Beijing Minta Penegakan Hukum | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 6 2019
No Comments
Demo di Hong Kong | Warga Gelar Aksi Damai untuk Kenang Pengunjuk Rasa yang Tewas

Beijing Minta Penegakan Hukum

Beijing Minta Penegakan Hukum

Foto : AFP/PHILIP FONG
AKSI DAMAI | Pengunjuk rasa menyalakan cahaya pada telepon pintar mereka saat menggelar aksi damai di Tamar Park pada Sabtu (9/11) malam. Aksi damai ini digelar untuk mengenang tewasnya seorang demonstran bernama Alex Chow yang tewas saat mengikuti aksi demo sepekan lalu.
A   A   A   Pengaturan Font
Pemerintah pusat di Beijing, Tiongkok, menyatakan perlunya penerapan penegakan hukum yang tegas di Hong Kong. Seruan ini disampaikan untuk mengakhiri kericuhan politik di kota itu.

 

BEIJING – Pemerintah Tiongkok, Minggu (10/11), me­ngatakan, kurangnya penegak­an hukum yang tegas di Hong Kong sebagai alasan utama ki­an meningkatnya aksi keke­rasan yang dilakukan oleh de­monstran prodemokrasi dan menyatakan bahwa penerapan aturan ketertiban yang tegas merupakan langkah yang amat dibutuhkan saat ini.

Seruan dari Tiongkok itu di­sampaikan direktur dari kan­tor hubungan Hong Kong dan Makau, Zhang Xiaoming, pada Sabtu (9/11) tengah malam.

“Pemerintahan di kota se­miotonom itu harus diperbaiki. Faktor-faktor seperti tingginya harga properti dan semakin lebarnya jurang kemakmuran telah berkontribusi atas semua kerusuhan ini,” kata Zhang.

“Kurang tegasnya aturan pun jadi alasan utama dari se­makin meningkatnya aktivi­tas kelompok separatis radikal lokal. Perlunya menjaga ke­amanan nasional dan mem­perkuat penegakan hukum te­lah menjadi isu menonjol dan tugas mendesak yang dihadapi pemerintah Wilayah Adminis­tratif Khusus Hong Kong dan orang-orang dari semua lapis­an masyarakat,” imbuh dia.

Seruan Zhang dilontarkan setelah pada akhir pekan lalu, puluhan ribu warga Hong Kong kembali turun ke jalan. Kali ini aksi unjuk rasa berjalan damai karena digelar untuk menghor­mati seorang mahasiswa yang meninggal akibat terjatuh dari gedung parkir saat mengikuti aksi demonstrasi Hong Kong pada Minggu (3/11).

Massa yang turun ke jalan terlihat mengenakan pakaian serba hitam sebagai bentuk be­lasungkawa dan penghormat­an atas meninggalnya maha­siswa berusia 22 tahun berna­ma Alex Chow.

Penangkapan Politikus

Sementara itu tujuh anggo­ta parlemen menghadapi an­caman hukuman 1 tahun pen­jara jika terbukti bersalah. Tiga ditangkap pada Jumat (8/11) malam, tiga lainnya ditang­kap di kantor polisi pada Sabtu malam saat memenuhi pang­gilan penyelidik, dan seorang lagi masih dicari.

Mereka dituduh berbuat kekacauan saat sidang komi­te legislatif ketika anggota par­lemen prodemokrasi menco­ba menghentikan pembahasan RUU ekstradisi.

“Unjuk rasa yang telah ber­langsung selama 5 bulan belum selesai tapi pemerintah sudah melakukan penangkapan ter­hadap legislator prodemokrasi, padahal mereka bekerja sama dengan polisi,” pungkas anggo­ta parlemen dalam pernyataan bersama. ang/AFP/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment