Koran Jakarta | September 18 2019
No Comments
Mobil Listrik

Jakpro Tunggu Kesepakatan untuk Garap Formula E

Jakpro Tunggu Kesepakatan untuk Garap Formula E

Foto : ISTIMEWA
Dwi Wahyu Daryoto, Dirut Jakpro
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Badan Usaha Mi­lik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), masih menunggu kesepakatan awal (Head of Agreement/HoA) untuk segera menindaklanjuti proyek balap formula E di Ja­karta.

Head of Agreement yang merupakan langkah pertama dari langkah-langkah perjanji­an selanjutnya sebagai pengikat secara legal kepada pihak-pihak terkait, dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai pemberi kuasa pada Jakpro sebagai pe­ngelola dan tuan rumah acara, dengan FIA sebagai pemilik hak paten balapan.

“Karena itu, kami belum bisa membuat detail rencana karena semua infrastruktur dari mulai pagar, keamanan dan lainnya itu hak paten-nya mereka, jadi jangan bilang ‘Jakpro belum membuat detail rancangan­nya, karena memang belum mendapatkannya,” kata Dirut Jakpro Dwi Wahyu Daryoto di Jakarta, Sabtu (17/8).

Dwi mengatakan nantinya ketika HoA ditandatangani an­tara FIA (Federasi Otomotif Internasional) dan Pemprov DKI Jakarta barulah pi­haknya akan segera menindaklanjuti penunjukan tugas itu.

Namun Dwi mengharapkan kepastian yang lebih cepat mengingat beberapa je­nis infra­struktur harus dike­but. “Nah yang perlu diketahui, overlay aspal itu harus selesai Bulan Maret, kalau balapan di­laksanakan Bulan Juni. Karena aspal itu harus dua bulan sebe­lum event utama, sehingga gak ngelupas. Karena kecepatannya hampir 300 km/detik,” ujarnya.

Menyusul penunjukan itu, Dwi mengatakan pihaknya te­lah mengajukan Penyertaan Modal Daerah (PMD) da­lam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Pri­oritas Plafon Anggaran Se­mentara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Ja­karta tahun 2020.

Anggaran yang diajukan oleh Jakpro terse­but sebesar 305,2 mil­iar rupiah dengan rincian:- Pre FS dan R&D sebesar Rp5 miliar, Civil work dan pem­buatan jalan raya sebesar Rl122 miliar, Dinding dan pagar sebe­sar 48 miliar rupiah, pembuatan trek dan jalur balap sebesar 67,2 miliar rupiah, Layanan umum seperti keamanan, pember­sihan, pengelolaan sampah, manajemen lalu lintas, dan layanan parkir sebesar10 miliar rupiah, honor untuk tim pelak­sana lokal sebesar 6 miliar ru­piah, biaya lain yang belum ter­duga sebesar 25 miliar rupiah Safety dan race material sebesar 35 miliar rupiah.

“Rencananya memang di­tunjuk, makanya kemarin kami mengajukan PMD untuk for­mula E guna membangun in­frastrukturnya seperti lintasan, keamanan, jaringnya, pagar, itu belum ada. Nah itu kita ajukan, dan kenapa baru ajukan ke­marin karena memang perger­akannya ini kan cepat, sehingga belum masuk ke rencana KUPA PPAS-nya (APBD-P 2019) Jak­pro. Jadi kami masukin 2020 de­ngan dasar kota-kota yang per­nah merencanakan,” ujarnya.

Formula E disebut-sebut oleh Pemprov DKI Jakarta akan dihelat pada Tahun 2020 men­datang.

Untuk balapan tersebut, Diketahui, DKI Jakarta sudah mengusulkan anggaran seba­nyak 20,79 juta poundsterling atau sebesar Rp360 miliar da­lam rancangan APBD-P 2019 yang telah disepakati sejak Se­lasa (13/8) lalu antara Pemprov dengan Badan Anggaran (Bang­gar) DPRD DKI Jakarta. pin/Ant/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment