Masih Ada 433 Desa Belum Dialiri Listrik | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 28 2020
No Comments
Pemerataan Pembangunan

Masih Ada 433 Desa Belum Dialiri Listrik

Masih Ada 433 Desa Belum Dialiri Listrik

Foto : BPMI SETPRES/KRIS
PIMPIN RATAS I Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas (ratas) mengenai peningkatan rasio elektrifikasi di pedesaan dengan jajaran terkait melalui telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (3/4).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta jajarannya segera menyiapkan anggaran, regulasi, dan kebijakan in­vestasi yang diperlukan untuk mendukung program elek­trifikasi di desa-desa.

Sebab, berdasarkan indikator electricity supply quality saat ini, Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga, seperti Filipina peringkat 53, Malaysia peringkat 43, Thailand peringkat 31, Tiongkok peringkat 18, dan Singapura berada di peringkat dua. Indonesia sendiri berada di peringkat 54.

“Juga masih terdapat 433 desa yang belum berlistrik. Meskipun jumlahnya sedikit kalau dibandingkan dengan jumlah desa di seluruh Tanah Air, yakni 75.000, tapi apa pun ini harus kita selesaikan,” kata Presiden saat memim­pin rapat terbatas terkait Peningkatan Rasio Elektrifikasi di Pedesaan melalui video telekonferensi dari Istana Merde­ka, Jakarta, Jumat (3/4).

Sejumlah desa tersebut, lanjut Presiden, tersebar di em­pat provinsi dengan rincian sebanyak 325 desa di Papua, 102 desa di Papua Barat, lima desa di Nusa Tenggara Timur, dan satu desa di Provinsi Maluku.

“Saya minta diidentifikasi secara jelas, desa mana yang berdekatan dengan desa yang tak berlistrik. Desa mana yang jarak rumah antarpenduduknya berjauhan dan mana yang berdekatan, sehingga kita dapat menentukan strategi pendekatan teknologi yang tepat,” ucap Presiden.

Presiden juga ingin memastikan bahwa listrik tidak ha­nya masuk desa-desa tersebut, tapi juga dapat dinikmati dan diakses oleh warga, utamanya yang berada di lapisan bawah. Sehingga, mereka dapat memenuhi keperluannya sekaligus memberikan nilai tambah bagi peningkatan pro­duktivitas ekonomi di desa-desa tersebut. “Dengan adanya listrik, kita harapkan anak-anak bisa belajar di malam hari dengan penerangan lampu yang cukup sehingga kualitas pendidikan kita juga semakin meningkat,” ujar Presiden.

Sementara itu, di awal pengantarnya, Presiden menga­takan bahwa rasio elektrifikasi atau tingkat perbandingan jumlah penduduk yang menikmati listrik dengan jumlah total penduduk di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan laporan yang diterimanya, hingga Ap­ril 2020, rasio tersebut telah mencapai angka 99,48 persen. “Meningkat sangat signifikan. Di 2014 berada di posisi 84 persen dan telah melampaui target RPJMN 2015–2019 se­besar 96 persen,” kata Presiden.

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Zulkifli Zain, mengatakan untuk mencapai rasio elektrifi­kasi 100 persen akan membangun pembangkit lokal.

“Sistem ini bisa diterapkan di daerah terpencil. Di sam­ping itu, PLN akan membangun stasiun pengisian energi listrik,” katanya.

Zulkifli menjelaskan pembiayaan stasiun pengisian lis­trik adalah tanggung jawab PLN dengan total nilai proyek 735 miliar rupiah. Sementara itu, tabung listrik akan men­dapatkan anggaran dari dana desa atau APBD dengan total nilai 525 miliar rupiah. n fdl/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment