Densus Tangkap 4 Teroris di Bandung dan Cirebon | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 6 2019
No Comments
Gerakan Radikal I Tidak Terkait Pelantikan Presiden

Densus Tangkap 4 Teroris di Bandung dan Cirebon

Densus Tangkap 4 Teroris di Bandung dan Cirebon

Foto : ANTARA/Ardiansyah
Kumpulkan Barang Bukti I Personel Brimob Polda Lampung mengumpulkan sejumlah barang bukti usai penggeledahan rumah milik orang tua terduga teroris di Bandar Lampung, Lampung, Selasa (15/10).
A   A   A   Pengaturan Font
Dari total 26 terduga teroris yang diringkus itu, tidak ada terkait dengan upaya menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

 

JAKARTA – Empat orang terduga teroris kembali diringkus oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Cirebon dan Bandung, Jawa Barat, Senin (14/10) malam. Total terduga teroris yang sudah diringkus dalam kurun waktu lima hari, sejak 10–15 Oktober 2019, sebanyak 26 orang. Puluhan teroris itu ditangkap di wilayah yang berbeda, yakni di Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jambi, Jateng, Sulteng, Sulut dan Bali.

“Empat terduga teroris yang baru ditangkap itu adalah S dan LT di Cirebon, serta DP dan MNA di Bandung,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (15/10). Dedi menjelaskan, untuk S dan LT, cukup banyak barang bukti yang berhasil diamankan, yaitu sepeda motor, gawai, sejumlah kartu ATM, dan senjata tajam, serta beberapa buku-buku yang berisi soal bahan-bahan kimia. “Kemudian ada beberapa buku terorisme dan berbagai macam peralatan kimia dan berbagai macam bahan yang sudah siap dijadikan bom. Saudara LT ini sudah dipersiapkan sebagai suicide bomber,” jelasnya. Ia menyebutkan, sasaran tempat yang akan ditargetkan LT dan S adalah Mako Brimob dan tempat ibadah di Cirebon.

“Bahan bom yang dipersiapkan itu ada paku, baut, ya yang khasnya JAD, serta bahan-bahan kimia yang bisa membahayakan,” tuturnya. Adapun untuk teroris yang ditangkap di Bandung, yaitu DP dan MNA, seperti diungkapkan Dedi, sudah ada barang bukti yang telah diamankan, seperti air soft gun, pisau lipat, dan satu botol cairan yang masih didalami. Ia juga menyebutkan sasaran kedua teroris itu adalah Mako Brimob dan sejumlah tempat ibadah di Bandung. Dedi menegaskan, dari total 26 terduga teroris yang telah diringkus dalam kurun waktu sejak 10–15 Oktober 2019 itu, tidak ada terkait dengan upaya menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

“Berdasarkan hasil analisa Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dan pemeriksaan terhadap terduga teroris, belum ditemukan jejak akan melakukan aksi amaliah di pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih,” ujar Dedi. Dedi berujar bom yang dipersiapkan LT memiliki daya ledak tinggi. “Campuran kimia lebih berbahaya, makanya memiliki daya ledak high explosive,” ucap Dedi. LT dan S masuk dalam jaringan teroris JAD Cirebon dan masih ada kaitannya dengan terduga teroris yang ditangkap pada 13 Oktober 2019 malam.

Lebih Terstruktur

Sebelum DP dan MNA, polisi juga telah menangkap WBN dan AA yang juga akan melakukan aksi di Bandung. Dari lokasi penangkapan WBN dan AA, polisi menyita sejumlah barang seperti senapan angin, pistol yang diduga airsoft, dan sangkur.

“Ditemukan juga beberapa botol yang sedang didalami isi kandungannya. Beberapa bahan kimia masih didalami,” ujar dia. Dedi mengatakan ditinjau dari persiapannya, di Cirebon dan Jogja lebih struktural dan biasanya menggunakan bom. Mereka juga dipersilakan melakukan amaliah di mana pun dengan sasaran utama thogut. “Kalau di Cirebon terstruktur dengan pengantin, di Jogja juga, di Sulteng juga terkait MIT terstruktur mempersiapkan bom,” katanya. jon/eko/Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment