Koran Jakarta | October 16 2019
No Comments

BPPT Temukan 20 Senyawa untuk Bahan Baku Obat Malaria

BPPT Temukan 20 Senyawa untuk Bahan Baku Obat Malaria
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil menemukan lebih dari 20 senyawa potensial yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan dan pembuatan bahan baku obat antimalaria.


Kepala Balai Bioteknologi Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT, Agung Eru Wibowo, di Jakarta, Rabu (9/10), mengatakan penemuan senyawa potensial untuk bahan baku obat antimalaria itu dihasilkan dari kerja sama antara institusi Indonesia dan Jepang dalam kerangka Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (Satreps).


Agung menuturkan terdapat hingga 25 ribu mikroba yang dapat digunakan untuk sumber bahan baku obat yang melimpah dari alam.
Keanekaragaman hayati Indonesia yang kaya menjadi sumber besar bagi penemuan bahan baku obat, yang memang membutuhkan kesiapan infrastruktur untuk mengeksplorasi dan mengembangkan obat dari mikroba alam.


Menurut Agung, nyamuk yang menularkan penyakit malaria bisa saja sudah resisten terhadap obat yang biasa digunakan secara signifikan sehingga perlu dicari senyawa baru untuk membuat obat malaria.


Penyakit malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang disebarkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina.
Direktur Program untuk kerja sama dalam kerangka Satreps yang juga peneliti di Balai Bioteknologi BPPT, Danang Waluyo, mengatakan senyawa yang paling aktif saat ini berasal dari mikroba yang diambil di Jember, yakni Aktinomiset (Actinomycetes).


“Kita ambil dari sampel mikroba dari daerah yang jarang dimasuki manusia seperti hutan dan kebun yang alami, karena harapannya mikrobanya masih asli, kalau sudah dikasih pupuk biasanya mikrobanya sama semua nanti,” ujar Danang. nik/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment