Koran Jakarta | July 22 2019
No Comments
Strategi Bisnis

Emiten SOSS Akan Buka Tiga Kantor Operasional

Emiten SOSS Akan Buka Tiga Kantor Operasional

Foto : ANTARA/AUDY ALWI
Pendapatan SOSS Tumbuh - Direktur Utama PT Shield-On Service Tbk (SOSS) Herman Julianto (keempat kiri) bersama komisaris dan direksi usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Rabu (26/6). Selama kuartal pertama 2019 penjualan perseroan yang bergerak dalam bidang penyedia jasa keamanan, perawatan gedung, sumber daya manusia dan manajemen parkir, telah tumbuh sebesar 40 persen.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT Shield-On Service Tbk (SOSS) pada tahun ini menargetkan penjualan sebesar 1,1 triliun rupiah dengan tingkat laba bersih sekitar 2-3 persen dan laba kotor di kisaran 14-15 persen. Adapun pendapatan sepanjang tahun 2018 sebesar 897 miliar rupiah dengan tingkat laba bersih dan kotor masing-masing 12 persen dan 2 persen.

Guna mencapai target tersebut, Perseroan membuat beberapa strategi di antaranya peluncuran aplikasi SOS Think Clean, pembukaan kantor operasional baru, ekspansi SOS academy, dan fokus pada sektor perkebunan dan pertambangan. Direktur Shield-On Service, Prasetyo Wibowo, mengatakan untuk pembukaan kantor operasional baru akan didukung oleh kantor cabang pembantu yang tersebar di seluruh Indonesia sekitar 135 kantor cabang pembantu.

“Tahun ini kita akan merambah ke Sulawesi ada dua di Makassar dan Manado, kemudian Kalimantan di Balikpapan. Sedangkan di Indonesia bagian barat itu ada di Palembang,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (26/6).

Hingga saat ini Perseroan telah memiliki jaringan kantor operasional di 14 kota besar meliputi Jakarta sebagai kantor pusat, 5 kantor operasional di Pulau Jawa dan Bali, 5 kantor operasional di Pulau Sumatera, serta 3 kantor operasional di Kalimantan dan Sulawesi. Melalui pembukaan kantor operasional baru tersebut maka akan menambah pendapatan emiten alih daya ini.

Saat ini, 80 persen pendapatan Perseroan berasal dari Pulau Jawa. Oleh karena itu, Perseroan ingin meningkatkan pendapatan di luar Pulau Jawa. Adapun alokasi belanja modal (capital expendicture/capex) untuk itu tidak ada secara spesifik.

Hal ini lantaran Perseroan adalah perusahaan jasa yang sifatnya padat karya dan bukan padat modal. “Jadi untuk buka kantor cabang itu kita tidak perlu investasi lebih. Kita hanya perlu ruko atau tempat yang cukup menampung beberapa karyawan. Kita tidak ada investasi di mesin dan lainlain,” jelas dia.

 

Pengembangan Usaha

 

Sekretaris Perusahaan Shield-On Service, Vanni Abundan, menambahkan Perseroan pada tahun ini fokus pada pengembangan usaha di sektor perkebunan dan pertambangan. Alasannya, karena di kedua sektor tersebut menyediakan jasa keamanan (security) yang sifatnya adalah sebagai perlindungan aset.

“Dari segi marjin Perseroan akan lebih diuntungkan jika kita lebih banyak bisa merambah ke sektor perkebunan dan pertambangan,” ujar Vanni. Prasetyo Wibowo menjelaskan masuknya ke sektor perkebunan dan pertambangan karena tidak semua industri outsourching itu mampu menangani perkebunan dan pertambangan.

Bahkan ketika Perseroan masuk ke wilayah Kalimantan itu sangat luas. “Personilnya kita latih khusus,” ucapnya. Hingga kuartal I-2019, penjualan SOSS tercatat tumbuh 40 persen, dibandingkan periode sama tahun 2018, sehingga Perseroan optimistis untuk dapat mencapai target penjualan 1,1 triliun rupiah. Adapun CAGR sebesar 14 persen pada tahun 2023. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment