Koran Jakarta | August 19 2019
No Comments
Gelar Pahlawan

M Tabrani Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

M Tabrani Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Foto : ANTARA/Puspa Perwitasari
Lakukan ziarah - Kepala Badan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dadang Sunendar, dalam acara ziarah ke makam, penggagas utama Bahasa Indonesia, M Tabrani, di Jakarta, Kamis (18/7).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Badan Pengem­bangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengusulkan agar pengga­gas utama bahasa Indonesia, Mohammad Tabrani, menjadi pahlawan nasional. Selain se­bagai bentuk penghormatan terhadap almarhum, usulan tersebut dilakukan agar ma­syarakat, terutama anak muda, tidak lupa tentang sejarah kela­hiran bahasa Indonesia.

“Usulan ini harapannya agar masyarakat dan anak muda se­makin memahami kiprah al­marhum sebagai penggagas utama kelahiran bahasa nega­ra. Ini harus dilakukan karena bahasa Indonesia adalah sim­bol negara yang menyatukan bangsa dari Sabang sampai Merauke,” ujar Kepala Badan Bahasa dan Perbukuan, Ke­mendikbud, Dadang Sunen­dar, usai ziarah ke makam M Tabrani di Tempat Pemakam­an Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta, Kamis (18/7).

Untuk usulan pahlawan na­sional, kata Dadang, akan se­gera disampaikan ke Kemen­terian Sosial. Pihaknya saat ini sedang melengkapi bukti-bukti dari ahli waris karena untuk pengusulan nama pahlawan harus berdasarkan bukti yang akurat.

Nama Jalan

Selain gelar pahlawan na­sional, Kemendikbud juga mengusulkan agar nama Mo­hammad Tabrani jadi nama jalan di Jakarta. “Kami sudah sampaikan pada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan,” katanya.

Sebagai bentuk penghor­matan, pihak Kemendikbud juga sudah mengubah nama gedung di Kantor Badan Pe­ngembangan Bahasa dan Perbukuan yang sebelumnya bernama Samudra menjadi Mohammad Tabrani.

Sebelumnya, Kemendikbud melakukan penelusuran peran dari Mohammad Tabrani hingga ke kampung asalnya di Pameka­san, Madura, Jawa Timur.

Mohammad Tabrani lahir di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada 10 Oktober 1904. Ia merupakan Ketua Kongres Pemuda I yang berlangsung di Solo pada 1926. Ia juga seorang wartawan yang mulai bekerja pada harian Hindia Baru.

Dalam kolom Kepentingan yang ia asuh di lembaga pers itu, pada tanggal 10 Januari 1926, dimuatlah tulisan de­ngan judul Kasihan. Tulisan itu muncul sebagai gagasan awal untuk menggunakan nama bahasa Indonesia. Ketika itu, Tabrani menyebut bahasa In­donesia sebagai bahasa per­gaulan bangsa. ruf/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment