Koran Jakarta | Informasi Berita Terkini Hari Ini
Koran Jakarta | August 5 2020
iklan koran jakarta

“Stunting” Sebabkan Kualitas Angkatan Kerja Rendah

Rabu 5/8/2020 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
» Angkatan kerja yang mengalami stunting kualitasnya sulit ditingkatkan. » Mata rantai keluarga miskin harus dipotong untuk hasilkan generasi unggul. JAKARTA...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

“Stunting” Sebabkan Kualitas Angkatan Kerja Rendah

Rabu 5/8/2020 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font

» Angkatan kerja yang mengalami stunting kualitasnya sulit ditingkatkan.

» Mata rantai keluarga miskin harus dipotong untuk hasilkan generasi unggul.

JAKARTA – Menteri Koordinator bi­dang Pembangunan Manusia dan Ke­budayaan (Menko PMK), Muhadjir Ef­fendy, mengatakan kualitas angkatan kerja di Indonesia masih rendah. Se­lain faktor pendidikan dan kesehatan, penyebab rendahnya kualitas angkat­an kerja itu karena pernah mengalami stunting. Stunting erat hubungannya de­ngan kemiskinan.

“Sekarang ini, menurut Bank Dunia, angkatan kerja Indonesia 54 persen dan itu adalah mantan stunting,” ujar Muha­djir ketika memberikan sambutan da­lam webinar yang digelar Kongres Wani­ta Indonesia (Kowani), Selasa (4/8).

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi.

Muhadjir menuturkan angkatan kerja yang pernah mengalami stunting su­lit untuk ditingkatkan kualitasnya. “Ini perlu perhatian, betapa pentingnya me­nyiapkan rumah tangga, keluarga yang siap demi generasi yang akan datang,” kata dia.

Muhadjir mengatakan angka stunting Indonesia saat ini berada di kisaran 27 persen dan ditargetkan turun menjadi 14 persen pada 2024. Penurunan angka stunting tersebut penting sekali agar In­donesia tidak terus melahirkan generasi yang stunting. Selain itu, kata Muhadjir, 56 persen angkatan kerja di Indonesia merupakan tamatan SMP, SD, bahkan tak tamat SD. Begitu juga dengan peng­angguran yang paling rendah merupa­kan tamatan SD dan SMP.

“Secara formal, dia memang menda­pat pekerjaan, tetapi dari segi pengha­silan dan kualitas kerjanya, sebetulnya sangat rendah dan itu tidak mungkin membawa Indonesia menjadi negara maju,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Muhadjir juga menyoroti tentang jumlah rumah tangga miskin di Indonesia. Jumlah rumah tang­ga miskin masih tinggi. Ia mengatakan 20 persen dari rumah tangga dan rumah tangga baru miskin yang ada saat ini ber­asal dari keluarga rumah tangga miskin tersebut.

“Rumah tangga miskin di Indonesia itu jumlahnya masih sangat tinggi. Ses­ama keluarga miskin besanan, kemudi­an lahirlah keluarga miskin baru,” kata Muhadjir.

Oleh karena itu, kata dia, mata rantai keluarga miskin tersebut harus dipotong untuk menghasilkan generasi unggul se­lanjutnya. Kemiskinan juga menjadi pe­nyebab stunting.

“Karena kemiskinan itu pada dasar­nya basisnya di dalam keluarga. Saya sangat yakin stunting ini harus ditangani sungguh-sungguh, karena orang kalau sudah stunting maka kemampuan ke­cerdasannya sudah selesai, tidak bisa dinaikkan lagi,” kata dia.

Dilansir dari data Badan Pusat Statis­tik (BPS), persentase penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 9,78 persen. Jumlah tersebut meningkat 0,56 persen poin dari persentase pada September 2019. Dengan demikian, jumlah pen­duduk miskin pada Maret 2020 sebesar 26,42 juta orang, meningkat 1,63 juta orang dari data September 2019.

Masalah Klasik

Sementara itu, penasihat senior In­donesian Human Rights Commiittee for Social Justice (IHCS), Gunawan, menga­takan rendahnya kualitas angkatan kerja dan tingginya jumlah rumah tangga miskin merupakan masalah klasik yang tidak pernah selesai.

“Banyak faktor yang menyebabkan masalah itu muncul, di antaranya politik anggaran yang tidak memihak kepada rakyat kecil, korupsi masih meraja lela, politik oligarki yang masih dominan dan tergerusnya APBN akibat obligasi rekap BLBI,” kata Gunawan.

Korupsi yang terjadi akibat politik oligaki, kata Gunawan, telah merusak segala sendi kehidupan dan menghan­curkan peradaban bangsa ini. Karakter korupsi akibat politik oligarki sangat terorganisir dan dilakukan dengan me­libatkan pejabat yang berkuasa.

“Dampaknya, sumber daya yang dimi­liki negara dirampok hanya untuk mem­perkaya segelintir kelompok. Rakyat, tetap miskin dan sengsara. Laju pertum­buhan ekonomi melambat, dan iklim in­vestasi yang tidak sehat,” tegas Gunawan.

Korupsi itu, kata Gunawan, mem­buat alokasi sumber daya jauh dari ke­pentingan rakyat. Sumber daya ekonomi termasuk sumber daya alam tidak digu­nakan untuk menyejahterakan rakyat. Penguasa malah memarjinalkan ke­kuatan rakyat.

“Pemusatan sumber daya ekonomi berada di tangan segelintir orang yang senantiasa berupaya melanggengkan kekuasaannya dengan mencari perlin­dungan atau dukungan politik,” kata Gu­nawan. n ers/P-4

Tampilkan Semua

Perlu Pola Distribusi Baru yang Untungkan Petani

Rabu 5/8/2020 | 00:03
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pemerintah diimbau membuat perubahan melalui regulasi yang bisa membuat petani lebih untung. Hal itu penting untuk mencegah terjadinya alih fungsi la­han pertanian ke sektor produktif di luar pangan seperti...
Selengkapnya

Kesembuhan di 14 Provinsi di Bawah Rata-rata Nasional

Rabu 5/8/2020 | 00:01
A   A   A   Pengaturan Font
Wiku Adisasmito meminta pelayanan kesehatan dan pengawasan pasien ditingkatkan di 14 wilayah itu.   JAKARTA – Juru Bicara Satu­an Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, memperingatkan pemerin­tah daerah...
Selengkapnya

RUANG PRODUKSI VAKSIN

Rabu 5/8/2020 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font
RUANG PRODUKSI VAKSIN I Para peneliti sedang bekerja di ruang produksi vaksin Covid-19, di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8). Pemerintah memastikan, BUMN di bidang farmasi itu mampu memproduksi vaksin Covid-19 hingga...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Mondial

Covid-19 Telah Menimbulkan “Bencana Generasi”

Rabu 5/8/2020 | 00:02
A   A   A   Pengaturan Font

NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, pada Selasa (4/8), memperingatkan bahwa dunia sedang mengha­dapi “bencana generasi” akibat penutupan sekolah di tengah pandemi virus Covid-19. Karena itu, kata Guterres, membawa kembali siswa bersekolah secara aman harus menjadi “prioritas utama” negara-negara.

Guterres menjelaskan pada pertengahan Juli terjadi penu­tupan sekolah di 160 negara se­hingga berdampak pada lebih dari satu miliar siswa. Selain itu, sedikitnya 40 juta anak keting­galan sekolah pendidikan dini.

Selain itu lebih dari 250 juta anak telah keluar sekolah se­belum pandemi dan hanya se­perempat dari siswa sekolah menengah di negara berkem­bang lulus dengan keterampil­an dasar.

“Kini kita menghadapi ben­cana generasi yang dapat me­nyebabkan potensi manusia jadi sia-sia, mengacaukan kemajuan puluhan tahun dan memperta­jam ketidaksetaraan yang meng­akar,” kata Guterres saat melun­curkan kampanye “Selamatkan Masa Depan Kami” yang di­usung oleh PBB, di New York.

Dia berharap, bila trans­misi Covid-19 lokal terkendali, pemerintah setempat harus mengizinkan dan menjamin keamanan siswa kembali ke se­kolah. “Ini dan lembaga harus menjadi prioritas utama. Kon­sultasi dengan orang tua, wali, guru, serta kaum muda men­jadi hal mendasar,” katanya.

Presiden AS, Donald Trump, pernah meminta agar sekolah kembali dibuka. Tetapi, perin­tah Trump itu mendapat peno­lakan dari sejumlah guru dan orang tua, apalagi saat itu Co­vid-19 masih melonjak di ba­nyak wilayah negara tersebut.

“Rasa aman bagi siswa ha­rus tetap menjadi perhatian utama bila hendak membuka sekolah,” Guterres.

Virus korona, yang pertama kali muncul di Tiongkok tahun lalu, telah menginfeksi 4,6 juta orang di AS dan membunuh lebih dari 155.000 warga Ame­rika sejak Februari. Sedangkan secara global, virus korona te­lah menginfeksi 18,1 juta orang dengan lebih dari 689.000 ke­matian.

Berangkat ke Tiongkok

Sementara itu, Direktur Jen­deral World Health Organiza­tion (WHO) atau Badan Kese­hatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan pihaknya akan mengerahkan “tim internasional” ke Wuhan untuk melanjutkan penyelidikan ten­tang asal virus Covid-19 ber­sama Tiongkok.

Ghebreyesus mengatakan kerangka acuan penyelidikan telah disusun WHO dan Tiong­kok terkait penyelidikan lebih lanjut itu.

“Tim pendahulu WHO yang akan melakukan perjalanan ke Tiongkok kini telah menye­lesaikan misi mereka untuk meletakkan dasar bagi upaya bersama lebih lanjut untuk mengidentifikasi asal virus,” kata Ghebreyesus dalam jum­pa pers di Jenewa, Swiss.

WHO telah mengirim tim pertama ke Tiongkok sejak pertengahan Juli lalu untuk menyelidiki asal mula kemun­culan virus korona yang telah menginfeksi lebih dari 18 juta orang di seluruh dunia. Virus itu pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, sekitar Desember 2019. Sejak itu, kasus korona menye­bar ke negara lain di dunia. AFP/SB/P-4

Tampilkan Semua

Singapura Wajibkan Wisatawan Memakai Gelang Pelacak

Rabu 5/8/2020 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font
SINGAPURA – Singapu­ra akan membekali semua wisatawan yang masuk ke negaranya dengan perangkat pelacak untuk mencegah ter­jadinya pelanggaran aturan wajib karantina virus korona. Langkah-langkah pencegahan terbaru itu...
Selengkapnya

RI-Inggris Perpanjang Kemitraan Iptek

Selasa 4/8/2020 | 20:41
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Inggris sepakat untuk memperpanjang kemitraan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi hingga tahun 2025. Hal ini untuk mendukung kerja sama para peneliti guna meningkatkan kesejahteraan...
Selengkapnya

Jadi Presiden Dewan Keamanan PBB, Indonesia Siapkan Program Kerja selama Agustus

Selasa 4/8/2020 | 18:40
A   A   A   Pengaturan Font
New York-- Kembali menjadi Presiden Dewan Keamanan (PBB) pada masa keanggotaan periode 2019-2020, Indonesia akan melaksanakan sejumlah program kegiatan selama bulan Agustus. Program kerja tersebut telah disahkan secara konsensus oleh DK...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Polkam

Facebook Blokir Pendukung Presiden Jair Bolsonaro secara Global

Minggu 2/8/2020 | 17:33
A   A   A   Pengaturan Font

 

Brasilia - Facebook menyatakan pada Sabtu (1/8) bahwa pihaknya melakukan pemblokiran secara global terhadap akun-akun tertentu yang dikelola oleh pendukung Presiden Brazil Jair Bolsonaro yang terlibat dalam penyelidikan berita bohong.

Keputusan itu diambil sehari setelah Facebook dijatuhi denda karena tidak mematuhi putusan hakim Mahkamah Agung yang memerintahkan demikian.

Juru bicara perusahaan media sosial itu mengatakan perintah tersebut amat ekstrem serta mengancam kebebasan berekspresi di lingkup luar kewenangan hukum Brazil, namun pihak perusahaan telah menyetujuinya.

"Dengan adanya kemungkinan ancaman kriminal terhadap seorang pegawai lokal, pada titik ini kami tidak menemukan jalan selain mematuhi keputusan untuk memblokir akun-akun terkait secara global, sementara kami melakukan banding kepada Mahkamah Agung," ujar juru bicara Facebook.



Pada Kamis (30/7), Hakim Alexandre de Moraes menyatakan bahwa Facebook dan Twitter telah gagal mematuhi perintah pemblokiran terhadap akun-akun tersebut karena kedua perusahaan hanya memblokir di dalam negeri, padahal akun masih dapat diakses dengan menggunakan alamat IP asing.

Satu hari kemudian, Jumat (31/7), hakim yang sama memutuskan bahwa Facebook harus membayar denda sebesar 1,92 juta  real Brazil (setara Rp5,4 miliar) atas kegagalan mematuhi perintah, serta akan didenda tambahan 100.000 real Brazil (setara Rp281 juta) per hari jika tidak segera melakukan pemblokiran global.

Sebelum hukuman denda diumumkan, Facebook menyebut akan mengajukan banding atas keputusan tersebut. Perusahaan menyatakan pihaknya menghormati hukum di negara tempat mereka beroperasi, namun juga Brazil harus memahami batas yurisdiksi negara.

Sejauh ini denda tersebut hanya menyasar ketidakpatuhan hukum yang dilakukan Facebook, dan belum jelas apakah Twitter juga akan dijatuhi hukuman serupa.

Awalnya, hakim memutuskan pada Mei lalu untuk memblokir 16 akun Twitter dan 12 akun Facebook pendukung Bolsonaro yang terkait dengan penyelidikan atas penyebaran berita palsu selama periode pemilu Brazil 2018.

Akun-akun tersebut diblokir atas dugaan bahwa mereka melanggar regulasi mengenai ujaran kebencian.Ant/P-4

Tampilkan Semua

Penyaluran Gas

Selasa 28/7/2020 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Transaksi Perbankan Rawan “Malware”

Kamis 23/7/2020 | 18:47
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat transaksi perbankan secara daring meningkat. Namun demikian, peningkatan memunculkan ancaman kejahatan siber, seperti yang pernah terjadi pada insiden Cyberheist pada 2016 dengan kerugian sebesar 81...
Selengkapnya

Menteri PUPR Tegaskan Penentuan Tarif Tol Dibicarakan dengan BUJT

Rabu 24/6/2020 | 16:00
A   A   A   Pengaturan Font
  Jakarta,- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa penetapan tarif tol bukan keputusan sepihak pemerintah dan harus dibicarakan dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) karena...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Terkontraksi

Rabu 5/8/2020 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Deflasi Tak Ramah bagi Dunia Bisnis

Rabu 5/8/2020 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
Deflasi akibat tertekannya daya beli masyarakat dikhawatirkan dapat mengganggu dunia bisnis sehingga membuatnya melakukan efisiensi, seperti saat penerapan PSBB beberapa bulan lalu. JAKARTA – Deflasi pada Juli lalu seiring dampak...
Selengkapnya

Skenario Pemulihan Ekonomi Berlanjut hingga 2021

Rabu 5/8/2020 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Skenario pemulihan ekonomi akibat dampak dari pandemi viru korona (Covid -19) masih akan berlanjut hingga 2021. Sebab, dampak pandemi Covid-19 diprediksi masih akan dirasakan hingga tahun depan. “Pada 2021,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Warga Olele Gorontalo Bergotong Royong Bersihkan Material Longsor

Selasa 4/8/2020 | 17:07
A   A   A   Pengaturan Font

GORONTALO- Puluhan warga bergotong royong membersihkan material longsor yang menutup akses keluar masuk Desa Olele, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Kepala Desa Olele, Candra Nauko di Gorontalo, Selasa (4/8), mengatakan gotong royong dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dengan menggunakan alat seadanya.

“Longsor ini membuat desa kami terisolasi selama empat hari, warga tidak bisa beraktifitas karena akses tertutup,” kata Candra seperti dikutip Antara.

Material longsor yang terdiri dari tanah, batu dan batang kayu tersebut dibersihkan dengan menggunakan sekop, pacul, linggis dan disemprotkan air dari mata air gunung.

“Hal ini kami lakukan karena alat berat tidak dapat masuk ke sini sebab struktur tanah yang labil dikuatirkan tidak mampu menahan beban berat,” ungkapnya.

Candra mengatakan bahwa isolasi itu mengakibatkan persediaan makanan di Olele mulai menipis karena harus ke daerah lain untuk membeli bahan pangan.

“Saat ini kami membuka jalan untuk kendaraan roda dua, semoga bisa segera diselesaikan agar warga dapat kembali beraktifitas seperti biasa,” pungkasnya.bud/E-9

Tampilkan Semua

Banyuasin Optimalkan Areal Rawa jadi Persawahan

Selasa 4/8/2020 | 16:47
A   A   A   Pengaturan Font
PANGKALAN BALAI- Pemerintah Kabupaten Banyuasin mengoptimalkan puluhan hektare areal rawa menjadi persawahan untuk meningkatkan produksi beras di daerah yang menjadi lumbung pangan Sumatera Selatan. Bupati Banyuasin Askolani di...
Selengkapnya

Taman Geopark Maros Pangkep Diajukan ke UNESCO Sebagai Situs Budaya

Senin 3/8/2020 | 18:08
A   A   A   Pengaturan Font
MAKASSAR- Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mendukung penuh Geopark Maros Pangkep untuk diajukan dalam keanggotaan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO ) sebagai salah satu destinasi wisata...
Selengkapnya

8.233 Warga Jadi Korban Banjir dan Longsor di Bone Bolango

Senin 3/8/2020 | 17:57
A   A   A   Pengaturan Font
GORONTALO- Taruna siaga bencana (Tagana), Senin, mencatat sebanyak 8.233 atau sekitar 2.335 Kepala Keluarga (KK) di 10 kecamatan jadi korban bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Bone Pesisir di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Otomotif

Honda Diperkirakan Bakal Hidupkan Kembali Konsep MotoCompo

Senin 3/8/2020 | 21:59
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - MotoCompo yang sempat diluncurkan pada 1981 hingga 1983, tampaknya akan kembali hadir dengan serangkaian pembaharuan yang mengusung konsep kendaraan bertenaga listrik yang nantinya akan diberi julukan Motocompacto.

Nantinya, jika Honda benar-benar akan menghidupkan kembali kendaraan mungil ini, maka motor tersebut akan memiliki baterai yang dapat dilepas untuk pengisian yang lebih mudah jika konsepnya sesuai dengan desain yang lebih modern.

Motor lipat ini dapat berjalan diperkirakan hingga sekitar 40 mil dengan waktu pengisian daya mencapai 2 jam dan kecepatan tertinggi 15 mph dan daya yang berasal dari motor 500w.

Jika kita beralih ke masa lalu, MotoCompo adalah skuter bertenaga bensin yang memiliki ukuran sebesar koper yang dirancang agar sesuai dengan mobil-mobil kecil Honda pada era itu seperti Honda Today and City yang keduanya memiliki kompartemen bagasi yang bisa menampung motor lipat ini.

Meski umur produksi kendaraan ini tidak lama, MotoCompo terjual laris dengan lebih dari 50.000 unit. Itu juga memperoleh semacam status kultus di antara penggila otomotif yang lazimnya mengincar sepeda motor yang jauh lebih kuat.

Pada bagian mesin, motor mungil ini sebelumnya menggunakan mesin berkapasitas 49cc dengan tenaga yang dihasilkan hanya 2,5 hp. Ant/I-1

 

Tampilkan Semua

Motor Listrik Gesits Hadir di Tokopedia

Sabtu 1/8/2020 | 22:34
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Gesits membuka official store di Tokopedia guna memperluas akses penjualan motor listrik Gesits, sekaligus sebagai solusi agar konsumen tidak perlu ke diler selama pandemi Covid-19. "Alhamdulillah, sekarang memasuki fase new...
Selengkapnya

Berkendara Aman dengan Teknik Pengereman yang Benar

Kamis 30/7/2020 | 14:39
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Tidak hanya bisa menggunakan sepeda motor, pengendara juga dituntut untuk memiliki kemampuan yang mumpuni agar tidak membahayakan dirinya dan juga pengguna jalan lain. Saat ini, sepeda motor tak kalah canggih dengan mobil yang...
Selengkapnya

Skuter Xiaomi Ninebot C30 Dibanderol Tak Lebih Mahal dari Sepeda Gunung

Rabu 29/7/2020 | 07:25
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Perusahaan elektronik Tiongkok, Xiaomi meluncurkan Ninebot C30, yakni sebuah skuter listrik yang harganya lebih terjangkau ketimbang sepeda gunung tipe menengah. Dilansir laman Mi.com yang dikutip Selasa (28/7), Ninebot C30...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Telko

Apple Konfirmasi Penundaan Peluncuran iPhone 12

Sabtu 1/8/2020 | 06:32
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Apple dalam pertemuan dengan para investor mengonfirmasi akan menunda peluncuran iPhone 12 yang biasanya dilakukan setiap September. "Tahun lalu, kami mulai menjual iPhone pada akhir September. Tahun ini, kami perkirakan pasokan tersedia beberapa pekan kemudian," kata CFO Apple, Luca Maestri, dikutip dari laman The Verge, Jumat (31/7).

Apple tidak menjelaskan mengapa peluncuran seri terbaru iPhone itu tertunda, namun, kabar tersebut sudah beredar sejak beberapa bulan terakhir. The Wall Street Journal melaporkan produksi iPhone tertunda sekitar sebulan.

Qualcomm beberapa waktu lalu mengungkapkan ada ponsel flagship 5G yang akan tertunda tahun ini.

Apple biasanya mengadakan peluncuran iPhone pada September, perangkat akan mulai dikirimkan pada akhir bulan. Belum diketahui apakah iPhone 12 bisa tersedia pada Oktober. Apple pernah menunda pengiriman iPhone X pada 2017 lalu, meski pun diluncurkan bersamaan dengan iPhone 8 pada September.

iPhone X baru tersedia pada November 2017 karena masalah produksi. Selain itu, iPhone XR pada 2018 juga baru beredar di toko pada Oktober karena masalah produksi untuk LCD. Ant/I-1

Tampilkan Semua

Hadapi New Normal, BAKTI Siapkan 2.000 Titik Akses Internet

Kamis 4/6/2020 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyiapkan 2.000 titik akses internet di lokasi baru sebagai respons New Normal, dimana hal itu kegiatan bekerja dari rumah...
Selengkapnya

INFINIX Luncurkan Produk Baru dengan Baterai Jumbo

Selasa 2/6/2020 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Sebagai salah satu Global brand yang selalu up to date dalam menyediakan teknologi smartphone muktahir kepada konsumen, INFINIX Indonesia kini sudah berhasil membuka awal tahun 2020 sampai saat ini dengan beragam produk baru...
Selengkapnya

WhatsApp Nantinya Bisa Aktif di Dua Perangkat

Selasa 5/5/2020 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - WhatsApp dikabarkan tengah mengembangkan fitur yang memungkinkan aplikasi perpesanan itu bisa dijalankan atau aktif bersamaan setidaknya di dua perangkat berbeda. “Sejak tahun lalu, WhatsApp mengembangkan fitur baru yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Properti

Ruang Kerja Nyaman saat “Work From Home”

Senin 20/4/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Skema work from home (WFH) menjadi pola kerja yang banyak dilakukan di tengah wabah Covid-19. Rumah pun mendadak bertambah fungsi sebagai ruang kerja. Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, penghuni dapat memanfaatkan berbagai sudut ruang di dalam rumah sebagai ruang kerja. Pindahnya ruang kerja dari kantor ke rumah tidak dipungkiri membawa sejumlah konsekuensi. Para pekerja perlu beradaptasi “di tempat baru” untuk menyelesaikan pekerjaannya yang biasa dilakoni kurang lebih selama delapan jam per hari.

Alhasil, mereka pun membutuhkan ruang kerja yang nyaman untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dilansir dari laman Dezeen, ruang kerja di dalam rumah dapat memanfaatkan bagian rumah yang menghadap ke jendela, sehingga saat bekerja, para pekerja dapat memandang lingkungan di luar ruangan. Konsep ruang kerja semacam ini membuat kerja tidak membosankan, menumbuhkan ide baru serta menciptakan suasana yang tidak terpisah dengan lingkungan sekitar.

Dalam konsep tersebut, penghuni dapat meletakkan tempat tidur di belakang meja kerja yang digunakan untuk melepas lelah saat jeda kerja. Di tempat tersebut juga dapat digunakan untuk membaca buku secara lebih santai. Perlu Sentuhan YLAB Arquitectos, studio arsitek di Bercelona, Spanyol, merekomendasikan ruang kerja dapat dibuat dengan meja yang menempel pada lemari dinding. Meja kerja tersebut terlihat disembunyikan di lemari dinding. Saat akan digunakan, meja yang bergabung dengan lemari dibuka serta dilenngkapi dengan kursi kerja.

Sementara itu, IDIN Architects, studio arsitek di Bangkok, ailand, menggunakan meja kerja yang terdapat dalam tempat tinggal sebagai ruang kerja.

Selain leluasa, meja kerja yang terhubung dengan dapur mampu memberikan kedekatan di antara anggota keluarga. Lantaran ruangan yang ditujukan untuk pasangan muda ini dengan bebas dapat melongok aktivitas pasangannya untuk mempererat hubungan pribadi.Widger Architecture, studio desain interior di London, Inggris, menggunakan bagian loteng at untuk ruang kerja.

Ruang tersebut ditutup dengan kayu lapis warna cerah untuk bagian langit-langit dan dinding. Material serupa digunakan untuk membuat meja build in.

Sebagai padanannya, material dekorasi (seperti lampu, bingkai kursi, dan jendela) menggunakan warna hitam. Padanan warna tersebut menjadikan ruang kerja yang terletak di loteng tidak terasa pengap serta menjadikan ruang terasa lebih hidup. Jendela yang menempel pada dinding loteng memberikan salah satu keuntungan.

Karena loteng yang identik sebagai ruang bukan digunakan untuk beraktivitas mampu memberikan kehidupan untuk penghuninya. Alhasil, dengan sedikit sentuhan desain serta memahami makna ruangan, tempat tinggal pun dapat menjadi ruang kerja yang nyaman terutama selama WFH. din/S-2

Tampilkan Semua

Pandemi Covid-19 Bakal Pengaruhi Desain Interior

Senin 20/4/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pandemi Covid-19 dinilai bakal mampu menelurkan ide baru dan memengaruhi adanya perubahan dalam desain interior, baik untuk hunian maupun perkantoran. Selain itu, adanya pola hidup untuk selalu menjaga kebersihan juga akan menjadi...
Selengkapnya

Desain Pasar Mikro untuk Minimalisir Penyebaran Korona

Selasa 7/4/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pasar saat ini menjadi lokasi yang patut dihindari seiring dengan merebaknya wabah virus Korona atau Covid-19.  Mengingat pasar merupakan lokasi yang tidak dapat dihindari oleh masyarakat di tengah wabah virus, dipandang perlu...
Selengkapnya

Bangunan untuk “Rumah Sakit Darurat”

Senin 30/3/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Seiring dengan merebaknya wabah virus Korona atau Covid-19, banyak bangunan yang berubah fungsi menjadi “rumah sakit dadakan”. Perubahan fungsi ini tentu harus memenuhi standar rumah sakit agar modifikasi yang dilakukan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Olahraga

Conte Tegaskan Tetap Bersama Inter Milan

Selasa 4/8/2020 | 15:23
A   A   A   Pengaturan Font

MILAN - Antonio Conte menegaskan dirinya berkomitmen untuk melanjutkan proyek berdurasi tiga tahun bersama Inter Milan, menepis rumor yang beredar mengenai masa depannya di klub Italia tersebut.

Conte yang baru semusim membesut Inter sukses mengantarkan tim itu finis di urutan kedua klasemen akhir Liga Italia Serie A, yang merupakan raihan terbaik klub itu dalam sembilan tahun terakhir.

Namun, mantan pelatih Juventus itu melontarkan kritik kepada pemilik klub selepas mengalahkan Atalanta 2-0 dalam laga pemungkas musim 2019/20.

Menurutnya pemilik tak memberikan dukungan yang sepadan kepada dirinya dan para pemain di tengah gelombang kritik, sembari mengaku merasa pekerjaannya tak banyak dihargai.

Sikap itu tampak melunak hanya dua hari setelah ia melontarkan kritik kepada pemilik Inter. “Saya berkomitmen dengan proyek tiga tahun di Inter sebagaimana yang sudah saya lakukan di pekerjaan-pekerjaan sebelumnya," kata Conte kepada kantor berita ANSA.

“Saya akan bekerja mengerahkan seluruh tenaga dengan segenap daya dan upaya untuk membuatnya jadi proyek yang sukses," ujarnya.

Musim perdana Conte menangani Inter belum berakhir sepenuhnya, mengingat I Nerazurri dijadwalkan menghadapi wakil Spanyol, Getafe, dalam laga 16 besar Liga Europa.

Inter menjadi satu dari sedikit tim-tim besar yang dijagokan sebagai calon juara kompetisi kasta kedua Eropa tersebut. (ion/AFP/S-2)

 

Tampilkan Semua

Pulisic Berharap Segera Pulih dari Cedera

Selasa 4/8/2020 | 14:50
A   A   A   Pengaturan Font
LONDON - Christian Pulisic berjanji untuk segera kembali setelah ia mengalami cedera paha ketika Chelsea menelan kekalahan 1-2 di final Piala FA oleh Arsenal. Pemain timnas Amerika Serikat (AS) itu mencetak gol pembuka dalam...
Selengkapnya

Cagliari Tunjuk Eusebio Di Francesco sebagai Pelatih Anyar

Selasa 4/8/2020 | 14:21
A   A   A   Pengaturan Font
CAGLIARI - Klub Seri A Cagliari resmi menunjuk mantan pelatih Sassuolo, AS Roma dan Sampdoria, Eusebio Di Francesco sebagai juru taktik baru mereka setelah memutuskan tidak memperpanjang kontrak Walter Zenga. “Seorang pelatih yang...
Selengkapnya

Lampard Nilai “Start” Liga Premier Terlalu Cepat Bergulir

Selasa 4/8/2020 | 14:12
A   A   A   Pengaturan Font
LONDON - Manajer Chelsea Frank Lampard mengeluhkan start Liga Premier 2020/2021 yang akan dimulai 12 September terlalu cepat bagi para pemainnya yang masih harus berlaga di Liga Champions pada akhir pekan ini. Setelah kalah 0-3 di leg...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Perspektif

Ganjil-Genap, Penularan Covid-19

Selasa 4/8/2020 | 13:19
A   A   A   Pengaturan Font
Kebijakan ganjil genap yang mulai diterapkan Pemprov DKI ini terkesan tergesa-gesa serta tidak memiliki perspektif yang utuh tentang pandemi Covid-19.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberlakukan kebijakan ganjil-genap, Senin (3/8). Tujuan kebijakan ini  adalah  sebagai ‘rem darurat’ untuk merendam klaster perkantoran Covid-19. Klaster perkantoran kini menjadi penyumbang angka tinggi laju kasus baru korona di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB ) Transisi di ibu kota negara. Ganjil genap kendaraan bermotor ini akan dilangsungkan di 25 ruas jalan ibu kota. Ganjil genap akan berlaku antara pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB.

Yang menjadi pertanyaan publik adalah adakah hubungan kebijakan ganjir-genap ini dengan laju kasus baru korona di klaster perkantoran di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB ) Transisi di ibu kota negara ? Bukankah lebih aman menggunakan transportasi pribadi dari pada transportasi publik. Bukankah kebijakan ganjil genap ini akan menyebabkan orang beralih pada transportasi publi yang rawan akan penularan Covid-19?

Kebijakan ganjil-genap ini tak tepat di tengah upaya penekanan penyebaran virus korona. Kebijakan ganjil-genap ini juga tidak punya relasi dengan  tinggi laju kasus baru korona di masa PSBB  Transisi di ibu kota negara, khususnya di perkantoran.

Justru  kebijakan ganjil genap ini berpotensi memunculkan klaster baru korona di transportasi public atau sarana umum lainnya. Pengguna kendaraan pribadi akan berkurang dan beralih ke kendaraan umum. Karena itu, keliru kalau dasar pertimbangan Pemprov DKI Jakarta menerapkan ganjil genap untuk menekan lajunya penularan Covid-19 di perkantoran.

Sistem ganjil genap merupakan kebijakan yang berupaya mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum. Selain itu, kebijakan ganjil genap dibuat atau dilahirkan dengan perhitungan bukan pada situasi keadaan darurat atau bencana kesehatan di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Kebijakan ganjil genap dibuat dan dilahirkan untuk mengendalikan penggunaan kendaraan bermotor pribadi agar tidak macet pada masa normal. Karena itu tidak ada hubungan antara penanganan penularan pada masa pandemi Covid-19 dengan kebijakan ganjil genap.

Bila Pemprov DKI ingin menekan penularan virus korona di perkantoran seharusnya yang dilakukan adalah memperketat pengawasan  pembatasan kapasitas karyawan di perkantoran. Selama ini pengawasan di area perkantoran terbilang sangat minim sekali. Bahkan saat PSBB transisi sekarang ini banyak perkantoran atau perusahaan yang mempekerjakan pekerjanya 100 persen,

Kita berharap Pemprov DKI lebih logis lagi dalam membuat kebijakan publik. Kebijakan ganjil-genap justru akan menimbulkan ancaman terhadap keselamatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Kebijakan ganjil genap berpotensi menimbulkan kerumunan sekaligus menjadi ancaman terhadap keselamatan jiwa masyarakat. Kebijakan itu akan memaksa warga yang hanya memiliki satu kendaraan untuk menggunakan transportasi angkutan umum.

 Kerumunan di halte-halte maupun terminal maupun tempat pemberhentian angkutan umum, akan meningkat. Potensi warga yang akan tertular Covid-19 di area publi  sangat besar sekali. Bila yang bersangkutan tertular di angkutan umum atau area umum, kemudian mereka ke kantor, maka yang terjadi sebaliknya. Bukan mencegah menularan malah menyebarkan penularan Covid-19 di perkantoran.

Kita memang  perlu mengkritisi kebijakan ganjil –genap di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Kebijakan ganjil genap yang mulai diterapkan Pemprov DKI ini terkesan  tergesa-gesa serta tidak memiliki perspektif yang utuh tentang pandemi Covid-19.

Tingginya volume lalu lintas di Jakarta maupun penumpukan penumpang di sarana transportasi umum selama PSBB transisi ini lebih karena ketidakpatuhan instansi baik pemerintah, BUMN, BUMD, maupun perusahaan swasta dalam membatasi jumlah pegawai kerja di kantor.

Pemprov DKI harus tegas dengan aturan pembatasan kapasitas pegawai yang bekerja di kantor. Pemberlakuan ganjil genap tanpa didahului pengawasan dan penindakan terhadap instansi, lembaga, dan perusahaan yang melanggar hanya akan mengalihkan para pelaju dari penggunaan transportasi pribadi ke transportasi publik. Akhirnya akan mendorong munculnya klaster transmisi Covid-19 ke transportasi publik. n

Tampilkan Semua

Belanja Online Secara Cerdas

Senin 3/8/2020 | 13:00
A   A   A   Pengaturan Font
Belanja ¬online harus secara cerdas. Jangan ¬sampai kemudahan yang dicari tapi kesusahan yang didapat Kemajuan teknologi tak bisa dibendung.  Belanja kini tidak harus pergi ke pasar seperti zaman orang tua kita dulu.  Sekarang...
Selengkapnya

Dana BOS untuk Beli Pulsa

Sabtu 1/8/2020 | 13:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pandemi virus korona atau Covid-19 telah mengakibatkan semua aktivitas kita dibatasi, termasuk kegiatan belajar-mengajar di jenjang pendidikan sekolah dasar hingga perkuliahan di Perguruan Tinggi.  Pemerintah memutuskan menghentikan...
Selengkapnya

Sisi Kesehatan dan Ekonomi Covid-19

Kamis 30/7/2020 | 13:00
A   A   A   Pengaturan Font
Virus korona pertama kali muncul di Wuhan pertengahan Januari 2020. Penyebarannya sangat cepat. Pada 23 Februari, jumlah korban tewas akibat Covid-19 mencapai 2.462 orang dan telah menginfeksi 78.770 orang. Melihat perkembangan seperti...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita perspektif lainnya
Rona

Jam Pintar dengan Layar Jernih

Selasa 4/8/2020 | 20:08
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Mengikuti merek pesaing seperti Samsung dan Huawei, Oppo melengkapi produk ponselnya dengan ekosistem internet of things (IoT), salah satunya berupa jam pintar. Untuk pasar Indonesia merek Tiongkok ini memperkenalkan dua varian yakni Oppo Watch 46mm dan Oppp Watch 41mm.

“Keunggulan layar kedua Oppo Watch adalah tampilan lebih besar dan detail gambar yang lebih tajam karena memiliki kerapatan piksel 326 PPI, 100 persen DCI-P3 Color Gamut tipe layar AMOLED dan layar Flexible Dual Curve” ujar PR Manager OPPO Indonesia, Aryo Meidianto, dalam konferensi pers daring Senin (3/8).

Oppo Watch diklaim menjadi pertama pada industri jam pintar yang menggunakan layar Flexible Dual-Curved Display. Dia memberi desain jam mewah dan premium dengan kehadiran ultra frameless design yang turut menghadirkan rasio layar besar. Keunggulan layar ini lebih besar dan detail gambar yang lebih kaya.

Cukup gunakan ponsel pintar untuk memotret foto pakaian, maka algoritma pencitraan Oppo Watch AI akan menghasilkan wallpaper yang cocok dengan gaya busana pengguna melalui fitur Outfit-Matching AI Watch Face. Pada jam ini sudah terdapat beragam pilihan watch face dapat diambil sebagai watch face.

Oppo Watch mendukung penyesuaian tampilan dan menyediakan banyak aplikasi di Google Play store. Dia juga menyediakan fitur sehat seperti pelacakan data kesehatan selama 24 jam dalam seminggu, serta fitur manajemen kalender.

Oppp Watch dilengkapi 5 sensor yang dapat menyajikan hasil pemantauan akurat terhadap latihan olahraga dan workout tracking yang dilakukan pelanggan. Tersedia lima menit kursus olahraga dan lima mode olahraga dengan panduan pribadi. Hay/G-1

 

Tampilkan Semua

Peter Carey Mengaku Namanya Dicatut dan Tidak Terlibat dalam Film "Jejak Khilafah di Nusantara"

Selasa 4/8/2020 | 17:33
A   A   A   Pengaturan Font
Jakarta- Sejarawan asal Inggris Profesor Peter Carey membantah terlibat dalam film "Jejak Khilafah di Nusantara", dia menganggap namanya dicatut dalam acara diskusi peluncuran film tersebut. Melalui Feureau Himawan Sutanto...
Selengkapnya

Rachel Maryam Resmi Menikah secara Hukum Setelah Permintaan Isbat Dikabulkan

Selasa 4/8/2020 | 17:26
A   A   A   Pengaturan Font
Jakarta - Rachel Maryam baru saja meresmikan pernikahannya secara hukum dengan Edwin Aprihandono setelah permohonan isbat yang diajukan dikabulkan Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Senin (3/8). Rachel dan Edwin sebenarnya sudah menikah...
Selengkapnya

Perempuan Harus Melindungi Impian, Ide, dan Tujuan

Selasa 4/8/2020 | 14:05
A   A   A   Pengaturan Font
Ibu Kartini menjadi salah satu wanita dunia yang prihatin dan mencoba melepaskan kaumnya dari lembah kebodohan dan kemiskinan. Hal itu terjadi jauh sebelum Indonesia merdeka. Namun, setelah Indonesia merdeka 75 tahun, masih juga banyak...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

RSUD Depok Mulai Terima Pasien Non Covid

Selasa 4/8/2020 | 23:28
A   A   A   Pengaturan Font

DEPOK- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Jawa Barat kembali membuka pelayanan rawat inap untuk pasien umum atau bukan Covi-19, mulai Senin (3/8).

Wali Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Selasa, mengatakan langkah itu dilakukan karena tren kasus penyebaran virus corona jenis baru itu di kota setempat menurun.

Oleh karena itu, RSUD diperolehkan melayani pasien di luar kasus Covid-19.

"Ketersediaan tempat tidur di RSUD juga cukup banyak. Untuk itu, kami akan buka kembali rawat inap non-Covid-19. Namun tetap memperhatikan protokol kesehatan," katanya.

Mohammad Idris menuturkan RSUD harus menyiapkan skema pembagian untuk pengobatan khusus pasien Covid-19 dan bukan Covid-19, mulai dari sarana dan prasarana, hingga tenaga medis yang menangani pasien tersebut.

"Saya apresiasi RSUD dan Dinas Kesehatan yang telah mengupayakan dibuka kembali rawat inap non-Covid-19,” tuturnya.

Direktur RSUD Kota Depok Devi Maryori menambahkan pihaknya menyediakan 91 tempat tidur untuk rawat inap pasien bukan Covid-19.

Namun demikian, kapasitas tempat tidur di masing-masing ruangan akan dibatasi dari jumlah biasanya sesuai dengan protokol kesehatan.

Misalnya, kata dia, kapasitas tempat tidur di ruang kelas III biasanya tujuh bed, sekarang diberi jarak hanya lima bed. Ruang kelas II dari lima bed menjadi empat bed.

"Kami mengikuti protokol kesehatan," katannya.
Data perkembangan kasus Covid-19 di daerah itu yang dirilis hingga Senin (3/8)  malam, jumlah pasien sembuh menjadi 987 orang atau 77,23 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada.

"Jumlah pasien sembuh bertambah 11 orang. Alhamdulillah, setiap harinya selalu ada yang sembuh," katanya.

Dia mengatakan kasus konfirmasi positif bertambah 21 orang sehingga totalnya menjadi 1.278 orang, sedangkan kasus konfirmasi aktif 241 orang atau 18,86 persen.

Ia mengatakan untuk suspek aktif atau probable yang selesai dipantau hari ini 22 orang sehingga tersisa 446 orang, sedangkan kasus kontak erat aktif 343 orang.

"Selanjutnya, pasien yang meninggal bertambah satu menjadi 50 orang atau 3,91 persen," ujarnya. ant/P-5

Tampilkan Semua

Polres Kota Tangerang Sita 14.50,36 Gram Narkoba

Selasa 4/8/2020 | 22:21
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA  - Polres Metro Tangerang Kota menyita 14.502,36 gram narkotika jenis ganja diduga dari tangan tiga pengedar yang mendatangkan barang haram tersebut dari Aceh dan Sukabumi. "Jaringan peredaran narkotika jenis ganja ini...
Selengkapnya

PPD Uji Coba Tiga Trayek Bogor- Jakarta

Selasa 4/8/2020 | 18:56
A   A   A   Pengaturan Font
BOGOR -  Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) melakukan uji coba tiga trayek baru dalam rangka mengantisipasi lonjakan penumpang kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bogor, Jawa Barat. "Untuk evaluasi kami lakukan...
Selengkapnya

Lima Langkah Hentikan Malapetaka Lingkungan Akibat Limbah Pembalut

Selasa 4/8/2020 | 18:36
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas), Bagong Suyoto mengatakan pencemaran akibat pembalut  itu semakin mahal bagi lingkungan, jika   dibiarkan, tanpa langkah kongkrit maka akan terjadi malapetaka...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
The Alun-Alun

Teknologi Drone Melawan Covid-19

Rabu 5/8/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Pandemi Covid-19 diperkirakan akan banyak mengubah banyak hal termasuk tren penggunaan teknologi.

Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro menjelaskan, paling tidak ada sepuluh pergeseran pemanfaatan teknologi hingga dua tahun mendatang. Ini lantaran dalam situasi normal baru akan ada perubahan pola interaksi masyarakat.

“Sepuluh tren teknologi untuk bahan riset dan pengembangan lebih dalam untuk less contact society,” kata dia. Bambang lalu menjelaskan tren teknologi yang dipakai diantaranya percetakan tiga dimensi (3D) yang belum luas digunakan di Indonesia juga penggunaan  robot dan drone akan menjadi andalan untuk membantu mengurangi interaksi dan pekerjaan manusia.

Di Inggris dikabarkan  masih mengalami kekurangan alat pelindung diri (APD) dan test kit Covid-19, terutama di lokasi pedesaan dan terpencil. Namun, di Pulau Mull, Inner Hebrides, Skotlandia, persediaan alat-alat vital itu bisa tiba hingga empat kali dalam sehari. Alat-alat tersebut dikirim dengan menggunakan drone atau pesawat tanpa awak. Melansir The Guardian, penggunaan drone ini merupakan bagian dari uji coba yang dilakukan oleh National Health Service (NHS) untuk menerbangkan peralatan dan sampel medis ke sekitar 90 pulau berpenghuni di daerah Skotlandia.

Industri drone berharap di masa mendatang teknologi drone akan bisa diadaptasi di banyak lini kehidupan, setelah uji coba  yang dilakukan menunjukkan pada publik bahwa drone sangat membantu dalam perang melawan Covid-19. Bank investasi AS Goldman Sachs percaya drone memiliki pangsa pasar sebesar 100 miliar dollar AS jika pemerintah di seluruh dunia mengizinkan mereka digunakan untuk segala hal. Penggunaan ini mencakup pengawasan dan patroli perbatasan hingga survei infrastruktur vital seperti jembatan, atau bahkan menggunakannya sebagai layanan deliveri untuk mengirim pizza dan ayam goreng langsung ke rumah pelanggan.

Selain 2.800 orang di Mull yang menerima APD dengan drone, uji coba lainnya adalah membawa APD dari Lee-on-the-Solent ke Isle of Wight. Kedua uji coba tersebut membutuhkan persetujuan Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) karena peraturan melarang penerbangan drone di luar garis pandang pilot jarak jauh.

Tidak hanya di Skotlandia, drone juga digunakan untuk mengirim sampel tes virus corona bolak-balik ke 2.500 rumah sakit dan pos kesehatan pedesaan di Rwanda dan Ghana. Minggu ini penerbangan drone medis AS yang pertama mengirimkan pengiriman PPE kepada pekerja garis depan di North Carolina. Stephen Whiston, kepala perencanaan strategis untuk kemitraan perawatan kesehatan dan sosial Argyll dan Bute berkata bahwa, drone dapat mengubah kecepatan dokter mendiagnosis dan merawat pasien di daerah pedesaan yang jauh.

“Pengambilan laboratorium dari operasi GP di sini bisa sangat tidak efisien, dengan penundaan mulai dari beberapa jam hingga dua hari jika feri terlewatkan. Saat Anda berbicara tentang kondisi serius dan berkembang, penundaan semacam itu sangat serius,” kata Whiston.  

Penerbangan sejauh 16 kilometer  dari rumah sakit umum distrik Lorn and Islands di Oban, di daratan, ke rumah sakit Mull dan Iona di Craignure, di barat laut pulau itu, membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan waktu tempuh sekitar 90 menit hingga enam jam melalui jalan darat dan feri.

Raymond Li, kepala strategi udara dan pemasaran Thales, menyebut bahwa pandemi terbukti sebagai waktu yang sangat tepat bagi industri drone. Hal ini disebabkan regulator memutuskan bertindak cepat dalam memproses persetujuan untuk memulai penerbangan percobaan.

Banyak kegunaan
Salah satu kegunaan teknologi drone adalah untuk  menilai kepadatan orang. Fotografi tetap menjadi layanan utama yang disediakan oleh kebanyakan drone. Drone dapat melakukan streaming video langsung ke perangkat lunak analitik AI seperti Unleash Live. Aplikasi ini dapat menilai kepadatan orang banyak dan memicu peringatan jika area kota menjadi terlalu ramai untuk jarak sosial atau mereka bisa melihat orang yang melanggar perintah tinggal di rumah disaat merebaknya pandemi Covid-19.

Memperingatkan publik. Drone yang dilengkapi dengan pengeras suara dapat mengirimkan peringatan untuk memberi tahu orang-orang tentang aturan jarak sosial dan tinggal di rumah. Daytona Beach, FL misalnya, menggunakan sepasang drone Mavic 2 Enterprise untuk mengingatkan publik tentang penutupan taman. Ini memungkinkannya menjangkau masyarakat tanpa mengirim seorang petugas ke tempat-tempat virus potensial.

Memantau kejahatan. Pencegahan kejahatan tetap menjadi tugas utama bagi penegakan hukum. Jalan-jalan pandemi yang sepi dan bisnis-bisnis yang tutup adalah undangan bagi para penjahat. Satu operator drone polisi dapat mengamati area yang luas pada aktivitas yang mencurigakan.
Mengirimkan pasokan medis. Pengiriman drone lambat terjadi di Amerika Serikat, dan DJI belum memainkan peran penting di sini. (Layanan utama pertama adalah Wing Alphabet dan kolaborasi antara UPS dan Matternet.)

Tetapi DJI telah aktif di negara lain. Sebuah rumah sakit di Naples, Italia, misalnya, menguji pengiriman sampel darah, obat-obatan, dan persediaan lain menggunakan DJI Matrice 210 V2 pada bulan November. Musim panas lalu, program percontohan di Republik Dominika membuat 101 pengiriman sampel darah dan pasokan medis antara rumah sakit regional dan lokal menggunakan DJI Matrice 600 Pro. Di era Covid-19, drone dapat menjadi kunci untuk memindahkan informasi dan materi tanpa kontak orang-ke-orang. Jika ada dampak terhadap krisis saat ini, itu mungkin perannya dalam mempercepat adopsi teknologi drone untuk meningkatka keselamatan publik.

Drone Pembersih Bangunan dan Lingkungan
Pembersihan bangunan dan penyemprotan desinfektan bisa dilakukan dengan drone pada lokasi-lokasi yang dinilai zona merah pandemi Covid-19.
Laman Trendhunter.com menampilkan Lucid Drone yang  dapat membersihkan aksterior sampai pada ketinggian 12 lantai. Drone Lucid dirancang untuk membersihkan bagian luar bangunan. Perusahaan Lucid berbasis di North Carolina  mulai menyewakan drone Lucid kepada perusahaan dengan biaya 3000 dollar AS  sebulan. Harga itu sudah termasuk semua pelatihan dan kebutuhan perawatan yang muncul dengan drone.

Lucid Drone tidak menggunakan pencucian bertekanan pada bangunan, melainkan melakukan apa yang disebut pencucian lembut, yang dilakukan dengan menyemprotkan bangunan dengan larutan pembersih yang dapat terurai secara hayati. Drone juga melekat pada tangki air. Drone ini bertenaga baterai, namun, Lucid bermaksud juga membuat opsi daya tertambat. Drone akan dapat bekerja pada bangunan yang tingginya sekitar 12 lantai.

Lucid Drone Technologies, Inc. dibentuk karena kebutuhan kemanusiaan. Para pendiri  melihat pekerja digantung sangat tinggi untuk membersihkan eksterior bangunan. Menyadari bahwa dengan menggunakan teknologi modern, hal tersebut tidak lagi diperlukan. Dari ide ini lahir produk pertama, Sistem Pembersih Udara Lucid. Sistem ini menampilkan drone khas Lucid L1, dan peralatan softwashing di darat. Sistem ini menggunakan softwashing dan mampu membersihkan berbagai permukaan.

Selama pengembangan Sistem Pembersihan Udara, pihak perusahaan menyadari bahwa teknologinya dapat diterapkan dalam berbagai aplikasi. Menanggapi krisis Covid-19, tim Lucid telah mengembangkan D1 Disinfektan Drone. Kebutuhan akan metode aplikasi sanitasi yang efektif dan efisien lebih besar dari sebelumnya. Drone ini mampu melakukan peningkatan efisiensi hingga 14 kali  lebih cepat dari penyemprot ransel. Biaya tenaga kerja lebih rendah. Kru lebih kecil dan lebih sedikit waktu di lokasi.

Mudah digunakan, dengan pelatihan selama dua hari, orang sudah bisa menggunakan drone ini.  
Sistem bekerja dengan VPA Human Coronavirus yang disetujui EPA Manusia. Membunuh lebih dari 99,9 persen  bakteri dan virus, termasuk Covid-19. Tidak ada residu yang tersisa di permukaan, aman untuk disentuh.

Menggunakan semprotan elektrostatik, sehingga penggunaan bahan kimia yang efisien, menghemat antara 25 sampai 50 persen lebih sedikit. Ini karena atomisasi bahan kimia yang disemprotkan bisa merata. Apalagi mampu mencapai tempat yang sulit dijangkau.  Penenrbangannya stabil. D1 dirancang dan disesuaikan untuk stabilitas dan keamanan. Zozzles listrik  D1 dibuat khusus untuk aplikasi solusi sanitasi yang optimal.

Tangki mulut lebar dengan kapasitas 2,5 galon untuk isi ulang yang mudah. Juga dilakukan pemantauan udara. Drone mudah digunakan dengan  pemancar  yang kompatibel dengan Tabel Samsung. Drone ini dibuat di pabriknya yang berlokasi di Charlotte, NC. Semua karyawan berbasis di Amerika Serikat. Ars

Tampilkan Semua

Carota Hornet Desainnya Seperti Burung

Rabu 5/8/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Desain konseptual Carota Hornet Drone adalah pandangan futuristik pada fotografi drone yang menempatkan biomimikri sebagai yang terdepan dan untuk membuat solusi yang  lebih jauh. Sementara produsen drone memperkenalkan generasi...
Selengkapnya

UPS dan CVS Meluncurkan Layanan Pengiriman Resep Drone

Rabu 5/8/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
CVS dan UPS akan menggunakan drone untuk memberikan resep di komunitas pensiun di tengah wabah virus korona. Laman Trendhunter.com menampilkan lagi teknologi drone yang kali ini dugunakan oleh UPS dan CVS  yang akan ...
Selengkapnya

Danau Toba akan Segera Dibuka Kembali

Selasa 4/8/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengumumkan 13 kawasan pariwisata alam akan segera dibuka di tengah pandemi Covid-19. Doni Monardo menegaskan kawasan pariwisata alam tersebut akan dibuka secara...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita the alun-alun lainnya
Kupas

Masalah Utamanya Arogansi Birokrasi dan Tumpang Tindih Aturan di Daerah

Rabu 5/8/2020 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Pemerintah terus mendorong masuknya investasi baru. Dengan adanya investasi baru diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru.

 

Pasalnya, saat ini ada sekitar tujuh juta orang (eksisting) yang tengah mencari kerja. Badan Koordinasi Penana­man Modal ( BKPM) merupakan pintu masuk semua investasi di Indonesia.

Untuk mengetahui tentang peluang investasi baru dan kondisi Tanah Air saat ini, Koran Jakarta mewawancarai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia. Berikut petikannya.

Seperti apa kondisi investasi di tengah pandemi Covid-19 saat ini?

Kita tahu semua bahwa kondisi ekonomi global semuanya tidak memberi kesan positif. Semuanya terkait Covid-19. Beberapa negara sudah mengalami resesi, bah­kan Singapura terakhir. Tiongkok kuartal dua mampu naik positif. Kemudian, beberapa negara di Eropa juga alami konstraksi yang sangat dalam.

Di Indonesia sendiri, kuartal pertama masih tumbuh 2,7 persen, tetapi saya punya keyakinan bahwa data investasi kuartal II pasti turun. Nah, kemudian bagaimana strategi pemerintah dalam menghadapi kondisi pandemi khususnya di investasi.

Realisasi investasi pada kuartal II yang kemarin dirilis itu kurang lebih 191 triliun rupiah atau 23,5 persen dari target tahun 2020. Memang menurun 8,9 persen dibanding kuartal pertama sebesar 210,7 trilliun rupiah. Ini terjadi karena hampir semua negara menurut data bank dunia foreign direct investment (FDI) turun 30–40 persen.

Nah, di Indonesia sendiri kalau melihat realisasi semester pertama itu kurang lebih 402,6 trilliun rupiah (49,3 persen dari target tahun 2020). Itu gabungan dari antara kuartal per­tama dan kuartal dua. Itu tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan.

Awalnya target investasi tahun 2020 sebesar 886 triliun rupiah. Itu sebelum covid. Lalu, kita koreksi menjadi 817,2 trilliun rupiah. Lalu, dari realisasi semester 1 sebesar 402,6 triliun rupiah itu, untuk PMDN-nya sebesar 207,0 trilliun rupiah (51,4 persen), sementara PMA 195,6 trilliun rupiah (48,6 persen). Memang saya lihat realisasinya hampir sama.

Realisasi semester I ini sudah mencapai 49,3 persen dari target 817 triliun rupiah. Sepanjang semester I tahun 2020 menyerap tenaga kerja sebanyak 566.194 orang.

Kenapa FDI negara lain turun, meski kita juga turun, tetapi tidak terlalu dalam?

Benar, tentu banyak yang bertanya kenapa di negara lain FDI-nya turun, tetapi kita meski turun tetapi melandai-landai. Tidak terlalu besar. Kita punya strategi, setidaknya ada tiga, kita meng-cover investasi mangkrak kurang lebih nilainya 708 trilliun rupiah di mana investasi ini semua sudah masuk 3–4 tahun lalu, tetapi tak terselesaikan.

Makanya kami fokus, ibarat main bola menyerang dan bertah­an. Jadi kita bertahan, kita sele­saikan dulu yang ada. Masalahnya kan ada tiga, pertama arogansi sektoral (birokrasi), tumpang tindih aturan di daerah (kabupaten/ kota dan provinsi), masalah lahan.

Dari 708 trilliun rupiah yang kami fasilitasi, sudah terselesaikan kurang lebih 410 triliun rupiah atau 58 persen dari total investasi mangkrak. Pertanyaannya apakah sejak awal tahun (Januari–Juli) ini tidak ada FDI yang masuk? Ada tetapi tidak maksimal, saya harus jujur sampaikan, yang kami maksi­malkan ini. Bahkan, sekarang ada tujuh perusahaan yang relokasi dari Tiongkok yang melakukan ekspan di Indonesia.

Apa ada cara lain?

Di aspek yang lain ialah kita mendorong PMDN. Kita tahu ketika FDI kita kurang masuk maka potensi dalam negeri kita harus maksimalkan. Caranya bagaimana, kita mencoba mendatangi setiap perusahaan yang berpotensi untuk melakukan ekspansi atau tetapi terhalangi proses-proses konstruksi atau realisasinya.

Kemudian, BKPM mendorong mereka untuk melakukan percepa­tan karena kondisi Covid ini kita tidak bisa lagi memakai rujukan dengan cara-cara yang lazim, harus di luar kelaziman semuanya. Jika ada masalah harus langsung disele­saikan. Ini yang bisa kita lakukan.

Di sisi lain BKPM sekarang men­dorong investasi kecil, tidak hanya investasi besar, termasuk UMKM karena mereka merupakan bagian dari investor. n erik sabini/P-4

Tampilkan Semua

Program Pelatihan Vokasi Informal Langsung Menyentuh Kebutuhan Industri

Selasa 4/8/2020 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Sektor pendidikan vokasi tidak hanya dilaksanakan melalui jalur pendidikan formal saja. Jalur nonformal pun bisa melakukan pendidikan vokasi, salah satunya melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).   Pelatihan oleh lajur...
Selengkapnya

Pemerintah Sedang Mempersiapkan Aplikasi ASN noRadikalisme

Senin 3/8/2020 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Radikalisme masih jadi ancaman bangsa Indonesia, selain korupsi, dan narkotika. Radikalisme bukan lagi sebatas isu tapi telah jadi ancaman nyata. Bahkan kini, paham radikalisme telah mulai merasuki lingkungan instansi negara, seperti...
Selengkapnya

Kalau Tidak Efektif, Percuma Saja Cepat–cepat Diproduksi

Sabtu 1/8/2020 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Virus korona jenis baru atau Sars-Cov-2 (Covid-19) diprediksi tidak akan hilang dalam waktu dekat. Dengan begitu, seluruh warga dunia harus mampu hidup berdampingan dan beradaptasi dengan virus tersebut. Untuk mendukung hal tersebut,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Muhammad Yusuf Ateh, Ak, MBA, CSFA: ”Saya Ingatkan, PEN Banyak Lubang”

Sabtu 1/8/2020 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia membuat pemerintah mengucurkan dana 695 triliun rupiah guna mencegah terus meluasnya penyebaran. Di sisi lain, kementerian keuangan juga mengatakan, belanja pemerintah pada semester II-2020 diperkirakan melonjak hingga 1.306,7 triliun rupiah. Sementara itu, untuk semester I belanja negara mencapai 668,5 triliun rupiah. Jadi pada akhir tahun, diperkirakan belanja pemerintah menjadi sekitar 1.975 triliun rupiah.

Angka-angka tersebut adalah uang rakyat dan jumlahnya sangat besar. Maka bila pengeluarannya tidak diawasi, bisa bocor di mana-mana. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menjadi salah satu pengawas penggunaan keuangan negara. Sesuai dengan Pasal 2 dan 3 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 192 Tahun 2014, BPKP bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan keuangan negara/daerah dan pembangunan nasional.

Maka, tanggung jawab BPKP sangat besar agar pembangunan berjalan baik, tidak terjadi penyimpangan anggaran. Lantas langkah seperti apa yang dilakukan Kepala BPKP, Muhammad Yusuf Ateh, dalam mengawasi pelaksanaan penggunaan anggaran sebesar itu demi Pemulihan Ekonomi Nasional. Wartawan Koran Jakarta Djati Waluyo berkesempatan mewawancarainya. Berikut kutipannya.

Terdapat begitu besar anggaran negara untuk pembangunan, pengatasan pandemi, dan pemulihan ekonomi. Bagaimana kesiapan Bapak sebagai pengawas?

BPKP memang sudah dari awal diamanahkan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pengawalan, pengawasan terhadap seluruh pengeluaran yang terkait dengan penanganan Covid-19 dan dampaknya. Hal ini mulai dari kesehatan, Jaring Pengaman Sosial (JPS) sampai dengan pemulihan dampak Covid-19. Yaitu bagaimana kita memulihkan ekonomi negara yang diatur dalam PP 23 2020. Isinya, BPKP memang diamanahkan untuk melakukan pengawasan internal atas pelaksanaan program pembangunan.

Konkretnya?

BPKP mengoordinasikan seluruh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Pertama-tama, kami memetakan risiko. Jadi, misalnya, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) memberikan bantuan segala macam, kami buatkan peta risikonya sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah. Kami ingatkan di sana banyak lubang. Memberi bantuan sosial kepada masyarakat ada risikonya. Misalnya, tidak tepat sasaran, tidak tepat waktu. Semua itu dipetakan dulu.

Dengan melihat berbagai risiko tersebut, kami lalu membangun sistem pencegahan supaya risiko-risio tersebut tidak terjadi. Begitu cara berpikirnya tugas pengawas, terutama BPKP. Jadi apa pun program pemerintah, termasuk progam PEN, sistem pengawasan kami, ada semua.

Lalu, sekarang seperti apa bentuk petanya?

Sudah ada semua. Seperti sekarang, pemerintah ingin memberikan bantuan modal ke Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tidak bankable (tidak fasih perbankan). Nah, untuk mereka ini, kami juga sudah membentuk petanya. Misalnya, soal data lokasi/daerah. Apakah nanti tepat sasaran. Lalu, siapa yang menerima. Itu semua kami buatkan petanya dulu.

Hal itu penting untuk membantu Kementerian Koperasi dan UKM supaya yang diinginkan Bapak Presiden memberi bantuan modal kepada para pedagang kecil, pengusaha-pengusaha ultra mikro ini, bisa terlaksana. Dengan begitu, ekonomi Indonesia harus pulih di kuartal III. Kita nanti akan menggerakkan seluruh APIP. Mereka akan di-briefing tingkat provinsi. Giliran selanjutnya, provinsi akan memberi briefing seluruh APIP kabupaten/kota. Kemudian semua bergerak mendata by name dan by address seluruh pengusaha kecil. Ini yang namanya mengawal.

Bagaimana operasionalnya pengawasan itu sendiri?


Kalau sudah praktik, misalnya, kami mengecek penyalurannya ke lapangan. Sampai tidak bantuan tersebut? Ada sembako, bantuan sosial tunai (BST), atau alat-alat kesehatan. Kita mengecek apakah semua sampai ke daerah tujuan? Kalau sampai, apakah jumlahnya cocok. Misalnya, dikirim lima, kok hanya sampai tiga. Di mana yang dua?

Jadi ini sudah mulai melihat langsung implementasinya. Sebab tadi, baru tingkat perencanaan audit. Sekarang sudah implementasinya. Ini untuk melihat apakah saat eksekusi, benar-benar sesuai antara perencanaan dan pelaksanaan. Kita mengecek, apakah ada uang yang tidak tersalur. Apakah ada yang tersalur ke tempat lain? Lalu bagaimana penyalurannya. Juga dicek apakah penyaluran bantuan sampai kepada target.

Kalau terjadi pelanggaran, apa langkah yang diambil?


Kalau terjadi seperti itu, kita perbaiki dan rekomendasikan untuk mengembalikan uangnya. Andai saja tidak mau mengembalikan uangnya, baru kita serahkan ke kejaksaan atau polisi. Tapi langkah ini tidak pernah kami publikasikan atau diramaikan. Banyak juga kejadian seperti itu, tetapi kita kerja diam, agar fokus, tidak ramai. Apalagi situasinya tengah pandemi seperti ini.

Dalam pengawasan yang berjalan, apakah ada temuan-temuan dari program-program penyaluran PEN tersebut?


PEN yang sudah keluar jalan kan pos-posnya banyak. Tapi belum seluruhnya berjalan. Yang berjalan baru ke UMKM. Saat ini, prosesnya sedang kita periksa dulu calon debiturnya benar atau tidak. Lantaran lagi proses, mungkin pekan depan mulai dibayarkan.

Lalu penjaminan modal sebelum ini dilakukan oleh Askrindo senilai 30 triliun rupiah yang di BRI, Mandiri, BNI, BTN. Bank-bank ini akan menyalurkan ke UMKM yang bankable. Untuk kehati-hatian, bank punya cara-cara tersendiri. Kami akan masuk kalau kelak terjadi kredit macet. Baru kita periksa.

Bansos menyalurkan dana yang amat besar. Apa pengawasan yang dilakukan BPKP agar peyaluran bansos terserap maksimal?


Bansos ini kan banyak, baik dananya, penerimanya, jenisnya, dan ada puluhan juta penerimanya. Maka, kuncinya ada di data yang terintegrasi. Karena data yang pertama kali dipakai adalah Data Terpadu Kesejahterahan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial di mana data ini dibangun tahun 2012. Mestinya, data tersebut setiap satu atau tiga bulan diperbarui (update).

Siapa yang harus meng-update?


Yang meng-update ya tentu daerah masing-masing. Daerah harus mengecek apakah ada orang/penerima yang sudah meninggal? apakah ada yang sudah naik kelas dari miskin menjadi kaya. Data seperti itu harus di-update. Tapi kenyataannya, banyak sekali daerah yang tidak pernah meng-update data. Lalu, dengan data yang tidak pernah diperbarui itu, tiba-tiba sekarang diperlukan. Karena data yang dipakai tidak pernah diperbarui, maka ketemulah orang yang sudah meninggal. Itu wajar. Masa, sudah delapan tahun (sejak 2012) tidak ada yang meninggal atau tidak ada yang naik kelas menjadi kaya.

Masalah data tidak diperbarui ini kenapa bisa terjadi?


Orang kita ini sebenarnya belum terlalu aware tentang data. Harusnya semua Pemda melakukan redata (mendata ulang). Jadi, ada pendataan ulang. Sebab ada saja yang dulu tidak terlalu miskin. Mereka ini sekarang masuk miskin karena terjadi pandemi. Makanya Pemda harus mendata semua. Kabupaten, kota, dan provinsi harus mendata lagi.

BPKP memiliki perwakilan di daerah. BPKP juga memegang data DTKS yang ada di kabupaten, kota, dan provinsi. Jadi, data tersebut bisa dipadukan. Setelah diaudit, 40 persen ada yang namanya masuk DTKS dan di provinsi. Kalau terjadi ganda (dobel) sebenernya tidak masalah, kalau semua ter-cover. Baru terjadi masalah, kalau ada yang menerima bantuan dobel (dua kali). Itu baru masalah. Lebih bermasalah lagi, kalau ternyata juga ada yang tidak kebagian.

Makanya, data itu bergerak terus di pemda. Sampe sekarang pun ada perubahan terus dan dipegang oleh setiap perwakilan di daerah. Makanya untuk Juli ini kita sepakat dengan Kemensos. Nanti kemensos akan mendata. Sedangkan bantuan tunai akan dilakukan bank-bank pemerintah (Himbara) dan kantor pos. Kami akan memberikan nama-nama ke daerah-daerah yang kami terima dari pusat lalu kami koordinasikan dengan para gubernur. Karena by name by address maka ini akan ter-cover 70 persen. Jadi, yang menerima kepala keluarga. Mudah-mudahan akan lebih tepat sasaran.

Apa kunci dari segala keberhasilan program ini?


Kuncinya di data. Makanya, BPKP sekarang mengumpulkan sseluruh data tersebut dari berbagai pihak. Nanti kalau itu sudah terlaksana, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kalau sudah dilakukan provinsi, sisanya dikerjakan daerah dengan BLT Dana Desa. Untuk saat ini, yang baru mau bergerak itu pemberian bantuan modal kerja. Menurut Bapak Presiden hal ini untuk mereka yang tidak terdaftar di bank.

Ada UMKM yang sudah bankable. Lalu bagaimana BPKP mengantisipasi UMKM macam itu, agar tidak menerima bantuan yang mestinya untuk UMKM yang unbankable?


Ya menggunakan data. Sebab data bank sudah ada. Kemungkinan data orang-orang ini masuk ke dalam data bansos, bukan data di bank. Nanti diidentifikasi langsung ke lapangan bersama-sama pemda, dinas UMKM, dan APIP. Pokoknya, kuncinya adalah data. Kalau data berantakan, ya akan kacau.

Bagaimana koordinasi antarlembaga dalam mengantisipasi penyelewengan dan data yang kurang tepat?


BPKP ada di perwakilan provinsi. Tapi memang tidak ada ada di kabupaten/kota. Selain itu, jumlah pegawai BPKP sedikit. Jadi, tentu saja dengan kondisi seperti ini yang meliputi hampir seluruh unsur masyarakat di seluruh wilayah Indonesia kita akan berkerja bersama-sama. Dari pengalaman, setiap saya selesai mem-briefing para perwakilan, biasanya mereka langsung gantian memberi pengarahan kepada APIP provinsi, kabupaten, dan kota. Mereka langsung berkoordinasi. Ini kita kondisikan seperti itu. Kita buatkan pedoman, lalu kita koordinasikan.

Saat ini kita berada di seluruh gugus tugas daerah. BPKP memang menjadi bagian di dalam gugus tugas daerah. Informasi-informasi termasuk data dari setiap perwakilan itu kita koordinasikan dengan seluruh daerah. Selain ada di satgas-satgas, petugas kami juga ada di Kemensos, Kemenkop dan UKM, serta Kemenkes, sehingga koordinasinya lancar. Makanya, kita tidak pernah terpisah. Kita masuk ke dalam menjadi satu.

Dari hasil pengawasan ini, apakah ada temuan yang harus segera ditangani sendiri oleh BPKP atau diserahkan kepada aparat?


Selama ini, kita dengan seluruh daerah membuat MoU. Misalnya, antara BPKP dan gubernur. Kemudian, dengan kejaksaan tinggi. Kita juga bisa melibatkan seluruh kejari untuk berkoordinasi dan bersinergi. Jadi, selama ini, kita berjalan bersama mereka setiap kali ke lapangan. Sejauh ini, setiap ada temuan selalu langsung ditindaklanjuti. Kita bilang, kalau kamu tidak perbaiki ini, ya akan berurusan dengan kejaksaan.

Sekarang kita berjaga di depan karena tidak mau uang sudah habis, baru kita periksa dan tangkap. itu percuma. Penjara juga penuh dan akan membuang-buang uang negara. Makanya, kita jagain sebelum kejadian. Jadi, kita sudah bilang kepada kejaksaan, kalau pelanggar tidak mau melaksanakan rekomendasi kita, urusannya dengan kejaksaan. Sampai saat ini, semua berterima kasih ketika kita koreksi. Malah sekarang belum mulai program, mereka sudah bertanya, apakah penyelenggaraannya sudah benar. Inilah yang namanya pengawalan dari depan agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Laporannya seperti apa?


Laporannya, pertama kepada menteri bersangkutan. Kalau belum audit, diberi (tanda) atensi.

Setiap ada atensi itu dilaporkan langsung?


Iya, langsung. Misalnya, untuk perwakilan di provinsi kepada gubernur. Demikian untuk kabupaten ke bupati, dan kota ke wali kota. Banyak surat atensinya. Jadi, atensi apa yang sudah ditemukan dan dikumpulkan ke daerah dilaporkan ke pusat setiap Jumat. Sampai kini ada ratusan atensi.

Misalnya ada daerah yang penyerapan anggarannya kurang, lalu bagaimana?


Ya, kita dorong langsung ke daerah melalui perwakilan ke bupati atau wali kota. Sebab uangnya sudah dikirim oleh pemerintah pusat. Ya, karena tadi, masalah data. Siapa yang dapat nih, ‘berantem’ dulu. Sebab tidak semua desa perlu bantuan tersebut karena sudah makmur.

Apa yang akan berdampak langsung ke pemulihan ekonomi?


Yang mungkin akan sangat berdampak adalah pemberian bantuan hibah modal kerja ini. Sebab penyerahanya akan mencakup orang. Uang tersebut akan banyak menggerakkan perekonomian masyarakat.

G-1

Tampilkan Semua

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Prof Drh Wiku Bakti Bawono Adisasmito, MSc, PhD : Tenaga Kesehatan Harus Kita Lindungi

Sabtu 25/7/2020 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
Penanganan wabah Covid-19 di Indonesia memasuki babak baru. Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) dan...
Selengkapnya

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E, M.M : Menegakkan Kedaulatan NKRI di Laut

Sabtu 18/7/2020 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
Adanya pelanggaran hukum yang terjadi di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia oleh negara lain dan krisis di laut Natuna Utara yang semakin mengarah pada konflik terbuka antara Tiongkok dan Amerika Serikat mengharuskan untuk meningkatkan...
Selengkapnya

Guru Besar Emeritus STF Driyarkara, Prof Dr Franz Magnis-Suseno, SJ : Konyol, RUU yang Bisa Mendorong Rakyat Kembali Meributkan Pancasila

Sabtu 11/7/2020 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bangsa ini tengah menghadapi banyak beban, utamanya pandemi Covid-19 dengan segala turunannya, seperti membuat orang di-PHK, ekonomi mandek, dan rakyat makin jatuh miskin. Namun, di tengah situasi seperti itu, sekarang masyarakat dibuat...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta