Mendikbud Kembangkan “Marketplace” BOS | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 28 2020
No Comments
Anggaran Sekolah

Mendikbud Kembangkan “Marketplace” BOS

Mendikbud Kembangkan “Marketplace” BOS

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Untuk mendu­kung fleksibilitas penggunaan anggaran, kemendikbud akan mengembangkan marketplace bantuan operasional sekolah (BOS) online. Demikian dikat­akan Mendikbud, Nadiem Ma­karim, usai mengikuti Rapat Kabinet Terbatas melalui kon­ferensi video di Jakarta, Jum­at (3/4).

Langkah itu sebagai bagian sekolah untuk memanfaatkan teknologi secara maksimal. Hal itu juga akan meringankan be­ban kepala sekolah. Teknologi dapat digunakan untuk mem­inimalkan beban kepala se­kolah, sehingga bisa fokus memonitor perkembang­an guru. Sebab ke depan, pembelajaran harus se­makin holistic agar meng­hasilkan sumber daya ma­nusia yang berkualitas.

Saat ini kemendikbud te­ngah menyusun be­berapa strate­gi untuk men­jalankan pembelajaran holistik. “Per­lu strategi ya­ng kompre­hensif untuk meningkatkan kualitas pem­belajaran, sehingga terlihat peningkatan pada 2024 atau 2025,” ujar Nadiem.

Nadiem mengatakan, strate­ginya transformasi kepemim­pinan sekolah dengan memilih generasi baru kepala sekolah dari guru-guru terbaik. Me­nurutnya, mereka mendapat fleksibilitas dan otonomi da­lam penggunaan anggaran dan teknologi di sekolah. Sedang tentang Marketplace BOS on­line bertujuan memberi flek­sibilitas kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pem­belajaran.

Strategi lain, transformasi pendidikan dan pelatihan guru untuk mengha­silkan generasi guru baru. Se­lain itu, ke­mendikbud juga akan mendo­rong kemunculan kurang le­bih 10.000 sekolah penggerak yang akan menjadi pusat pe­latihan guru dan katalis trans­formasi sekolah-sekolah lain. “Banyak guru PNS pensiun se­tiap tahun, tapi pelatihan guru sifatnya hanya teoritis. Praktik­nya sedikit,” jelasnya.

Ada juga strategi guru mengajar sesuai dengan ting­kat kemampuan siswa. Ini per­lu menyederhanakan kuriku­lum aga rlebih fleksibel dan berorientasi pada kompetensi. Menurut Nadiem, akan dilaku­kan personalisasi dan segmen­tasi pembelajaran berdasarkan asesmen berkala.

Kemendikbud juga akan menyelenggarakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk mengukur kinerja se­kolah berdasarkan literasi dan numerasi siswa. Survei Karak­ter dan Survei Lingkungan Be­lajar, lanjut Nadiem, juga akan digunakan untuk mengukur aspek-aspek nonkognitif un­tuk mendapat gambaran mutu pendidikan secara holistik.

Strategi terakhir menjalin kemitraan daerah lewat dinas pendidikan. n ruf/G-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment