Koran Jakarta | July 22 2019
No Comments

Jokdri Bantah Rusak Barang Bukti

Jokdri Bantah Rusak Barang Bukti

Foto : ANTARA/SIGID KURNIAWAN
PEMBACAAN PLEIDOI l Terdakwa kasus dugaan penghilangan barang bukti pengaturan skor, Joko Driyono (tengah) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (11/7). Sidang mantan Plt Ketua Umum PSSI tersebut beragendakan pembacaan nota pembelaan atau pleidoi dari terdakwa dan kuasa hukumnya.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Terdakwa kasus perusakan barang bukti kasus pengaturan skor Liga 1, Joko Driyono, menjalani sidang plei­doi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7). Saat persidangan, Joko Driyono atau biasa dikenal Jokdri bersa­ma kuasa hukum membacakan pembelaan pascatuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penutun Umum (JPU).

Mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, mengata­kan pihaknya menunjukkan sikap yang sangat koorporatif untuk membantu Satgas Antimafia Bola dari Kepolisian Negara Republik Indonesia ketika melakukan penyelidikan dan penyidikan atas laporan dugaan tindak pidana suap dan penipuan yang dilaporkan oleh Manajer Persibara Ban­jarnegara Lasmi Indaryani.

Jokdri mengaku di tengah proses penyidikan perkara Persibara Banjarnegara, dirinya merasa “dihakimi” bukan oleh pengadilan, tetapi oleh syak wasangka publik atas pemberitaan media yang seolah menempatkan dirinya da­lam posisi sebagai mafia bola dan mafia pengatur skor.

Puncaknya, lanjut Jokdri, membacakan surat pembe­laan adalah perkara yang menyeret dirinya ke persidangan. Perkara yang diberi label dugaan tindak pidana dengan se­ngaja menghancurkan, dan menghilangkan barang-barang bukti yang didakwakan dan dituntutkan kepadanya.

Sebelumnya, Jaksa Sigit Hendradi menuntut Joko Dri­yono dengan hukum 2,5 tahun penjara dalam persidangan sebelumnya. Jaksa menilai Jokdri terbukti melanggar Pasal 235 jo Pasal 233 Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

“Secara bersama-sama dengan sengaja menghancurkan, merusak, membikin tidak dapat dipakai, menghilangkan barang-barang yang digunakan untuk meyakinkan atau membuktikan sesuatu di muka penguasa yang berwenang,” ucap Jaksa.  jon/P-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment