Koran Jakarta | Informasi Berita Terkini Hari Ini
Koran Jakarta | May 28 2020
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Pelaksanaan “New Normal” Akan Diperluas Bila Efektif

Kamis 28/5/2020 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
» Kementerian Kesehatan diperintahkan untuk mempersiapkan protokol tatanan hidup normal baru dan melakukan sosialisasi massif ke masyarakat. » Kementerian Kesehatan diperintahkan untuk mempersiapkan protokol tatanan hidup normal baru dan melakukan sosialisasi massif ke masyarakat.   JAKARTA – Pemerintah...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Pertamina Jateng Dirikan 10 unit Pertashop Tingkatkan Ekonomi Desa

Kamis 28/5/2020 | 18:35
A   A   A   Pengaturan Font

 

Pertamina Jateng Dirikan 10 unit Pertashop Tingkatkan Ekonomi Desa

 

SEMARANG  - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng dan DIY bekerjasama dengan Pemkab / Pemkot di Jawa Tengah, mendirikan 10 unit Pertashop, yang tersebar di 10 titik pedesaan. Pembangunan Pertashop menindaklanjuti MoU antara pemerintah pusat dan PT Pertamina (Persero) beberapa waktu yang lalu.


Pjs General Manager Pertamina MOR IV, Teuku Johan Miftah mengatakan, jumlah tersebut akan terus bertambah sesuai dengan kesiapan Pertamina serta sarana dan prasarana desa di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

“Meskipun telah ditargetkan, pendirian Pertashop juga harus memperhatikan aspek HSSE, alur pasokan BBM dan proses instalasi di desa tujuan. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintahan desa setempat agar pembangunan pertashop tersebut akan optimal melayani masyarakat”, ujar Johan di Kota Semarang, Jawa Tengah Kamis (28/5).

 

Terkait pasokan BBM ke Pertashop, dari kesepuluh titik yang telah dibangun, 4 titik akan dipasok dari Integrated Terminal Semarang Group (Pengapon) yaitu di Desa Kalirejo, Kabupaten Pekalongan, Desa Selokarto, Kabupaten Batang, Desa Kancilan, Kabupaten Jepara dan Desa Singorojo, Kabupaten Kendal.


Untuk 3 titik akan dipasok dari Fuel Terminal Boyolali yaitu Desa Klewor dan Desa Juwangi di Kabupaten Boyolali dan Desa Karanglo di Kabupaten Karanganyar. Sedangkan untuk 3 titik lainnya, 2 titik dipasok dari Fuel Terminal Maos yaitu di Desa Punggelan, Kabupaten Banjarnegara dan Desa Limpakuwus, Kabupaten Banyumas serta 1 titik dipasok dari Integrated Terminal Tegal yaitu Desa Talang, Kabupaten Tegal.


Tahap awal, Kemendagri telah bersurat kepada seluruh Kepala Daerah untuk mendukung pembangunan Pertashop di seluruh Infonesia. Pertashop merupakan salah satu sarana bagi masyarakat pedesaan untuk mendapatkan BBM secara mudah dengan kualitas yang baik.


“Pertamina berkomitmen untuk memeratakan penyediaan energi terutama BBM dan LPG hingga ke pedesaan. Tentunya kami juga mengharapkan adanya Kerjasama yang baik antara Pertamina dan Pemerintah desa serta masyarakat agar penyaluran BBM melalui Pertashop ini berjalan optimal”, katanya.SM/AR-3

Tampilkan Semua

Remaja Masjid Jateng Santuni Santri Terdampak Covid-19

Kamis 28/5/2020 | 18:31
A   A   A   Pengaturan Font
Remaja Masjid Jateng Santuni Santri Terdampak Covid-19                        SEMARANG- Pimpinan Wilayah (PW) Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid...
Selengkapnya

Angka Kehamilan di Semarang Tembus 7860 Orang

Kamis 28/5/2020 | 18:24
A   A   A   Pengaturan Font
  Angka Kehamilan di Semarang Tembus  7860 Orang   SEMARANG - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Semarang mencatat, angka kehamilan pada bulan April 2020 mencapai 7.860...
Selengkapnya

Masih Banyak Daerah Zona Merah, LaNyalla Minta Pemerintah Kaji Ulang Pilkada Desember

Kamis 28/5/2020 | 15:53
A   A   A   Pengaturan Font
Masih Banyak Daerah Zona Merah, LaNyalla Minta Pemerintah Kaji Ulang Pilkada Desember   SURABAYA-Kesimpulan rapat kerja antara Komisi II DPR RI, Mendagri, KPU, Bawaslu dan DKPP yang menyepakati Pilkada serentak akan digelar pada 9...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Mondial

Perlu Upaya Konkret APEC untuk Pemulihan Ekonomi

Kamis 28/5/2020 | 16:15
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta- Pemerintah Indonesia menekankan pentingnya peningkatan upaya konkret Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) untuk pemulihan ekonomi di kawasan yang terdampak pandemi COVID-19.

"Kesatuan visi, sinergi, dan kolaborasi adalah kunci utama memitigasi dampak pandemi dan awal kekuatan pemulihan ekonomi," kata Duta Besar Desra Percaya selaku ketua delegasi Indonesia dalam pertemuan pejabat tinggi APEC, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Kamis.

Sebanyak 21 anggota Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) menyatakan untuk mengutamakan kesatuan visi, kolaborasi, dan kerja sama dalam melawan COVID-19.

Di bawah kepemimpinan tuan rumah APEC Malaysia 2020, sebanyak 21 anggota APEC mengikuti pertemuan virtual pejabat tinggi APEC pada Rabu, 27 Mei 2020.



Pertemuan itu menindaklanjuti arahan para Menteri Perdagangan APEC yang tertuang dalam "Ministers Responsible for Trade (MRT) Statement on COVID-19".

Sebelumnya, Menteri Perdagangan APEC telah memberikan mandat kepada para pejabat tinggi APEC untuk mengembangkan pendekatan terkoordinasi untuk memfasilitasi proses berbagi pengalaman dan formulasi praktik-praktik terbaik penanganan COVID-19 antaranggota.

Para anggota APEC juga membahas kerja sama ketersediaan barang esensial, seperti alat kesehatan dan obat-obatan, untuk memastikan layanan kesehatan yang terjangkau.

Untuk menanggapi instruksi Menteri Perdagangan APEC, Indonesia menekankan perlunya APEC mengidentifikasi rangkaian upaya yang realistis bagi seluruh anggota, baik anggota dari ekonomi yang telah maju maupun yang masih berkembang.

"Implementasi dari Trade Facilitation Agremeent, penegakan transparansi dalam implementasi kebijakan, dan penguatan sistem logistik merupakan bentuk inisiatif konkret yang dapat dijalankan oleh APEC. Rangkaian upaya ini akan memfasilitasi lalu lintas dan arus perdagangan di kawasan Asia Pasifik saat pandemi," ujar Dubes Desra.

Penguatan fasilitasi perdagangan dan penurunan hambatan nontarif dapat berkontribusi langsung pada sektor swasta, khususnya UMKM, dalam menghadapi pandemik.

Upaya itu dinilai dapat mempercepat pemulihan ekonomi di kawasan, mengingat 40 hingga 60 persen komposisi produk domestik bruto anggota APEC berasal dari UMKM.Ant/P-4

Tampilkan Semua

Legislator Tiongkok Usulkan Undang-undang Imunitas Warga Asing

Kamis 28/5/2020 | 16:05
A   A   A   Pengaturan Font
  Jakarta - Legislator Tiongkok mengusulkan rumusan undang-undang kekebalan warga asing di sela-sela Sidang Umum Kongres Rakyat Nasional (NPC) sebagai tanggapan atas litigasi terhadap negara tersebut terkait pandemi COVID-19. Hal...
Selengkapnya

Inggris Tutup Kedutaan dan Tarik Diplomat dari Korut

Kamis 28/5/2020 | 16:00
A   A   A   Pengaturan Font
  Seoul,  Inggris menutup sementara kedutaannya di Korea Utara dan telah memulangkan semua staf diplomatiknya meninggalkan negara itu di tengah pembatasan sosial ketat untuk pencegahan penyebaran virus baru korona. "Kedutaan...
Selengkapnya

SpaceX Siap Kirimkan Astronot AS ke Antariksa

Kamis 28/5/2020 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
CAPE CANAVERAL - Sebuah era baru eksplorasi luar angkasa Amerika Serikat (AS) akan dimulai pada Rabu (27/5) saat dua astronot NASA akan diluncurkan ke antariksa dengan menggunakan wahana milik SpaceX. Jika tak ada gangguan cuaca, maka...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Wawancara Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah Langgar Prosedur

Selasa 26/5/2020 | 12:05
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) menyatakan wawancara yang dilakukan presenter Deddy Corbuzier dengan Menteri Kesehatan RI periode 2004-2009 Siti Fadilah Supari, pada Rabu (20/5/2020), di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, melanggar prosedur."

Kegiatan liputan dan wawancara Siti Fadilah dan Deddy Corbuzer tidak sesuai dan tidak memenuhi persyaratan yang tercantum pada Peraturan Menteri Hukum dan HAM Pengelolaan dan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi pada Ditjenpas, Kantor Wilayah Kemenkumham dan UPT Pemasyarakatan, Pas No. M..HH-01.IN.04.03, 5 Oktober Tahun 2011," ujar Kabag Humas dan Protokol Ditjenpas, Rika Aprianti dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Rika menjelaskan, pada Pasal 28 ayat (1) disebutkan bahwa peliputan untuk kepentingan penyediaan informasi dan dokumentasi harus mendapat izin secara tertulis dari Ditjenpas.

Kemudian, Pasal 30 ayat (3) menyatakan bahwa peliputan hanya dapat dilakukan pada hari kerja dan jam kerja yang ditentukan oleh masing-masing unit atau satuan kerja.

Pelaksaanaan peliputan juga harus didampingi oleh pegawai pemasyarakatan dan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, sebagaimana tertuang pada Pasal 30 ayat (4).

"Dan pada Pasal 32 ayat (2) menyatakan bahwa wawancara terhadap narapidana hanya dapat dilakukan jika berkaitan dengan pembinaan narapidana," ucap Rika.

Ditjenpas menilai kegiatan peliputan dan wawancara yang dilakukan Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah tidak memenuhi ketentuan-ketentuan tersebut.

Rika kemudian menjelaskan kronologi wawancara yang dilakukan antara Deddy dan Siti Fadilah.

Pada 20 Mei 2020, Siti Fadilah dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta untuk menjalani pemeriksaan terkait penyakit asma yang dia derita. Rujukan tersebut berdasarkan rekomendasi dari dokter Rutan Pondok Bambu dan telah disetujui oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Rutan.

Berdasarkan keterangan dari pihak Rutan Pondok Bambu yang telah melakukan penelusuran baik kepada Siti Fadilah maupun dua orang petugas yang berjaga saat itu, terjadinya wawancara antara Menteri Kesehatan era Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan Deddy Corbuzier tersebut diperkirakan terjadi pada Rabu (20/5) malam, di Ruang Paviliun Kartika kamar 206, RSPAD Gatot Subroto, antara pukul 21.30 WIB hingga 23.30 WIB.

Hal tersebut, kata Rika, didasarkan pada informasi bahwa pada pukul 21.30 WIB, terdapat empat orang, terdiri dua laki-laki dan dua perempuan, masuk ke dalam ruang perawatan Siti Fadilah.

"Ada empat orang, dua laki-laki dan dua perempuan, yang masuk ke ruang rawat Siti Fadilah, mengenakan masker dan salah satunya menggunakan penutup kepala dari jaket dan mengenakan ransel. Satu di antaranya adalah Deddy Corbuzier," ujar Rika.

Rika mengatakan, petugas jaga saat itu tidak sempat bertanya keperluan para tamu tersebut, karena pintu ruang rawat telah terlebih dahulu dikunci dari dalam. Bahkan, kata Rika, perawat yang ingin masuk untuk memberi obat-obatan pun tidak diperkenankan masuk ke dalam ruangan.

"Saat ada perawat yang ingin masuk ruang rawat untuk memberi obat-obatan pun dilarang masuk oleh keluarga yang bersangkutan," ucap dia.

Adapun pihak Rutan Pondok Bambu baru mengetahui adanya wawancara tersebut, setelah melihat unggahan video di akun instagram milik Deddy Corbuzier, pada Kamis (21/5).

"Selanjutnya Plt Karutan memerintahkan Plt KPR dan Kasi Pelayanan Tahanan untuk langsung menulusuri tayangan wawancara tersebut," tutur Rika.

Siti Fadilah sendiri sejak Jumat (22/5) telah dikembalikan ke Rutan Pondok Bambu untuk melakukan rawat jalan di Klinik rutan. Terpidana kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) pada 2005 itu juga dinyatakan negatif Covid-19. yok/Antara/AR-2

Tampilkan Semua

Musisi Nasional, Ketua MPR, DPR. DPD, Panglima TNI, Kapolri, hingga Presiden, Ramaikan Konser Virtual

Sabtu 16/5/2020 | 13:10
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak masyarakat menyaksikan konser virtual 'Berbagi Kasih Bersama Bimbo' yang disiarkan secara langsung dari studio TVRI, Minggu 17 Mei 2020, pukul 19.30 - 22.00 WIB. Konser ini akan di-relay...
Selengkapnya

30% Dana Bantuan Negara Diusulkan untuk Perempuan

Senin 24/2/2020 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Untuk bisa menyiapkan calon pemimpin bangsa yang berintegritas, khususnya dari kalangan perempuan maka partai harus anggarkan dana khusus kederisasi kaum hawa. JAKARTA - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengusulkan 30...
Selengkapnya

Panwas Pilkada Soppeng Dilindungi Asuransi

Jumat 7/2/2020 | 07:00
A   A   A   Pengaturan Font
MAKASSAR - Panitia pengawas (Panwas) pemilihan ke­pala daerah (Pilkada) Kabupaten Soppeng mendapat per­lindungan asuransi dari Badan Penyelenggara Jaminan So­sial Ketenagakerjaan. Sebanyak 611 pengawas didaftarkan pada dua...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
Ekonomi

Semen Gresik Siap Terapkan Kebijakan New Normal

Kamis 28/5/2020 | 18:28
A   A   A   Pengaturan Font

 

Semen Gresik Siap Terapkan Kebijakan New Normal

 

SEMARANG - PT Semen Gresik siap menerapkan kebijakan "New Normal" di seluruh area operasional dan berbagai aktivitas perusahaan. Sesuai kebijakan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan Kementerian BUMN, tentang protokol perlindungan dan kesehatan dari ancaman pandemi Covid-19.

 

" Jika diprosentase saat ini persiapan perusahaan menyambut penerapan "New Normal" sudah mencapai 100 persen, " Kata Kepala Unit SDM dan Sarana Umum PT Semen Gresik Taufik Susanto, Kamis (28/5).

 

Persiapan mulai dari adanya protokol pencegahan Covid-19 yang tidak hanya mengatur hal yang berkaitan dengan aspek manusia atau cara kerja saja namun juga hingga ketersediaan sarana prasarana pendukung.

 

" Protokol pencegahan Covid-19 itu juga sudah disosialisasikan kepada karyawan dan seluruh pemangku kebijakan serta stakeholder, " kata dia.

 

Mulai dari mitra usaha, pemasok, pelanggan, tamu perusahaan hingga masyarakat sekitar. Protokol itu juga sudah diterapkan mulai dari akses keluar masuk pabrik, area produksi, perkantoran hingga berbagai fasilitas umum seperti tempat ibadah, kantin dan lain sebagainya. 

 

"Terkait berbagai sarana seperti antiseptic gate untuk penyemprotan kendaraan yang keluar masuk area perusahaan, tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker dan lainnya sesuai protokol pencegahan Covid-19 sudah tersedia. Intinya kita sudah siap dengan pemberlakuan aturan New Normal," kata dia.

 

Sejak Maret lalu, Semen Gresik sudah menerapkan protokol pencegahan Covid-19 di area operasional dan dalam berbagai aktivitas perusahaan. Upaya itu juga rutin dilaporkan ke jajaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Jakarta, hasilnya upaya yang dilakukan Semen Gresik sudah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pemerintah.

 

Menurutnya, prinsip keselamatan dan kesehatan kerja menjadi prioritas perusahaan. Pada  awal Juni, pihaknya berencana melakukan rapid test untuk seluruh karyawan PT Semen Gresik. Baik yang bekerja di Kabupaten Rembang, Tuban, Gresik maupun kota lainnya. 

 

Pelaksanaan rapid test itu dengan menggandeng tenaga medis dari rumah sakit rujukan Covid-19. Jika hasil rapid test menunjukkan ada karyawan yang reaktif maka akan dilanjutkan dengan proses pemeriksaan lebih lanjut baik PCR maupun tes swab tenggorokan.

 

"Perusahaan komitmen dan serius dengan pencegahan Covid-19," kata dia.

 

Anggaran Dampak Sosial

 

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik Gatot Mardiana mengatakan komitmen perusahaan dalam penanggulangan Covid-19 tidak hanya dilakukan di lingkup internal saja, namun juga eksternal. 

 

Hingga kini, anggaran yang sudah dikucurkan Semen Gresik khusus untuk penanggulangan dampak sosial, ekonomi dan kesehatan Covid-19 sudah lebih dari Rp 3 miliar. 

 

Adapun rinciannya,  untuk penanganan dampak sosial yang diwujudkan dalam bantuan pangan nontunai digelontor dana Rp 345 juta. Sedang untuk penanganan dampak ekonomi, PT Semen Gresik mengucurkan anggaran Rp 734 juta. Sasarannya warga enam desa sekitar perusahaan baik wilayah Kabupaten Rembang maupun Kabupaten Blora. 

 

Bentuk kegiatan yang dilakukan beragam mulai dari Progam Pemanfaatan Pekarangan dan Pengembangan Pangan Lokal (P4L), progam Sahabat Ternak Semen Gresik, progam pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan terpadu (P4T) hingga pemberdayaan BUMDesa. 

 

Sedang bantuan aspek kesehatan, anggarannya mencapai Rp 2,14 miliar. Bantuan tersebut dimaksimalkan untuk bantuan berbagai jenis alat pelindung diri (APD) seperti masker, face shield hingga baju hazmat, disinfektan, hand sanitizer, tandon air untuk cuci tangan, posko siaga dan lain sebagainya. Penerima bantuan ini tenaga medis RS rujukan Covid-19, puskesmas hingga berbagai elemen masyarakat. 

 

"Semen Gresik akan selalu komitmen mendukung upaya pemerintah dalam penanggulangan Covid-19," kata dia.SM/AR-3

Tampilkan Semua

Petani dan Nelayan Dapat Relaksasi Pembiayaan Rp34 Triliun

Kamis 28/5/2020 | 15:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyampaikan telah menyiapkan stimulus 34 triliun rupiah untuk merelaksasi pembayaran cicilan dan juga mensubsidi bunga kredit bagi petani dan nelayan. Pemberian insentif ini dilakukan untuk meringankan...
Selengkapnya

Indef: Dana Kompensasi Wajib Dibayarkan kepada Pertamina

Kamis 28/5/2020 | 15:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Dana kompensasi yang akan diberikan kepada PT Pertamina (Persero) melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebenarnya merupakan utang Pemerintah sejak 2017. "Memang hak Pertamina. Karena dana kompensasi tersebut...
Selengkapnya

Jaminan Mutu Perikanan Tetap Dijaga

Kamis 28/5/2020 | 14:45
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus meningkatkan Sistim Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SJMKHP). Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina memaparkan, selama...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

111.000 Kendaraan Menuju Jakarta

Rabu 27/5/2020 | 17:00
A   A   A   Pengaturan Font

 

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sejak H+1 dan H+2 Lebaran 2020 atau 25-26 Mei 2020 terdapat 111.022 kendaraan menuju Jakarta melalui arah timur, arah barat, dan arah selatan.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru menyampaikan volume lalu lintas (lalin) yang menuju Jakarta ini turun 66 persen dibandingkan dengan lalin periode yang sama di Lebaran tahun 2019.

“Untuk distribusi lalu lintas menuju Jakarta sebesar 30,6 persen dari arah Timur, 33,4 persen dari arah Barat dan 36,0 persen dari arah Selatan,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Heru merincikan, lalin menuju Jakarta dari arah timur merupakan kontribusi lalin dari dua Gerbang Tol (GT) pengganti GT Cikarang Utama, yaitu GT Cikampek Utama untuk pengguna jalan yang meninggalkan Jalan Tol Trans Jawa serta GT Kalihurip Utama untuk pengguna jalan yang meninggalkan Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi dengan rincian distribusi lalin sebagai GT Cikampek Utama 2, dengan jumlah 18.058 kendaraan menuju Jakarta, turun sebesar 65 persen dari Lebaran tahun 2019.

GT Kalihurip Utama 2, dengan jumlah 15.884 kendaraan menuju Jakarta, turun sebesar 86 persen dari Lebaran tahun 2019. Total kendaraan menuju Jakarta dari arah Timur, turun sebesar 79 persen dibandingkan dengan lalin Lebaran tahun 2019.

Untuk arah barat, Jasa Marga mencatat jumlah kendaraan yang menuju Jakarta melalui GT Cikupa tercatat sebanyak 37.134 kendaraan, turun sebesar 53 persen dari Lebaran tahun 2019.

Untuk arah selatan, jumlah kendaraan yang menuju Jakarta melalui GT Ciawi 2 tercatat sebesar 39.946 kendaraan, turun sebesar 53 persen dari Lebaran tahun 2019.

Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penularan Covid-19, dengan tidak mudik dan tidak piknik di Lebaran Tahun 2020. Selain itu batasi perjalanan dan jaga jarak, keluar rumah hanya untuk keadaan yang mendesak serta wajib mengenakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah. ers/AR-2

Tampilkan Semua

Mewujudkan Bengkulu yang Maju, dan Berdaya Saing

Senin 24/2/2020 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Gubernur Bengkulu saat ini, Rohidin Mersyah bertekad untuk mewu­judkan Bengkulu yang ma­ju, sejahtera dan bermartabat dan berdaya saing tinggi. Un­tuk mengupas itu lebih lan­jut Koran Jakarta berkesempa­tan...
Selengkapnya

Layanan Kereta Api Cibatu-Garut Gratis di Awal Operasional

Jumat 31/1/2020 | 17:55
A   A   A   Pengaturan Font
GARUT – PT Kereta Api Indonesia (KAI) siap menggratiskan layanan transportasi kereta api Stasiun Cibatu-Garut di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada awal operasional sebagai bentuk pelayanan dan menarik minat masyarakat untuk...
Selengkapnya

Pemkot Bandung Bangun Kolam Retensi di Jalan Bima Guna Cegah Banjir

Jumat 31/1/2020 | 09:44
A   A   A   Pengaturan Font
BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai membangun kolam retensi di Jalan Bima yang dirancang untuk mampu menampung air untuk menahan luapan dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Citepus. Wali Kota Bandung, Oded M Danial,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Otomotif

MG Motor Donasi 10.000 APD untuk Tenaga Medis

Kamis 21/5/2020 | 18:50
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Meski baru masuk pasar otomotif Indonesia pada awal tahun ini, namun Morris Garage (MG) Motor Indonesia turut berkontribusi memberikan bantuan langsung kepada warga dan tenaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19 melalui program #DrivetoShare.
MG menyerahkan lebih dari 10.000 unit paket alat pelindung diri (APD) meliputi hazmat, surgical mask, pelindung wajah, pelindung sepatu, sarung tangan, dan masker N95 kepada manajemen RS Amanda Cikarang dan RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur.
Mereka juga mengirimkan sembako kepada sejumlah masyarakat di wilayah Jatiasih Bekasi, Ps Manggis Setiabudi, Roda Hias Serpong, Tanah Tinggi Tangerang, Cipayung, Ciputat dan Bojong Gede, Bogor pada 20-21 Mei 2020.
"Program ini adalah bentuk dukungan kami kepada Pemerintah Indonesia dalam memutus rantai pandemi Covid-19," kata Managing Director MG Motor Indonesia, Figo Lee secara tertulis di Jakarta, Kamis (21/5).
"Kami ingin berperan aktif untuk dapat menjangkau langsung ke sejumlah lapisan masyarakat dan tenaga medis yang membutuhkan sehingga manfaatnya dapat benar-benar dirasakan. Semoga kegiatan ini dapat meringankan beban saudara-saudari kita dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini," kata dia.
Marketing & PR Director MG Motor Indonesia, Arief Syarifudin menambahkan penyerahan dilakukan secara langsung agar dapat melihat bagaimana kondisi mereka selama Covid-19.
"Tak kalah pentingnya, kami juga meminta kepada perwakilan tenaga medis dan masyarakat yang kami temui saat penyerahan bantuan agar terus menekankan pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta pembatasan interaksi fisik demi menekan kurva penularan Covid-19,” kata dia.
#DrivetoShare MG Indonesia sejalan inisiatif global MG UK & MG India. MG Indonesia juga menerapkan praktik sanitasi pada mutu standar pelayanan di area gerai penjualan Jabodetabek dan Bandung.
Pengiriman unit mobil MG ZS juga telah melalui inspeksi intensif dan dilengkapi dengan tag penanda bahwa unit tersebut telah lolos proses sanitasi demi kesehatan dan kenyamanan setiap pelanggan. yok/AR-2

Tampilkan Semua

Pembelian Honda secara “Online” Meningkat

Kamis 21/5/2020 | 17:20
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – PT Honda Prospect Motor mencatatkan peningkatan pembelian mobil secara online atau daring sebesar 20 persen dari seluruh total penjualan pada April 2020 atau bertepatan dengan pemberlakuan aturan Pembatasan Sosial...
Selengkapnya

MPV dengan VIP Wall Anti Covid-19

Rabu 13/5/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Di tengah wabah virus korona seperti sekarang ini pengguna kendaraan membutuhkan pengaman khusus untuk mengindari penularan Covid-19. Perusahaan modifikasi PT Lombardi Auto Indonesia Mobil melakukan desain ulang sedemikian rupa agar...
Selengkapnya

Mobil Mungil Berkualitas Premium

Rabu 13/5/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Mobil kompak Mini lahir pada 1959 akibat krisis minyak yang melanda Inggris kala itu. S aat Mesir menasionalisasi terusan Suez yang berdampak pada turunnya pasokan minyak dari Timur Tengah di Inggris. Akibatnya, mobil masyarakat...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Telko

WhatsApp Nantinya Bisa Aktif di Dua Perangkat

Selasa 5/5/2020 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - WhatsApp dikabarkan tengah mengembangkan fitur yang memungkinkan aplikasi perpesanan itu bisa dijalankan atau aktif bersamaan setidaknya di dua perangkat berbeda.

“Sejak tahun lalu, WhatsApp mengembangkan fitur baru yang memungkinkan untuk menggunakan akun WhatsApp yang sama di beberapa perangkat pada saat yang bersamaan,” menurut WaBetaInfo pada Senin (4/5).

Ini berarti pengguna tidak akan terputus dari perangkat utama ketika mereka mencoba masuk dan menggunakan WhatsApp dari ponsel lain.

Fitur ini akan sangat penting, terutama bagi pengguna yang memiliki tablet. Bahkan, misalnya, pengguna iOS akan dapat menggunakan akun WhatsApp mereka di iPad juga.

Saat ini pengguna sebenarnya sudah bisa menggunakan WhatsApp di dua perangkat dalam waktu bersamaan asalkan memanfaatkan aplikasi pihak ketiga yang tersedia di Google Play Store.

Meskipun minim fitur dan banyak disisipi iklan, aplikasi WhatsApp tak asli itu bisa menjadi opsi untuk menjalankan akun WhatsApp yang sama di dua perangkat. Ant/I-1

Tampilkan Semua

Aplikasi Daring untuk Hadapi Pandemi Covid-19

Selasa 5/5/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Teknologi digital hadir untuk membantu dalam upaya mencegah penyebaran virus korona atau Covid-19. Aplikasi-aplikasi perang melawan Covid-19 dikembangkan oleh Indosat Ooredoo Digital Camp (IDCamp) yang dimulai pada akhir Maret lalu....
Selengkapnya

Pengguna “Live Streaming” Capai 560 Juta di Tiongkok

Minggu 3/5/2020 | 19:35
A   A   A   Pengaturan Font
BEIJING –  Pusat Informasi Jaringan Internet Tiongkok melaporkan jumlah pengguna layanan siaran langsung daring (live streaming) di Tiongkok telah mencapai 560 juta per Maret 2020, mencakup 62 persen dari total pengguna...
Selengkapnya

INFINIX NOTE 7 Resmi Diluncurkan dengan Harga Mengejutkan

Rabu 29/4/2020 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA– INFINIX, premium online smartphone brand untuk para generasi muda, akhirnya resmi meluncurkan produk yang paling di nantikan para X-fans (Sebutan Fans INFINIX) di Indonesia, yaitu INFINIX NOTE 7 pada hari ini, Kamis (30/4)...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Properti

Ruang Kerja Nyaman saat “Work From Home”

Senin 20/4/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Skema work from home (WFH) menjadi pola kerja yang banyak dilakukan di tengah wabah Covid-19. Rumah pun mendadak bertambah fungsi sebagai ruang kerja. Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, penghuni dapat memanfaatkan berbagai sudut ruang di dalam rumah sebagai ruang kerja. Pindahnya ruang kerja dari kantor ke rumah tidak dipungkiri membawa sejumlah konsekuensi. Para pekerja perlu beradaptasi “di tempat baru” untuk menyelesaikan pekerjaannya yang biasa dilakoni kurang lebih selama delapan jam per hari.

Alhasil, mereka pun membutuhkan ruang kerja yang nyaman untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dilansir dari laman Dezeen, ruang kerja di dalam rumah dapat memanfaatkan bagian rumah yang menghadap ke jendela, sehingga saat bekerja, para pekerja dapat memandang lingkungan di luar ruangan. Konsep ruang kerja semacam ini membuat kerja tidak membosankan, menumbuhkan ide baru serta menciptakan suasana yang tidak terpisah dengan lingkungan sekitar.

Dalam konsep tersebut, penghuni dapat meletakkan tempat tidur di belakang meja kerja yang digunakan untuk melepas lelah saat jeda kerja. Di tempat tersebut juga dapat digunakan untuk membaca buku secara lebih santai. Perlu Sentuhan YLAB Arquitectos, studio arsitek di Bercelona, Spanyol, merekomendasikan ruang kerja dapat dibuat dengan meja yang menempel pada lemari dinding. Meja kerja tersebut terlihat disembunyikan di lemari dinding. Saat akan digunakan, meja yang bergabung dengan lemari dibuka serta dilenngkapi dengan kursi kerja.

Sementara itu, IDIN Architects, studio arsitek di Bangkok, ailand, menggunakan meja kerja yang terdapat dalam tempat tinggal sebagai ruang kerja.

Selain leluasa, meja kerja yang terhubung dengan dapur mampu memberikan kedekatan di antara anggota keluarga. Lantaran ruangan yang ditujukan untuk pasangan muda ini dengan bebas dapat melongok aktivitas pasangannya untuk mempererat hubungan pribadi.Widger Architecture, studio desain interior di London, Inggris, menggunakan bagian loteng at untuk ruang kerja.

Ruang tersebut ditutup dengan kayu lapis warna cerah untuk bagian langit-langit dan dinding. Material serupa digunakan untuk membuat meja build in.

Sebagai padanannya, material dekorasi (seperti lampu, bingkai kursi, dan jendela) menggunakan warna hitam. Padanan warna tersebut menjadikan ruang kerja yang terletak di loteng tidak terasa pengap serta menjadikan ruang terasa lebih hidup. Jendela yang menempel pada dinding loteng memberikan salah satu keuntungan.

Karena loteng yang identik sebagai ruang bukan digunakan untuk beraktivitas mampu memberikan kehidupan untuk penghuninya. Alhasil, dengan sedikit sentuhan desain serta memahami makna ruangan, tempat tinggal pun dapat menjadi ruang kerja yang nyaman terutama selama WFH. din/S-2

Tampilkan Semua

Pandemi Covid-19 Bakal Pengaruhi Desain Interior

Senin 20/4/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pandemi Covid-19 dinilai bakal mampu menelurkan ide baru dan memengaruhi adanya perubahan dalam desain interior, baik untuk hunian maupun perkantoran. Selain itu, adanya pola hidup untuk selalu menjaga kebersihan juga akan menjadi...
Selengkapnya

Desain Pasar Mikro untuk Minimalisir Penyebaran Korona

Selasa 7/4/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pasar saat ini menjadi lokasi yang patut dihindari seiring dengan merebaknya wabah virus Korona atau Covid-19.  Mengingat pasar merupakan lokasi yang tidak dapat dihindari oleh masyarakat di tengah wabah virus, dipandang perlu...
Selengkapnya

Bangunan untuk “Rumah Sakit Darurat”

Senin 30/3/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Seiring dengan merebaknya wabah virus Korona atau Covid-19, banyak bangunan yang berubah fungsi menjadi “rumah sakit dadakan”. Perubahan fungsi ini tentu harus memenuhi standar rumah sakit agar modifikasi yang dilakukan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Olahraga

Persija Setuju Liga Indonesia Dilanjutkan Asal Telah Kondusif

Kamis 28/5/2020 | 08:04
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Direktur Olahraga Persija Jakarta, Ferry Paulus mengatakan, pihaknya setuju liga sepak bola Indonesia kembali dilanjutkan tetapi hanya jika kondisi dipastikan benar-benar aman dari Covid-19.

“Manajemen Persija sangat berharap liga dapat berjalan kembali. Namun Persija ingin semuanya benar-benar telah kondusif terlebih dahulu," ujar Ferry, dikutip dari laman resmi Persija di Jakarta, Rabu malam.

Menurut Ferry, kesehatan dan keselamatan banyak orang adalah yang terpenting saat ini. Oleh sebab itu, perlindungan mesti diberikan maksimal kepada semua yang terlibat andai liga bergulir.

Apalagi, sepak bola dinilai Ferry sebagai olahraga yang melibatkan banyak orang dengan mobilitas tinggi baik itu di stadion atau dari satu kota ke kota lain.

Situasi tersebut membuat protokol kesehatan ketat harus dikeluarkan untuk mengatur pelaksanaan liga. “Jika liga benar-benar bergulir protokol Covid-19 harus benar-benar dipahami oleh semua pemangku kepentingan dan dapat diimplementasikan dengan baik," tutur Ferry.

Saat ini, pria yang biasa disapa FP itu menegaskan, tim berjuluk Macan Kemayoran terus menunggu kepastian soal kelanjutan liga.

Persija berharap kebijakan apapun yang dikeluarkan adalah keputusan final karena, kalau dilaksanakan lagi, sulit menghentikan kompetisi yang sedang berjalan.

Liga 1 dan 2 Indonesia musim 2020 diliburkan sejak pertengahan Maret 2020 karena pandemi penyakit virus korona (Covid-19).

PSSI menegaskan bahwa kelanjutan kompetisi itu bergantung pada kebijakan pemerintah.

Melalui SKEP/48/III/2020 yang dikeluarkan pada akhir Maret 2020, PSSI memutuskan bahwa jika pemerintah memperpanjang status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus korona yang saat ini ditetapkan pada 29 Februari-29 Mei 2020, Liga 1 dan 2 Indonesia 2020 akan disetop.

Akan tetapi, kalau pemerintah tidak memperlama masa darurat tersebut, PSSI akan kembali menggulirkan Liga 1 dan 2 musim 2020 mulai tanggal 1 Juli 2020. (ion/Ant/S-2)

Tampilkan Semua

Persib Harapkan PSSI Membuat Keputusan Terbaik soal Nasib Liga

Kamis 28/5/2020 | 07:57
A   A   A   Pengaturan Font
BANDUNG - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, berharap keputusan yang akan diambil PSSI perihal nasib kompetisi Liga 1 merupakan keputusan terbaik. “Seperti yang sebelumnya sudah didiskusikan antara manajemen, pelatih,...
Selengkapnya

Krisis Korona, Mourinho Berharap Bursa Transfer Tak Menggila

Kamis 28/5/2020 | 07:49
A   A   A   Pengaturan Font
LONDON - Manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho mengharapkan bursa transfer pemain tidak menggila lagi ketika pandemi Covid-19 berakhir. Sebelumnya, Spurs telah membeli Steven Bergwijn seharga 27 juta poundsterling dari PSV pada...
Selengkapnya

Dipermalukan Muenchen, Favre Isyaratkan Tinggalkan Dortmund

Kamis 28/5/2020 | 07:43
A   A   A   Pengaturan Font
DORTMUND - Pelatih asal Swiss Lucien Favre mengisyaratkan akan meninggalkan Borussia Dortmund pada akhir musim ini setelah dipermalukan Bayern Muenchen di kandang sehingga membuat timnya tertinggal tujuh poin dari sang juara bertahan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Perspektif

Bersiap “New Normal”

Kamis 28/5/2020 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Sejak Indonesia mengumumkan kasus pertama Covid- 19 dan kini terus bertambah menjadi puluhan ribu, berbagai pembatasan kegiatan baik kantor, transportasi, dan sebagainya dilakukan pemerintah daerah. Di Provinsi dengan penduduk besar seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pembatasan juga dilakukan di tingkat kabupaten dan kota guna mencegah penyebaran virus korona lebih lanjut. Namun, implikasi PSBB dan pembatasan lain memang sangat besar, terutama di bidang ekonomi. Sudah jutaan pekerja yang kena pemutusan hubungan kerja atau PHK, ribuan pengusaha mengalami penurunan omzet, sementara kemampuan pemerintah untuk membantu masyarakat yang terkena dampak kebijakan pemabatasan, relatif terbatas.

Pemerintah sepertinya menempuh jalan tengah dengan mengumumkan apa yang disebut tatanan kehidupan baru atau new normal. Meski menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat, terutama komunitas kesehatan, tetapi ini kebijakan yang paling rasional dalam menghadapi pandemi Covid-19. Bagaimana kehidupan baru yang harus bersamai dengan korona ini? Tentu akan sangat berbeda dengan pola dan tatanan kehidupan sebelum bencana Covid-19 yang terjadi hampir di seluruh dunia ini.

Secara resmi, pemerintah melalui Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Efendy mengumumkan penyiapan protokol untuk mengatur kehidupan baru tersebut, usai rapat kabinet dengan Presiden Joko Widodo, Senin (18/5). Protokol yang dimaksud seperti bagaimana di restoran, bagaimana ibadah di rumah ibadah, dan lain-lain.

Presiden Joko Widodo juga kemudian mulai menyebut bagaimana masyarakat harus hidup dalam suasana tatanan baru, bahkan poal hidup baru yang disebut new normal itu diminta untuk disosialisasikan secara masif kepada masyarakat. Sosialisasi ini mengacu pada penerapan protokol kesehatan selama pandemi yakni menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak, dan tidak berkerumun dalam jumlah banyak.

Kepala Negara meyakini jika protokol kesehatan dipatuhi maka kurva R0 dan Rt penyebaran Covid- 19 akan turun. Jalan tengah yang diambil dengan akan diterapkannya kehidupan new normal ini memang untuk menyeimbangkan faktor kesehatan dan faktor ekonomi. Namun, rencana tersebut menurut pengamat ekonomi adalah bentuk keberpihakan pemerintah pada kelompok bisnis dan akan terus menguras uang negara untuk meredam penyebaran virus korona yang semakin sulit dihentikan.

Buktinya, para pengusaha menyambut protokol normal baru bagi perkantoran dan industri, yang rinciannya diumumkan Kementerian Kesehatan, Selasa (26/5). Sebelumnya, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, merilis Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/ MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), melalui Direktur Eksekutif, Agung Pambudi, menyambut positif panduan kesehatan tersebut guna menghindari keterpurukan ekonomi yang lebih parah. Melihat situasi dan kondisi perkembangan Covid-19 dengan kepatuhan masyarakat pada aturan kebijakan PSBB, protokol kesehatan, memang wajar sebagian masyarakat sangat khawatir, Covid-19 di Indonesia akan cukup lama teratasi. Sampai kapan Indonesia akan terbelenggu oleh wabah ini, kita pun tak tahu.

Tetapi, bagi kita, keselamatan warga harus tetap menjadi prioritas dan jika new normal memang harus berlaku maka berbagai aturan dan kebijakan yang akan dilaksanakan, harus dipatuhi dengan ketat. Kesadaran tinggi masyarakat harus diikuti dengan penegakan hukum yang konsisten terhadap mereka yang melanggar, agar keseimbangan yang diharapkan akan terwujud.

Tampilkan Semua

LTS Memanas

Rabu 27/5/2020 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Ketegangan hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Tiongkok akibat perang tarif, status Taiwan dan Hong Kong, serta pandemi Covid-19 belum berakhir. Kini, kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu juga harus...
Selengkapnya

Jangan Abaikan PSBB

Jumat 22/5/2020 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Video insiden pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di cek poin pintu keluar Tol Satelit Surabaya yang beredar di media sosial menjadi pergunjingan banyak orang. Betapa tidak, seorang pria berpakaian gamis sempat bersitegang...
Selengkapnya

Covid-19 Masih Rawan

Rabu 20/5/2020 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Belakangan masyarakat agak dibingungkan dengan serangkaian kebijakan dan imbauan pemerintah yang sepertinya tidak sinkron alias bertabrakan. Misalnya bagaimana larangan mudik masih tetap diberlakukan tetapi moda transportasi mulai dibuka...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita perspektif lainnya
Rona

Remaja Masjid Jateng Santuni Santri Terdampak Covid-19

Kamis 28/5/2020 | 18:31
A   A   A   Pengaturan Font

Remaja Masjid Jateng Santuni Santri Terdampak Covid-19                     

 

SEMARANG- Pimpinan Wilayah (PW) Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA-DMI ) Jateng menyantuni santri terdampak Covid-19 di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) NAPZA Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) AT-TAUHID Semarang. 

 

Ketua Umum PW PRIMA DMI Jateng Ahsan Fauzi mengatakan, kunjungan ke Ponpes yang bergerak dalam rehabilitasi narkoba itu, untuk silahturahmi dan berbagi kepada para santri (Klien) di yayasan tersebut di masa pandemi Covid-19 yang saat hari raya idul fitri tetap tinggal di pesantren alias tidak mudik. 

 

"Hari ini  kita (PRIMA DMI) ulang tahun ke-5, kita rayakan dengan berbagi rizki dengan santri yang merupakan eks pecandu narkoba yang kini tengah menjalani rehabilitasi di pesantren tersebut. Sekaligus apresiasi kami kepada pimpinan pondok dan santrinya yang taat anjuran pemerintah, tidak mudik dan tetap mengutamakan protokol kesehatan," kata Ahsan saat diterima Yayasan Rehabilitasi AT-TAUHID Semarang Singgih Yonkki Nugroho (Gus Yongki) di Kota Semarang,Jawa Tengah Kamis (28/5).

 

Pimpinan Yayasan Rehabilitasi AT-TAUHID Semarang Gus Yongki menuturkan, di lembaga yang ia pimpin saat lebaran ini santri tidak diperkenankan (Ijinkan) pulang. Menurutnya, sebagai ganti halal bi halal atau silaturahmi dengan orang tua masing-masing difasilitasi dengan silaturahmi virtual. 

 

"Kita fasilitasi dengan video call, zoom meeting, telpon dan lainya. Itu semua kita lakukan bagian untuk turut membantu pemerintah dalam mencegah dan memutus mata rantai Covid-19," kata dia.   

 

Pihaknya mengaku bersyukur dan berterimakasih ada perhatian dari teman-teman PRIMA DMI. Merupakan suatu kehormatan di milad PRIMA DMI ke-V tahun 2020 lembaganya dipilih dikunjungi pengurus PW PRIMA DMI Jateng. 

 

" Semoga bantuan ini bermanfaat bagi santri kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami karena kita memang kena  dampak pandemi corona.  Bukan berapa banyak atau nominal yang diberikan, tapi yang lebih utama adalah perhatian dan silaturahmi, harapan kita kedepan semoga  kita bisa berkolaborasi bersama dalam melakukan pencegahan dan rehabilitasi untuk korban NAPZA sebagaimana visi-misi kami," tutupnya.SM/AR-3

Tampilkan Semua

Pilih Makanan yang Tepat Agar Tetap Sehat Selama Pandemi Korona

Kamis 28/5/2020 | 15:10
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Masa-masa sulit selama pandemi virus korona saat ini tak berarti membuat Anda asal-asalan memilih makanan sehingga bukannya sehat Anda jusru rentan sakit. “Hindari makanan yang memberi Anda euforia sementara karena...
Selengkapnya

Penderita Obesitas Miliki Sistem Imunitas yang Rendah

Kamis 28/5/2020 | 15:07
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang yang menderita obesitas cenderung memiliki gangguan fungsi kekebalan tubuh, sistem imunitas, yang rendah. Para peneliti di Australian Research Council Centre of Excellence in Advanced...
Selengkapnya

Cokelat Hitam Dapat Bantu Atasi Masalah Rambut Rontok

Kamis 28/5/2020 | 15:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Cokelat hitam (dark chocolate) memiliki reputasi yang luar biasa sebagai alternatif kudapan yang baik untuk kesehatan, dibandingkan dengan jenis cokelat lainnya. Banyak penelitian bahkan mengklaim bahwa cokelat hitam dapat...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Tak Ada SIKM, 6.364 Kendaraan Dipaksa Balik Arah

Kamis 28/5/2020 | 17:51
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta,  Syafrin Liputo mengatakan, berdasarkan data hingga Rabu (27/5) malam ada sebanyak 6.364 kendaraan yang telah dipaksa balik arah ketika hendak masuk ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) melalui 11 titik, karena tidak mengantongi Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM).

Menurut Syafrin, pengecekan yang dilakukan untuk menegakkan aturan SIKM sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020 juga dilakukan di beberapa pintu masuk DKI Jakarta melalui moda transportasi umum baik pesawat, kereta api maupun bus.

 “Pengecekan kami tidak hanya di ruas jalan, tapi juga di Terminal Pulo Gebang, Stasiun Gambir dan Bandara (Soekarno-Hatta) di Cengkareng,” ujar Syafrin, di Jakarta, Kamis (28/5).

Lebih lanjut, Syafrin menegaskan, SIKM menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki oleh warga untuk keluar masuk ke wilayah Jakarta. Hal itu dilakukan semata-mata untuk mencegah penyebaran virus korona .

 Dalam hal ini, kasus Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta sudah mulai turun dan dapat dikendalikan dalam dua periode sejak diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Adapun angka penurunan itu dillihat dari tingkat penularan atau _reproduction number COVID-19_, yang dihimpun ke dalam data yang terus diperbarui oleh Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Syafrin mengimbau kepada masyarakat yang sudah berada di kampung halaman agar tidak ke Jabodetabek untuk sementara waktu. Sebab, berada di kampung lebih baik daripada harus kembali ke wilayah Jabodetabek yang menjadi episentrum Covid -19. “Bagi warga Jabodetabek yang sudah terlanjur di luar Jabodetabek, silakan anda di sana dulu, bangun kampung, jangan mudik dulu, atau kalau ingin balik maka bawa SIKM,” pungkas Syafrin. pin/P-5

 

Tampilkan Semua

Ratusan Kendaraan Dipaksa Balik Arah di Perbatasan Jakbar

Kamis 28/5/2020 | 17:24
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA  - Ratusan kendaraan pemudik diminta berputar balik saat melewati sejumlah pos pemeriksaan di perbatasan Jakarta Barat karena tak memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). "Rata-rata dari mereka belum tahu cara urus SIKM,"...
Selengkapnya

Kelurahan Lenteng Agung Karantina Empat Pemudik Tak Kantongi SIKM

Kamis 28/5/2020 | 17:23
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA  - Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mengarantina empat pedagang yang baru kembali dari kampung halaman kemudian datang lagi ke Jakarta tetapi tidak mengantongi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). "Mereka pulang mudik dari...
Selengkapnya

Masyarakat Diminta Tidak Mendadak Urus SIKM

Kamis 28/5/2020 | 17:03
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA  - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta,  Beni Aguscandra  mengingatkan,  agar masyarakat  tidak mendadak dalam mengurus Surat Izin Keluar Masuk...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
The Alun-Alun

Inovasi dan Teknologi untuk Solusi Ban Airless

Kamis 28/5/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Melalui keahlian Michelin dalam material berteknologi tinggi, Uptis merupakan perkembangan signifikan dalam teknologi mobilitas ban tanpa udara. Uptis menghilangkan perawatan rutin, seperti cek tekanan, dan inspeksi untuk kerusakan, atau tusukan paku pada ban. Hal ini membuat Uptis ideal untuk kendaraan masa depan, dari angkutan mandiri hingga kendaraan listrik.

General Motors, sebuah OEM global utama dan mitra yang bernilai bagi Michelin, telah menandatangani perjanjian penelitian bersama sebagai mitra pengembangan bersama, dengan tujuan terobosan untuk menjadikan Uptis digunakan di kendaraan penumpang pada awal tahun 2024.

Desain dan bahan revolusioner Uptis akan menghasilkan manfaat keberlanjutan yang besar, seperti mengurangi jumlah ban yang dinilai bisa mencemarkan lingkungan.

Ban Pneumatik Dalam setiap kegiatan skala besar membutuhkan alat yang tepat untuk pekerjaan itu. Itulah mengapa digunakan forklift dengan jenis ban yang tepat sangat penting.

Dalam hal bekerja di medan yang tidak rata, ban pneumatik adalah pilihan terbaik untuk menghadapi tantangan. Tetapi mengapa ban pneumatik merupakan pilihan terbaik untuk penggunaan di luar ruangan.

Berikut ini sedikit lebih banyak tentang ban pneumatik, dan manfaat memilikinya di forklift. Ban Pneumatik mirip dengan ban mobil atau truk biasa, dan paling banyak digunakan di luar ruangan.

Ada dua jenis, pneumatik padat dan pneumatik udara. Pneumatik udara diisi dengan udara, sedangkan pneumatik padat terbuat dari karet. Jika kondisi area kerja banyak paku, batu, atau benda tajam lainnya, sebaiknya gunakan ban pneumatik padat.

Salah satu manfaat terbesar menggunakan ban pneumatik adalah kemampuannya menyerap medan yang tidak rata. Ini memungkinkan untuk mengendalikan kendaraan lebih mulus, dan lebih sedikit benturan serta guncangan.

Ban ini memiliki tapak yang lebih tebal, yang memberikan traksi untuk mendorong permukaan yang longgar dan tidak rata. Dengan menggunakan ban jenis ini pada akhirnya mampu meningkatkan waktu kerja, akrena tidak terganggu dengan masalah seperti yang dihadapi ban berisi udara.  ars

Tampilkan Semua

Ban Tanpa Udara

Kamis 28/5/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bagi yang suka bepergian dengan mobil, hal yang sering mendatangkan kerepotan adalah masalah ban. Kempes kena paku atau meledak karena tekanan angin yang berlebihan bisa mendatangkan petaka saat berkendara. Untuk itu sebuah pabrikan ban...
Selengkapnya

Peluang Bisnis di Masa Krisis

Rabu 27/5/2020 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
Danny telah aktif mengajar sebagai Dosen Tambahan di FEB UI, MM FE BUI, Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya, Sekolah Binus Busines, dan Sekolah Bisnis IPMI - Pendidikan Eksekutif. Dia telah memberi kuliah dalam bidang Manajemen Strategis,...
Selengkapnya

Solusi Penelusuran Kontak Virus Corona

Selasa 26/5/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dimasa mewabahnya Covid-19, banyak cara dilakukan untuk mendeteksi paparan virus tersebut. Berbagai teknologi disiapkan, agar orang bisa segera waspada bila tengah berada di lingkungan yang terpapar Perusahaan swasta dan pemerintah...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita the alun-alun lainnya
Kupas

Perlu Kolaborasi Massal antara Pendidikan Vokasi dengan DUDI

Kamis 28/5/2020 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Penyelenggaraan pendidikan vokasi di Indonesia kerap mengalami berbagai hambatan, terutama dari segi kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

 

Meski kolaborasi terjadi, tapi banyak yang hanya sebatas pen­andatanganan nota kesepahaman atau MoU saja. Di sisi lain, kebutuhan dunia kerja terus berdinamika. Apalagi di masa pan­demi Covid-19 ini, banyak dunia usaha yang terpukul dan terhambat operasionalnya.

Hal ini juga harus dijawab penyelenggara pendidikan vokasi agar lulusannya dapat langsung diserap dunia kerja.

Untuk mengupas hal tersebut, Koran Jakarta mewawancarai Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wikan Sakarinto. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana strategi penguatan pendidikan vokasi?

Kami sedang mendorong gerakan kolaborasi massal atau “pernikahan massal” antara pendidikan vokasi dengan DUDI. Gerakan tersebut merupakan pro­gram penguatan pendidikan vokasi agar menghasilkan lulusan dengan kualitas dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja.

Di dalamnya, kita sediakan paket yaitu penyusunan kurikulum, penyediaan pengajar atau pelatih secara rutin, program magang, penyerapan lulusan, program bea­siswa, bridging program, sertifikasi, dan joint research. Paket “perni­kahan” nomor 1 sampai dengan nomor 6 adalah paket pernikahan mini­mum. Paket nomor 7 sangat diharapkan ter­wujud, serta nomor 8 dan seterusnya, sangat baik bila terwujud.

Apakah sudah ada lembaga vokasi yang telah menjalankan proses kolaborasi ini?

Saat ini sudah terjadi beberapa “pernikahan” antara kampus dengan industri pengguna lulusannya bahkan ada yang sudah mencapai “paket pernikahan” yang lengkap. Salah satu contoh yang sudah melaksanakan skema lengkap di atas adalah PT PLN Persero bersama Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS), Sekolah Vokasi UGM, dan Sekolah Vokasi UNDIP.

Berapa target lembaga vokasi yang diharapkan menjalankan gerakan ini?

Target program ini adalah 100 prodi vo­kasi di perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. Program ini akan diteruskan dan dikembangkan di tahun-tahun berikutnya dengan melibatkan lebih banyak prodi vokasi.

Upaya apa yang dilakukan Kemendikbud agar program ini bisa berjalan?

Kalau ada pihak yang enggan berkolaborasi, akan kita edukasi mengenai keuntungan-keuntungan yang akan didapat. Program “pernikahan massal” ini akan menguntungkan banyak pihak. Pihak industri dan dunia kerja, jelas akan diuntungkan dengan skema pernikahan ini.

Selain itu, dengan adanya link and match ini, lulusan pendidikan vokasi juga akan semakin dihargai oleh industri dan dunia kerja bukan semata-mata karena ijazahnya, melainkan karena kompetensi dan skills-nya yang semakin sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, ada beberapa industri yang terpukul. Bagaimana pendidikan vokasi merespons dinamika ini?

Pendidikan vokasi di Indone­sia harus menyesuaikan pembe­lajarannya. Karena kondisi ini, dampaknya pada penurunan beberapa sektor seperti pariwisata dan manufacturing, tapi sektor lain seperti kesehatan mengalami peningkatan.

Tantangan yang dihadapi adalah kolaborasi antara pen­didikan vokasi dengan industri yang terdampak. Industri-industri yang terpukul dengan adanya pandemi tidak menyerah. Malah, industri-industri tersebut tengah mempersiapkan sistem baru untuk bertransformasi saat kehidupan new normal atau normal baru sudah mulai berjalan.

Oleh karena itu, penyelenggara pendidikan vokasi harus menye­suaikan dengan transformasi DUDI. n M Aden Ma’ruf/P-4

Tampilkan Semua

Tujuannya untuk Membangkitkan Kesadaran Warga tentang Bahaya Covid-19

Rabu 27/5/2020 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk penanganan pandemi Covid- 19 di wilayah Surabaya Raya resmi diperpanjang.   Tahap ketiga Pemberlakuan Pembatasan Sosial Ber­skala Besar (PSBB) terse­but mulai 26 Mei hingga...
Selengkapnya

Pemerintah Daerah Harus Segera Tetapkan Juknis PPDB 2020

Jumat 22/5/2020 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyiapkan skenario-skenario terkait penyelenggaraan tahun ajaran baru sekolah. Meski begitu, Kemendikbud memastikan tidak akan menunda tahun ajaran baru hingga Januari 2020. ...
Selengkapnya

Uji Klinik Herbal Dilakukan Kepada Pasien Covid-19 Pneumonia Ringan

Rabu 20/5/2020 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Indonesia kaya akan sumber daya alam yang bisa digunakan untuk mendukung tiap lini kehidupan. Salah satunya adalah herbal yang masuk dalam biodiversitas dan bisa dimanfaatkan untuk pengobatan.   Pada masa pandemi virus korona baru...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Tontowi Ahmad: Memutuskan untuk Pensiun Itu Rasanya Campur Aduk

Jumat 22/5/2020 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font

Tontowi Ahmad resmi  menyatakan pensiun dari bulutangkis.  Menapaki puncak karirnya  saat  berpasangan dengan Liliyana Natsir di sektor ganda campuran, Owi (demikian dia akrab dipanggil) meraih berbagai gelar bergengsi. Di antaranya, medali emas Olimpiade, 2 kali gelar Kejuaraan Dunia, serta 3 kali trofi All England.

Namun, selepas Liliyana memutuskan pensiun pada awal tahun 2019, Tontowi belum sanggup memperlihatkan performa terbaik. Duetnya bersama pemain muda, Winny Oktavina Kandow, sepanjang tahun 2019 tak mampu menyumbangkan satu pun gelar juara.

Terakhir di ajang Indonesia Masters 2020, bulan Januari lalu, Tontowi tampil bersama Apriyani Rahayu di nomor ganda campuran. Pasangan tersebut kandas di babak 16 besar dikalahkan wakil Inggris, Chris Adcock-Gabrielle Adcock.

Di Instagram @tontowiahmad dia mengucapkan, “Selamat tinggal untuk sesuatu yang saya tekuni lebih dari setengah umur saya, yang membuat hidupku menjadi lebih berwarna. Kadang susah, kadang senang, tapi saya bangga dengan apa yang sudah saya capai, di mana saya bisa meraih puncak prestasi yang saya dan orangtua juga keluarga harapkan.”

Dia meolanjutkan, “Memang saya mengharapkan bisa menyudahi ini di puncak podium tapi inilah hidup tidak selalu apa yang kita inginkan bisa tercapai seperti situasi dan kondisi saat ini. Tapi apa pun yang terjadi saya sangat bersyukur bisa berada di posisi saya sekarang ini. Saya juga mau berterima kasih untuk semua yang sudah mendukung karier saya di bulutangkis selama ini yang tidak bisa saya sebut satu per satu. Dan sekarang waktunya saya melanjutkan hidup untuk meraih kesuksesan di bidang lain (tambah emoji terima kasih) #goodbye #retired #athlete #lifemustgoon #thanksforallthesupport.”

Koran Jakarta mencoba  mewawancara Owi. Ayah  dua anak tersebut bercerita tentang keputusannya. Owi juga mengenang kilas baliknya saat memulai karier hingga mencapai kejayaan prestasi bersama Liliyana Natsir.

Apa sebenarnya yang mendasari keputusan pensiun?

Untuk pensiun sih sebenarnya sudah terpikirkan sejak ci Butet (Liliyana Natsir) pensiun, apakah saya akan pensiun atau nggak. Dukungan dari keluarga saat  itu masih ingin saya main. Sampai akhirnya saya main terus. Saya mencoba untuk main terus dan berusaha untuk menang. Tapi hingga ke sini-ke sini, situasinya agak tidak meungkinkan untuk melanjutkan karir.

Saya sudah bilang ke keluarga, dan keluarga juga sudah mendukung saya untuk pensiun. Alasan sebenarnya ingin dekat dengan keluarga. Saat masih aktif jarang ada waktu dengan keluarga. Saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan berlatih dan bertanding.  Anak saya mulai komplain karena memang susah sekali mereka bertemu saya.

Bagaimana sikap istri?

Sebenarnya, yang paling dekat istri karena tiap hari ketemu. Saya tukar pikiran dengan istri dan mendukung. Kemudian saya diskusi dengan orang tua. Mereka antara mendukung dengan tidak jadi terserah saya. Lalu Kak Icad (Richard Mainaky). Kami sempat ngobrol dan dia menyerahkan semua ke saya karena seorang atlet akan melewati masa pensiun.

Adakah peran Butet dalam  mendukung keputusan ini?

Sebenarnya ci Butet sudah tahu lama. Sebelum saya putuskan pensiun sudah sharing dan dia mendukung saja. Sebab dia berpikir juga, saya mungkin memang belum terlalu turun (permainan). Nama masih di atas. Kalau sudah kalah terus dan nama turun, nanti waktunya tak pas. Cik Butet dan saya pikir waktu sekarang yang tepat untuk pensiun.

Ada kabar bahwa keputusan pensiun ini karena Owi kecewa dengan PBSI  terkait status magang di pelatnas?

Kondisinya memang sudah tidak mendukung. Dari pertama sudah tak pasangan sama Cik Butet, saya juga masih main terus,  tapi situasi dan kondisi tidak mendukung. Mungkin salah satunya status saya di pelatnas dimagangkan.

Mungkin itu salah satu yang mengganggu motivasi saya, meskipun itu bukan alasan utama. Saya sekarang sudah merasa cukup di bulutangkis. Sudah waktunya berhenti.

Saya sudah tidak muda lagi, dan sudah waktunya keluar dari pelatnas. Saya sudah mendapat medali emas Olimpiade yang merupakan prestasi tertinggi untuk semua atlet.  Itu merupakan puncak prestasi saya. Pengorbanan yang saya lakukan untuk mendapat gelar itu juga besar. Untuk mendapat medali emas itu, saya melakukan persiapan terberat dari semua turnamen yang pernah saya ikuti.

Apalagi setelah final Asian Games 2014, tepatnya hampir sepanjang 2015, komunikasi saya dan ci Butet jadi sedikit terganggu. Sampai akhirnya kami harus bersiap menghadapi Olimpiade, dan perjuangan itu berakhir dengan medali emas.

Soal Status Magang?

Dengan status magang, saya agak keberatan. Sebab biasanya itu untuk pemain junior yang akan masuk pelatnas. Sedangkan saya kalau dibicarakan tidak ada kepentingan lagi karena saya sudah mendapat goal-nya.

Reaksi saya kaget saja karena (memang) tidak menyangka. Sebelum Desember itu soalnya sudah ada plan dengan Apriyani Rahayu (partner baru) apa saja kejuaraannya, ternyata tiba-tiba begitu. Tapi sekali lagi ini bukan alasan saya pensiun. Saya hanya merasa sudah cukup dan ingin banyak waktu dengan keluarga.

Apakah Owi tahu alasan PBSI, apa ada kekecewaan karena hal tersebut?

Saya tak tanya itu (alasannya). Itu keputusan PBSI dan sebenarnya saya tak mau bahas itu. Saya sekarang sudah pensiun, sudah tenang, dan tak ingin bahas. Tapi saya ingin kasih sedikit masukan kepada PBSI. PBSI itu organisasi yang bisa mengayomi dan menghargai anak buahnya. Contoh saya yang sudah berprestasi. Saya tahun kemarin masih peringkat satu dunia dan saya baru dicoba satu pasangan. Walaupun belum pernah masuk semifinal, saya sudah mengalahkan pemain-pemain top 10. Maksudnya saya tak sejelek itu, yang harusnya tak langsung dibuang.

Sebenarnya itu tak masalah, tapi PBSI harus bisa lebih menghargai. Saya tak tahu itu individu atau organisasi. Tapi ini kan mengatasnamakan organisasi, dan saya atas nama pribadi tak ada dendam. Tak ada masalah. Saya pensiun juga bukan masalah itu yang utama.

Apakah ada acara perpisahan seperti dulu dilakukan Butet?

 Liliyana Natsir pantas dibuatkan acara perpisahan karena dia adalah legenda. Kalau saya, tidak percaya diri. Kemarin sempat ada tawaran dari klub untuk membuat acara perpisahan. Kalau acaranya kecil-kecilan saya masih mau.  Keputusan ini sangat berat karena saya harus meninggalkan rutinias sejak kecil. Saya galau sampai tidak bisa tidur, sebelum membuat keputusan. Saya tidak akan meninggalkan bulu tangkis. Kalau diminta membantu bulu tangkis Indonesia, saya pasti bersedia.

Apa yang paling membanggakan sebagai atlet?

Saya selalu merasa bangga setiap kali mewakili Indonesia. Saya pengin dikenang sebagai orang yang pernah mengumandangkan lagu Indonesia Raya untuk Indonesia.

Terima kasih kepada  semua pihak yang telah membantu saya sejak terjun ke bulu tangkis. Terima kasih kepada PBSI yang sudah menaungi saya selama di pelatnas. Terima kasih kepada para pelatih, terutama kak Richard Mainaky, yang tak pernah bosan membimbing saya selama di pelatnas. Terima kasih kepada teman-teman di pelatnas, terutama ci Butet, yang sudah menjadi partner saya dan bersama meraih prestasi membanggakan.


Sedikit kilas balik karir Owi. Bagaimana awalnya sampai menjadi atlet bulutangkis?

Awalnya, dari saya kecil sekitar umur 7-8 tahun, saya diperkenalkan bulutangkis olah ayah. Waktu itu hanya main-main biasa. Saya masuk pelatnas tahun 2005. Banyak pengorbanan yang harus dilakukan, terutama saat masa remaja. Harus disiplin dan keja keras, mengorbankan masa remaja. Yang lain pada main, saya latihan. 

Meski ada pengorbanan, saya puas dengan semua yang saya raih.  Saya memang suka bermain ganda campuran dari awal.  Dulu saya sempat frustrasi hingga menemukan pasangan  yang cocok untuk bermain ganda campuran. Saya itu ganti pasangan sampai lima kali, sebelum dengan Butet.

Siapa sebenarnya pemain bulutangkis  favorit Owi?

Dia adalah pasangan Liliyana tadinya, mas Nova Widianto. Itu dari saya masih remaja. Saya melihat pasangan Nova-Liliyana  dan sangat kagum.  Dalam hati kecil, saya bertekad ingin sekali main seperti dia. Mas Nova ini mainnya bagus. Smesnya kencang. Drive-nya bagus dan cara mengatur bolanya itu gampang banget. Liat juga enak.

Siapa pelatih yang berperan penting di awal karier?

Saya sangat mengucapkan terima kasih kepad Koh Denny Kantono. Pada waktu itu, dia yang membuat saya bisa masuk pelatnas.

Bagaimana saat dipasangkan dengan Butet?

Saya saat itu masih berpasangan dengan Greysia Polii, tiba-tiba pelatih (Richard Mainaky) bilang besok saya berpasangan dengan Liliyana. Reaksi saya waktu itu kaget. Itu kalau gak salah Asian Games. Saya diberitahu akan berpasangan dengan Liliyana, saya kaget. Itu karena saya merasa dia lebih senior dan lebih bagus dari saya. Kenapa mesti saya. 

Seiring berjalan waktu, saya berlatih dan sering berdiskusi dengan ci Butet. Dia adalah senior yang membimbing saya sampai titik puncak. Dia yang terus mendorong saya. Tidak hanya saat bertanding, tapi juga saat latihan. Saya berpikir, kalau tidak karena dia, saya tidak akan bisa seperti sekarang.  Saya juga sering memotivasi dia.

Siapa lawan terberat saat berpasangan dengan Butet?

Lawan terberat saya  adalah Zhang Nan/Zhao Yunlei. Itu yang membuat kesulitan meraih  emas Asian Games 2014. Mereka pasangan terberat, terbaik, mungkin sampai saat ini. Menurut saya, mereka itu pasangan yang komplet. Defense bagus, serangan, ketenangan, dan pengalamannya ada. Susah mengalahkan mereka.

Mereka sudah siap mau main apa saja. Kami juga--istilahnya--butuh keberuntungan untuk mengalahkan mereka. Kalau sama pasangan lain, masih bisa diakali. Misalnya, dari serangan yang lemah atau apa. Kalau dengan Zhang Nan/Zhao Yunlei, kami salah buang bola, sudah bahaya.

Bagaimana dengan Chan Peng Soon-Goh Liu Ying yang jadi lawan di final Olimpiade 2016?

Mereka juga salah satu musuh bebuyutan Owi-Butet. Sudah sering ketemu. Mereka lawan yang gigih dan enggak gampang menyerah. Maksudnya, walaupun (kami) menang, melawan mereka butuh fokus lebih. Kalau saya santai, saya enggak bakal bisa menang.

Serangannya bagus. Defense-nya bagus. Bolanya safe. Jarang mati sendiri. Bertemu terakhir di Olimpiade. Ada hoki, sehingga kami bisa menang jauh. Sebelumnya kami lebih sering menang rubber game.

Lantas apa rencana setelah pensiun?

Rencana di luar bulu tangkis ya mungkin berbisnis. Tapi untuk sekarang masih belum terpikirkan. Saya sedang menikmati masa pensiun. Jika waktu pensiun ini sudah saya lewati, mungkin sebulan dua bulan akan saya jalani (bisnis).  Harapan saya memang setelah selesai badminton ingin sukses di bidang lain. Jujur, kalau di bulu tangkis kan sudah dapat goal-nya. Nah, sekarang saya juga mau sukses bangun bisnis di bidang properti. Mertua saya punya resort atau hotel. Mungkin saya akan ke arah sana jika sudah siap.  

Kalau bisnis pasti ada rencana ke sana. Tapi saya masih pelan-pelan belajar berbisnis. Sekarang mau habiskan waktu sama keluarga dulu. Sebelum wabah korona, ada rencana liburan sama keluarga karena dari dulu nggak pernah punya waktu liburan.  Maunya ke Austria, kampungnya istri saya. Kan saya belum pernah ke sana juga. Saya juga mau ajak keluarga ke Birmingham (Inggris), mau tunjukkan ke anak-anak saya kalau papanya pernah juara All England di sana.

Apa pesan untuk pebulutangkis muda?

Memutuskan untuk pensiun itu rasanya campur aduk. Saya sudah lama menjalani hidup sebagai atlet bulutangkis. Di satu sisi lega karena ada waktu buat keluarga. Tapi ada rasa kangen mau main badminton lagi. Mudah-mudahan apa yang saya dan ci Butet capai bisa jadi motivasi para pemain muda. Yang penting harus punya mindset seorang juara, yaitu jangan pernah puas. Sekarang juara, besok kejar gelar lagi. Kalau ada target, latihan juga jadi lebih semangat.

G-1

Tampilkan Semua

Amarulla Octavian : Unhan Harus Jadi “Think Tank” Kemenhan

Sabtu 16/5/2020 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
Universitas Pertahanan harus memberikan kontribusi signifikan kepada Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI. Selain itu, Unhan juga harus diperkuat sebagai lembaga pemikir (think tank) Kemenhan yang menyelenggarakan short course bagi...
Selengkapnya

Imam Budidarmawan Prasodjo : Masyarakat Banyak Gunakan “Cyber Interaction

Sabtu 9/5/2020 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kebijakan jaga jarak atau physical distancing hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah dilakukan di sejumlah daerah Indonesia guna mencegah menyebaran Covid-19. Sekolah hingga bekerja dilakukan dari rumah...
Selengkapnya

Daeng Mohammad Faqih : Pembatasan Sosial Membantu Tenaga Medis

Sabtu 2/5/2020 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tenaga medis terutama dokter merupakan garda depan dalam penanganan pandemi virus korona. Kehadiran tenaga medis sangat vital mengingat tugasnya selain merawat juga menyembuhkan pasien. Bertugas di wilayah rawan terdampak mengancam...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta