Koran Jakarta | October 16 2019
No Comments
Sound from the Football

Ketika Suporter Sepakbola Seluruh Indonesia Bertemu

Ketika Suporter Sepakbola Seluruh Indonesia Bertemu

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Tak seorang pun memungkiri bahwa permainan satu ini sudah menjadi candu tersendiri bagi nyaris seluruh masyarakat Indonesia. Di berbagai lapisan dan usia. Itulah sepakbola.

Sebagai bagian dalam rangka membangun ekosistem olahraga sepakbola sehingga menjadi satu jenis tontonan yang dapat dinikmati semua lapisan masyarakat baik bagi destinasi olahraga, edukasi, wisata, dan hiburan, serta menimbulkan kebahagiaan sebagai suporter sepakbola yang tertib, disiplin, dan spor­tif, maka diselenggarakanlah even Sound from the Football, ajang silaturahmi suporter sepakbola seluruh Indonesia.

Dimas Yudhistira, Creatif Director Community, Con­vention & Network (Coconet), dalam kesempatan berbicara di Jakarta, Selasa (17/9), pihaknya mengatakan bahwa dalam even ini 20 band su­porter sepak bola dan musisi nasional akan tampil melalui satu kesempatan yang dis­elenggarakan oleh Coconet –wadah komunitas fans sepak bola seluruh Indone­sia, dengan menghadirkan pendukung utama acara PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN).

“Coconet berfungsi seb­agai wadah bagi komunitas suporter sepak bola, melihat Indonesia adalah negara penggila sepak bola nomor 2 di dunia. Melalui Coconet, selain menjadi tempat untuk sharing ilmu, keakraban, eksistensi, dan kesempatan unit bisnis bagi para komu­nitas, juga menjadi wadah kegiatan para anggota komu­nitas untuk mencapai tujuan pembangunan. Berasal dari kata coconut, kelapa di sini memang memiliki banyak manfaat seperti halnya buah kelapa,” ungkapnya.

Bertempat di Kuningan City Mall, Ballroom P6 dan P7 Kunin­gan, Jakarta Selatan, even Sound from the Football, tersebut akan diselenggarakan selama 2 hari yakni pada Jumat-Sabtu (20-21/9), dari pukul 15.00 WIB – 24.00WIB.

Melalui suporter Indonesia, Coconet, lanjut Dimas, men­gamati ada empat persamaan yang selalu dimiliki dan bisa menyatukan setiap supporter bola. Masing-masing adalah musik, pakaian, seni jalanan, dan koleksi. “Nah, melalui Sound from the Football inilah, Co­conet mencoba mengumpulkan persamaan yang dimiliki seluruh komunitas, lewat serangkaian acara,” ujarnya.

Mulai dari pameran komu­nitas fans-base, galeri suporter seniman, bioskop mini, talk­show, dan gimmick penonton. Acara juga akan diwarnai dengan pembacaan Sumpah Pemuda, dan sebagai pusat kemeriahan, ditampilkan 20 band suporter dan musisi nasional.

Ada sekitar 20 band suporter yang akan tampil berasal dari Jakarta, Malang, Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Selain itu dihadirkan pula empat band lokal yaitu SISITIPSI, NDXAKA, THE UPSTAIRS, dan OM PMR. Itu se­babnya seluruh kegiatan tersebut didasarkan kepada media sosial Instagram, yang memiliki insight penambahan pengikut (follow­ers) yang cukup pesat, dalam waktu relatif singkat, karena be­sarnya animo pendukung bola.

“Kami ingin menunjukkan ke­pada publik, bahwa suporter bisa membentuk band-band musik yang tidak kalah bagus dengan band-band lokal dan indie yang tersebar di Indonesia. Selain itu, nantinya suporter juga bisa menunjukkan karyanya lewat musik, fashion, art dan collec­tion,” papar Dimas.

Ia berharap, acara tersebut akan disinggahi 4.000 – 5.000 pengunjung setiap hari dari berb­agai komunitas penggemar sepak bola. gma/R-1

Konsep Unik

Bens Leo, pengamat musik senior memandang unik konsep acara Sound from the Football, yang mengelab­orasikan kecintaan fans sepak bola dengan pertunjukan musik. Menurutnya, sinergi antara sepak bola dengan dunia musik se­benarnya tidak asing karena sepanjang yang ia ketahui, banyak musisi yang memiliki spirit untuk membantu perkembangan sepak bola di Tanah Air.

Bens memberikan contoh lagu Garuda di Dadaku yang dilahirkan oleh Band Netral beberapa tahun silam. Tak ketinggalan lagu bertajuk Bola Bola Bola yang diluncurkan di Kantor Kemenpora menjelang perhelatan Piala Dunia tahun lalu.

“Ini fenomena yang menarik karena musik dan olah raga bisa menjadi spirit yang mendekatkan berbagai perbedaan. Lebih me­narik lagi kalau Coconet berhasil melibatkan para suporter bola untuk bermain musik, dan berkarya melalui lagu-lagu sepak bola yang menyatukan dan interaktif,” ujarnya.

Penampilan band-band suporter tersebut akan dirangkai dengan talkshow yang mem­bahas perkembangan suporter dari tahun ke tahun, sekaligus akan menonjolkan kreativitas suporter dari dalam maupun luar lapangan.

Sebagai pembicara, talkshow akan diisi oleh perwakilan ketua suporter, yaitu Ferry Indrasjarief (Ketua The Jakmania), dan Ilham Jaya Kusuma (legenda suporter Timnas Indonesia), serta Suroya mewakili suporter personal. Dari kalangan musisi ikut berbicara Ryan D’Massiv (Musisi), dan Dao (vokalis Gondal Gandul).

Senada dengan nilai positif komuni­tas yang diangkat Coconet, Executive Vice President Corporate Communication dan CSR PLN, I Made Suprateka menyatakan tekad PLN yang senantiasa akan terus berperan menggelorakan energi optimisme bangsa dalam menghadapi berbagai tantan­gan.

Apalagi seperti dijelaskan oleh Dimas, dalam jangka panjang, even ini bertujuan untuk membangun ekosistem sepak bola agar menjadi sebuah olah raga yang dapat dinik­mati semua lapisan masyarakat, sekaligus menjadi destinasi olah raga maupun edu­kasi, wisata dan hiburan, demi tercapainya kebanggaan persepakbolaan bangsa bahkan dunia.

“Seperti value dan semangat PLN yang ingin menerangi seluruh negeri, kami ber­harap energi positif ini bukan cuma bergerak di Jakarta, namun juga menular sampai ke seluruh daerah di Indonesia. Bersama-sama kita membangkitkan energi positif untuk membangkitkan harapan ke seluruh negeri,” tutup Suprateka. gma/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment