Mengapa Motivasi Kerja Menurun | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 27 2020
No Comments
Surat untuk bu Rossa

Mengapa Motivasi Kerja Menurun

Mengapa Motivasi Kerja Menurun

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan :

Bu Rossa, akhir-akhir ini motivasi kerja saya sangat rendah. Terkadang saya berusaha mencari alasan untuk tidak masuk kerja. Atasan saya juga sudah dua kali menegur karena performance saya menurun. Saya tahu ini salah dan saya ingin memperbaikinya. Bagaimana cara membangkitkan motivasi kerja Bu?

Jawaban : Motivasi kerja merupakan stimulus atau rangsangan bagi setiap karyawan untuk bekerja dan menghasilkan karya lebih baik. Dengan motivasi yang tinggi, Anda lebih bersemangat dan bergairah daalam bekerja. Namun, tak dapat dipungkiri pada kenyataannya banyak karyawan yang memiliki motivasi rendah atau menurun.

Akibat minimnya motivasi, hasil kerja tidak memuaskan atau di bawah standar. Paling tinggi hanya pas-pasan. Tentu saja kondisi ini harus segera dibenahi. Caranya, Anda harus mencari dulu penyebab menurun atau rendahnya motivasi kerja Anda. Memang, banyak hal yang bisa menjadi pemicu.

Tetapi ada lima faktor yang paling sering menyebabkannya. Tidak puas dengan penghasilan Walau bukan tujuan utama, uang seringkali dijadikan sebagai pertimbangan untuk mengukur tinggi rendahnya motivasi kerja. Semakin tinggi penghasilan Anda, maka semakin tinggi pula motivasi kerja Anda.

Sebaliknya, bila penghasilan Anda kecil atau di bawah rekan-rekan Anda, bisa dipastikan motivasi kerja Anda juga rendah. Karena tak dapat dipungkiri para karyawan bisa bekerja giat dan penuh semangat, jika hasil kerjanya dihargai dengan penghasilan yang sesuai.

Rutinitas Pekerjaan yang Anda hadapi dari waktu ke waktu, jam ke jam, menit ke menit dan relatif membosankan tak urung membuat motivasi kerja Anda anjlok.

Karena Anda merasa bahwa apa yang Anda kerjakan tidak mengandung sesuatu yang baru. Anda seolah-olah sudah mempunyai rekaman terhadap apa saja yang harus Anda kerjakan, dan fungsi Anda lebih banyak seperti menjadi robot. Akibatnya, kondisi seperti itu lambat laun akan mendatangkan kebosanan pada diri Anda dalam melakukan pekerjaan.

Lingkungan kerja yang tidak nyaman Lingkungan kerja yang tidak nyaman, misalnya pendingin udara sering rusak, rekan-rekan yang tidak bersahabat, atau bos yang pilih kasih sangat mempengaruhi menurunnya semangat dan motivasi kerja Anda. Sebaliknya, jika lingkungan kerja cukup kondusif maka Anda akan lebih bergairah kerja.

Teman-teman yang kooperatif, bos yang bijak, dan fasilitas kantor yang lengkap membuat Anda betah plus semangat bekerja. Sehingga Anda bisa bekerja secara maksimal.

Kurang ketrampilan Biasanya seseorang akan memiliki semangat dan motivasi yang tinggi jika yakin bahwa dirinya memiliki kemampuan dan potensi dalam melakukan pekerjaan. Potensi yang ada dalam diri Anda membuat Anda percaya diri. Dan ini merupakan modal untuk maju.

Sebaliknya kurangnya ketrampilan yang berhubungan dengan pekerjaan Anda menyebabkan Anda minder, rendah diri, karena Anda tidak yakin akan bekerja secara maksimal.

Akibatnya Anda tidak punya motivasi lagi untuk lebih berhasil. Akhirnya pekerjaan Anda tidak pernah mencapai hasil optimal. Tidak punya tujuan Motivasi yang tinggi biasanya dimiliki oleh orangorang yang mempunyai tujuan yang jelas terhadap apa yang dilakukannya. Dengan tujuan yang jelas, setiap langkah dan pikiran Anda akan mencapai tujuan yang lebih pasti.

Tetapi tanpa tujuan yang jelas motivasi kerja Anda akan berantakan. Sehingga Anda tidak akan pernah mencapai hasil kerja yang jelas. Kenapa? Karena motivasi akan berkembang dengan baik jika Anda sudah mengetahui kemana tujuan Anda. Bagaimana dengan motivasi Anda..? Apakah Anda memiliki motivasi yang baik atau sebaliknya.

Nah mulai sekarang coba identifikasi kadar motivasi Anda. Jika motivasi Anda rendah, segera cari tau penyebabnya. Nah jika sudah tau tentu Anda harus bisa mengatasinya dong.

Misalnya kalau penghasilan Anda tidak sesuai Anda bisa bicarakan dengan bos. Atau kalau Anda kurang ketrampilan Anda harus menambah atau meningkatkan ketrampilan. Begitu seterusnya.

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment