Koran Jakarta | October 16 2019
No Comments
Lingkungan Hidup

Ditjen Bea Cukai Kembalikan 9 Kontainer Limbah Plastik ke Australia

Ditjen Bea Cukai Kembalikan 9 Kontainer Limbah Plastik ke Australia

Foto : ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
TINJAU KONTAINER LIMBAH PLASTIK I Petugas memperlihatkan kontainer berisi limbah plastik di Terminal Peti Kemas Koja, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (18/9).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Direk­torat Jenderal Bea Cukai, Ke­menterian Keuangan, akan mengembalikan sembilan kontainer impor limbah plas­tik yang tercampur sampah dan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) ke negara asalnya, yakni Australia.

Pengembalian sampah seberat kurang lebih 135 ton itu merupakan bentuk tegas pemerintah atas maraknya impor plastik yang tercampur sampah dan limbah B3.

“Ini konsistensi pemerin­tah, sampah plastik kami akan reekspor,” ujar Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi, di Ter­minal Peti Kemas Koja, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (18/9).

Heru Pambudi mengatakan 135 ton sampah itu merupak­an bagian dari hasil peninda­kan terhadap tiga perusahaan PT HI, PT NHI, dan PT ART. Ketiga perusahaan tersebut merupakan penerima fasilitas kawasan berikat di wilayah Tangerang, Banten.

“Ketiga perusahaan terse­but kedapatan mengimpor limbah plastik tercampur sam­pah dan limbah B3, bahkan salah satu dari perusahaan tersebut mengimpor tanpa dilengkapi dokumen yang di­persyaratkan,” ujar Heru.

Pengiriman sampah plastik itu ke Australia akan dilakukan pada Kamis (19/9) menggu­nakan kapal yang sudah ber­sandar di Pelabuhan Tanjung Priok. “Sembilan (kontainer) ini adalah kontainer yang be­rasal dari Australia dan sudah diajukan dokumen pengem­baliannya 12 September ke­marin dan akan dikapalkan 19 September,” kata Heru.

Kesembilan kontainer sampah plastik ini merupak­an bagian dari 102 kontainer sampah plastik yang sebelumnya diimpor oleh tiga pe­rusahaan untuk keperluan industri pengolahan plastik. Saat Bea Cukai Tangerang bersama Kementerian Ling­kungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan pemerik­saan bersama tanggal 14, 15, dan 29 Agustus 2019, 23 kon­tainer di antaranya terkon­taminasi sampah/limbah B3.

Oleh karena itulah, direko­mendasikan 23 kontainer sam­pah plastik itu dikembalikan ke negara asal. Rinciannya, Aus­tralia (13 kontainer), Amerika Serikat (tujuh kontainer), Span­yol (dua kontainer), dan Belgia (satu kontainer), sementara 79 lainnya dinyatakan bersih dan diberikan izin untuk dipakai sebagai bahan baku.

Tanpa Biaya

Pengembalian sampah plastik sisanya akan dilakukan secara bertahap. Heru memas­tikan, negara tidak sama sekali menanggung biaya ekspor kembali sampah-sampah plas­tik itu. “Biaya ditanggung perusahaan yang impor,” kata dia.

Indonesia menjadi negara terbaru di Asia Tenggara yang mengembalikan sampah im­por setelah Malaysia berjanji bakal mengirim ratusan ton sampah plastik Mei lalu. Filipi­na sudah memerintahkan ber­ton-ton sampah impor yang berada di pelabuhan mereka untuk dikirim balik ke Kana­da, dan sempat memanaskan hubungan dua negara.

Selama bertahun-tahun, Tiongkok menerima seba­gian besar plastik besar dari seluruh dunia. Namun sejak tahun lalu, mereka menutup pintu demi membersihkan lingkungannya. Sejak saat itu, sampah dalam jumlah besar dilaporkan dialihkan ke negara Asia Tenggara. Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment