Kekerasan terhadap Jurnalis Masih Tinggi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 6 2019
No Comments

Kekerasan terhadap Jurnalis Masih Tinggi

Kekerasan terhadap Jurnalis Masih Tinggi

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta - Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indo­nesia Abdul Manan mengatakan kekerasan terhadap jur­nalis di Indonesia masih cukup tinggi, meskipun sudah ada penurunan dari tahun ke tahun.”Sejak 3 Mei 2018 hingga 3 Mei 2019, terdapat 42 kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia. Periode yang sama tahun sebelumnya terda­pat 75 kasus,” kata Manan dalam diskusi bertema “Kem­bali Merawat Kemerdekaan Pers” yang diadakan di Jakarta, Jumat. (3/5)

Manan mengatakan dalam 10 tahun terakhir rata-rata ter­dapat 50 kekerasan terhadap jurnalis setiap tahun. Beberapa tahun terakhir, jenis kekerasan mulai beragam.Kekerasan ter­hadap jurnalis tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga ter­jadi di ranah digital, yaitu persekusi di media sosial terhadap jurnalis yang memotret aksi-aksi yang melibatkan massa be­sar. “Ini perlu jadi perhatian kita karena indeks kemerdekaan pers di Indonesia masih cukup rendah,” tuturnya.

Menurut Reporters Without Borders, indeks kemerde­kaan pers Indonesia pada 2019 berada di peringkat ke-124. Artinya, tidak ada kemajuan dibandingkan tahun sebelum­nya.Untuk menjaga kemerdekaan pers di Indonesia. Manan menilai diperlukan aturan-aturan yang mendukung. Na­mun, revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang se­dang dibahas pemerintah dan DPR justru memunculkan pasal-pasal yang justru bisa menjerat jurnalis. Ant/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment