Koran Jakarta | October 16 2019
No Comments
Industri Asuransi Jiwa

Pacu Penjualan, Cigna Sasar Generasi “Sandwich”

Pacu Penjualan, Cigna Sasar Generasi “Sandwich”

Foto : KORAN JAKARTA/M ISMAIL
PERKENALKAN PRODUK - President Director & CEO Cigna Indonesia Phil Reynolds (kanan) bersama Director & Chief Distribution Officer Dini Maharani (tengah) dan Chief Marketing & Strategic Partnership Officer Akhiz Nasution memperkenalkan Cigna Family EaziLife, di Jakarta, Selasa (17/9). Produk asuransi untuk keluarga dan orang tua ini jumlah tertanggungnya maksimal sebanyak 7 orang selama 10 tahun dengan biaya pertanggungan mulai dari 75 juta rupiah hingga 1 miliar rupiah .
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Cigna (Cigna Indonesia) fokus menggenjot kinerja bisnis di sisa waktu tahun ini dengan meluncurkan produk proteksi keluarga, Cigna Family EaziLife. Produk proteksi terhadap keluarga plus orang tua tersebut diyakini mampu menggenjot pendapatan premi perusahaan.

Cigna meyakini produk tersebut pertama kali ada di industri asuransi jiwa di Tanah Air. Tak hanya itu, proteksi tersebut menjadi solusi bagi persoalan pelik yang dihadapi generasi sandwich saat ini. Generasi sandwich adalah generasi dihadapkan pada kondisi untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus orang tuanya.

“Kami melihat banyak orang membutuhkan produk seperti ini, tetapi di pasaran produk ini tidak ada. Makanya, Cigna mempersiapkan sebaik mungkin Cigna Family EaziLife untuk memberi benefit buat masyarakat dan juga perusahaan,” ungkap Presiden Direktur & CEO PT Asuransi Cigna Philip Reynolds saat peluncuran Cigna Family EaziLife di Jakarta, Selasa (17/9).

Menurutnya, gap proteksi di Indonesia sampai saat ini masih mengkhawatirkan, yakni hanya tiga persen penduduk yang memiliki asuransi. Di sisi lain, kata Reynolds, kondisi itu menjadi tantangan bagi perusahaan asuransi, termasuk Cigna, untuk meningkatkan literasi asuransi dengan menghadirkan produk yang dibutuhkan masyarakat.

Tujuannya untuk membantu masyarakat Indonesia meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan ketenangan pikiran. “Hasil Survei Kesejahteraan 360 kami tahun ini menunjukkan, orang Indonesia masih berharap mereka dapat memberikan perlindungan kepada orang-orang terkasih mereka, tidak hanya pasangan dan anakanak, melainkan juga orang tua mereka,” kata Reynolds.

Chief Marketing & Strategic Partnership Officer Cigna Indonesia, Akhiz Nasution menambahkan Cigna Family EaziLife memang dihadirkan sebagai solusi untuk generasi sandwich. Cigna Family EaziLife merupakan produk proteksi jiwa sekaligus penyakit kritis dengan jumlah tertanggung maksimal 7 orang, meliputi keluarga 5 orang plus 2 orang tua, dengan menawarkan manfaat hingga 1 miliar rupiah.

“Kami sudah melakukan survei, saat bertemu klien, customer secara face to face, banyak pertanyaan yang muncul tentang produk asuransi yang bisa meng-cover seluruh keluarga termasuk orang tua.

Cigna Family EaziLife menawarkan kemudahan manfaat perlindungan jiwa selama 10 tahun serta penyakit kritis termasuk kanker, gagal ginjal, meningitis bakteri, paru-paru, dan stroke untuk setiap anggota keluarga yang terdaftar pada Polis. Jika risiko tidak terjadi dan polis masih aktif, maka nasabah akan mendapatkan manfaat premi kembali sebesar 100 persen pada akhir masa proteksi.

 

Respons Positif

 

Brand Campaign Cigna Family EaziLife sekaligus aktor Reza Nangin menilai masyarakat Indonesia perlu memiliki proteksi buat keluarga. Di sisi lain, lanjutnya, kultur masyarakat di Indonesia mengharuskan anak menanggung kebutuhan orang tua sebagai bentuk bakti mereka. “Kondisi tersebut akan membuat kita terasa berat. Karenanya, produk tersebut sangat mewakili dengan kondisi saat ini.” ujarnya.

Pada kesempatan sama, Director & Chief Distribution Officer Cigna Indonesia, Dini Maharani mengungkapkan animo masyarakat terhadap produk itu sangat tinggi. Baru sekitar dua pekan ditawarkan ke publik sebelum grand launching, ternyata sudah meraih pendapatan premi tahunan 1 miliar rupiah.

“Hasil ini sejalan dengan keinginan nasabah yang kita survei,” ujarnya. Dia menargetkan, hingga akhir tahun ini, produk itu bisa memenuhi 10 persen dari total pencapaian lini distribusi telemarketing. 

 

mad/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment