Koran Jakarta | June 27 2019
No Comments
Kebijakan Pemerintah - Presiden: Kami Adalah Pemimpin 100% Rakyat Indonesia

Jokowi Akan Lebih Mudah Eksekusi Kebijakan

Jokowi Akan Lebih Mudah Eksekusi Kebijakan

Foto : Sumber: KPU
A   A   A   Pengaturan Font
Tak miliki beban politik, Presiden Jokowi siap memutuskan kebijakan apa saja asalkan untuk kepentingan rakyat.

 

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada perio­de kedua pemerintahannya dalam lima tahun ke depan dinilai akan lebih mudah dan cepat mengeksekusi berbagai kebijakan andalannya. Selain karena dukungan yang lebih kuat dari partai politik (par­pol) pengusungnya di parle­men, Jokowi juga menyatakan tidak lagi memiliki beban po­litik sehingga bersedia memu­tuskan apa saja sepanjang un­tuk kepentingan rakyat.

Peneliti Habibie Center, Bawono Kumoro, mengata­kan hasil rekapitulasi penghi­tungan nasional yang telah di­umumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan dari 10 partai politik pengu­sung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin, lima parpol di antaranya lolos ambang batas parlemen 4 per­sen. Maka dapat dipastikan komposisi 575 kursi DPR se­lama lima tahun mendatang akan didominasi parpol pen­dukung Jokowi-Ma’ruf.

“Melihat komposisi parle­men seperti itu, kerja sama antara lembaga eksekutif dan legislatif pun diperkirakan akan berjalan semakin baik dan lancar,” kata Bawono, di Jakarta, Selasa (21/5).

Oleh karena itu, lanjut dia, dengan dukungan kuat perle­men, seharusnya Jokowi lebih mudah mengeksekusi kebi­jakannya. Sebab, tak ada lagi resistensi yang berarti dari kubu oposisi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi secara tegas menyatakan siap memutuskan apa saja selama itu berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Apa­lagi, saat ini dirinya sudah ti­dak memiliki beban politik karena tidak bisa lagi menca­lonkan diri sebagai presiden pada pemilu 2024.

“Kalau untuk rakyat, untuk masyarakat kita selesaikan. Saya sekarang nggak ada be­ban apa-apa kok. Mau putusin apa ayo, takputusin sini, asal untuk rakyat, untuk negara saya putusin,” tegas Jokowi, di Kabupaten Belu, Nusa Tengg­ara Timur (NTT), Senin (20/5).

Sementara itu, usai peng­umuman hasil resmi rekapitu­lasi Pemilihan Umum 2019 oleh KPU, Selasa dini hari, Presiden Jokowi berharap agar tak ada lagi sekat penghalang persaudaraan di kalangan ma­syarakat. Jokowi beserta wakil­nya di masa pemerintahannya yang kedua, KH Ma’ruf Amin, berjanji akan mengayomi se­luruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali dan mengupayakan keadilan bagi segenap anak bangsa.

“Setelah dilantik di Bulan Oktober nanti, kami adalah Presiden dan Wakil Presi­den seluruh rakyat Indonesia. Kami adalah pemimpin dan pengayom dari 100 persen rakyat Indonesia. Kami akan berjuang keras demi terwu­judnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bagi 100 persen rakyat Indonesia,” tegas Presiden Jokowi, dalam pidatonya di Kampung Deret, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa siang.

Ucapan Selamat

Menanggapi keunggulan Jokowi dalam pengumuman hasil pilpres 2019, sejumlah pemimpin negara mengirim­kan ucapan selamat. Perdana Menteri (PM) Malaysia, Ma­hathir Mohamad, lewat akun Twitter-nya menyebutkan soal kemenangan resmi. “Saya berharap kerja sama antara dua negara akan semakin erat selepas ini,” tulis dia. Ucapan selamat juga datang dari PM Australia, Scott Morrison, PM India, Narendra Modi, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Sementara itu, apabila membandingkan hasil Pilpres 2019 dan 2014, terlihat ma­kin terpolarisasi atau terkon­sentrasi perolehan suara ma­sing-masing pasangan capres di setiap daerah yang menjadi kantung suaranya (lihat tabel).

Contohnya, di Provinsi Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, perolehan suara paslon Jokowi-Ma’ruf pada tahun ini meningkat cukup signifikan dibandingkan dengan pada Pilpres 2014. Begitu juga per­olehan paslon Prabowo-Sand­iaga di Sumatera Barat, Aceh, dan Sulawesi Selatan. ags/Ant/WP

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment