalahan saat me­ngerjakan sesuatu. Dengan begitu, orang tersebut akan merasa terbantu dengan ke­beradaan Anda. Manfaat emotional intelli­gence

Setelah Anda mengetahui cara untuk menggali lebih jauh emotional intelligence, berikut ini adalah manfa­at penting dari kecerdasan emosional.

1. Bisa lebih produktif

Saat Anda tengah menger­jakan sebuah pekerjaan dan sering merasa kewalahan, lalu mendapatkan bantuan dari orang lain, tentu saja hal ter­sebut sebuah keberuntungan. Anda bisa menjadi lebih pro­duktif lantaran tidak terlalu terbebani tugas yang diberi­kan untuk Anda.

2. Lebih tepat saat mengam­bil keputusan

Saat Anda mengambil keputusan dan menjalankan salah satu konsep emotional intelligence seperti rasa em­pati tentunya, Anda menjadi lebih peka terhadap psikolo­gis seseorang dan tidak serta merta mengambil keputusan yang merugikan orang lain.

Demikianlah beberapa hal yang perlu Anda ketahui dari manfaat dan cara mengatur emotional intelligence Anda di kantor sehingga Anda tak salah dalam mengambil kepu­tusan dan dapat bekerja lebih produktif. Ingatlah untuk selalu peka dengan sekeliling untuk mewujudkan suatu hal yang terbaik.

Tampilkan Semua

Membangun Ibu Kota Baru

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta di Pulau Jawa ke daerah yang belum diumumkan di Pulau Kalimantan telah resmi disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada Pidato Kenegaraan di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8), dalam...
Selengkapnya

23 Tetes Kejujuran Tokoh Bangsa

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul : Untuk Republik: Kisah-kisah Teladan Kesederhanaan Tokoh Bangsa.Penulis : Faisal Basri dan Haris MunandarPenerbit : IRSA Press, JakartaCetakan : 2019 Seiring dengan berbagai kema­juan ekonomi yang dicapai In­donesia,...
Selengkapnya

Soekarno dan Khittah Kemerdekaan

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
oleh Muhammadun Peringatan kemer­dekaan selalu menancap dalam memori ke­bangsaan kita sebagai perayaan hari lahirnya sebuah bangsa yang dici­takan. Sayangnya, memori itu hanya diisi dengan perayaan seremonial saja, bukan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Agustusan dan Jajanan Tempo Dulu

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Jajanan tradisional terdiri dari ribuan jajanan tradisional Nusantara. Dari Sabang sampai Merauke, dari setiap kota pasti memiliki jajanan tradisionalnya masing-masing.

Hari Kemerdekaan Indo­nesia, 17 Agustus, adalah hari yang paling memba­hagiakan seluruh rakyat Indonesia. Hari itu adalah puncak perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan. Banyak momentum yang patut diperingati untuk men­giringi tanggal 17 Agustus.

Dan, setiap ulang tahun Hari Kemerdekaan Indonesia itu, ingatan sebagian orang akan kembali ke masa lalu. Suka cita perayaan yang biasa disebut ‘Agustusan’ terngiang kembali. Lomba-lomba tradisio­nal yang penuh ceria, sampai pesta kuliner jaman dulu pun biasanya disertakan.

Salah satu yang diingat adalah warisan kuliner tempo dulu. Indo­nesia memiliki banyak warisan bu­daya. Salah satunya yaitu beragam makanan tradisional di beberapa daerah Indonesia. Masing-masing daerah tentunya memiliki makanan tradisional sendiri.

Sewaktu masih kecil tentu saja kita sering memakan makanan yang kamu sukai dengan ciri khas rasa yang enak. Namun tak selamanya makanan yang kamu sukai itu ada, tak hanya satwa saja yang mulai langka makanan juga bisa langka.

Di Palembang, misalnya, ada makanan khas gula puan. Makan­an ini memiliki rasa yang manis karena terbuat dari susu kerbau dan gula pasir. Pada zaman dulu gulo puan hanya disuguhkan bagi para raja-raja.

Pada zaman modern ini, makan­an ini sudah sangat sulit ditemui, hal utama yang menyebabkan makanan ini mulai hilang adalah susu kerbau yang menjadi bahan utama. Sulitnya mendapatkan susu kerbau menjadi­kan makanan satu ini sangat langka.

Ada juga Bassang, makanan khas dari Sulawesi. Makanan ini terbuat dari jagung dan santan yang disaji­kan dalam bentuk bubur. Makanan ini memang sudah langka tapi akhir-akhir ini mulai digiatkan kembali dengan hadirnya Bassang dalam bentuk makanan cepat saji.

Di Jawa Tengah, ada Grondol. Ini adalah makanan yang terbuat dari jagung yang direbus di campur dengan gula pasir lalu ditaburi de­ngan parutan kelapa. Makanan ini memiliki cita rasa gurih dan nikmat. Namun akhir-akhir ini makanan ini jarang ditemui karena orang-orang lebih tertarik dengan makanan modern.

Untuk minuman, ada wedang tahu, yakni salah satu kuliner yang berupa minuman ciri khas dari Semarang. Minuman ini terbuat dari sari kedelai yang direbus selama 4 jam sampai menjadi bubur tahu.

Minuman ini disajikan dengan campuran jahe sehingga membuat badan kamu menjadi hangat setelah meminumnya. Namun minuman ini jarang ditemukan.

Artinya, berbicara kuliner jaman dulu, tentu tidak bisa dilepaskan dengan kudapan atau jajajan pasar tradisional yang melegenda. Meski saat ini sudah jarang ditemui, tetapi pada perayaan perayaan tertentu, biasanya muncul kembali.

Selain kudapan di atas, ada juga gurandil, cenil, tiwul, getuk, lemper, klepon, kue putu, nagasari, lemper, lupis, dan lain-lain. Rata-rata harga­nya cukup murah, namun soal rasa ditanggung tak kalah meriah.

Jenis makanan itu, hanya repre­sentasi kecil jajanan tradisional yang terdiri dari ribuan jajanan tradisio­nal Nusantara. Dari Sabang sam­pai Merauke, dari setiap kota pasti memiliki jajanan tradisionalnya masing-masing.

Sebenarnya kue-kue tradisional ini, biasanya kita jumpai di pa­sar. Kerap disebut dengan kue-kue subuh, karena dijual di pasar pada saat subuh. Tetapi, untuk jenis kue tertentu hanya bisa dijumpai kalo dipesan untuk perayaan atau syukuran.

Klepon misalnya. Kue yang ber­asal dari ketan yang didalamnya diisi gula merah legit dan dibalut kelapa ini, sangat menggoda. Ben­tulnya bulat dan mungil, sekali suap akan lumer di mulut. Wow sedap­nya!.

Ada juga lupis yang sama sama terbuat dari beras ketan. Olahan ini akan diiris kecil lalu dilumuri dengan gula jawa sebagai pemanis, yang orang Jawa menyebutnya de­ngan nama juruh.

Parutan kelapa juga ditaburkan sebagai toping untuk memperlezat hidangan. Dahulu Lupis berbentuk lingkaran seperti irisan lontong, namun kini jajanan pasar ini banyak disajikan dalam bentuk segi tiga.

Ada lagi cenil. Jajanan pasar yang terbuat dari pati ketela pohon itu di­bentuk bulat kecil dan diberi warna-warni menarik seperti merah, hijau, putih. Cenil biasanya disajikan dengan parutan kelapa dan ditaburi gula pasir di atasnya.

Atau tiwul. Penganan tradisional yang berasal dari daerah Gunung­kidul yang juga cukup melegenda. Bahkan jajanan ini yang menginspi­rasi maestro Campur Sari, Manthous untuk menciptakan lagu populer berjudul ‘Tiwul Gunungkidul’.

Tiwul berbahan dasar ketela po­hon yang dikeringkan lalu ditumbuk kemudian dikukus. Tiwul sering disajikan berpasangan dengan Gatot yang ditaburi parutan kelapa. Ma­syarakat Gunungkidul dahulu sering menjadikan Tiwul sebagai makan pokok menggantikan beras.

Yang saat ini hampir sering dijumpai adalah lemper. Sejenis lon­tong namun biasanya terbuat dari ketan dan berisi abon atau suwiran daging ayam. Kini kita lebih sering menemukan lemper yang dibung­kus plastik daripada daun pisang.

Di pesta atau syukuran rumah, kantor atau pembukaan toko, biasa­nya jajanan tradisional ini disajikan dalam satu tampan. Ukurannya dimuat kecil kecil yang imut, dengan aneka warna yang menggoda. yun/E-6

Pengaruh Tiongkok Karakteristik Kue Tradisional

Bila ditanya asal usul kue tra­disional Indonesia ini, akan banyak cerita yang terungkap. Misalnya, karena kue-kue ini sering dijajakan di pasar, maka dikenal juga dengan istilah jajanan pasar.

“Disebut jajajan pasar karena kue ini memang awalnya lebih banyak dijual di pasar tradisional,” Ucu Sawitri, Membership Coordinator dari Ikatan Praktisi Kuliner Indone­sia.

Dia bercerita, awalnya jajajanan pasar lebih banyak dijual di daerah pelabuhan. Sebab pelabuhanlah yang pertama menjadi pusat per­niagaan. Ini merupakan awal dari akulturasi tak terkecuali makanan. Menurutnya, jajanan pasar di In­donesia banyak mendapat penga­ruh dari pedagang-pedagang asal Tiongkok.

Pengaruh budaya Tiongkok ini terlihat dari karakteristik kue tradisional Indonesia yang banyak menggunakan olahan tepung beras dan ketan. Sedangkan yang menggunakan terigu, terpengaruh budaya barat atau penjajah karena Indonesia bukan menghasil gandum.

Sementara kue asli Indonesia banyak menggunakan tepung pati yang memanfaatkan umbi-umbian. “Kue asli Indonesia setiap bahannya memiliki arti tertentu,” imbuh Ucu.

Dia mencontohkan, pengguna­an ketan melambangkan budaya kumpul. Pasalnya gluten ketan yang tinggi menyebabkan butiran satu dengan yang lain menjadi lengket. Itu menandakan keterikatan dan hubungan yang cukup dekat.

Ada juga kue rasa manis, yang lebih mengartikan perkumpulan bersama kerabat atau sahabat yang menimbulkan momen indah yang manis. Karena itu, tak heran bila jajanan pasar ini menjadi hidangan langganan di acara-acara kebersa­maan, seperti kenduri, syukuran atau perayaan lainnya. yun/E-6

Klepon

 

 BAHAN :

- 250 gram tepung beras ketan

- Pasta pandan secukupnya

- 150 ml Air

- 1 sendok teh garam halus

- 1 butir Kelapa

BAHAN ISIAN :

- Gula merah secukupnya

- Gula pasir secukupnya

- 1 liter Air

CARA MEMBUAT :

  1. Campur tepung beras ketan dan tepung beras putih, air, garam dan pasta pandan. aduk rata. Setelah adonan diuleni, gula merah disisir halus untuk isian.
  2. Ambil sedikit adonan, pipih­kan, beri sedikit gula merah. Lalu rapatkan dan bentuk bulat menyerupai bola.
  3. Masak air sampai mendidih, lalu celupkan bola-bola klepon, biarkan sampai matang dan mengapung.
  4. Angkat setelah matang. Lang­sung gulingkan dalam ke­lapa parut kukus yang sudah dibubuhi garam dan gula pasir.
  5. Kue klepon siap disajikan.

Lemper Ayam

 

 BAHAN :

- 200 gram beras ketan yang sudah direndam selama 1 jam

- 1 batang serai

- 1 lembar daun salam

- 125 ml santan yang diambil dari 1/4 butir kelapa

- 3/4 sendok teh garam

- Daun pisang secukupnya

BAHAN ISI :

- 2 buah paha ayam atas ba­wah

- 1 batang serai

- 500 ml air

- 3/4 sendok teh garam

- 2 lembar daun salam

- 1/4 sendok teh merica bubuk

- 1/2 sendok teh gula pasir

- 100 ml santan yang diambil dari 1/4 butir kelapa

BUMBU HALUS :

- 4 siung bawang putih

- 1 sendok teh ketumbar

- 6 butir bawang merah

- 3 butir kemiri yang sudah di­sangrai

MEMBUAT ISIAN :

1 Pertama, siapkan panci yang akan digunakan untuk merebus ayam. Lalu masukan air secuku­pnya ke dalam panci tersebut.

2 Simpan panci tersebut di atas kompor menyala. Rebus air sampai mendidih. Jika air sudah mendidih, masukan ayam yang sudah anda siapkan. Rebus ayam sampai benar-benar ma­tang.

3 Jika ayam sudah matang, angkat dan tiriskan. Lalu suwir-suwir daging ayam tersebut dan ukur kaldunya 250 ml.

4 Setelah itu, haluskan semua bumbu halus seperti yang sudah ditentukan di atas. Lalu campur­kan ayam yang sudah disuwir-suwir dengan bumbu halus, serai yang sudah dimemarkan bagian putihnya, daun dalam, merica bubuk, gula pasir dan garam. Kemudian, aduk sampai bumbu merata dengan ayam.

5 Selanjutnya, tuangkan air kaldu. Lalu masak sampai mendidih.

6 Tuangkan santan. Lalu masak sampai meresap.

7 Setelah itu, dinginkan.

MEMBUAT KULIT :

1 Kukus ketan yang sudah anda siapkan kurang lebih 20 menit sampai ketan dirasa cukup ma­tang. Jika sudah matang, angkat.

2 Selanjutnya, rebus santan, daun salam, serai dan garam hingga mendidih. Jika sudah, anda bisa langsung mematikan api kom­por.

3 Kemudian, tambahkan beras ketan yang sudah dikukus. Lalu masak sampai meresap.

4 Setelah itu, angkat dan kukus selama kurang lebih sekitar 30 menit sampai benar-benar matang.

MEMBUAT LEMPER AYAM :

1 Ambil sedikit ketan atau adonan kulit. Lalu pipihkan.

2 Beri isi ketan tersebut. Lalu ben­tuk lonjong atau sesuai dengan selera anda.

3 Setelah itu, bungkus dengan menggunakan daun pisang. Lakukan langkah yang sama sampai semua bahan-bahan habis.

4 Selanjutnya, anda bisa langsung menyajikan atau menghidang­kan lemper buatan sendiri ter­sebut pada piring atau tempat saji yang disiapkan.

  1. Lemper ayam pun siap dihidangkan.
Tampilkan Semua

Menelusuri Tradisi Unik Minang yang Masih Eksis

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Roman karya Marah Rusli yang berjudul Kasih Tak Sampai, dan melahirkan pemeran utama Siti Nurbaya, menjadi ciri khas Minangkabau, Sumatera Barat (Sumbar), sehingga dikenal juga dengan sebutan bumi Siti Nurbaya. Selain memiliki...
Selengkapnya

Cinta Laura Bangga Lahir 17 Agustus

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Aktris dan penyanyi Cinta Laura Kiehl mengaku 17 Agustus adaahhari yang spe­cial baginya.Selain itu merupa­kan hari kemerdekaan Indonesia yang dirayakan dengan meriah oleh seluruh rakyat Indonesia dimanapun berada, dia juga lahir...
Selengkapnya

Baim Wong dan Paula Verhoeven Akan “Babymoon” ke Spanyol

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Baim Wong mengungkap ren­cananya berlibur ke Spanyol bersama sang istri Paula Ver­hoeven yang sedang hamil untuk menggantikan waktu kebersamaan mereka yang berkurang lantaran sibuk bekerja. "Karena saya syuting itu hampir empat...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Warga Bogor Deklarasi Merdeka dari Penggunaan Plastik

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

BOGOR - Ribuan warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat melaksanakan deklarasi merdeka dari penggunaan plas­tik usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke­merdekaan ke-74 RI di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Sabtu (17/8).

Deklarasi yang dipimpin oleh Bupati Bogor, Ade Yasin itu merupakan perwujudan dari program Bogor Asri Tan­pa Plastik (Antik) yang sudah digembar-gemborkan sejak awal tahun, kemudian disusul Peraturan Bupati (Perbup) No 13 tahun 2019 tentang pengurangan plastik dan “sty­rofoam”

“Kebijakan ini berlaku untuk toko modern, pusat perbe­lanjaan, hotel, restoran, kafe dan juga berlaku untuk selu­ruh perangkat daerah Kabupaten Bogor agar mengurangi kemasan plastik pada setiap kegiatan rapat atau sosialisasi dan kegiatan sejenis,” kata Ade Yasin kepada ANTARA.

Sementara itu, warga Bogor yang tergabung dalam Ko­munitas Antik, Deni mengaku siap mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang baru saja di­luncurkan itu untuk membuat wilayah Bogor tetap asri.

Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Sampah Dinas Ling­kungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Atis Tardiana menyebutkan bahwa langkah tersebut merupakan upaya Pemkab Bogor mengurangi penggunaan kantong plastik yang berdasarkan hitungannya, pemakaian kantong plastik di Kabupaten Bogor mencapai 11,6 juta lembar plastik per hari.  Ant/P-5

Tampilkan Semua

Proyek Hutan Kota Kemayoran Rampung November 2019

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Direktur Perencanaan dan Pembangunan Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran, Riski Renando menargetkan pekerjaan revitalisasi hutan kota Kemayoran rampung seluruhnya pada November 2019. Hutan Kota ini akan dikembangkan...
Selengkapnya

Dua Juta Pohon Akan Ditanam di Jakarta

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA-Pemerintah Pro­vinsi DKI Jakarta bertekad akan menanam dua juta pohon un­tuk mewujudkan udara bersih di ibu kota. Penanaman dua juta pohon itu akan dilakukan oleh Dinas Kehutanan DKI Ja­karta hingga tahun...
Selengkapnya

Jakpro Tunggu Kesepakatan untuk Garap Formula E

Senin 19/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Badan Usaha Mi­lik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), masih menunggu kesepakatan awal (Head of Agreement/HoA) untuk segera menindaklanjuti proyek balap formula E di Ja­karta. Head of...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Perlu Kajian Komprehensif sebelum Melakukan Amendemen

Senin 19/8/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
PDI Perjuangan dan sejumlah parpol pendukung Presiden Joko Widodo mengusulkan dilakukannya amendemen terbatas terhadap UUD 1945. Mereka ingin mengembalikan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai lembaga tertinggi negara.

Sebagai lembaga tertinggi negara, MPR akan diberikan kewenangan membuat Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Agenda strategis tersebut baru akan dibahas oleh MPR RI periode 2019–2024.

Untuk mengupas hal tersebut lebih lanjut, Koran Jakarta mewawancarai pakar hukum tata negara Universitas Indonesia (UI), Fitra Arsil, di Jakarta, Selasa (13/8). Berikut petikannya.

Bagaimana pendapat Anda terkait usulan MPR periode 2019–2024 melakukan amendemen terbatas UUD 1945?

Menurut saya, melihat soal amendemen, kita tidak perlu anti terhadap amendemen. Wajar-wajar saja kalau kita memerlukan amendemen UUD 1945. Terakhir amendemen kan tahun 2002. Memang masih banyak persoalan-persoalan yang membutuhkan jalan keluar. Dari jangka waktu, sudah 17 tahun yang lalu kita melakukan amendemen, jadi wajarwajar saja kita melakukan evaluasi terhadap konstitusi kita.

Lalu, apa saja yang harus diperhatikan MPR dalam melakukan amendemen UUD?

Yang perlu diperhatikan dalam melakukan amandemen, MPR harus teliti. Dalam arti, punya kajian yang jelas, karena yang terkait dengan konstitusi ini kita harus komprehensif. Jadi, saya menyarankan kita harus buat kajian yang komprehensif tentang amendemen, apa yang menjadi persoalan kita. Misalkan, kita ingin mengokohkan ideologi Pancasila. Apa yang bisa mengokohkan itu? Misalkan, kita mengevaluasi pembentukan sistem pemerintahan kita. Jadi, kita bicara konsep-konsep dasar terlebih dahulu. Nanti baru fitur-fitur dalam memperkuat sistem pemerintahan. Jangan sampai kita memperbaiki sisi yang lain, sementara sisi yang lain tidak kita perbaiki.

Bagaimana dengan wacana perlunyan GBHN?

Kalau kita bicara GBHN, kita letakkan posisi pemerintahan kita letakkan di mana. Jangan sampai mengganggu sistem check and balances pemerintahan. Dalam sistem presidensiil, presiden bertanggung jawab langsung kepada rakyat. Jangan sampai problem, nanti pelaksanaan GBHN bisa mempengaruhi legitimasi presiden. Kita harus membicarakan lebih lanjut mekanisme kontrolnya.

Menurut Anda, seberapa penting GBHN itu?

Kalau kita bicara soal GBHN sebagai instrumen perencanaan yang efektif, saya menilai dalam tingkat tertentu diperlukan. Yang harus diperhatikan, kita perlu bicara soal implementasi pelaksanaannya bagaimana. Misalnya, bagaimana eksekusi ketika GBHN tidak dilaksanakan, bagaimana mekanisme kontrolnya, jangan sampai menimbulkan instabilitas pemerintahan dengan mempengaruhi legitimasi presiden.

Lalu, mekanisme kontrol yang baik itu seperti apa?

Tetap menurut saya, mekanisme kontrolnya harus dilakukan DPR RI, bukan MPR RI. Lembaga kontrolnya tetap DPR, karena DPR merupakan wakil langsung dari rakyat. Hal ini agar tidak menabrak dasar sistem pemerintahan kita yang menganut sistem presidensiil.

Kemudian, ada yang mengkritik bahwa GBHN akan membatasi kreativitas presiden terpilih, pendapat Anda?

GBHN kan program jangka panjang, dibuat untuk 20 tahun atau 25 tahun ke depan. Namanya Garis Besar Haluan Negara. Yang kita sepakati di GBHN itu model pembangunan jangka panjang. Jadi, cita-cita bangsa kita, bukan program-program teknis.

Seperti kita menyepakati Undang- Undang Dasar kan kita sepakati untuk jangka panjang. Artinya, di tingkat program, presiden tetap bisa berkreativitas. Tetapi, GBHN juga harus mengikuti perkembangan zaman, dalam artian sewaktuwaktu dapat dilakukan amendemen terhadap GBHN. 

 

trisno juliantoro/P-4

Tampilkan Semua

Proteksi Berlapis Dilakukan agar Tumpahan Minyak Tidak Meluas

Rabu 14/8/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Masyarakat pesisir di Jawa Barat dan Jakarta Utara selama hampir sebulan terakhir dirugikan oleh pencemaran minyak dan gas bumi (migas) dari sumur YYA-1 milik Pertamina Offshore Northwest Java (ONWJ).   Nelayan dan petambak udang...
Selengkapnya

4.380,85 Barrel Tumpahan Minyak Telah Berhasil Diangkat ke Darat

Senin 12/8/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Tumpahan minyak dari anjungan yang dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di Pantai Utara Jawa yang terjadi beberapa waktu yang lalu sudah meluas.   Tidak ingin bertambah besar berdampak pada...
Selengkapnya

MPR Kembali Akan Diberikan Wewenang Menetapkan GBHN

Jumat 9/8/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) sudah sepakat melakukan amendemen terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 secara terbatas.   Dalam amendemen ter­batas itu MPR kembali...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Srihadi Pelukis Pejuang

Jumat 16/8/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Untuk berjuang bisa dilakukan oleh siapa pun dengan profesi apa pun, termasuk pelukis. Perjuangan tidak hanya saat merebut kemerdekaan dari penjajah, tapi sekarang pun dibutuhkan banyak pejuang di profesi mereka masing-masing. Berjuang untuk mengisi kemerdekaan tidak akan pernah berhenti.

Pelukis Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo telah berjuang sejak era perjuangan kemerdekaan. Bergabung menjadi tentara dengan bertugas di Balai Penerangan Militer. Tugasnya membuat poster, brosur, yang isinya penyemangat perjuangan serta membuat sketsa peristiwa sebagai bahan dokumentasi internal TNI, yang waktu itu masih disebut TKR.

Untuk mengetahui kiprahnya di masa perjuangan dan harapannya kepada generasi muda sekarang, wartawan Koran Jakarta, Teguh Raharjo, berkesempatan mewawancarai pelukis kenamaan Indonesia, Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo, di kediamannya, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/8). Berikut petikan selengkapnya.

Bagaimana Anda mulai tertarik melukis?

Saya lahir tahun 1931. Seingat saya, waktu itu masih umur empat atau lima tahunan sudah suka corat-coret di kertas, di dinding rumah. Yang memperhatikan kakek dan nenek. Waktu itu Belanda masih menguasai Indonesia. Saat itu saya tinggal di Solo. Kakek yang menyediakan potlot (pensil-red), kapur warna, tidak ada guru khusus yang ngajarin. Kakek membelikan cat air dan peralatan melukis.

Kakek membelinya di sebuah toko di Semarang, kalau tidak salah namanya Toko Van Dort. Kalau harus ke Semarang, kakek naik kereta, tidak seperti sekarang kendaraan banyak. Saya semakin suka melukis karena kakek. Namun sejak Jepang masuk, agak sulit mencari peralatan lukis. Penjajahan Jepang memang lebih berat bagi rakyat waktu itu, hampir semua sulit didapat.

Tapi masih bisa meneruskan melukisnya?

Keinginan melukis terus saja ada, tidak bisa dicegah. Bahan apa saja yang ada bisa dipakai untuk melukis. Masuknya Jepang memberikan dorongan baru bagi saya untuk semakin bersemangat melukis, terutama sketsa. Waktu itu saya membaca majalah Jepang, di dalamnya banyak gambar ilustrasi, bukan foto, tidak ada kamera saat itu. Jadi hanya gambar ilustrasi. Yang membuat ternyata adalah prajurit Jepang yang bertugas sebagai wartawan dan pelukis peristiwa.

Saya kagum, lukisannya menggantikan foto saat itu, bisa menggambarkan kondisi peperangan dengan sketsa. Banyak gambar tentara Jepang saat menyerbu Asia, masuk Indonesia, pesawat jatuh di Jakarta, dan lainnya. Sangat detail sketsanya. Kita yang melihat sekarang tidak tergambar perang seperti apa karena tidak ada foto, tapi tahu karena ada lukisan tentara Jepang itu.

Kapan mulai menjadi perlukis perjuangan?

Saat saya mulai membuat sketsa peristiwa perjuangan yang saya saksikan, ternyata itu diperhatikan oleh Balai Penerangan Militer saat itu. Lalu diajak masuk dan bergabung, khusus untuk membuat poster, brosur, yang isinya penyemangat perjuangan. Juga membuat sketsa peristiwa sebagai bahan dokumentasi internal TNI, yang waktu itu masih disebut TKR.

Saya juga aktif di organisasi Ikatan Pelajar Indonesia, semakin aktif membuat gambar untuk TNI. Suasana waktu Proklamasi Kemerdekaan juga digambarkan, kebetulan anak sekolah saat itu semua keluar merayakan kemerdekaan, ada rapat-rapat akbar. Saya ingat waktu itu umur sekitar 14 tahun, sudah gabung di TNI, sebagai pelukis sketsa.

Jadi sudah aktif di TNI umur 14 tahun dengan tugas melukis?

Tugasnya membuat slogan-slogan perjuangan dengan lukisan dan tulisan penyemangat. Kan sebelumnya aktif membuat grafiti di jalan, dengan difasilitasi TNI, semakin mudah menyalurkan minat melukis, meski sketsa dan peristiwa kisah perjuangan dan kebanyakan untuk dokumentasi internal. Saya intinya menjadi prajurit waktu itu. Tapi juga menjadi seperti wartawan, sebab dikirimkan ke lokasi penting untuk membuat sketsa peristiwa untuk dokumentasi TNI.

Sampai kapan menjadi prajurit?

Di TNI saya mendapatkan pangkat seperti prajurit lain. Sampai akhirnya tahun 1950, ada pengakuan Belanda atas kemerdekaan murni Indonesia, saya diberikan pilihan. Saat itu kan bergabung dengan TNI sebagai tentara untuk berperang. Perang selesai maka tugas sebagai tentara dianggap selesai juga. Pilihannya tetap sebagai prajurit atau kembali sebagai masyarakat sipil.

Saya berpikir masih terlalu muda untuk menjadi tentara dan menghabiskan umur sebagai prajurit, sementara passion saya melukis. Akhirnya memilih untuk keluar dan meneruskan belajar yang sempat terbengkelai. Pangkat terakhir saya adalah sersan mayor, itu tahun 1950. Itu berarti saya umurnya baru 19 tahun. Sampai sekarang masih mendapatkan hak sebagai legiun veteran, saya anggota LVRI.

Saya menyelesaikan SMP dan SMA, kemudian mencari tahu pendidikan selanjutnya yang terkait menggambar. Hanya ada satu yakni pendidikan di Balai Pendidikan Guru Gambar, itu pun gambar untuk sketsa arsitektur atau teknik sipil. Kini akhirnya ada ITB dengan jurusan seni rupa, saya sempat menjadi guru besar ITB. Saya terus menjadi dosen dan melukis sampai saat ini.

Sebagai pelaku perjuangan yang juga pelukis, menurut Anda, cara menjaga rasa nasionalisme masyarakat seperti apa? P

ara pahlawan memperjuangkan kemerdekaan dari nol sampai akhirnya ada Indonesia. Kita harus selalu bersyukur. Justru kita yang harus membawa negara ini menjadi gemah ripah loh jinawi. Itu yang harus menjadi tujuan, karena pada awalnya kita ini tidak memiliki apa-apa, dijajah Belanda dan Jepang.

Kemerdekaan 17 Agustus 1945 itu momen yang saya rasakan sangat luar biasa. Saat itu, kami keluar sekolah bersama-sama merayakan kemerdekaan. Mendengarkan teks Proklamasi sungguh hal luar biasa. Pemuda-pemudi yang diajarkan berperang oleh Jepang kini bisa mempraktikan langsung melawan Belanda yang kemudian akan datang lagi menjajah. Jadi, itu sekarang yang harus disyukuri. Jangan ribut terus.

Apa yang Anda harapkan dari pelukis atau seniman saat ini?

Sekarang kita bisa berjuang melalui profesi masing-masing, keahlian masing-masing. Bidang apa pun yang baik. Masyarakat harus mampu mengembangkan mutunya masing-masing. Satukan visi satu negara kesatuan. Indonesia harus semakin dikenal dunia internasional. Jangan meremehkan sumber daya yang ada, termasuk melukis dengan cat air.

Mudah ditemukan, murah, dan semua bisa, tapi hasilnya kini diakui dunia internasional melalui International Watercolor Society di Bali. Negara lain bisa hargai ini, sementara kita sendiri masih anggap ogah-ogahan dengan cat air. Padahal sumber dayanya melimpah di kita, murah. Anak-anak bisa mulai mencobanya.

Pesan terhadap anak muda sekarang?

Tetap terus semangat, bekerja sebaik-baiknya sesuai profesi yang disukai, hukum, desain, seni. Yang penting 100 persen mencintai pekerjaannya, jangan setengah-setengah. Gamelan jika tidak dikembangkan akan hilang, tarian juga demikian. Itu kebudayaan kita yang harus tetap dipertahankan.

Negara lain iri dengan kekayaan seni dan budaya kita. Anak saya saja, tidak ada paksaan untuk mengikut jejak melukis. Silakan mereka milih sesuai passion-nya dengan konsekuensi jangan setengah-setengah. Alhamdulillah, semua sudah berhasil dengan keinginannya masing-masing.

Dengan karya yang begitu banyak, apakah tidak ingin membuat museum?

Saya tentu ingin, tapi nggak berani. Karena membuat museum itu tidak mudah. Harus mengelolanya dengan baik, mengatur suhu ruangan yang pas. Memelihara lukisan itu tidak mudah. Saya juga tidak mau memberikan tanggung jawab museum kepada anak-anak. Mereka tidak di sini. Tetapi kalau ada museum yang meminjam lukisan silakan, saya tidak keberatan.

Bagaimana dengan persiapan Anda untuk pameran tunggal?

Rencananya dilaksanakan di Galeri Nasional pada tanggal 11 Maret 2020. Masih lama, tapi sejak setahun lalu sudah saya siapkan. Awalnya minta tahun ini saja, tapi pihak Galeri Nasional mengatakan jadwal sangat penuh, apalagi mendekati akhir tahun.

Apa yang ingin ditampilkan?

Saya berencana memajang 50 lukisan. Temanya adalah lukisan alam atau landskape. Alam yang saya lukis adalah alam asli Indonesia. Beberapa lukisan sudah siap, beberapa lainnya sedang disiapkan. Semoga bisa selesai tepat waktu.

Di ruang tamu ini terpajang banyak lukisan. Ini lukisan Anda semua?

Iya. Sudah lama sekali dibuat. Jadi pajangan. Beberapa yang itu (menunjuk lukisan yang tersender di dinding bagian bawah ruang tamu) adalah proyek baru. Sedang mencoba membuat lukisan dengan media baru, kertas-kertas, ada printingan juga. Yang ini, lukisan dari cat air. Kalau lihat tahunnya itu tahun 1975. Yang di pojokan itu lukisan printing.

Sudah lama sekali tapi masih bagus, dan itu cat air?

Iya, cat air. Jangan dikira cat air itu cat yang murahan. Negara lain, khususnya Eropa sangat menghargai lukisan cat air. Bahkan selama sepuluh hari lalu, di Bali, saya menjadi juri sebuah acara. Namanya International Watercolor Society. Jadi memang baru istirahat dua hari ini pulang dari Nusa Dua. Masih cukup lelah, tapi sangat menyenangkan di sana. Banyak lukisan bagus, semuanya cat air. Sangat indah.

Indonesia menjadi tuan rumah event lukisan cat air internasional?

Betul, kami sangat bangga mendapatkan kepercayaan ini. Apalagi saya menjadi juri dari Indonesia, bersama dengan empat juri lain dari Kanada, Amerika Serikat, Singapura, dan Tiongkok. Jadi ada 56 negara yang hadir, di mana ada 100 pelukis yang mengikuti pameran tersebut.

Yang saya tidak sangka, banyak negara yang tidak pernah muncul di berita ikut, seperti Albania, Kosovo. Bahkan Kosovo menjadi juara pertama bersama pelukis dari Jerman. Selain pameran memang dilombakan. Juara satu, dua, dan tiga masing-masing ada dua setiap kategorinya. Indonesia ada peserta dari Bali yang mendapatkan juara dua. Banyak sekali cerita bagus di sana.

Apa cerita bagus tersebut?

Selama sepuluh hari pamerannya. Seminggu kami bawa sekitar 100 peserta keliling tur Bali menggunakan empat bus. Kami diskusi banyak hal terkait lukisan cat air dengan sesama pelukis dan wartawan serta mengulas perkembangannya saat ini. Mereka sangat puas dengan penyelenggaraan di Indonesia.

Memang sejak April persiapannya, kami menerima 900 kiriman lukisan melalui email, dalam bentuk foto dulu. Lalu diseleksi menjadi sekitar 350 lukisan. Nah, 350 lukisan ini kemudian dikirimkan ke Bali dan yang kemarin itu dipamerkan di sana. Dari yang dipamerkan itu kami pilih enam lukisan terbaik untuk mendapatkan hadiah.

Memang melelahkan, tapi sangat senang, kami juga dibantu oleh para kurator untuk memilih dan seleksi lukisan cat air. Yang juara kami kasih hadiah untuk stay di Bali selama seminggu, melihat Bali dan Indonesia yang indah. Mereka sudah pasti bisa mengikuti event yang sama pada tahun depan. Kemungkinan akan di Eropa, kami akan jadi tamu dan juri tamunya. 

N-3

Tampilkan Semua

Jejak Ketangguhan Ekonomi Indonesia

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Setiap periode waktu tertentu, Museum Bank Indonesia menyajikan ilustrasi dan penggambaran peristiwa ekonomi moneter yang terjadi dari masa ke masa. Museum bukan sekadar gedung untuk mem­bangun kenangan. Sejatinya, museum adalah...
Selengkapnya

Koleksi yang Membuat Kagum Dunia

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Museum Nasional Indonesia merupakan museum yang merefleksikan kebudayaan di seluruh Indonesia. Hampir semua peninggalan sejarah di Nusantara dapat dilihat di museum ini. Koleksi di Museum Nasional banyak dipinjam museum negara lain...
Selengkapnya

Bambang PS Brodjonegoro

Sabtu 10/8/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Wacana pemindahan Ibu Kota terus bergulir dan kini sudah makin mengerucut. Pemerintah dipimpin oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah melakukan kajian mendalam. Kini...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta