Polisi Tetapkan Dua Tersangka | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments
Atap Sekolah Ambruk

Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Foto : ANTARA/HO/BIDHUMAS POLDA JATIM
BERI PENJELASAN I Polisi saat merilis kasus ambruknya SDN Gentong, Kota Pasuruan di Mapolda Jatim di Surabaya, Senin (11/11) yang menyebabkan dua orang meninggal dunia dan belasan siswa lainnya luka.
A   A   A   Pengaturan Font

PASURUAN – Polisi mene­tapkan dua orang tersangka dalam kasus robohnya atap Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Pasuruan, Jawa Timur. Kedua tersangka dari kalangan swasta berinial S dan D. Ka­polda Jawa Timur, Irjen Luki Hermawan, mengatakan S dan D adalah pihak ketiga yang mengerjakan proyek pem­buatan gedung kelas. Proyek tersebut dikerjakan oleh dua bendera perusahaan berini­sial ADL dan DHL, pada tahun anggaran 2012.

“Kedua tersangka diamankan di Kediri pada Jumat malam,” ujar Luki, Senin (11/11).

Menurut Luki, penyidik tidak berhenti melakukan pemeriksaan kepada pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk kepada para peja­bat di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan. “Kemungkinan ter­sangka juga akan bertambah,” kata Luki.

Gedung kelas SDN Gen­tong di Kota Pasuruan am­bruk pada Selasa (5/11) pagi. Seorang guru dan seorang murid dilaporkan meninggal di lokasi.

Sementara itu, 11 murid lainnya dirawat di rumah sakit karena mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan gedung kelas.

Informasi yang dihimpun dari Polda Jatim, Gedung SDN di Jalan Kyai Sepuh Nomor 49, Kelurahan Gentong, Keca­matan Gadingrejo, itu dilapor­kan roboh pada pukul 08.15 WIB. Gedung tersebut terdiri dari empat kelas, yakni kelas II A, II B, V B, dan V A.

Kembali Terjadi

Kasus gedung sekolah dasar yang ambruk tidak hanya terjadi di Pasuruan. Diduga karena sudah lapuk, atap salah satu ruang kelas Sekolah Dasar (SD) di Jombang, Jawa Timur, juga ambruk. Bangunan yang ambruk tersebut merupakan salah satu ruang kelas di SDN Dukuh Klopo, Kecamatan Peterongan, Kabu­paten Jombang, Jawa Timur.

Kepala SDN Dukuh Klopo, Trimiati, mengatakan saat atap bangunan ambruk, tidak ada aktivitas belajar-mengajar di ruang kelas itu maupun sebelahnya karena sedang li­bur. Ruang kelas yang ambruk tersebut sudah dikosongkan se­jak lama, karena sudah tua dan kayu penyangga genting sudah lapuk. Ruangan itu ada di an­tara ruang kelas 2 dan kelas 5.

“Sudah dua tahun tidak ditempati karena memang su­dah rusak,” kata Trimiati saat ditemui di SDN Dukuh Klopo, Senin (11/11). Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment