Dua Hakim PN Jaksel Divonis 4,5 Tahun | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments
Sidang Penyuapan - Permintaan Iswahyudi Ditempatkan di Lapas Yogyakarta Ditolak

Dua Hakim PN Jaksel Divonis 4,5 Tahun

Dua Hakim PN Jaksel Divonis 4,5 Tahun

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Perbuatan kedua terdakwa hakim PN Jaksel merima suap tidak mendukung semangat dan upaya pemerintah memberantas tindak pidana korupsi.

JAKARTA – Sebanyak dua hakim Pengadilan Negeri Ja­karta Selatan (PN Jaksel) yaitu R Iswahyu Widodo dan Irwan di­vonis 4,5 tahun penjara. Mereka dinilai terbukti menerima suap sejumlah 150 juta rupiah dan 47.000 dollar Singapura, senilai total 680 juta rupiah.

“Menyatakan terdakwa I R Iswahyu Widodo dan terdakwa II Irwan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Menjatuh­kan pidana dengan pidana pen­jara selama 4 tahun dan 6 bulan ditambah denda masin-masing 200 juta rupiah yang bila tidak dibayar diganti pidana kurun­gan selama 2 bulan,” kata ketua majelis hakim, Ni Made Sudani, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (11/7).

Vonis tersebut lebih rendah dibanding dengan tuntutan jak­sa penuntut umum (JPU) KPK yang meminta agar R Iswahyu Widodo dan Irwan divonis 8 ta­hun penjara ditambah denda 200 juta rupiah subsider 4 bulan kurungan.

Putusan yang diambil oleh majelis hakim Ni Made Sudani, M Arifin, Rustiono, Agus Salim, dan Titi Sansiwi itu berdasarkan dakwaan primer Pasal 12 huruf c jo Pasal 18 UU No 31 sebagai­mana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberan­tasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak men­dukung semangat dan upaya pemerintah untuk memberan­tas tindak pidana korupsi. Per­buatan terdakwa telah men­coreng wibawa pengadilan. Hal yang meringankan, sopan, belum pernah dihukum, punya tanggungan keluarga dan sudah mengabdi selama 30 tahun,” kata anggota majelis hakim Rus­tiono.

Tolak Permintaan Terdakwa

Majelis hakim juga menolak permintaan Iswahyudi untuk ditempatkan di Lapas kelas 2 Yogyakarta. “Mengenai per­mintaan terdakwa 1 Iswahyu Widodo dieksekusi ke Lapas ke­las II Yogyakarta, terhadap per­mohonan tersebut, tidak dapat dipertimbangkan karena bukan kewenangan majelis hakim,” ungkap hakim Rustiono.

Suap tersebut diterima kedua hakim untuk mem­pengaruhi putusan perkara perdata mengenai gugatan pembatalan perjanjian antara CV Citra Lampia Mandiri (CLM) dan PT Asia Pacific Mining Re­sources (APMR).

Iswahyu Widodo, Irwan serta Achmad Guntur men­jadi majelis hakim yang mena­ngani perkara perdata No 262/ Pdt.G/2018 PN JKT.SEL dengan penggugat pemilik PT CLM Is­rullah Achmad dan direktur PT CLM Martin P Silitonga dengan pengacaranya Arif Fitrawan melawan tergugat PT APMR, dirut PT CLM Thomas Azali dan notaris Suzanti Lukman.

Arif Fitrawan pada Juli 2018 meminta bantuan Muham­mad Ramadhan yaitu panitera pengganti PN Jakarta Timur yang lama bertugas di PN Jak­sel untuk mengurus ke majelis hakim. Seminggu sebelum pu­tusan sela, Ramadhan mene­mui Iswahyu Widodo dan Irwan yang sedang makan malam dan menyampaikan ada yang mau mengurus perkara agar dibantu.

Ramadhan lalu memberi­tahu hasil pertemuan kepada Arif Fitrawan yang intinya majelis hakim bersedia mem­bantu dengan syarat disiapkan uang 200 juta rupiah untuk pu­tusan sela dengan peruntukan 150 juta rupiah untuk majelis hakim, 10 juta rupiah untuk pa­nitera dan 40 juta rupiah dibagi dua untuk Ramadhan dan Arif Fitrawan, sedangkan putusan akhir disiapkan uang 500 juta rupiah.

Uang diserahkan secara ber­tahap yaitu pada 31 Juli 2018 diserahkan Arif Fitrawan seni­lai 200 juta rupiah kepada M Ramadhan di parkiran masjid STPDN Cilandak Ampera Jak­sel. Selanjutnya Ramadhan menemui Irwan di parkiran Ke­mang Medical Center lalu me­nyerahkan uang 150 juta rupiah kepada Irwan, lalu Ramadhan kembali menemui Arif Fitrawan yang menunggu di kafe dan me­nyampaikan uang sudah dis­erahkan kepada majelis hakim.

Setelah menerima uang, Ir­wan mengajak Iswahyu Widodo makan malam dan Iswahyu Widodo meminta Irwan men­gambil sebesar 40 juta rupiah dan sisanya untuk dirinya.

ola/Ant/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment