Pemprov Jatim Siapkan 75 RS Rujukan dan 13.357 Unit “Bed” Isolasi dan Nonisolasi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 28 2020
No Comments
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tentang Penyebaran dan Pencegahan Korona

Pemprov Jatim Siapkan 75 RS Rujukan dan 13.357 Unit “Bed” Isolasi dan Nonisolasi

Pemprov Jatim Siapkan 75 RS Rujukan dan 13.357 Unit “Bed” Isolasi dan Nonisolasi

Foto : ANTARA/MOCH ASIM
A   A   A   Pengaturan Font
Persebaran pandemi virus korona jenis baru atau Covid-19 yang semakin cepat membuat masyarakat semakin khawatir. Jumlah pasien positif korona hingga Jumat (3/4), total 1.986 kasus. Dengan demikian, ada penambahan 196 pasien yang dinyatakan positif virus korona dalam 24 jam terakhir.

 

Berdasarkan data pemerin­tah antara Kamis (2/4) pu­kul 12.00 WIB hingga Ju­mat pukul 12.00 WIB, juga ada penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 11 orang. Dengan demikian, total ada 181 pasien Covid-19 yang mening­gal dunia hingga Jumat sore. Selain itu, terdapat penambahan 22 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Jumlah total pasien Covid-19 yang sembuh diketahui ada 134 orang.

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di In­donesia setelah Jawa Barat, sekitar 39,6 juta jiwa, tak pelak Jawa Timur turut dilanda wabah mematikan itu. Kasus positif Covid-19 di Jawa Timur mengalami tambahan 49 kasus baru. Total pasien positif ko­rona sebanyak 152 orang per Jumat.

Sebagai antisipasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) telah melakukan berbagai upaya mulai meningkatkan kesia­pan fasilitas dan sistem kesehatan masyarakat, sosialiasi untuk membendung penyebaran wabah, hingga kebijakan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. Berikut penuturan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, terkait langkah-langkah antisipasi pan­demi virus Covid-19.

Bagaima­na perkembangan ter­baru pandemi korona di Jatim?

Kasus positif korona atau Co­vid-19 di Jawa Timur mengalami tambahan 49 kasus baru. Total pasien positif korona sebanyak 152 orang. Adapun pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah menjadi 717 orang, sedangkan total orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 8.395 orang menjadi 9.435 kasus.

Tambahan 49 kasus positif korona itu paling banyak dari Kota Surabaya dengan 33 kasus, kemudi­an Lamongan 10 orang. Sedangkan sisanya tambahan dari Gresik dan Kediri. Adanya tambahan kasus positif korona dari Lamongan dengan 10 orang itu menja­dikan daerah itu langsung masuk daerah terjangkit. Meskipun ada tambahan kasus positif, saat ini juga ada enam terkonfirmasi negatif atau sembuh. Enam orang itu yakni tiga dari Mag­etan dan tiga orang dari Surabaya.

Langkah yang dilakukan untuk membendung wabah korona?

Pemprov Jatim membentuk Gu­gus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim yang diketuai oleh Sekdaprov Jatim. Di dalamnya terdapat rumpun gugus tugas untuk dampak sosial ekonomi yang diket­uai oleh Wagub Jatim.

Untuk rumpun gugus kura­tif berupa layanan rumah sakit diketuai Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya, untuk rumpun gugus promotif preventif seperti peny­emprotan disinfektan, penyediaan alat-alat medis diketuai Kepala Pelaksana BPBD Jatim, sedangkan rumpun gugus tracing oleh Kepala Dinas Kesehatan.

Bagaimana dengan kesiapan fasilitas perawatan?

Dari waktu ke waktu, kami terus menambah rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Sebelumnya ber­jumlah 63, sekarang sudah men­jadi 75 rumah sakit rujukan yang disiapkan.

Penambahan tersebut membuat pemprov saat ini memiliki total bed isolasi dan non-isolasi di rumah sakit rujukan sebanyak 13.357 unit. Sebagian ruang isolasi sudah dilengkapi tekanan udara negatif dan ventilator.

Bagaimana dengan tenaga medis?

Insya Allah, para tenaga medik dan para medik kita sudah mem­berikan kemampuan dan layanan terbaiknya. Sekarang, total dokter paru yang kita siapkan ada 152 orang yang masih didukung 14 ribu lebih dokter lain, 33 ribu perawat, dan relawan mahasiswa nakes seki­tar 1.800 orang. n selocahyo/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment