Koran Jakarta | August 19 2019
No Comments
Strategi Bisnis - Pada 2022, Pasar Jual Beli “Online” Akan Tumbuh Delapan Kali Lipat

GoPay-JNE Kolaborasi Bantu UMKM

GoPay-JNE Kolaborasi Bantu UMKM

Foto : ANTARA/Muhammad Adimaja
VP of Marketing JNE, Eri Palgunadi (kiri) berbincang bersama Head of Offline Payments GoPay, Ardelia Apti (kanan) pada acara kerjasama antara GoPay dan JNE di Jakarta, Selasa (13/8/2019).
A   A   A   Pengaturan Font
Kehadiran GoPay di semua kantor JNE di seluruh Indonesia memudahkan UMKM dalam bertransaksi pengiriman barang.

JAKARTA – Layanan uang elektronik, GoPay milik PT Dompet Anak Bangsa, anak usaha PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Go-Jek), bersama dengan perusahaan logistik PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) berkolaborasi membantu pedagang dalam jaringan (daring) atau online termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempermudah transaksi pengiriman barang.

“Melalui kolaborasi, kita bisa bersama-sama membangun ekosistem yang kuat dan memberikan dampak sosial ke masyarakat yang lebih luas. Kerja sama GoPay dan JNE ini, kami berharap pelaku UMKM terutama pedagang online merasakan manfaat pembayaran nontunai sehingga ke depan perekonomian mereka pun juga ikut terbantu,” ujar Head of Offline Payments GoPay, Ardelia Apti, di Jakarta, Rabu (13/8).

Ia mengatakan ekonomi digital yang dijalankan oleh para pedagang daring memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan sektor logistik dan begitu pula sebaliknya, industri jasa logistik sangat membantu para pedagang online termasuk UMKM menjangkau pelanggan yang lebih luas.

“Sejalan dengan semangat kami untuk membantu memaksimalkan potensi UMKM, kami berharap kehadiran GoPay di semua kantor JNE di seluruh Indonesia bisa semakin memudahkan mereka dalam bertransaksi pengiriman barang,” ujarnya.

Ia menambahkan dengan kemudahan dalam bertransaksi maka terbuka peluang bagi pedagang untuk meningkatkan skala bisnis. “Mereka pun bisa semakin terbiasa memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya,” ucapnya. Berdasarkan laporan McKinsey, ia mengemukakan, pada tahun 2022 mendatang pasar jual beli online akan mengalami pertumbuhan sebesar delapan kali lipat dibandingkan tahun 2017, dan penjualan dari sektor jual beli secara daring diproyeksikan bisa mencapai 40 miliar dollar AS atau sekitar 572,92 triliun rupiah (kurs 14.423 rupiah per dollar AS).

Menurut Ardelia Apti, salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut di Indonesia adalah peningkatan partisipasi pelaku UMKM di pasar digital, menciptakan ekosistem di mana konsumen bisa memiliki lebih banyak pilihan produk serta opsi Iayanan pengiriman yang dapat diandalkan.

Sementara itu, VP of Marketing JNE, Eri Palgunadi, mengatakan pihaknya selalu berupaya untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat dan menjangkau semua kebutuhan pelanggan. “Dengan kolaborasi ini, pelanggan JNE bisa melakukan transaksi untuk pengiriman paket menggunakan GoPay di semua titik layanan JNE di seluruh Indonesia,” katanya. Sedianya, pelanggan JNE yang melakukan pembayaran menggunakan GoPay bisa menikmati promo cashback sebesar 5.000 rupiah.

 

Standar Kode

 

Pada kesempatan itu, Ardelia menyatakan GoPay siap mengimplementasikan standar kode respons cepat (QRIS) Bank Indonesia sebagai acuan pembayaran digital. “Kami siap implementasi QR code sesuai standar BI. Kami mendukung kebijakan regulator karena tujuannya untuk meningkatkan daya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan melalui QRIS, sistem pembayaran akan dapat digunakan lintas layanan dan terkoneksi dari berbagai perusahaan penyelenggara. Pihaknya juga tidak khawatir penerapan QRIS akan menggerus pasarnya yang selama ini sudah dibangun.

“Pertumbuhan kita (GoPay) tidak bergantung pada monopoli, tetapi ditopang dengan memperbanyak rekan usaha dan fitur baru,” katanya. Penerapan QRIS akan membuka ruang untuk berkompetisi, baik untuk penyelenggara besar maupun kecil. 

 

Ant/ers/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment