Dua Siswi SMP Disiram Cairan Kimia hingga Terluka | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments
Tindak Kriminalitas

Dua Siswi SMP Disiram Cairan Kimia hingga Terluka

Dua Siswi SMP Disiram Cairan Kimia hingga Terluka

Foto : ANTARA
LUKA SERIUS | Seorang siswi SMP terluka cukup parah setelah disiram cairan menyerupai air keras oleh orang tak dikenal ketika pulang sekolah, Selasa (5/11).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Kepolisian Sek­tor (Polsek) Kebon Jeruk, Ja­karta Barat, masih memburu pelaku penyiraman cairan kim­ia terhadap dua siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Jalan Kebon Jeruk Raya, Jakarta Barat, Selasa (5/11) petang. Se­lain mengejar pelaku, polisi te­ngah menyelidiki jenis cairan kimia yang melukai dua siswi SMP tersebut.

Kapolsek Kebon Jeruk, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Erick Sitepu, menegaskan cairan yang melukai dua siswi SMP bukanlah air keras setelah sampel cairan tersebut ke pu­sat laboratorium dan forensik (Puslabfor) Polri.

“Satu orang pelaku ciri-ciri sudah didapat dan akan diseli­diki untuk kepastian. Itu bukan air keras, kalau air keras itu kan ini dia melepuh. Ini enggak, ba­junya tidak kebakar gitu. Justru korban malah lukanya iritasi, luka bakar ringan. Setelah ke RS (rumah sakit), dia ke polsek, malah buat laporan,” kata Erick, saat dikonfirmasi Rabu (6/11).

Erick mengatakan kedua siswi tersebut disiram dengan cairan kimia saat pulang keg­iatan ekstra kurikuler (ekskul) di selokah. Salah satu korban bernama Aurel mengalami luka cukup serius di bagian bahu, ta­ngan, dan badan setelah terke­na cairan kimia itu. Rekannya, Prameswari, mengalami luka bakar ringan di bagian tangan.

Setelah menyiramkan cai­ran kimia kepada dua korban, pelaku langsung melarikan diri. Prameswari sebelumnya menduga bahwa pelaku hanya menyiramkan air biasa. Na­mun setelah berapa lama, kor­ban merasakan kulitnya panas. “Awalnya kami enggak ngerasa apa-apa, cuma basah aja. Tapi setelah itu, kayak ngerasa ke­ring terus kebakar kayak kena cairan lilin panas, terus pada kaku,” kata Prameswari. jon/P-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment