Federer Terancam Tersingkir Cepat dari ATP Finals | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 6 2019
No Comments

Federer Terancam Tersingkir Cepat dari ATP Finals

Federer Terancam Tersingkir Cepat dari ATP Finals

Foto : AFP/ADRIAN DENNIS
A   A   A   Pengaturan Font

Kekalahan di laga pertama melawan Dominic Thiem membuat Roger Federer terancam tersingkir cepat dari ajang ATP Finals. Agar tak terulang tragedi di 2008, Federer harus menang melawan Matteo Berrettini.

LONDON - Roger Federer mengatakan ia tidak boleh lagi melaku­kan kesalahan jika ia ingin menghindari ters­ingkir lebih awal pada ATP Finals setelah kalah dalam pertandingan grup per­tamanya melawan Dominic Thiem, Minggu (10/11) waktu setempat.

Petenis berusia 38 tahun asal Swiss yang sedang mengejar gelar ketujuh pada even terse­but, namun yang pertama sejak 2011, kesulitan untuk mengata­si permainan agresif Thiem saat ia kalah 5-7, 5-7.

Hanya sekali dalam 16 penampilan sebelum­nya Federer tidak ber­tahan dalam fase grup pada 2008, dan untuk menghindari terulang lagi, ia harus mengalahkan petenis Italia, Matteo Berret­tini pada Selasa (12/11) dan kemungkinan besar Djokovic pada Kamis (14/11).

Djokovic, yang bertujuan merebut kembali peringkat nomor satu pada akhir tahun dari Rafael Nadal, mengalah­kan debutan Berrettini 6-2, 6-1 pada pertandingan pembuka nomor tunggal, Minggu, di O2 Arena.

Thiem dengan konstan menekan Federer dan mematah­kan servisnya saat kedudukan 5-5 pada masing-masing set untuk meraih kemenangan ke­tiganya atas petenis Swiss itu tahun ini. “Perkiraan saya, ini turnamen yang normal sejak dari sini ke depan,” kata juara 20 kali Grand Slam Federer, yang kalah oleh Djokovic da­lam final Wimbledon yang epik Juli lalu.

“Tidak boleh kalah sama sekali untuk saya. Begitulah setiap pekan dalam setahun selama 20 tahun terakhir, jadi dari sudut pandang itu tidak ada yang baru di sana.”

Tanda bahaya sudah ada sejak service game pertama Fe­derer yang lepas dan meskipun ia bangkit secara mengesankan ia goyah pada kedudukan 5-5 ketika Thiem membuat dia melakukan kesalahan.

Federer mendapat du­kungan mayoritas penonton di arena yang penuh sesak, tetapi berusaha sekuat tenaga, dia ti­dak bisa menemukan permain­an terbaiknya pada set kedua, sehingga Thiem kembali men­dominasi reli dari baseline.

Thiem, yang telah berkem­bang tahun ini sejak menyewa pelatih Nicolas Massu setelah awal yang lambat pada musim ini, mematahkan servis lagi pada kedudukan 5-5, meski­pun Federer berjuang keras dan memiliki satu poin untuk menjadikan set tersebut tie­break, ia tidak mampu memba­likkan keadaan.

Menyikapi kemenangannya ini, Thiem menuturkan sudah memberikan permainan mak­simal mengingat lawan yang ia hadapi merupakan salah satu petenis terbaik.

“Secara umum ini ada­lah kemenangan yang sangat menyenangkan. Maksudku, setiap kali bermain melawan­nya adalah suatu kehormatan besar. Mengalahkannya ada­lah hal baik, dan terutama di arena ini, dimana dia biasanya bermain sangat bagus,” tutur Thiem menyikapi kemenangannya ini, dilansir atptour.com, Senin (11/11).

Thiem memperpanjang rekornya menjadi 5-2 atas Federer dalam catatan pertemuan ATP mereka, termasuk tiga ke­menangan tahun ini.

Hadapi Djokovic

Thiem akan menghadapi Djokovic pada Selasa. Djokovic sendiri memulai usahanya me­raih gelar keenam ATP Finals dengan mengalahkan petenis Italia Matteo Berrettini 6-2, 6-1 dalam tempo 64 menit pada pertandingan pembuka Grup Bjorn Borg.

Kemenangan ini membuat Djokovic berada 440 poin di belakang Rafael Nadal dalam usahanya menjadi nomor satu di ATP Ranking. Petenis Serbia itu harus mencapai final untuk kesempatan menjadi nomor satu pada akhir tahun untuk keenam kalinya yang akan menyamai rekor Pete Sampras (1993-98).

Sementara itu Nadal akan membuka laga pertamanya dengan menghadapi juara bertahan Alexander Zverev di Grup Andre Agassi pada Senin petang.

Djokovic yang berusia 32 tahun telah menyusun rekor pertandingan 54-9 tahun ini, termasuk lima gelar tingkat tur pada Australia Open dan Wim­bledon, dua turnamen ATP Mas­ters 1000 di Madrid Open dan di Paris Masters baru-baru ini, di­tambah satu gelar level ATP 500 di Japan Open. AFP/S-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment