Interior Minimal untuk Ruang Terintegrasi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments

Interior Minimal untuk Ruang Terintegrasi

Interior Minimal untuk Ruang Terintegrasi

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Interior minimal dapat menghasilkan ruang yang saling berkesinambungan satu dengan lainnya. Interior tersebut juga mampu memecah ruangan yang terkesan abstrak menjadi lebih sederhana.

Seperti Shimpei Oda dan Tetsuya Tanji, arsitek dari Jepang tersebut, hanya melakukan perubahan kecil untuk unit kantor yang belum selesai di Nara, sebuah kota di Jepang. Pengerjaan kantor yang belum selesai diubah menjadi studio desain.

Intervensi yang dilaukan keduanya adalah menambah partisi baru yang membungkus dua sudut. Di bagian belakangnya duo arsitek yang memimpin Shimpei Oda Architect Office dan Atelier Loowe ini membuat dapur kecil, fasilitas kamar mandi dan sejumlah rak penyimpanan kecil.

Untuk permukaan dinding dan langit-langit dihiasi dengan cross bracing baja dan detail gaya industri lainnya. Upaya tersebut dilakukan supaya desain sama persis dengan desain sebelumnya.

Oda mengatakan dinding yang bagian dalam papan semen yang diekstrusi atau pembuatan dengan penampang tetap dan langit-langit beton menjadika ruang internal aslinya tidak lengkap.

“Namun dengan tekstur yang unik, itu adalah ruang dengan pesona tersendiri,” ujar Oda seperti yang dilansir dari dezeen, portal arsitektur dan desain interior. Dinding partisi berbentuk L baru dicat dengan abu-abu lembut yang melengkapi permukaan yang ada.

Sementara untuk pintu, satu pintu di sisi mengarah ke kamar mandi, sedangkan dapur yang berada di belakang dipasang pintu ganda. Ketiga pintu dicat abu-abu dipangkalan namun nada asli dan tektur kayunya dibiarkan terbuka di bagian atas.

Sistem warna dua nada ini masih berlanjut ke ruang-ruang di belakang termasuk di atas cermin di kamar mandi. Oda mengambarkan sebagai referensi nama studio yaitu Panda.

Ternyata, pintu yang memiliki garis vertikal memiliki keuntungan, terutama untuk menghubungkan satu ruang dengan lainnya. “Dengan pintu yang terbuka penuh, garis vertikal dan warna interior dicat menghubungkan dengan pintu dan mengintegrasikan fungsifungsi ke ruang utama,” ujar arsitek.

Dari sisi fungsional, desain ruang tersebut memudahkan untuk mengecat ulang bagian bawah. Bagian yang biasanya banyak terdapat kotoran maupuan keausan lantaran lamanya penggunaan.

Bagian minimal lainnya diwujudkan melalui sistem pencahayaan yang terintegrasi melalui bingkai kayu dan baskom kamar mandi yang terhubung langsung oleh pipa air. “Desain terbaru bertujuan untuk menciptakan ruang yang berkesinambungan dengan area yang abstrak,” ujar dia. din-E-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment