Kita Memang Harus Berubah | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 6 2019
No Comments

Kita Memang Harus Berubah

Kita Memang Harus Berubah
A   A   A   Pengaturan Font

Pidato visi Indonesia yang disampaikan Presiden Terpilih Joko Widodo telah membuat banyak pihak terkagum. Betapa tidak, Jokowi langsung tancap gas dengan program-program yang mengedepan demi terwu­judnya Indonesia maju dan sejahtera.

Terpenting lagi, Jokowi mengajak seluruh rakyat Indone­sia untuk tidak ada lagi pola pikir lama dalam bekerja. Apa­lagi, hanya kerja-kerja rutinitas dan monoton. Tidak ada lagi kerja di zona nyaman. Rakyat Indonesia harus berubah, harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, dan ha­rus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Kenapa harus berubah? Karena ke depan terdapat ta­hapan besar yang akan dilakukan dalam lima tahun, seperti mendatangkan investor ke Indonesia. Kedatangan investor itu penting

dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Ini artinya, Indonesia tak boleh alergi terhadap investasi.

Menurut Jokowi dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya. Sebab itu, yang mengham­bat investasi, semuanya harus dipangkas, seperti perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi ada punglinya.

Jokowi lalu mewanti-wanti kepada jajarannya agar bekerja dengan benar. Karena, semua hal tersebut akan diawasi sendiri. Maksudnya, Jokowi akan mengecek dan memberikan sanksi apabila tidak sesuai dengan hasil pekerjaannya. Tidak ada lagi hambatan-hambatan inves­tasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan.

Selain itu, Jokowi juga menyinggung tahapan besar lain dalam kepemimpinannya ke depan seperti pembangunan Infrastruktur, penguatan sumber daya manusia (SDM) hingga pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Ne­gara (APBN). Ke depan, pembangunan infrastruktur akan dilanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan in­frastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pe­labuhan, serta bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat.

Sementara itu, terkait pembangunan SDM akan dimulai dari menjamin kese­hatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita hingga kesehatan anak usia sekolah. Kualitas pendidikannya juga akan terus ditingkatkan de­ngan vocational training serta membangun lembaga Mana­jemen Talenta Indonesia.

Indonesia memang harus mengejar ketertinggalan de­ngan strategi yang jitu. Sebab, pada tataran makro, Indone­sia menghadapi persaingan global yang tidak ringan, dan membutuhkan kerja keras untuk menjadi pemenang. Untuk itu, stategi meningkat­kan kemampuan SDM di sek­tor ekonomi kerakyatan yaitu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta koperasi mesti diprioritaskan. Karena jumlah UMKM sangat besar, lebih dari 60 juta. Selain itu dari sekitar 120 juta angkatan kerja pada 2017, kurang lebih 96 persen diserap di sektor UMKM yang juga menyumbang sekitar 57 persen PDB.

Artinya, peran UMKM dalam ekonomi sangat nyata, karena juga merupakan jalur distribusi utama yang mela­yani langsung kebutuhan ekonomi rakyat. Namun, kualitas SDM UMKM sangat rendah. Pada tahun 2017 lebih dari 61 persen tingkat pendidikannya SMP ke bawah atau 40 per­sen pendidikan SD, dan 21 persen SMP.

Sedang tingkat SMA/SMK hanya 29 persen, dan pendi­dikan tinggi hanya sekitar sembilan persen. Salah satu kua­litas SDM UMKM yang perlu ditingkatkan adalah teknologi. Dari total jumlah UMKM hanya sekitar enam persen yang telah menggunakan komputer dan hanya sekitar sembilan persen yang menggunakan internet.

Kita berharap pada presiden terpilih untuk selalu me­nempatkan UMKM dan koperasi sebagai bagian dari In­donesia maju dan sejahtera. Sebab, dengan melibatkan mereka sama dengan mengangkat derajat soko guru per­ekonomian nasional.

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment