Pasokan Komoditas Pangan di Pasar Kramat Jati Turun | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments
Dampak Musim Kemarau l Harga Cabai Diperkirakan Bakal Naik

Pasokan Komoditas Pangan di Pasar Kramat Jati Turun

Pasokan Komoditas Pangan di Pasar Kramat Jati Turun

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Pemerintah harus dapat mengatur pola tanam petani dengan mengatur panen cabai setiap tiga bulan sekali untuk menghindari langka dan harga cabai meroket.

JAKARTA – Musim kemarau mulai dirasakan beberapa pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Dua bulan terakhir ini, pasokan beberapa komoditas turun yang berim­bas pada kenaikan harga, se­perti cabai, bawang merah, dan lain sebagainya.

Pedagang cabai, Toto, men­jelaskan harga cabai rawit kini bisa mencapai 50.000 rupiah per kilogram dari yang se­belumnya berada di kisaran 40.000 rupiah per kilogram pada pekan lalu. Cepatnya ke­naikan harga cabai, menurut Toto, salah satunya karena pan­jangnya musim kemarau yang mempengaruhi masa panen.

“Para petani di daerah-dae­rah mulai mengalami kesulitan air. Harga sudah beranjak naik dan mungkin bulan Agustus nanti mencapai puncaknya ka­rena berdekatan dengan per­ayaan Idul Adha. Setelah itu mungkin baru bisa kembali ke harga normal atau turun,” kata Toto, Selasa (9/7).

Toto menambahkan, saat ini permintaan konsumen cende­rung turun meski tidak menu­tup kemungkinan menjelang Idul Adha mendatang permint­aan dapat meningkat.

“Omzet beberapa pekan ini tidak ada kenaikan, bah­kan malah turun 5–10 persen. Dinikmati saja yang penting te­tap usaha,” ujar Toto.

Selain Toto, pedagang cabai lainnya, Edi, juga merasakan dampak kemarau panjang ter­hadap penjualannya. “Mau gimana lagi, karena memang pasokannya pun kadang tidak jelas. Palingan saya selama beberapa bulan ini nggak berani memasok cabai terlalu banyak karena serbasalah juga kalau harganya tinggi siapa yang mau beli?” keluh Edi.

Sementara itu, menurut pedagang bawang, Laras, harga bawang putih selama bebe­rapa pekan cenderung stabil. Per Selasa (9/7), harga bawang putih berada di kisaran 25.000–30.000 rupiah per kilogram. Sedangkan harga bawang merah mengalami kenaikan dan penurunan pada beberapa pekan.

“Harga bawang merah se­karang 20.000 sampai 25.000 rupiah per kilogram. Satu atau dua minggu lalu sempat naik, lalu stabil, kemudian sekarang cenderung turun,” kata Laras.

Langkah Antisipasi

Sebelumnya, pedagang ca­bai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, meminta pe­merintah mengantisipasi ke­naikan harga seiring jumlah pasokan dari petani yang mulai menurun.

“Harga cabai mulai merang­kak naik dalam dua bulan ter­akhir, harus diantisipasi dari sekarang, kalau tidak pada ak­hir tahun nanti bakal melam­bung lagi seperti kejadian pada 2016 lalu yang menembus 125.000 rupiah per kilogram,” ujar pedagang cabai, Dwi, di Pasar Induk Kramat Jati.

Menurut dia, pemerintah harus dapat mengatur pola tanam petani dengan meng­atur panen cabai setiap tiga bulan sekali. Misalnya, agar panen November–Desember, petani menanam cabai rawit pada bulan ini atau Agustus–September.

Dwi menambahkan, da­lam sehari dirinya bisa men­jual cabai rawit merah men­capai tiga ton, namun saat ini mulai menurunenjadi sekitar dua ton. “Kalau harga cabai naik terus, bisa mengganggu penjualan harian nanti, susah cari pembeli,” katanya.

Salah satu pembeli, Rina, menyatakan sepakat mengenai pemerintah harus mengantisi­pasi kenaikan cabai ke depan­nya. “Cabai mulai naik harga­nya, harga makanan jual juga bakal naik juga nantinya, pe­merintah harus antisipasi,” ujar Rina, yang mengaku memiliki warung makan sederhana.

Ia berharap kenaikan harga cabai lebih tinggi dapat ditah­an sehingga tidak mengganggu aktivitas bisnis makanannya ke depan.  pin/Ant/P-5

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment