Mewujudkan Impian Kalangan Investor | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments
CJIBF 2019

Mewujudkan Impian Kalangan Investor

Mewujudkan Impian Kalangan Investor

Foto : dok CJIBF 2019
A   A   A   Pengaturan Font

Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2019 ke-15 yang diselenggarakan pada 5 November 2019 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, mengusung tagline “Trust us to invest, realize your dream”.

CJIBF 2019 menawarkan peluang investasi di dua sektor unggulan Jawa Tengah (Jateng). “Kedua sektor tersebut diharapkan mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi, yaitu di sektor pariwisata dan manufaktur, selain di sektor lainnya diantaranya properti, infrastruktur, energi dan agrikultur,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng, Ratna Kawuri.

Dia mengatakan, peserta yang hadir dan berpartisipasi pada CJIBF tercatat sejumlah 500 orang. Terdiri dari calon investor dari luar negeri sebanyak 73 orang, dalam negeri 254 orang, pemrakarsa proyek dari kabupaten/kota dan provinsi sejumlah 70 orang, serta undangan sejumlah 110 orang, mencakup duta besar negara sahabat, pemerintah pusat, asosiasi usaha tingkat regional hingga pusat, BUMN dan BUMD se-Jawa Tengah serta lembaga keuangan dan perbankan. Yang menarik, termasuk juga sebanyak 59 investor dan pengusaha asal Tiongkok dari sektor industri kayu dan furnitur.

“Rencananya pengusaha tersebut akan melakukan relokasi industri ke Jawa Tengah,” ujar Ratna. Mewujudkan Impian Kalangan Investor Jateng, lanjutnya, kini menjadi primadona investasi dari berbagai negara. Iklim investasi yang sangat tenang dan ditopang kemajuan pembangunan infrastruktur, membuat daya saing investasi Jateng kian membaik. Hal tersebut ditandai adanya 11 perusahaan asal Tiongkok bakal direlokasi.

“Targetnya sebelum akhir tahun proses relokasi tersebut bisa selesai dan segera melakukan produksi. September lalu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga mencatat sebanyak 33 perusahaan asal negeri Tirai Bambu itu akan direlokasi, sebagai imbas dari perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS). Ditambahkannya, melalui pendaftaran peserta secara online telah terjaring sebanyak 33 kepeminatan investasi sebelum acara berlangsung.

Lokasi yang diminati tersebar di 18 Kabupaten/ Kota dengan nilai sebesar 25,2 triliun rupiah dan 1 miliar dolar AS. “Angka kepeminatan investasi ini akan bertambah dengan adanya One on One Meeting dengan masing-masing pemrakarsa proyek setelah diskusi panel,” kata Ratna. ars/R-1

Tiga Kabupaten Jadi Pilihan

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dalam sambutannya mengatakan target investasi Jateng tahun ini sebesar 47,42 triliun rupiah. “Kami optimistis mampu memenuhi target tersebut, karena kami punya daya saing dalam hal potensi, dukungan infrastruktur, tenaga kerja, dan sekaligus punya komitmen kuat untuk mendorong peningkatan investasi melalui kebijakan pro-investasi,” paparnya.

Dijelaskan, total investasi yang masuk pada periode 2015 hingga triwulan II 2019, baik Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai 211,19 triliun rupiah. “Terdiri dari investasi PMA sebesar 110,85 triliun rupiah dengan 4.964 proyek yang menyerap 335.735 tenaga kerja, dan PMDN sebesar 100,34 triliun rupiah dengan 7.121 proyek yang menyerap 221.071 tenaga kerja,” urainya.

Adapun investasi yang masuk di Jateng, kata Ganjar, paling banyak di sektor listrik, gas dan air, transportasi, gudang dan telekomunikasi, serta industri tekstil. Sedangkan daerah yang menjadi pilihan utamanya yaitu Kabupaten Jepara, Kabupaten Batang dan Kabupaten Cilacap. “Sediakan fasilitasi dan kemudahan serta jelaskan insentif yang akan diberikan kepada calon investor sehingga investasi di Jateng dapat terus berkembang.

Dengan realisasi investasi yang tinggi, akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pintanya kepada Bupati/Walikota yang hadir. Pada kesempatan yang sama, Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, dalam sambutannya di acara CJIBF mengatakan bahwa Jateng layak menjadi salah satu wilayah favorit bagi investor.

Salah satu alasannya karena pelayanan perizinan di Jateng adalah yang terbaik, di mana menjadi peringkat pertama sebagai penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Terbaik se-Indonesia dalam acara Investment Award 2018. “Tentunya ini bukti bahwa pemerintah sudah support. Perizinan mudah menjadi modal utama dalam mengundang investasi,” ujar Bahlil.

Bahlil juga menyampaikan agar BKPM dan Pemerintah Provinsi Jateng terus berkolaborasi untuk meningkatkan investasi industri furnitur di Jateng. Hal ini sejalan dengan pesan Presiden Joko Widodo agar pemerintah proaktif menangkap peluang investasi relokasi pabrik furnitur dari perusahaan-perusahaan yang terkena dampak perang dagang AS – Tiongkok. “Kami (BKPM) sudah beberapa kali mempertemukan pengusaha-pengusaha furnitur di luar negeri dengan pelaku industri furnitur lokal. Harapannya agar mereka segera dapat bermitra dan membuat pabriknya di Jateng,” jelasnya. ars/R-1

Dukung Iklim Investasi

Pada kesempatan berbeda Ganjar Pranowo mengatakan, karakter masyarakat di Jateng mendukung iklim investasi dari berbagai sektor sehingga para investor memilih provinsi ini untuk mengembangkan usaha. “Kita ini punya social capital yang bagus, masyarakatnya mendukung, karakternya, grapyak dan semanak, membuat orang mau datang, maka kenyamanan ini menjadi modal untuk mengundang para investor sehingga mau menumbuhkan ekonomi dan melibatkan banyak kepentingan,” katanya.

Terkait dengan hal itu, masyarakat diminta terus mengedepankan karakter yang baik dalam keseharian sebab menjadi modal penting untuk menarik investor. Gubernur Ganjar berharap semua pihak terkait, termasuk perbankan bisa menangkap potensi daerah yang ada. “Mereka bisa membagi per sektor, menghitung kuantitas, tata cara, membagi kabupaten, provinsi, pusat, penanaman modal dalam negeri, penanaman modal asing, serta skema-skema pembiayaan,” ujarnya.

Pemprov Jateng melalui DPMPTSP menyiapkan provinsi setempat agar bisa menjadi ladang investasi pada 2025. Saat ini terus dilakukan proses penataan kawasan industri, serta menyiapkan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, ketersediaan listrik dan air. Oleh karena itu, untuk menggairahkan iklim investasi di Jateng, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota fokus menyelesaikan problem soal peruntukan lahan dan proses perizinan usaha.

Ratna Kawuri, menyampaikan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Jateng memiliki kesadaran investasi tinggi, sehingga berupaya membuat iklim yang kondusif bagi penanaman modal. Oleh karena itu, hal utama yang disiapkan sejak awal adalah kebutuhan lahan. “Kami mendorong kabupaten/ kota untuk sesegera mungkin regulasi yang terkait peruntukan ruang dan wilayahnya bisa ditetapkan. Karena lahan ini menjadi izin dasar bagi investor dalam memulai usahanya dan merelisasikan produksinya,” tuturnya.

Ratna berkomitmen baik DPMPTSP Jateng ataupun PTSP di kabupaten/kota mesti setia mengawal proses realisasi investasi. Dengan demikian, proses perizinan investor semakin jelas dan cepat, sehingga bisnisnya dapat segera beroperasi. Ratna menambahkan ada sejumlah keunggulan Jateng sebagai lokasi bisnis dan investasi, yakni komitmen pemerintah dalam membantu perizinan, ketersediaan infrastruktur yang mumpuni, tenaga kerja yang loyal dan kompetitif, serta ketersediaan lahan yang luas. ars/R-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment