Konsep Rumah Taman di Hunian Modern | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments

Konsep Rumah Taman di Hunian Modern

Konsep Rumah Taman di Hunian Modern

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Rumah-rumah bergaya modern yang biasanya hanya ditemukan di kota besar, kini mulai dengan mudah ditemukan di daerah pedesaan.

Nuansa alami perkebunan dapat dihadirkan di lingkungan perumahan yang minim lahan terbuka. Pembukaan lahan di rooftop maupun menanam tanaman menggunakan pot menjadi menjadi andalan untuk menghadirkan nuansa alami.

Konsep desain tersebut sekaligus untuk menghidupkan kembali suasana kehidupan di unit hunian. TAA Design, sebuah biro arsitektur di Vietnam, sukses mengembangkan proyek rumah kecil dengan luas 80 meterpersegi.

Konsep tersebut diperuntukkan kaum urban. Sebab, urbanisasi telah mengubah arsitektur dan ruang hidup sebagian pedesaan di Vietnam.

Rumah-rumah bergaya modern yang biasa ditemukan di kota besar, kini dengan mudah ditemukan di pedesaan. Rumah-rumah tersebut menggunakan lansekap dan gaya hidup masyarakat.

Rumah dengan luas 80 meterpersegi tersebut diperuntukkan pasangan menikah dengan usia di atas 50 tahun. Mereka telah tinggal ditempat tersebut sejak lahir.

Bagi arsitek yang mengerjakan proyek tersebut, mereka beranggapan asitektur baru dengan gaya hidup tradisional merupakan pemikiran utama. Meski dipdukan dengan desain modern.

Karena kegiatan sehari-harinya berkebun maupun mengeringkan padi, maka tempat tinggal perlu mengakomodasikan kebutuhan tersebut Kebun sayur dan taman bermain serba guna. Sebab hal itu telah menjadi jiwa dalam rumah di pedesaan.

Hasil gambar untuk TAA Design

Tantangan para arsitek adalah membuat hunian komplek di lahan yang tergolong mungil. Pada lantai pertama akan digunakan sebagai ruang untuk memperbaiki sepeda, ruang tamu, tungku kayu outdoor tradisional, kamar tidur, toilet, tempat pengeringan padi, gudang beras, halaman ayam dan lain-lain.

Untuk itu, arsitek mengusulkan halaman kecil di bagian depan, tengah dan belakang rumah untuk menghubungkan ruang-ruang dalam ruangan dengan alam.

Seperti yang dilansir dari portal archdaily, agar memiliki halaman besar seperti rumah-rumah desa lainnya, arsitek membuat banyak halaman dengan ketinggian yang berbeda sesuai dengan struktur rumah

Di lantai mezzanine, ada halaman kecil yang terhubung ke halaman di tengah rumah. Taman atap berdekatan dengan halaman lantai mezzanine. Taman tersebut menciptakan taman bermain dan sayur yang menghubungkan dari atap ke lantai dasar.

Alhasil, produk-produk dari kebun akan menjadi pangan seharihari. Selain segar, pemilik rumah tidak akan kekurangan pasokan pangan.

Hasil gambar untuk TAA Design red roof

Pemilik akan bersenang-senang mengelola kebun dan berbagi produk dengan keluarga maupun tetangga. Taman di bagian atap rumah memiliki peran untuk mengisolasi rumah. Suhu internal berkurang secara signifikan dibandingkan dengan atap baja bergelombang.

Arsitektur yang secara umum digambarkan sebagai desain hunian tidak sekedar tempat berteduh. Desain tersebut mampu mendorong pemiliknya untuk memiliki interaksi sosial dengan keluarga maupun tetangganya.

Di sisi lain, arsitektur juga mampu menjaga suhu ruang melalui tanaman di atas rooftop. Dalam lansekap tradisional Vietnam, rumah “atap merah” diwakili untuk masa arsitektur lokal regional.

Metode tangga langkah mengurangi ketinggian fasad mampu membangun komunikasi antara ruang di atap dan ruang bawah di jalan. “Atap merah” memiliki niat untuk menjaga, menyiman dan mengingatkan gaya hidup pedesaan yang telah dikenal.

Walaupun saat ini, tidak dipungkiri, banyak rumah pedesaan yang menggunakan atap baja. Arsitektur rumah yang dipandang lebih ringkas tersebut tampaknya akan menghilangkan identitas lanskap desa. din/E-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment