Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments

Perjuangan Ekstrakeras para Wanita Meraih Doktor

Perjuangan Ekstrakeras para Wanita Meraih Doktor
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Jurnal PhD Mama
Penulis : Kanti Pertiwi, dkk
Penerbit : Gramedia
Cetakan : Pertama, April 2019
Tebal : 260 halaman
ISBN : 978-602-062-081-7

Mimpi tidak mungkin bisa ter­capai, bila tanpa perjuang­an keras dan pengorbanan. Orang harus memiliki semangat juang tinggi, mau bekerja keras, siap meng­hadapi berbagai tantangan dan tidak mudah menyerah. Buku ini merupa­kan kumpulan kisah inspiratif para perempuan. Ada yang ingin melan­jutkan pendidikan doktoral. Ada juga yang sudah berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral di luar negeri.

Mereka adalah para pejuang tang­guh. Selain harus berperan sebagai mahasiswa, mereka istri dan ibu. Ba­nyak suka-duka dan tantangan sebe­lum akhirnya berhasil menyelesaikan kuliah S3 dan berhasil meraih gelar PhD (philosphy doctor). Melalui kisah mereka, para pembaca bisa belajar cara meraih kesuksesan, membangun pikiran positif , dan tidak mudah me­nyerah.

Lisa Mulyani, misalnya. Dia ingin segera melanjutkan studi doktoralnya setelah menyelesaikan master of law. Apalagi sebagai PNS peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, pen­didikan merupakan salah satu syarat utama kompetensi seorang peneliti. Namun berbagai keadaan membuat­nya berkali-kali gagal mewujudkan mimpi dari harus menjalani operasi laparotomi hingga keguguran.

Namun berbagai kendala tidak me­nyurutkan niat Lisa melanjutkan studi. Dia tetap berusaha mencari peluang agar bisa meraih gelar PhD. Berkat semangat tinggi, dukungan suami dan keluarga besarnya, Lisa berhasil dite­rima di fakultas hukum University of Melbourne (hal 29-30).

Ada pula kisah Dharma Aryani yang melanjutkan studi doktoral di RMIT University, Australia. Selama studi banyak tantangan yang harus dihadapi. Pada semester pertama, Aryani harus tinggal berjauhan dari keluarga. Namun karena tidak kuat menahan rindu, dia akhirnya mem­boyong kedua putranya untuk tinggal bersama. Konsekuensinya, harus pandai mengatur waktu untuk anak dan kuliah.

Dia harus antar jemput anak ke sekolah dank ke kampus dengan ber­bagai tugas. Tantangan lainnya, dia hamil anak ketiga. Dia harus menguat­kan diri melewati trimester awal ke­hamilan dengan kondisi tubuh lemah karena mual-muntah. Dia harus men­dampingi kedua putranya untuk adap­tasi serta riset. Bayi tiga bulan dalam kandungan didiagnosis mengidap down syndrom saat lahir kelak.

Berbagai kejadian itu tidak mem­buat Aryani patah arang. Dia tetap bertahan karena yakin banyak berkah di balik pengalamannya. Dia memi­lih meneruskan kehamilan daripada aborsi, juga terus melanjutkan riset penelitiannya. Berkat kegigihannya akhirnya, dia berhasil menyelesaikan program doktoral dengan nilai sangat baik.

Kemudian, ada kisah dipaparkan Pratiwi Retnaningdyah yang tahun kedua studi doktoralnya di The Uni­versity of Melbourne divonis kanker payudara. Kabar itu tentu saja sangat mengejutkan. Namun, dia berusaha tegar dan siap menjalani pengang­katan payudara dan kemoterapi sambil menyelesaikan bab demi bab disertasi. Berkat kegigihan, semangat juang, dan energi positifnya, dia ber­hasil mengatasi rasa sakit juga sukses menyelesaikan pendidikan.

Masih banyak kisah menarik ten­tang perjuangan para perempuan tangguh dalam meraih impian. Mere­ka harus berjauhan dengan keluarga, merawat bayi kembar di tengah me­nyelesaikan disertasi, hingga kehilang­an buah hatinya saat melanjurkan pendidikan doktoral. Secara keselu­ruhan buku mengajak pembaca berani bermimpi dan tangguh. Jangan mudah menyerah menghadapi berbagai ke­sulitan. Tetap berpikiran positif dan selalu percaya diri. Diresensi Ratnani Latifah, Alumna Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment