Berjasa Atasi Kemiskinan Global, Tiga Ekonom AS Raih Nobel | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments
Penghargaan Internasional

Berjasa Atasi Kemiskinan Global, Tiga Ekonom AS Raih Nobel

Berjasa Atasi Kemiskinan Global, Tiga Ekonom AS Raih Nobel

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

STOCKHOLM – Royal Swedish Academy (Akademi Ilmu Pengetahu­an Kerajaan Swedia) menganugerahi penghargaan Nobel Ekonomi 2019 kepada tiga ekonom Amerika Seri­kat (AS) atas jasanya menggunakan pendekatan baru untuk mengurangi kemiskinan global, termasuk pende­katan baru dalam bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Ketiganya berhasil menunjukkan bagaimana masalah kemiskinan glo­bal dapat dipecahkan secara konkret pada tingkat yang lebih kecil, yakni di tingkat individu atau kelompok. Penelitian ketiganya juga dianggap telah mentransformasi penelitian di bidang ekonomi pembangunan.

Ketiga ekonom asal AS itu adalah Abhijit Banerjee yang lahir di India dan istrinya yang berkebangsaan Prancis-Amerika, Esther Duflo, serta ekonom Michael Kremer.

“Pemenang tahun ini telah mem­perkenalkan pendekatan baru untuk menemukan jawaban yang dapat di­andalkan tentang cara terbaik untuk memerangi kemiskinan global,” ujar juri saat mengumumkan pemenang Nobel Ekonomi 2019, di Stockholm, Senin (14/10).

Juri mengatakan ketiganya mene­mukan cara baru yang lebih efisien untuk memerangi kemiskinan de­ngan memecahkan persoalan sulit menjadi lebih sederhana, lebih mu­dah ditangani, yang kemudian dapat dijawab melalui penelitian lapangan.

“Mereka telah menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang lebih kecil, lebih tepat, ini sering kali paling baik dijawab melalui eksperi­men yang dirancang dengan cermat di antara orang-orang yang paling terpengaruh,” katanya.

Juri mengungkapkan sebagai ha­sil langsung dari salah satu peneliti­an mereka, lebih dari lima juta anak-anak India telah mendapat manfaat dari program bimbingan belajar yang efektif di sekolah. Contoh lainnya ialah subsidi besar untuk perawatan kesehatan preventif yang telah diper­kenalkan di banyak negara.

Diketahui, Esther Duflo merupa­kan wanita kedua yang memenang­kan Nobel Ekonomi, sebelumnya adalah Elinor Ostrom pada 2009. De­ngan merendah, Duflo, 46 tahun, me­ngatakan sangat merasa terhormat menerima penghargaan itu. “Saya tidak mengira bakal memenangkan Nobel Ekonomi sebelum mencapai usia jauh lebih tua dari kami bertiga,” ujarnya lewat sebuah tautan video.

Banerjee, yang lahir 1961, dan Du­flo, adalah guru besar di Massachu­setts Institute of Technology (MIT) AS. Sementara Kremer, 54 tahun, guru besar di Universitas Harvard.

Nobel Ekonomi merupakan satu-satunya Nobel yang pada awal­nya tidak termasuk dalam surat wa­siat terakhir Alfred Nobel pada 1895. Namun pada 1968, Penghargaan No­bel ekonomi dirancang untuk mem­peringati 300 tahun bank sentral Swedia sehingga penghargaan Nobel Ekonomi juga kerap disebut dengan Penghargaan Riksbank Sveriges da­lam Ilmu Ekonomi.

Ketiga ekonom AS akan meneri­ma hadiah dari Raja Swedia, Carl XVI Gustaf, di Stockholm pada 10 Desem­ber, bertepatan dengan peringatan wafatnya ilmuwan Alfred Nobel pada 1896. Para penerima penghargaan Nobel mengantongi hadiah 9 juta krona Swedia atau sekitar 12,9 miliar rupiah (1.437 rupiah per krona). AFP/SB/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment