Koran Jakarta | September 18 2019
No Comments
Risiko Pembiayaan

Pefindo “Downgrade” Peringkat APLN

Pefindo “Downgrade” Peringkat APLN

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menu­runkan (downgrade) peringkat PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dan Obligasi Berkelan­jutan I/2014-2015 menjadi “id­BBB” dari “idA-”. Penurunan peringkat ini mencerminkan meningkatnya risiko pembiay­aan kembali (refinancing) dan likuiditas APLN terkait dengan pinjaman sindikasi sebesar 1,3 triliun rupiah, serta Obligasi I/2014-2015 fase III sebesar 451 miliar rupiah dan Obligasi I/2014-2015 fase IV sebesar 99 miliar rupiah yang akan jatuh tempo masing-masing pada 30 September 2019, 19 Desember 2019, dan 25 Maret 2020.

Analis Pefindo, Yogie Per­dana, mengatakan outlook yang direvisi menjadi “credit watch dengan implikasi negatif”, untuk mengantisipasi peningkatan ketidakpastian terkait kemam­puan APLN terhadap fleksibili­tas keuangan terbatas untuk membiayai kembali utang yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan. “Leverage keuangan yang tinggi memberi sedikit ruang APLN untuk men­arik utang baru, serta terbatas­nya aset yang belum dijadikan jaminan,” ungkapnya di Jakarta, pekan lalu (15/8).

Dana tersebut akan digu­nakan APLN untuk membiayai kembali utang yang akan jatuh tempo tersebut, termasuk Ob­ligasi I/2014 sebesar 750 miliar rupiah yang telah jatuh tempo dan dibayar oleh APLN pada tanggal 6 Juni 2019, menggu­nakan fasilitas pinjaman sindi­kasi baru dengan total 2,6 tri­liun rupiah.

“Namun, kami memahami bahwa ketersediaan dana ta­hap kedua yang akan digunak­an untuk membiayai kembali utang sindikasi sebesar 1,3 tri­liun rupiah, yang seharusnya jatuh tempo pada Juni 2020 dan dipercepat ke Juni 2019, menjadi tidak tersedia setelah salah satu bank mundur. Pem­beri pinjaman sindikasi 1,3 triliun rupiah setuju untuk memperpanjang tanggal pem­bayaran hingga 30 September 2019,” jelas Yogie.

Meski begitu, APLN me­nyatakan, saat ini sedang berupaya untuk memperoleh pendanaan baik dari bank sindikasi baru maupun dari pemegang saham untuk me­menuhi kewajiban utang yang akan jatuh tempo. APLN juga sedang dalam proses pen­jualan salah satu properti ko­mersial yang diharapkan da­pat direalisasi pada semester II-2019, dan menggunakan se­bagian dari hasil penjualan un­tuk mengurangi jumlah utang. Obligor dengan peringkat id­BBB memiliki kemampuan yang memadai dibanding ob­ligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuan­gannya. yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment