Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments

Komunikasi Efektif Kunci Sukses Berkarier

Komunikasi Efektif Kunci Sukses Berkarier
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : The Secret of Smart Speaking
“Rahasia Pintar Berbicara”
Penulis : Sony Adams
Cetakan : I, Maret 2019
Penerbit : Psikologi Corner
Tebal : 284 halaman
ISBN : 978-602-0770-71-0

Berbicara adalah cara komunikasi manusia dengan makhluk lainnya. Lalu, berbicara seperti apakah yang termasuk dalam kategori komunikasi efektif? Dalam realitanya, orang banyak berbicara, namun sering tak memahami tujuan sebenarnya. Bahkan lebih parah lagi, komunikasi berakhir dengan pertikaian karena salah paham. Maka, suksesnya komunikasi bukan pada banyaknya bicara atau kata yang terucap.

Namun, lebih pada cara yang efektif dalam menyampaikan pesan, di antaranya waktu dan kata-kata yang tepat, benar serta mengesankan. Intinya, orang harus dapat berbicara jelas, singkat, dan efektif. Jelas supaya mudah dimengerti. Singkat untuk mengefektifkan waktu. Efektif artinya pembicaraan tersebut membawa efek bagi pendengar. Buku ini dikemas dengan menghadirkan beragam jawaban atas pertanyaan seputar polemik komunikasi.

Di dalamnya termasuk kiat-kiat agar sukses berpidato, berdebat dalam suatu kompetisi, presentasi dalam berbagai kesempatan. Kemudian juga agar sukses bernegosiasi dalam bisnis. Disadari atau tidak, cara berbicara seseorang sangat mempengaruhi gaya komunikasi yang secara tidak langsung mencerminkan kepribadiannya. Gaya komunikasi antara lain pasif, agresif, dan asertif. Asertiflah yang terbaik karena terbuka, menghargai diri, dan orang lain.

Untuk melakukan komunikasi asertif dibutuhkan ekstraenergi karena dituntut berpikir sebelum berbicara dan selalu mengambil jalan tengah dalam setiap persoalan (halaman 58). Orang sering lupa saat berbicara melalui telepon. Buku ini pun menyajikan seharusnya berkomunikasi yang benar melalui telepon karena lawan bicara tidak terlihat. Meski tak terlihat, tetap menebar keramahan, tersenyum, mendengarkan terlebih dulu saat lawan bicara sedang menyampaikan maksud, hingga mengakhiri pembicaraan. Ini membantu pembaca yang memerlukan informasi tentang gaya komunikasi melalui telepon.

Buku juga mengajak pembaca mengasah keterampilan mendengarkan secara efektif. Secara langsung ataupun tidak, kemampuan berbicara dan menulis bertumpu pada kebisaan mendengarkan. Penelitian International Listening Association (ILA) menunjukkan, manusia menggunakan 40 persen waktu untuk mendengarkan, 35 persen berbicara, 16 persen membaca, dan 9 persen menulis (halaman 83). Bisa menjadi pendengar yang baik akan membawa orang menjadi pembicara yang baik pula. Namun menjadi pembicara yang baik harus terus berlatih. Berbicara sesering mungkin dan ambil setiap kesempatan.

Karena seiring intensitas percobaan dan kegagalan, barulah seseorang menemukan cara yang sesuai dan paling tepat berkomunikasi. Banyak latihan akan membuat terlatih. Bisa karena terbiasa (halaman 119). Selain berlatih, penguasaan materi juga penting supaya berbagai rintangan termasuk ketegangan saat akan tampil, grogi menghadapi audiens, dapat diatasi. Fokus pada pesan yang akan disampaikan dan tampil percaya diri bakal mendorong audiens mendengarkan dengan seksama perkataanperkataan kita. Intinya, persiapkan diri sebaik mungkin agar saat tampil presentasi memukau audiens.

Selain sarat motivasi dan inspirasi, buku bisa jadi bacaan untuk latihan berkomunikasi di hadapan orang banyak. Buku juga menyajikan beragam teknik menguasai audiens, presentasi, dan teknik tanya jawab. Tak kalah penting, ada cara berdamai dengan rasa takut sebelum tampil. Diresensi Titik Nur Farikhah, Pranata Humas Kanwil Kemenag DIY

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment