Empat JPO Sudirman Difasilitasi “Lift” | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments
Fasilitas Umum

Empat JPO Sudirman Difasilitasi “Lift”

Empat JPO Sudirman Difasilitasi “Lift”

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Empat Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Jend Sudirman akan dire­vitalisasi. Kempat JPO ini akan diperlebar dan difasilitasi lift untuk memudahkan akses bagi penyandang disabilitas dan lanjuta usia (lansia).

“Rencananya, JPO yang di depan Le Meridien, daerah karet itu akan dikasih lift. Ada empat JPO yang akan dikasih lift, yakni JPO dari Semanggi ke utara itu, nanti itu termasuk Le Meridien yang mungkin depan Atmajaya dan satu lagi Dukuh Atas itu,” ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, di Jakarta, Senin (11/11).

Menurutnya, pengguna JPO di empat titik ini cukup tinggi. Terlebih, saat ini telah berop­erasi subway, Moda Raya Ter­padu (MRT) dari Lebak Bulus ke Bundaran Hotel Indonesia. Pelebaran jembatan ini, katan­ya, sangat diperlukan untuk me­mudahkan akses pejalan kaki.

Kan demand-nya tinggi, ke­mudian strukturnya memang agak goyang. Jadi kita perkuat strukturnya sekalian kita leb­arkan. Nanti lebarnya dari 2,5 menjadi 5 meter,” katanya.

Meski demikian, akunya, be­berapa JPO di jalan Sudirman ini tidak akan sepenuhnya diperlebar dan dilengkapi lift. Menurutnya, penataan JPO itu akan dilengkapi juga dengan pencahayaan kota agar lebih artistik dan modern.

Hari menegaskan, penataan kembali empat JPO ini akan dimulai pada akhir November nanti dan ditargetkan selesai Maret 2020. Revitalisasi JPO di Jalan Sudirman ini, tegasnya, akan menggunakan dana kom­pensasi Koefisien Luas Bangu­nan (KLB) dari pengembang.

Wakil Ketua DPRD DKI Ja­karta, Zita Anjani mendorong agar revitalisasi JPO di Jakarta bisa memfasilitasi semua ka­langan masyarakat atau gender responsif. Saat ini, akunya, JPO di Jakarta tidak layak untuk pe­rempuan hamil, lansia hingga penyandang disabilitas.

Jembatan Terbuka

Pemerhati perkotaan Uni­versitas Trisakti, Nirwono Joga menyayangkan adanya pem­bukaan atap JPO. Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Ja­karta lebih mementingkan es­tetika daripada fungsi JPO itu untuk pejalan kaki.

“Sebaiknya JPO itu ada atap­nya untuk menyesuaikan mu­sim dan cuaca di Jakarta, seben­tar lagi sudah masuk musim hujan, apa akan ada yang mau menyeberang Dengan JPO ter­buka tersebut,?” kata Nirwono.

Dia menilai alasan Pem­prov DKI merevitalisasi JPO Sudirman tidak logis karena tidak memperhitungkan faktor perubahan cuaca. Meski demi­kian, dia tetap mengapresiasi usaha Pemprov DKI yang ingin melakukan penataan untuk JPO Sudirman.

“Dengan keterbatasan anggaran DPRD merevital­isasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang masih layak pakai untuk dipercantik. Lebih baik diutamakan dana ang­garan yang terbatas itu digu­nakan untuk memperbaiki JPO yang masuk kategori merah (rusak) dulu, demi keselama­tan pejalan kaki lainnya,” kata akademisi Universitas Trisakti itu. pin/P-5

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment