Awasi Pencucian Uang oleh Sindikat Narkotika | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 6 2019
No Comments
Pemberantasan Narkoba | Peredaran Cairan Rokok Elektrik Bisa Disalahgunakan

Awasi Pencucian Uang oleh Sindikat Narkotika

Awasi Pencucian Uang oleh Sindikat Narkotika

Foto : ISTIMEWA
Heru Winarko, Kepala BNN
A   A   A   Pengaturan Font

 

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) terus berupaya menekan peredaran narkoba dengan mengawasi upaya pen­cucian uang yang dilakukan oleh sindikat narkotika. Salah satu yang diakukan BNN dengan meluncurkan sistem electronic Know Your Customer (eKYC) bagi perusahaan jasa perbankan guna mewaspadai transaksi per­bankan pencucian uang.

“Saya berpikiran bahwa transaksi narkoba ini bisa juga menggunakan jasa perbankan, sehingga kami kerja sama de­ngan pengusaha jasa keuang­an untuk bekerja sama secara elektrik memiliki data-data yang ada di database (pang­kalan data) BNN,” kata Kepala BNN, Komjen Pol Heru Wi­narko, di Jakarta, Rabu (26/6).

Sistem eKYC dari BNN di­luncurkan bertepatan dengan Hari Antinarkoba Inter­nasional (Hani). Dalam sistem tersebut, tam­bah Heru, BNN dapat membagikan data, seperti asal jaringan sindikat narkoba, para pelaku, kepada perusahaan jasa perbankan. Sistem kerjanya berdasar­kan pengenalan pada transaksi maupun saat buka reke­ning bagi nasabah baru.

Menurut Heru, BNN akan membuka akses untuk jasa perbankan sebagai panduan agar dapat mengidentifikasi nasabahnya yang terlibat pen­cucian uang dalam jaringan narkoba. Sistem ini akan le­bih memudahkan perbankan, sama halnya dengan panduan eKYC yang telah digunakan jasa perbankan sebelumnya.

Heru mengatakan hampir semua jasa perbankan telah menyetujui untuk menggu­nakan sistem eKYC dari BNN tersebut. “Ini bagian dari strate­gi kami membatasi peredaran narkoba. Ini sebagai salah satu solusinya,” ujar Heru.

Perangi Narkoba

Kepala BNN Kabupaten Kubu Raya, Rudolf Manim­bun, mengatakan pihaknya ber­sama peme­rintah dae­rah terus berusaha mengin­gatkan ma­syarakat agar bisa bersama-sama me­merangi de­ngan berbagai upaya untuk mence­gah peredaran narkoba di tengah masyarakat. Ini merupakan satu-satunya upaya penting dengan melakukan program-program pencegahan.

Jika program pencegahan ini berhasil maka pengungkapan kasusnya juga tidak akan ada. Rudolf menjelaskan pihaknya bersama Pemerintah Kabupat­en Kubu Raya terus melakukan tes urine bagi jajaran birokrasi dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang setiap tahun dilakukan. Pada awal tahun ini, pihaknya sudah melakukan tes urine ter­hadap 700 ASN di daerah ini.

“Untuk ke depannya, kami tetap berkoordinasi dengan pe­merintah daerah agar pada tes urine selanjutnya bisa dilaku­kan bagi 1.000, bahkan 5.000 ASN yang ada di Kubu Raya. Langkah ini kami lakukan untuk pencegahan sedini mungkin ke­terlibatan ASN dalam penyalah­gunaan narkoba,” kata Rudolf.

Rudolf mengajak masyara­kat Kubu Raya terus bersama-sama memerangi narkoba dan menjaga keluarga untuk menghindari dan menjauhi narkoba.

Kepala BNN Jawa Barat, Su­fyan Syarif mengatakan perlu ada pengawasan khusus bagi peredaran cairan rokok elektrik karena berpotensi disalahguna­kan untuk peredaran narkotika. Disinyalir dan sudah banyak terbukti vape (rokok elektrik) itu bahan cairannya sudah di­campur dengan narkotika, baik narkotika jenis gorila, ganja maupun sabu-sabu.

Sufyan menyebutkan beber­apa kali pihaknya menangkap sejumlah agen penjual cairan rokok elektrik yang mengand­ung narkotika. “Di Kabupaten Bandung pernah, kami tang­kap yang mengandung gorila tadi, itu dijualnya online,” kata dia. eko/tgh/Ant/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment