Presiden Ingin Investasi Meningkat Agar Membuka Lapangan Kerja | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 19 2020
1 Comment
Penanaman Modal

Presiden Ingin Investasi Meningkat Agar Membuka Lapangan Kerja

Presiden Ingin Investasi Meningkat Agar Membuka Lapangan Kerja

Foto : ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN
PABRIK POLYETHYLENE I Pekerja melakukan monitoring pabrik Polyethylene PT Chandra Asri Petrochemical di Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu. Keberadaan pabrik ini mengurangi kebergantungan impor Polyethylene.
A   A   A   Pengaturan Font

CILEGON – Presiden Joko Widodo ingin investasi untuk produk substi­tusi impor di Indonesia meningkat agar bisa membuka lebih banyak la­pangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Saya juga senang sekali bahwa se­tiap penanaman modal itu pasti me­nyerap ratusan atau ribuan tenaga kerja yang seluruhnya berasal dari daerah kita,” kata Presiden Jokowi saat peresmian pabrik New Polyeth­ylene PT Chandra Asri Petrochemical di Cilegon, Banten, Jumat (6/12).

Hal inilah yang membuat Presiden menekankan pentingnya penanaman modal atau investasi. Sebab menurut dia, investasi selalu mengarah pada pembukaan lapangan kerja yang sebesar-besarnya.

“Inilah pentingnya kenapa saya selalu menyampaikan penanam­an modal, investasi, larinya ke mana sih? Pembukaan lapangan kerja yang sebesar-besarnya yang akan membantu dan berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi tidak hanya di Cilegon dan Banten saja, tetapi juga perekonomian nasional kita,” katanya.

Ia mengatakan, pada 2018, neraca perdagangan ekspor-impor Indonesia untuk seluruh bahan kimia tercatat masih defisit 193 triliun rupiah. “Ini angka yang memberatkan neraca per­dagangan kita, dan kita biarkan berta­hun-tahun tidak ada perubahan. Inilah yang ingin kita selesaikan,” katanya.

Hal itulah yang mendorongnya untuk memberikan tax holiday, tax allowance, untuk bidang ini. “Karena kita masih defisit 193 triliun rupiah. Untuk apa? Kita bisa membuat, kena­pa harus impor? Yang seperti ini satu per satu akan saya lebih detailkan dan akan selesaikan,” katanya.

Presiden memantau ekspor bahan kimia Indonesia saat ini sebesar 124 triliun rupiah, sementara impor bahan kimia mencapai 317 triliun rupiah.

Eksportir Produk Petrokimia

Pada kesempatan itu, Presiden op­timistis bahwa Indonesia akan men­jadi salah satu negara pengekspor produk petrokimia dalam waktu em­pat tahun melihat gencarnya inves­tasi di sektor ini. “Feeling saya menga­takan, empat atau lima tahun lagi kita sudah tidak mengimpor petrokimia lagi dan justru kita ekspor,” katanya.

Optimisme tersebut disampaikan mengingat rencana PT Chandra Asri Petrochemical yang akan mengem­bangkan kompleks petrokimia tahap II di Cilegon, Banten, dengan nilai in­vestasi mencapai 60 triliun hingga 80 triliun rupiah.

Pembangunan kompleks petro­kimia tersebut akan dilaksanakan pada periode 2019 hingga 2024, yang akan menambah kapasitas produksi petrokimia Chandra Asri menjadi de­lapan juta ton per tahun.

Terkait hal tersebut, Jokowi me­minta agar pengoperasian kompleks selesai dibangun bukan hanya empat tahun, melainkan dua tahun.

“Kalau bisa jangan empat atau lima tahun, tapi dua atau tiga tahun selesai dibangun,” ungkap Jokowi. fdl/ers/AR-2

Klik untuk print artikel

View Comments

sasa
Sabtu 7/12/2019 | 10:53
Ingin mendapat penghasilan tambahan yuk bergabung sekarang juga di qqharian.org, hanya bermodal 20K berkesempatan menang hingga juataan rupiah loo, tunggu apa lagi yuks join sekarang juga.

Submit a Comment