Akhmad Menyesal Suap Bupati Kudus | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments
Sidang Promosi Jabatan

Akhmad Menyesal Suap Bupati Kudus

Akhmad Menyesal Suap Bupati Kudus

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

SEMARANG - Plt Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus, Akhmad Shofian mengaku menyesal telah menyuap Bupati Kudus, HM Tamzil. Penyuapan dengan uang senilai 750 juta rupiah ini dilakukan dengan tujuan agar dapat promosi naik jabatan.
“Saya merasa bersalah dan menyesal. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” kata Akhmad Shofian dalam sidang pemeriksaan terdakwa, di Pengadilan Tipikor Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/11).

Uang tersebut diperuntukkan sebagai fee permohonan kenaikan jabatan terdakwa bersama istrinya yang bernama Rini Kartika Hadi. Suap tersebut diberikan dalam tiga tahap. Tahap pertama sebesar 250 juta rupiah untuk memuluskan jabatan terdakwa sendiri dari semula di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kudus ke DPPKAD Kabupaten Kudus. Dari yang tadinya PNS eselon 3B menjadi 3A.

Kemudian tahap kedua sejumlah 250 juta rupiah untuk memuluskan jabatan istrinya dari yang tadinya masih PNS eselon 3 menjadi eselon 2. Pemberian ketiga dengan nominal yang sama, 250 juta rupiah juga untuk melanjutkan tahap kedua, yakni mengurus jabatan istrinya. Uang suap dengan total 750 juta rupiah tersebut tidak diberikan langsung kepada Bupati Kudus HM Tamzil, melainkan lewat dua staf bupati terlebih dulu.

Lewat Ajudan
Secara teknis, terdakwa memberi uang kepada ajudan Bupati yang juga anggota Polres Kudus, Uka Wisnu Sejati. Kemudian Uka memberikan suap tersebut kepada staf ahli Bupati bernama Agoes Soeranto. Baru kemudian Agoes menyerahkan ke Bupati. “Pokoknya saya percayakan sama Pak Uka. Karena dia kan teman baik saya,” ujar Akhmad Shofian dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Sulistyono.

Berdasarkan fakta sidang sebelumnya, Uka Wisnu Sejati dan Agoes Soeranto, masing-masing mengaku diberi imbalan 50 juta dan 75 juta rupiah. Atas perbuatan itu, Akhmad Shofian dijerat melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. Atau kedua, Pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. SM/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment