Koran Jakarta | May 23 2019
No Comments
Rekapitulasi Nasional - KPU Siap Klarifikasi Data Bila Kubu Prabowo Keberatan

Jokowi-Ma’ruf Masih Unggul

Jokowi-Ma’ruf Masih Unggul

Foto : ANTARA/Aprillio Akbar
Komisioner KPU Ilham Syahputra (tengah) dengan disaksikan sejumlah saksi dan pengawas membuka berkas rekapitulasi provinsi Jawa Tengah dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan dan Perolehan Suara Tingkat Nasional Dalam Negeri dan Penetapan Hasil Pemilu 2019 di kantor KPU, Jakarta, Rabu (15/5/2019). Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali menggelar rapat pleno tersebut untuk tujuh provinsi diantaranya Aceh, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Banten, NTB, dan Sulawesi Tenggara.
A   A   A   Pengaturan Font
Segala macam keberatan harus diikuti dengan data yang bisa dibandingkan.

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyelesaikan rekapitulasi atau penghitungan suara tingkat nasional dalam negeri untuk 26 provinsi hingga Rabu (15/5). Hasil sementara, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin menang di 16 provinsi dan paslon nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang di 10 provinsi.

Di 26 provinsi ditambah dengan luar negeri, pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 60.094.212 suara atau 61,65 persen, sedangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga hanya memperoleh 39.532.055 suara atau 38,35 persen.

Hasil rapat pleno rekapitulasi suara tingkat nasional untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat ( NTB), pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang atas paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Prabowo-Sandiaga mendapat suara 2.011.319. Sedangkan Jokowi-Ma’ruf mendapat 951.242 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 1.050.077. “Dengan demikian untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat kita sahkan ya,” ujar pemimpin rapat pleno Hasyim Asy’ari di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Rabu (15/5). Di Jawa Tengah,Jokowi -Ma’ruf menang dan mendapat suara 16.825.511 atau 77,29 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 4.944.447 suara atau 22,71 persen.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 11.881.064. Jumlah pemilih di Jawa Tengah mencapai 28.307.438 orang. Dari angka ini, sebanyak 22.376.472 pemilih menggunakan hak pilihnya. Dari suara yang masuk, 606.514 di antaranya tidak sah. Sehingga, jumlah surat suara sah 21.769.958.

Di Provinsi Kepulauan Riau, Jokowi -Ma’ruf menang tipis dan hanya mendapat suara 550.692. Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 465.511 suara. Sedangkan untuk Provinsi Sumatera Barat, Prabowo-Sandiaga menang dan mendapat 2.488.733 suara. Angka itu terpaut jauh dari Jokowi-Ma’ruf yang hanya mendapat 407.761 suara. Selisih di antara keduanya mencapai 2.080.972 suara.

Di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Prabowo -Sandiaga menang atas Jokowi-Ma’ruf. Jokowiberhasil meraup 1.942.987 suara. Sedangkan Prabowo mendapatkan 2.877.781 suara. Di Banten, Prabowo–Sandiaga juga menang atas Jokowi-Ma’ruf. Prabowo-Sandiaga mendapat suara 4.059.514. Sedangkan Jokowi-Ma’ruf mendapat 2.537.524 suara. Selisih suara di antara keduanya mencapai 1.521.990.

Di Provinsi Sulawesi Tenggara, Prabowo -Sandiaga juga menang. Prabowo-Sandiaga mendapat 842.117 suara. Sedangkan Jokowi-Ma’ruf mendapat 555.664 suara. Selisih di antara keduanya mencapai 286.453 suara. Jumlah pemilih di Sultra mencapai 1.796.827 orang. Dari angka ini, sebanyak 1.422.845 pemilih menggunakan hak pilihnya.

KPU juga sudah menyelesaikan rekapitulasi nasional untuk Provinsi Aceh. Hasilnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul atas Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Berdasarkan rekapitulasi, Jokowi meraup 404.188 suara, sedangkan Prabowo mendapatkan 2.400.746 suara.

 

Bisa Dibandingkan

 

Hasyim Asy’ari mengatakan, proses rekapitulasi suara Pemilu 2019 masih berlangsung. Jika ada yang menuding penghitungan suara pemilu yang dilakukan KPU curang, pihak tersebut bisa menyampaikan data yang mereka miliki pada rapat rekapitulasi. Di rapat rekapitulasi, data tersebut bisa dibandingkan dengan data yang dimiliki KPU.

“Ya disampaikan ke KPU nanti kita saling cek (data) saja, kan rekapitulasi yang mnual kan juga berjalan kan. Saya kira begitu, rekap juga sedang berjalan,” kata Hasyim di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu.

Menurut Hasyim, segala macam keberatan harus diikuti dengan data yang bisa dibandingkan. Hasyim mengaku pihaknya siap menyampaikan klarifikasi jika pihak yang keberatan membawa bukti. 

rag/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment