Kemendagri Buka Formasi untuk Putra Asli Papua | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments
Rekrutmen CPNS

Kemendagri Buka Formasi untuk Putra Asli Papua

Kemendagri Buka Formasi untuk Putra Asli Papua

Foto : ISTIMEWA
Bahtiar, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Rekrutmen penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) resmi dibuka. Salah satu kementerian yang membuka formasi penerimaan CPNS adalah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Salah satu formasi yang dibuka adalah penerimaan CPNS dari putra-putri Papua.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar mengatakan itu di Jakarta, Senin (11/11). Menurut Bahtiar, Kemendagri membuka 370 formasi penerimaan CPNS. Formasi CPNS yang diterima terdiri dari 10 persen atau 37 orang untuk formasi cumlaude. Lalu 2 persen formasi atau 7 orang untuk disabilitas.

“Dan ada 2 orang formasi untuk putra atau putri Papua dan Papua Barat, serta 324 formasi umum. Jadi jumlah totalnya 370 formasi,” katanya.

Bahtiar lantas membeberkan kriteria pelamar CPNS yang akan diterima. Katanya, kriteria pertama, pelamaran yang merupakan lulusan terbaik atau yang berpredikat dengan pujian atau cumlaude. Mereka adalah para lulusan terbaik dari perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri. Tentunya adalah lulusn dari perguruan tinggi terakreditasi A atau unggul. Dan lulusan dari program studi terakreditasi A atau unggul saat kelulusan.

“Kriteria kedua para penyandang disabilitas. Atau pelamar yang menyandang jenis disabilitas fisik atau kelainan fisik berupa kelaianan tubuh atau tuna daksa pada anggota gerak kaki dengan derajat 1 atau 2,” ujarnya.

Tapi mereka ini lanjut Bahtiar, masih mampu memenuhi syarat, yaitu mampu melihat, mendengar, dan berbicara dengan baik. Mampu melakukan tugas seperti mengoperasikan komputer, menganalisa, mengetik, menyampaikan buah pikiran dan berdiskus. Atau mampu bergerak dengan menggunakan alat bantu, berjalan selain kursi roda. Serta dibuktikan dengan surat keterangan dokter rumah sakit pemerintah atau puskesmas yang menyatakan bahwa pelamar menyandang disabilitas fisik pada anggota gerak kaki dengan derajat 1 atau 2.

“Kriteria ketiga, kami juga membuka formasi untuk putra dan puteri dari Papua dan Papua Barat,” katanya.

Khusus untuk pelamar ini, kata dia, adalah mereka yang merupakan keturunan Papua atau Papua Barat. Ukurannya adalah berdasarkan garis keturunan orangtua baik bapak atau ibu yang asli Papua. Dan ini dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang bersangkutan. Serta diperkuat surat keterangan dari kepala desa atau kepala suku.

“Sementara kriteria terakhir adalah pelamar umum yang tidak termasuk kriteria pada poin pertama, kedua, dan ketiga,” ujarnya.

Ada lagi kata dia, kriteria kelima yakni P1/TL. Peserta ini adalah peserta seleksi penerimaan CPNS Tahun 2018 dan memenuhi nilai ambang batas atau passing grade berdasarkan Peraturan Menpan-RB Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018.

Mereka ini juga masuk dalam 3 kali formasi jabatan yang dilamar untuk mengikuti SKB Tahun 2018, namun dinyatakan tidak lulus sampai dengan tahap akhir. ags/AR

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment