Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments

Menjaga Fisik Tetap Bugar di Usia Senja

Menjaga Fisik Tetap Bugar di Usia Senja
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Bioteknologi Penuaan
Penulis : FG Waniarno
Penerbit : Gramedia
Cetakan : Oktober 2018
Tebal : 173 halaman
ISBN : 978–602-06-1412-0

Proses penuaan merupakan akumulasi perubahan patologis di dalam sel dan jaringan yang terjadi seiring berjalannya waktu pada usia senja. Menjadi tua adalah suatu proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki atau mengganti diri dalam mempertahan­kan struktur serta fungsi normalnya.

Akibat penurunan fungsi tersebut muncul berbagai tanda dan gejala penuaan secara psikis dan fisik. Tanda psikis berupa menurunnya gairah hidup, sulit tidur, mudah cemas, mu­dah tersinggung, dan merasa diri tidak berharga. Tanda fisik berupa penu­runan massa otot, peningkatan lapisan lemak, dan daya ingat berkurang. Kemudian, fungsi seksual terganggu, kemampuan kerja menurun, muncul sakit tulang, dan kerutan pada kulit.

Salah satu proses penuaan terkait dengan hubungan antara sel telomer, yaitu potongan DNA yang berada di ujung kromosom dan proses sebuah sel memperbarui diri. Setiap kali sebuah sel membelah diri, telomer menjadi semakin pendek. Hal ini terus berlangsung sampai telomer habis dan sel tidak mampu membelah diri. “Mengecil dan memendeknya telomer menjadi faktor utama dalam proses penuaan tubuh,” (hlm 26).

Tubuh memiliki daya untuk meng­hambat proses pemendekan telomer, yakni dengan memproduksi enzim telomerase. Semakin tinggi jumlah enzim telomerase, semakin mampu sel-sel tubuh bertahan tetap muda. Jumlah enzim tersebut dipengaruhi emosi dan kondisi pikiran. Karena itu, meditasi, kontemplasi, dan retret banyak membantu meningkatkan jumlah enzim tersebut.

Saat mencapai usia senja, setiap orang juga akan kehilangan massa otot tubuh sebanyak 30 persen. David Minkoff, ilmuwan dunia, saat berusia 69 memiliki tubuh jauh lebih baik dari ketika 30 tahun. Massa otot tubuhnya masih sangat kuat. Perutnya rata dan keras. Alasannya, David mengonsumsi banyak protein.

Protein adalah senyawa yang mem­bangun jaringan tenunan tubuh, otot, tulang, kulit, dan rambut. Bahan dasar makanan itu banyak dari hewan. “Jika kurang protein, tubuh akan kehilangan massa otot. Kemudian, rambut men­jadi kusam, kulit tubuh menjadi tidak kencang dan keriput. Lalu, tulang mu­dah patah, retak, serta sistem imunitas lemah. Akibatnya, beragam penyakit mudah menyerang tubuh,” (hlm 99).

Sumber protein terbaik bagi lansia adalah telur ayam. Telor memiliki AAU tinggi dengan skala 47 persen. Telur dapat menjadi sumber asam amino esensial metionin. Kandungan tertinggi sebagai pembangun tenunan tubuh ada di kuning telur. Sedangkan sumber protein lain memiliki skala AAU yang lebih rendah.

Selama proses penuaan juga terjadi proses pengerutan kulit terutama di wajah, lengan, leher, dan payudara. Keriput di sekitar area wajah terlihat lebih khususnya di sudut luar mata, pipi, kelopak mata, dan leher. Ma­syarakat Peru menggunakan ramuan tradisional anti-aging dari tanaman caracol bella yang terbukti muja­rab membuat kulit wajah bersinar, kencang, dan bersih. Rahasia lainnya, bekicot atau escargot karena memiliki enzim superoxide dismutase (SOD) yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas yang menggerogoti kekenyalan kulit dan meminimalkan pengerukan kulit.

“Ada baiknya ahli Indonesia mulai meneliti kadar enzim bekicot. Mung­kin saja bisa menjadi sumber gizi dan kecantikan baru,” (hlm 139). Daun teh putih muda juga mengandung khasiat tinggi untuk menjaga kulit tetap muda. Penelitian dari 21 ekstrak herbal me­nemukan, pucuk teh putih merupakan ekstrak herbal terbaik bagi peremajaan kulit. Teh putih mampu mendukung kecantikan kulit wajah 3 sampai 6 kali lebih baik dari green tea. Diresensi Mamang Hariyanto, Alumnus Universitas Madura

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment