Ajak Anak Berpetualang sejak Dini | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments

Ajak Anak Berpetualang sejak Dini

Ajak Anak Berpetualang sejak Dini

Foto : koran jakarta/aloysius widiatmaka
A   A   A   Pengaturan Font

Bagi masyarakat penggemar pelancongan, kini semakin banyak alternatif destinasi tempat wisata. Di sudut-sudut desa, daerah mana pun, warga secara kreatif membangun destinasi wisata secara mandiri. Untuk warga Yogyakarta dan sekitarnya bisa ke arah laut atau gunung.

Untuk mereka yang gemar wisata perairan laut bisa ke selatan, seperti pantai tradisional di Samas, Parangtritis, Depok atau Parangkuwumo. Pantai-pantai ini sudah melegenda karena lama menjadi tujuan wisatawan. Untuk mereka yang ingin warna baru rekreasi laut, tak bisa tidak, harus ke Gunung Kidul. Gunung Kidul saat ini agresif membangun begitu banyak pantai baru yang digarap untuk wisatawan.

Namun, untuk wisatawan yang lebih menyenangi suasana sejuk, tak bisa tidak harus ke utara alias ke kawasan Kaliurang atau kaki Gunung Merapi. Mulai dari Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, ke utara arah Kaliurang, banyak dibangun destinasi pelancongan baik secara swadaya masyarakat maupun perorangan yang bermodal besar.

Banyak pilihan tempat rekreasi di area kaki Gunung Merapi ini, misalnya agrowisata Bhumi Merapi. Meski menggunakan nama “agro” kawasan ini juga menjadikan hewan-hewan sebagai pelengkap. Malahan boleh dikata ini sebagai mini zoo alias kebun binatang kecil. Bhumi Merapi sangat cocok untuk keluarga muda yang memiliki anak kecil.

Sebab banyak arena memang disediakan untuk bocah-bocah, baik yang masih balita maupun lebih besar lagi. Anak-anak bisa bermain dengan kelinci, hewan lucu, manis, dan jinak, sehingga tidak berbahaya bagi balita. “Sekalian mengenalkan anak-anak pada binatang agar mereka mulai mengenal berbagai fauna. Bagus tempat ini untuk edukasi bocil-bocil,” kata Indri (26) yang datang bersama dua anak dan suami.

Tiket masuk terjangkau, 20.000 rupiah. Anak-anak tampak senang bermain kelinci. Mereka bisa memegang-megang dan memberi makan. Di situ juga disediakan makanan kelinci. Area kelinci menjadi salah satu favorit bagi anak-anak. Yang tak kalah seru adalah memberi makan kambing. Seperti sudah menjadi naluri, kambing-kambing di sini langsung mendekat ke pinggir arah pengunjung karena biasanya diberi makanan. Hanya, di area kambing ini dipagari, sehingga anak-anak tidak bisa masuk. Ini berbeda dengan area kelinci di mana bocah-bocah leluasa masuk dan bermain-main dengan kelinci.

Tempat ini dibangun tahun 2015 di atas lahan seluas 5,2 hektare. Tempat wisata ini menawarkan konsep pertanian, perkebunan, dan peternakan. Karena itu, bagi keluarga baru dengan anak-anak, bisa menjadi tempat liburan sambil belajar. Suasananya yang sejuk dan nyaman juga membuat para pengunjung betah berlama-lama. Namun kalau sudah siang, panas juga. Disarankan agar datang lebih pagi atau sore setelah pupul 13.00. Tempat tersebut buka pukul 08.30 dan tutup pukul 17.00.

Bhumi Merapi bisa menjadi area anak berpetualang. Mengajarkan anak sejak dini untuk berpetualang sangat bagus. Mereka diajarkan mencintai alam dan binatang. Mereka harus dipelihara. Jadi mengakrabkan anak-anak dengan alam dan hewan akan membuat mereka cinta lingkungan dan memeliharanya kelak bila dewasa.

Kambing di sini kebanyakan berjenis Ettawa. Selain memberi makan secara langsung, pengunjung juga dapat belajar memerah susu kambing Ettawa. Untuk anak-anak bisa memberi minum kambing dengan menggunakan dot. Di dekat kandang kambing terdapat konter untuk membeli dot berisi susu untuk diminumkan ke kambing.

Kalau lagi beruntung, masyarakat juga dapat belajar mengolah susu untuk dijadikan yogurt dan es krim. Ada juga pengolahan pakan ternak, pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk organik dan biogas. Di luar binatang tersebut, tempat rekreasi ini juga memelihara reptil seperti ular atau kura-kura.

Karena tempat wisata ini mengusung konsep wisata edukasi, jadi ini sangat cocok bagi murid-murid berbagai sekolah terutama sekolah dasar yang ingin berlibur sembari belajar tanaman dan hewan. Tempatnya aman dan nyaman, sehingga orangtua atau guru-guru tidak perlu khawatir akan keselamatan mereka.

Anak-anak bisa belajar bercocok tanam dan dapat juga membeli hasil tanaman hidroponik. Tempatnya yang luas pun bisa dijadikan sarana untuk bermain bersama kelompok. Sehingga bisa mengeratkan tali pertemanan.

Para wisatawan di Jabodetabek dapat naik pesawat Garuda Indonesia atau Sriwijaya dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Dari sini bisa lanjut berkendara sekitar 40 menit arah Kaliurang. Lokasinya ada di sebelah kanan (kalau dari Yogyakarta). Ada tanda besar sebagai papan petunjuk. Dari jalan raya hanya beberapa ratus meter. wid/G-1

Berani Berfoto sambil Memegang Luwak?

Luwak termasuk binatang buas. Giginya pun seram. Kalau menggigit bisa berbahaya. Luwak sudah cukup lama “dimanfaatkan” untuk mengolah kopi. Akhirnya muncullah kopi merek binatang tersebut.

Namun jangan takut, luwak di sini sudah termasuk jinak. Siapa saja boleh memegangnya. Meski sudah jinak, cewek-cewek tetap saja masih was-was, sehingga harus dibantu petugas untuk menggendong binatang malam tersebut sebelum difoto rekannya. Sudah dibantu petugas pun masih ada yang takut-takut. Ada beberapa jenis luwak di sini.

Selain itu, pengunjung juga dapat berfoto dengan burung hantu. Burung hantu di sini lumayan besar, gemuk, dan sudah jinak. Namun mesti berhati-hati karena cengkeraman cakarnya cukup keras. Tangan bisa terluka bila tidak hati-hati.

Binatang jinak lainnya juga ada seperti kucing. Bhumi Merapi ini antara lain memiliki kucing Benggal yang tampangnya keren seperti harimau. Hewan yang sudah langka juga ada seperti lutung hitam. Binatang ini sekarang semakin terancam punah.

Untuk mereka yang berani bisa juga naik kuda. Ada kuda-kuda poni yang cocok untuk dinaiki anak-anak. Kalau lebih berani lagi, bisa menggendong ular albino. Ularnya bersih dan gemuk. Ada juga ular sanca besar sekali. Ukurannya lebih besar dari sanca yang beberapa waktu lalu menelan warga Kalimantan. Mungkin karena terlalu besar, ular sanca di sini hanya tidur, melingkar terus. Di luar ini terdapat sejumlah spot foto yang menarik.

Kalau sudah lelah berfotofoto saatnya beristirahat. Bhumi Merapi menyediakan susu. Bahkan gratis karena tiket masuk bisa ditukarkan segelas susu murni. Ada juga camilan yang bisa menjadi teman minum susu seperti tahu susu. Namun harap sabar kalau hari libur, antreannya lumayan panjang. wid/G-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment