Kodam Sriwijaya Perketat Pos Penjagaan PSBB | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 28 2020
No Comments

Kodam Sriwijaya Perketat Pos Penjagaan PSBB

Kodam Sriwijaya Perketat Pos Penjagaan PSBB

Foto : ANTAR/HO - Pendam
Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan.
A   A   A   Pengaturan Font

PALEMBANG - Jajaran Kodam II/Sriwijaya menurunkan anggota untuk memperketat pos penjagaan, terutama di wilayah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Di Sumatera Selatan (Sumsel) ada dua kota yang menerapkan PSBB dan pos yang ada dijaga ketat, termasuk bantuan prajurit Kodam II/Sriwijaya.

"Alhamdulillah semua berjalan lancar dalam tahap sosialisasi. Kegiatan yang telah kami laksanakan adalah memperketat pos-pos terpadu di sebagian wilayah Prabumulih dan Kota Palembang," kata Pangdam Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan dalam keterangan resminya usai rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan PSBB, di Palembang, Sabtu (23/5).

Pangdam seperti dikutip dari Antara dalam laporannya menyampaikan wilayah Kodam Sriwijaya yang terdiri dari lima Korem dan provinsi yang diperlakukan PSPB ada di Sumsel yakni Kota Palembang dan Prabumulih. Memang sekarang ini masih tahap sosialisasi dan usai Lebaran nanti mulai diterapkan aturan.

Dalam kegiatan tersebut, lanjut Pangdam, sebagian masyarakat sudah bisa mematuhinya dan memang masih ada yang belum. "Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini sosialisasi berjalan dengan baik sehingga PSBB berjalan lancar," ujar Pangdam.

Sebelum adanya PSBB pihaknya juga rutin melaksanakan sosialisasi dalam memutus mata rantai paparan Covid -19. Jajaran rutin mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak, menggunakan masker bila keluar rumah serta rutin mencuci tangan.

Sementara Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa dalam arahannya menekankan dalam membantu Pemda setempat agar diberikan pemahaman kepada seluruh anggota dalam melaksanakan kegiatan pembatasan untuk mempertimbangkan konsideran yang satu dengan lainnya. Kegiatan prajurit di lapangan dalam membantu pengaturan PSBB atau giat pembatasan lainnya agar lebih fleksibel dan humanis.

“Sampaikan kepada para Dansat jajaran masing-masing agar menjelaskan kepada anggota bawahannya yang terlibat langsung di lapangan membantu Pemda dalam PSBB ataupun pembatasan lainya agar berupaya menghindari bentrokan yang tidak perlu dengan masyarakat,” kata KSAD.

KSAD juga mengimbau agar dalam membantu Pemda di lapangan TNI lebih dewasa dan jangan terlalu kaku dalam penyampaian pembatasan ke masyarakat. Selain itu para Babinsa agar membantu pendataan Bansos/verifikasi data serta pengantaran langsung bantuan ke rumah warga.

Dalam video coference secara nasional itu KSAD juga menyampaikan akan mendukung rapid test dan alat SWAB kepada Kodam II/Sriwijaya dan Korem jajaran yang diperuntukan untuk prajurit TNI AD. Dalam rapat evaluasi itu Pangdam, antara lain didampingi Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Muhammad Zamroni, Danrem 044/Gapo Kol Arm Jauhari Agus Suraji, Kapok Sahli Pangdam, para Asisten Kasdam dan Kabalakdam. mar/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment