Koran Jakarta | October 16 2019
No Comments

Interior Alam di Dalam Gedung

Interior Alam di Dalam Gedung

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Tinggal di dalam gedung bukan berarti menghilangkan imajinasi tentang alam. Nuansa alam dapat dihadirkan melalui interior ruang. Alhasil, manusia pun seolah tidak terpisah dengan alam meskipun hanya melalui interior ruang.

Cara tersebut dilakukan untuk mendesain kantor Slack, sebuah perusahaan teknologi yang menawarkan alat berbasis cloud.

Dengan interior yang mengusung nuansa alam masuk ke dalam ruang, perusahaan menghilangkan hakekat kehidupannya, yaitu hubungan manusia dan alam. Para pekerja di dalam diajak untuk menyatu dengan alam meskipun dalam bentuk imaginasi. StudioO+A, sebuah studio desain interior yang berbasis di San Fransisco dipercaya untuk mendesain kantor seluas 27.871 meter persegi yang terletak di pusat kota di San Fransisco, Amerika Serikat.

Dalam mendesain, Studio O+A mengambil inspirasi dari Stewart Butterfield, CEO Slack yang kerajingan berjalan kaki dan menghabiskan waktu di hutan belantara.

Desain yang telah di daftarkan untuk Dezeen Award 2019 secara khusus mengacu pada beragam lanskap Pasific Crest Trail, jalur sepanjang 4,270 kilometer, yang membentang dari California ke British Columbia. Pada setiap lantainya diberi tema topografi, dimulai dengan dataran gurun di lantai pertama dengan puncak gunung di tingkat atasnya.

“Kosnep O+A adalah untuk menciptakan evokasi dari lantai ke lantai dan mengubah perjalann naik lift menjadi perjalanan virtual dari Baja ke Pasific Barat Laut,” ujar tim desain interior seperti dilansir dari portal dezeen. Idenya tidak hanya melihat tipografi dan botani tetapi juga untuk menangkap kesamaan antara mendaki di jalan setapak di hutan belantara dengan bekerja.

Pengalaman menikmati interior dimulai dari lobi yang dianggap sebagai base camp. Para pekerja dapat di duduk di tempat duduk segi tiga yang mengingatkan pada tenda.

Masuk dalam beberapa tingkat berikutnya, para penghuni gedung akan diajak untuk menikmati sentuhan akhir desain interior bertemakan gurun.

Bentuknya diwujudkan dalam visual kaktus di dalam pot, balok terakota maupun furnitur dalam warna kalem. Sementara, perlengkapan cahaya digunakan untuk mengambil cahaya untuk menumbuhkan rasa malam hari di gurun.

Pada setiap lantai, ada pengalaman tak terduga sepertihalnya menjelajah hutan belantara disertai dengan kejutan-kejutan malam penuh bintang. Selain itu, ada instalasi dinding yang mereplikasi topografi Danau Tahoe.

Selain atmosfernya bersahaja, tim interior memastikan kondisi kerja yang fleksibel.Pekerja juga memiliki akses ke berbagai fasilitas khusus termasuk lounge teh, taman maupun lounge lantai atas dengan fasilitas bir keran.

Dengan tanpa mengurangi kebutuhan kerja, interior bernuansa alam berupaya tidak memisahkan manusia dengan alamnya meskipun berwujud interior. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment