Bank Fokus Transformasi Digital | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments
Industri Perbankan - Bank Nasional Bisa Tiru Singapura dan Hong Kong yang Terapkan Digibank

Bank Fokus Transformasi Digital

Bank Fokus Transformasi Digital

Foto : KORAN JAKARTA/M YASIN
MENUJU “FUTURE BANKING” - Director in Charge Astra Financial Suparno Djasmin (kiri), Direktur Pengawasan Bank 2 OJK Adief Razal (kedua kanan) didampingi Presdir Astra Prijono Sugiarto (ketiga kanan), Wakil Presdir Astra Djony Bunarto Tjondro (kedua kiri), Dirut PermataBank Ridha DM Wirakusumah (kanan) saat peresmian Model Branch dan website baru PermataBank, di Menara Astra, Jakarta, Jumat (20/9). Lewat digitalisasi, PermataBank mampu menaikkan jumlah nasabah dari 1,6 juta pada 2016, jadi 7,6 juta nasabah per Agustus 2019.
A   A   A   Pengaturan Font
Perbankan terus melakukan penyempurnaan terhadap digitalisasi layanan guna menuju future digital banking.

JAKARTA – Kompetisi di industri keuangan saat ini semakin ketat, terlebih di era perkembangan teknologi yang semakin pesat. Selain persaingan dengan sesama pemain di industri perbankan, ancaman lain datang dari layanan keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech) yang menjamur.

Bank Indonesia (BI) belum lama ini memperingatkan para pelaku industri perbankan nasional untuk cepat menyesuaikan diri dan melakukan inovasi agar tidak tergilas oleh kehadiran perusahaan financial technology (fintech) yang menjamur di Indonesia belakangan ini.

Menurut Gubenur BI, Perry Warjiyo, langkah cepat dan adaptif industri perbankan nasional harus dilakukan sebab dewasa ini perilaku bertransaksi masyarakat juga sudah bergeser dari konvensional menuju digitalisasi. “Apalagi perkembangan digitalisasi ini semakin masif seiring dengan pengguna smartphone kian banyak,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dalam Konteks itulah, BI dalam salah satu visi pembayaran Indonesia 2025 mendukung digitalisasi perbankan sebagai lembaga utama dalam ekonomi dan keuangan digital melalui open-banking maupun pemanfaatan teknologi dan data dalam bisnis keuangan.

Menurut catatan OJK, pada akhir 2018, sedikitnya ada 80 bank dari 114 bank di Indonesia atau sekitar 70 persen yang mencoba memberikan pelayanan digibank kepada nasabahnya. Karena itu, OJK menyarankan agar bank dalam negeri bisa meniru Singapura dan Hong Kong yang sudah banyak menjalankan digital banking.

Karena itu, kini sejumlah bank berlomba-lomba melakukan inovasi teknologi informasi agar tak tergerus di era disrupsi digital sekarang. Merespons hal itu, industri perbankan di Tanah Air saat terus berbenah, termasuk PermataBank.

Anak Perusahaan PT Astra International Tbk itu semakin serius menggarap digital banking (digibank) untuk memberikan layanan lebih cepat, terukur tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian. Transformasi ke digibank tersebut sebagai tahapan PermataBank menuju tren perbankan masa depan atau future banking.

PermataBank terus melakukan pernyempurnaan pada layanan digibank-nya, seperti penambahan fitur dalam website dan aplikasi digitalnya, Permata App. Direktur in-charge Astra Finance, Suparno Djasmin, mengungkapkan PermataBank menambah banyak fitur dalam layanan digitalnya. Ini menjadikan layanan digibank PermataBank terbanyak di antara para pesaingnya.

“Bahkan, PermataBank menyematkan fitur yang belum dipunyai bank lain, seperti pendeteksian suara (voice detection) dan face id (identifikasi melalui muka), “ ujar Suparno Djasmin, di Jakarta, Jumat sore pekan lalu.

 

Agak Terlambat

 

Direktur Pengawasan Bank 2 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Adhief Razali, mengakui digitalisasi pelayanan perbankan di Indonesia sebenarnya agak terlambat dibanding fintech yang sudah menjamur sejak dua tahun lalu. Adhief menambahkan saat ini nasabah membutuhkan pelayanan yang serbacepat dan mudah. Hal itu hanya bisa dilakukan melalui pelayanan digital banking.

Menjawab kebutuhan layanan serbacepat itu, PermataBank meresmikan digital branch di Menara Astra yang mengintegrasikan teknologi dan sumber daya manusia (SDM) melalui Model Branch. Ini merupakan digital branch pertama milik PermataBank.

Model Branch PermataBank tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman bagi nasabah baik secara offline dengan bantuan staf maupun secara online melalui penggunaan teknologi digital atau self-service.

Direktur Utama PermataBank, Ridha DM Wirakusumah, mengatakan pembukaan Model Branch ini salah satu wujud dari digital roadmap PermataBank. Model Branch ini merupakan pertama di perbankan Indonesia, yang secara berkelanjutan akan menempatkan teknologi digital yang tepat dan sesuai bagi nasabah. 

 

mad/E-10

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment