Koran Jakarta | October 16 2019
No Comments
HUT ke-74 RI I Pakaian Adat Akan Selalu Digunakan dalam Upacara Kemerdekaan

Peringatan Kemerdekaan Perkuat Kebudayaan

Peringatan Kemerdekaan Perkuat Kebudayaan

Foto : ANTARA/Wahyu Putro A
Duplikat Bendera Pusaka I Presiden Joko Widodo menyerahkan duplikat Bendera Pusaka kepada Paskibraka, Tarrisa Maharani Dewi saat Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke-74 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8). Presiden mengenakan pakaian adat dari Bali.
A   A   A   Pengaturan Font
Upaya untuk memajukan kebudayaan nasional dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk dengan menggunakan pakaian adat dalam peringatan HUT Kemerdekaan.

 

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan akan mencoba semua pakaian adat dari seluruh Indonesia dalam kegiatan kenegaraan seperti Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. “Kita kan sudah 5 tahun ini sudah ganti-ganti (baju adat), dulu pernah Aceh, Sumatera Barat, pernah. Kalimantan Selatan, pernah. Sunda, Jawa, Betawi kemudian ke sana Bali, Sasak, Bugis pernah semua,” kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8).

Diketahui, Presiden Jokowi pada peringatan HUT ke-74 ini memakai baju adat Klungkung, Provinsi Bali dan Ibu Negara Iriana Jokowi memakai baju adat Simalungun. Sedangkan, Wapres Jusuf Kalla memakai baju adat Aceh. “Memang kekayaan budaya pakaian adat ini memang ribuan, jumlahnya ribuan. Nanti (pakai baju adat) sampai ke Maluku, Papua semua akan kita, ya,” ucap Jokowi sambil mengajak cucunya Jan Ethes Srinarendra dan putranya Gibran Rakabuming Raka ini.

Selain Presiden dan Wapres, para menteri kabinet kerja, pasukan pengamanan presiden (Paspampres) dan para tamu undangan juga ada yang menggunakan baju adat dari Indonesia. “Ini kenal enggak? ini namanya Syarif (ajudan pribadi presiden), ya sudah,” ujar Presiden seraya menunjukkan bahwa ajudannya juga memakai pakaian adat Papua. Sementara itu, usai rangkaian upacara Detik-detik Proklamasi, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengumumkan para pemenang lomba berbusana adat.

“Terima kasih para hadirin memakain pakaian nasional dari daerah masing-masing dan berdasarkan penilaian juri di mana bapak dan ibu sejak tiba masuk ke wilayah istana maka di sini saya diminta untuk mengumumkan hasil penilaian juri siapa pemenang yang memakai pakaian nasional terbaik dan tentu mendapat hadiah, hadiahnya sepeda merah putih,” kata Wapres Jusuf Kalla.

Busana Terbaik

Kalla lalu mengumumkan dari pemenang yang nomor tiga yakni istri dari Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, Ibu Nora Tristiyana dari Lampung. Lalu juara dua atas nama H.Adji Raden M Bachrul H SH MBA, Sultan Gunung Tabur, Kaltim. “Dan, pemenang pertama yang terbaik memakai baju daerah ibu Khalida, baju adat daerah NTT. Kami persilakan maju ke depan beserta sepedanya,” ucap Kalla.

Nora Tristyana mengaku terima kasih atas penghargaan ini. Ia mengatakan tidak lama dalam mempersiapkan busana yang dipakainya tersebut. “Kita banyak pilihan, kebetulan saya sudah punya kebaya Lampung, karena suami saya orang Lampung, kemudian saya tinggal cari perlengkapannya dan berdandan,” katanya. Selanjutnya, Sultan Gunung Tabur, H. Adji Raden M Bachrul memakai baju tersebut karena dirinya berasal dari Kerajaan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. fdl/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment