Mantan Bupati Bogor Kembali Jadi Tersangka | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments
Kasus Gratifikasi - Terima Uang Rp8,9 Miliar, Tanah, dan Toyota Vellfire

Mantan Bupati Bogor Kembali Jadi Tersangka

Mantan Bupati Bogor Kembali Jadi Tersangka

Foto : ANTARANEWS.COM/M FIKRI SETIAWAN
DISAMBUT ADIK - Mantan Bupati Bogor, Rahmat Yasin disambut Bupati Bogor, Ade Yasin, yang merupakan adik kandungnya di kediamannya, Dramaga Bogor, Jawa Barat, usai dibebaskan dari lapas Sukamiskin, Rabu (8/5).
A   A   A   Pengaturan Font
Sempat menghirup udara bebas 1 bulan 20 hari setelah keluar dari dari Lapas Sukamiskin, Bandung pada Rabu (8/5), Rahmat Yasin kembali jadi tersangka.

 

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kem­bali menetapkan bekas Bupati Bogor Rahmat Yasin (RY) sebagai tersangka dugaan gratifi­kasi, Selasa (25/6). Penetapan tersangka gratifikasi terhadap Yasin ini merupakan pengem­bangan penyidikan terhadap kasus suap izin alih fungsi hutan di Kabupaten Bogor pada 2014 silam yang juga menjerat Yasin.

Sebagai informasi Yasin sendiri baru bebas dari masa hukuman 5,5 tahun penjara akibat kasus suap izin alih fungsi lahan di Kabupaten Bo­gor pada 2014 silam. Dia bebas dari Lapas Sukamiskin, Bandung pada Rabu (8/5) .

Berdasarkan pengembangan perkara itu, KPK menemukan masih ada sejumlah penerimaan lain yang diduga telah diterima Yasin selaku Bu­pati Bogor waktu itu. KPK pun membuka penyelidikan baru atas perkara pokok suap alih fungsi tersebut untuk memak­simalkan pengembalian asset kepada negara.

“Saat ini setelah terdapat bukti permulaan yang cukup KPK membuka penyidikan baru dan menetapkan RY, Bu­pati Bogor periode 2009-2014 sebagai tersangka,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam konferensi pers di Ge­dung Merah Putih KPK, Jakar­ta, Selasa (25/6).

Memotong Dana

Yasin, diduga memperoleh uang sebesar 8.931.326.223 ru­piah dengan memotong dana kegiatan sejumlah Satuan Ker­ja Perangkat Daerah (SKPD). Uang tersebut diduga digu­nakan untuk biaya operasional Yasin sebagai bupati dan kebu­tuhan kampanye Pilkada pada 2013 dan Pileg 2014.

“Total uang yang diterima RY selama 2009-2014 yang berasal dari potongan dana kegiatan SKPD adalah sebe­sar 8.931.326.223 rupiah,” kata Febri.

Febri menjelaskan, setelah menjabat sebagai Bupati Bogor pada awal tahun 2009, Yasin beberapa kali melakukan per­temuan dengan para SKPD di Kabupaten Bogor.

“Dalam pertemuan terse­but, RY menyampaikan kebu­tuhan dana di luar pembiayaan APBD yang harus dipenuhi oleh Bupati, khususnya opera­sional Bupati dan biaya pen­calonan kembali,” kata Febri.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, Yasin meminta para ke­pala dinas membantu dirinya memenuhi hal tersebut. Yasin menginstruksikan setiap SKPD menyetor sejumlah dana ke­padanya. Sumber dana yang dipotong diduga berasal dari honor kegiatan pegawai, dana insentif struktural SKPD, dana insentif jasa pelayanan RSUD, upah pungut, pungutan ke­pada pihak yang mengaju­kan perizinan, dan pungutan kepada pihak rekanan yang memenangkan tender.

Terima Mobil

Yasin juga diduga mener­ima gratifikasi tanah seluas 20 hektar dari seseorang yang ingin mengurus perizinan mendirikan pesantren dan kota santri di Desa Singasari dan Desa Cibodas, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

Dia juga mendapatkan mo­bil Toyota Vellfire senilai 825 juta rupiah dari seorang pengusaha. ola/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment