Koran Jakarta | October 16 2019
No Comments
Aksi Kekerasan

Pelaku Teror Polsek Wonokromo Simpatisan ISIS

Pelaku Teror Polsek Wonokromo Simpatisan ISIS

Foto : KORAN JAKARTA/SELOCAHYO
KEAMANAN DIPERKETAT - Sejumlah aparat memperketat pengamanan Polsek Wonokromo di Surabaya, Minggu (18/8).
A   A   A   Pengaturan Font

SURABAYA – Pelaku penyerangan terhadap anggota polisi di Kepolisian Sektor (Polsek) Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), diduga terkait dengan tindak terorisme. Pelaku juga diduga sebagai simpatisan ajaran kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), yang dipelajari secara otodidak melalui internet. Dari penyelidikan sementara, motif pelaku melakukan serangan adalah melakukan amaliyah ISIS.

“Pelaku diduga menjalankan amaliyah yang dia dapat belajar otodidak lewat media sosial YouTube. Dari tas ranselnya ditemukan ketapel, panah , air soft gun, dan lambang tertentu yang diduga lambang ISIS,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera di Surabaya, Minggu (18/8).

Barung menjelaskan, sejauh ini diketahui pelaku beraksi sendirian, namun, polisi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih jauh terhadap kasus itu. Penyelidikan kasus tersebut kini telah diambil alih oleh Satuan Detasemen Khusus 88 Anti Teror dari Mabes Polri. Menurutnya, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap keluarga, dan tempat kos pelaku di Jalan Sidosermo IV, Surabaya.

Diketahui, pada Sabtu (17/8), pelaku Imam Musthofa, warga Dusun Karangjati, Desa Telaga, Sumenep, yang berpura- pura hendak melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Wonokromo, tiba-tiba menyerang polisi yang bertugas, Aiptu Agus Sumartono dan Briptu Febian, dengan senjata tajam.

Keduanya mengalami luka dan kini kondisinya dilaporkan telah membaik setelah menjalani perawatan medis. Sementara pelaku berhasil dilumpuhkan, dan kini masih menjalani pemeriksaan oleh aparat.

Sementara itu, pasca serangan Polrestabes Surabaya langsung meningkatkan pengamanan di Markas Polrestabes Surabaya maupun seluruh Polsek yang ada di wilayah Polrestabes Surabaya.

 

Radikalisasi Diri Sendiri

 

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan pelaku penyerangan terhadap anggota Polsek Wonokromo, Jawa Timur, melakukan self radicalism atau radikalisasi diri sendiri dengan melihat internet. “Sementara info yang saya dapat dari Densus 88 maupun Polda Jatim, tersangka ini self radicalism, radikalisasi diri sendiri karena melihat online, dari gadget, internet,” kata Tito.

Tito mengatakan berbekal melihat internet, pelaku yang berinisial IM kemudian meyakini pemahaman interpretasi jihad versi dirinya sendiri dengan mendatangi Polsek Wonokromo dan menyerang petugas.

“Polisi dianggap thogut karena bagi mereka polisi selain thogut juga dianggap kafir harbi karena sering melakukan penegakan hukum kepada mereka, sehingga bagi pelaku melakukan serangan kepada kepolisian dianggap bisa mendapat pahala,” ujar Tito. 

 

Ant/SB/ags/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment