Bandar Ganja Eks Kombatan GAM Ditembak Mati | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments
Peredaran Narkotika

Bandar Ganja Eks Kombatan GAM Ditembak Mati

Bandar Ganja Eks Kombatan GAM Ditembak Mati

Foto : KORAN JAKARTA/JOHN ABIMANYU
GELAR PERKARA | Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (kedua dari kanan) dan Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya saat gelar perkara jaringan narkoba Aceh - Jakarta, di Mapolda Metroi Jaya, Jumat (8/11). Seorang pelaku yang ditembak memiliki ladang ganja tidak kurang dari 10 hektare.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Polisi meng­gagalkan peredaran narkoba jenis ganja jaringan Aceh–Ja­karta dengan barang bukti sebanyak 310 bungkus ganja seberat 142 kilogran. Saat di­tangkap, satu tersangka yang merupakan bandar besar ber­nama Muriandi ditembak mati akibat melawan petugas.

“Saat kami meminta ter­sangka untuk menunjukkan rumah kurir narkoba, yang ber­sangkutan melakukan perla­wanan pada petugas. Akhirnya, petugas mengambil tindakan dengan menembak pelaku,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.

Argo menjelaskan petugas sempat memberi tembakan peringatan kepada tersangka. Akan tetapi, tersangka tidak menghiraukan sehingga tim di lapangan terpaksa melepaskan tembakan yang menembus pelaku. Kemudian tersangka langsung dibawa ke Rumah Sa­kit Polri Kramat Jati.

“Dilarikan ke Rumah Sa­kit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, tersangka sudah keha­bisan darah akhirnya mening­gal,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan tersangka Muriandi memiliki ladang gan­ja seluas 10 hektare di Aceh. Se­lain itu, pihaknya mengamank­an barang bukti 310 bungkus ganja atau seberat 142 kg.

“(Muriandi) bos ganja, pe­milik ladang ganja. Tersangka memiliki ladang ganja di Aceh seluas 10 ha,” kata Fanani.

Menurut Fanani, tersangka Muriandi memiliki catatan kriminal di kepolisian. Bandar ganja itu pernah ditahan di Lembaga Permasyarakatan Sa­lemba, Jakarta Pusat, dalam ka­sus narkotika jenis sabu. “Ter­sangka ini residivis kasus lima kilogram sabu. Masuk rutan tahun 2000 dan keluar tahun 2005,” jelas Fanani.

Eks GAM

Dikatakan Fanani, selain memiliki catatan kriminal, ter­sangka juga merupakan man­tan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). “Tersangka itu juga mantan tentara Kom­batan GAM,” jelas Fanani.

Saat ini, lanjut Fanani, pi­haknya juga mengejar satu ter­sangka bernama Burhan yang sudah berstatus sebagai daftar pencarian orang (DPO). Peran dari yang bersangkutan men­gantar barang haram tersebut menggunakan truk.

“Kami masih memburu satu tersangka bernama Burhan yang berstatus sebagai DPO, di mana yang bersangkutan tinggal di kawasan Srengseng Jakarta Barat,” ungkap Fanani.

Seperti diketahui, Tim Sub­dit 1 Ditresnarkoba Polda Met­ro Jaya baru saja menangkap pengedar ganja jaringan Aceh– Jakarta. Berawal dari tang­kapan kurir di Jakarta, polisi berhasil mengamankan 310 kg sabu dan menangkap pelaku lain di Aceh.

Disamping itu, polisi juga menangkap dua tersangka Ghazali dan Yunus diamankan di depan Bank BRI di Jalan Prof Majid Ibrahim, Kota Sigli pada Minggu (3/11). Sedangkan Muriandi ditangkap di Jalan Meunasah Kreung, Kabupaten Aceh Besar pada Senin (4/11).

Setelah diselidiki, polisi menangkap bos dari jaringan itu yakni tersangka Muriandi di Aceh dan dibawa ke Jakarta pada Kamis, (7/11). Muriandi bersifat tidak kooperatif de­ngan melawan petugas saat disuruh menunjukan rumah sopir yang mengantar ganja menggunakan truk bernama Burhan yang hingga kini masih DPO. jon/P-6 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment