Koran Jakarta | September 18 2019
No Comments

Desain Nyaman untuk Disabilitas

Desain Nyaman untuk Disabilitas

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Salah satu desain dapat dibuat strip pararel dalam bentuk garis horizontal maupun vertikal setinggi tangan di bagian dinding. Cara ini cukup efektif sebagai petunjuk taktis.

Aksesibilitas menjadi keutamaan saat mendesain bangunan untuk para penyandang disabilitas. Dikarenakan keterbatasan, mereka membutuhkan aksesibilitas yang mudah untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Secara umum, para penyandang disabilitas memiliki kebutuhan aktifitas yang tidak berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Mereka membutuhkan rasa nyaman ketika berada pada sebuah ruang.

Rasa nyaman tersebut dapat terwujud melalui kemudahanan akses. Akses untuk penyandang disabilitas memiliki sedikit “keistimewaan” lantaran keterbatasan fisiknya. Dalam sebuah ruang, mereka membutuhkan “alat bantu” untuk memudahkan aktifitasnya.

Seperti dilansir dari archdaily, Taller de Arquitectura dan Mauricio Rocha, pusat tunanetra dan gangguan visual mengusulkan untuk meningkatkan persepsi spasial pengguna. Atau dengan kata lain, pengguna dapat merekam, mengingat serta mengkomunikasikan setiap ruang desain. Mereka dapat menggunakan panca indera untuk menangkap setiap perubahan bentuk dalam ruang.

Desain yang akan dibuat bukan sekedar desain di bagian tertentu saja. Melainkan desain yang dimulai dari pintu masuk hingga pintu bagian belakang. Salah satu desain dapat dibuat strip pararel dalam bentuk garis horizontal maupun vertikal setinggi tangan di bagian dinding. Cara ini cukup efektif sebagai petunjuk taktis.

Desain untuk para penyandang disabilitas tidak hanya untuk bangunan beton. Desain dapat digunakan pada sebuah taman. Layaknya masyarakat kebanyakan, merekapun akan beraktifitas di luar ruangantermasuk di taman.

Tanaman yang berbau harum dapat menjadi panduan. Memanfaatkan indera penciuman, para penyandang disabilitas dapat digunakan untuk berpindah tempat sesuai kebutuhan.

Selain itu, benda-benda yang memiliki tektur kasar dapat pula digunakan sebagai petunjuk. Unsur lainnya adalah suara, suara dari berbagai permainan maupun tanda-tanda tertentu akan memberikan petunjuk.

Taman sebagai ruang publik tidak hanya berisikan hamparan rumput yang luas. Biasanya di dalam taman akan meliputi permainan anakanak maupun sarana rekreasi lainnya. Dengan adanya petunjuk yang ditangkap melalui berbagai indera, para penyandang disabilitas dapat beraktifitas bersama secara mandiri. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment