Obrolan Ringan yang Tidak Ringan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 28 2020
No Comments
SURAT UNTUK BU ROSSA

Obrolan Ringan yang Tidak Ringan

Obrolan Ringan yang Tidak Ringan

Foto : ist
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, saya tipe orang yang tidak suka basa-basi. Setelah saya bekerja, sifat ini terkadang menyulitkan diri saya sendiri. Saya sebenarnya ingin lebih banyak bersosialisasi, baik untuk membina hubungan pribadi maupun membuka jaringan baru dalam pekerjaan, tapi saya sering kebingungan sendiri bagaimana memulainya. Tolong advisnya ya Bu.

Jawaban:

Sebagai makhluk sosial, Anda tentu tak bisa menghindari interaksi dengan sesama. Entah itu di lingkungan rumah, sekolah, apalagi lingkungan kerja. Dalam proses interaksi tersebut perlu adanya komunikasi untuk memperlancar suatu hubungan, dan awal dari sebuah komunikasi dimulai dari obrolan ringan. Karena itu, jangan heran jika dua orang atau lebih terlihat bercakap-cakap santai, entah itu di rest room, kantin, atau di ruang mesin foto kopi.

Sekadar say hai atau mengomentari busana yang dikenakan lawan bicara akan mengantarkan Anda pada obrolan ringan. Misalnya, Anda jadi membicarakan berita yang sedang hangat, dsb. Meskipun sifatnya ringan, jangan pernah menyepelekannya. Karena justru dari hal-hal yang ringan ini bisa memberi dampak yang lebih luas.

Dalam dunia kerja, obrolan ringan merupakan salah satu cara yang cukup efektif dalam menjalin hubungan dan kepercayaan dengan rekan sekerja, staf, bos, klien, pelanggan, termasuk mitra usaha. Bahkan, bermula dari obrolan ringan tak jarang dapat membuka peluang bisnis baru yang cukup menguntungkan. Hal ini juga berpeluang pada kemajuan karier seseorang. Tetapi, tentu saja tidak semua obrolan ringan berdampak menguntungkan. Jika obrolan ringan bersifat gosip justru bisa membahayakan Anda, salah-salah Anda malah dituduh sebagai penyebar tnah. Agar obrolan ringan Anda efektif dan menghasilkan dampak yang diharapkan, Anda perlu sedikit strategi.

Pertama kali, harus memperhatikan individu lawan bicara Anda. Ingat, tidak semua orang bisa terlibat obrolan ringan. Pribadi yang serius dan tidak suka basa-basi biasanya tidak suka ngobrol ringan. Untuk mengetahui apakah seseorang bisa terlibat obrolan ringan atau tidak, perhatikan gerakan atau bahasa tubuhnya. Jika ia mengisyaratkan keengganan, jangan memaksakan diri mengajaknya ngobrol, kecuali kalau Anda bersedia dicuekin. Anda juga perlu memperhatikan waktu dan kondisi yang pas. Saat deadline, menjelang meeting, atau saat orang konsentrasi kerja tentu bukan saat yang tepat untuk obrolan ringan.  Saat yang santai dan rileks merupakan waktu yang pas. Misalnya saat istirahat, pulang kantor, atau saat acara-acara kantor informal seperti pesta ulang tahun perusahaan, company outing, atau acara syukuran kenaikan jabatan rekan. Tentu saja, obrolan ringan akan berdampak efektif jika dilakukan secara langsung.

Dalam arti tidak melalui media seperti email, telepon, atau SMS. Karena obrolan secara langsung dan personal menjadi sangat dinamis dan dapat segera diketahui dampaknya saat itu juga, baik dengan mendengar langsung pendapat lawan bicara maupun melihat ekspresi wajah maupun bahasa tubuhnya. Selanjutnya, pemilihan topik bicara juga menentukan berhasil tidaknya sebuah obrolan ringan.

Obrolan yang bersifat personal, informal, dan friendly cukup tepat untuk sebuah obrolan ringan. Hal-hal bersifat umum seperti olahraga, hobi, liburan, dll, biasa menjadi tema pembicaraan ringan. Hindari pembicaraan yang bersifat kontroversial seperti politik dan agama. Karena ini sama sekali tidak cocok untuk obrolan ringan.

Obrolan ini justru bisa memicu pertentangan dan perbedaan pendapat yang cukup tajam. Ingatlah, walau ringan, kadang dampaknya bisa menjadi lebih besar dari pembicaraan kelas berat seperti di seminar, konferensi pers, atau diskusi ilmiah yang biasa dilakukan kalangan eksekutif. Obrolan ringan dan santai yang dilakukan seorang karyawan kepada bos, kadang membuka wawasan tersendiri bagi si bos tentang sesuatu yang tidak diketahuinya di luar urusan kantor, dan hal ini membuka peluang bagi lancarnya hubungan Anda dan bos.

Begitu juga dengan rekan sekerja, ataupun relasi bisnis. Karena sering kali, obrolan ringan akan menggiring Anda pada pembicaraan serius yang membuka kemungkinan-kemungkinan baru. Nah, Anda yang tidak pernah terlibat obrolan ringan, tidak ada salahnya mencoba.

Mulailah dengan sapaan yang tulus dan niat bersilaturahmi. Semoga obrolon ringan Anda berbuah manis membuka network dan hubungan yang baik dengan siapa pun

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment