Presiden Minta Manajemen Cadangan Beras Dibenahi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 19 2020
1 Comment
Kebijakan Pangan

Presiden Minta Manajemen Cadangan Beras Dibenahi

Presiden Minta Manajemen Cadangan Beras Dibenahi

Foto : ANTARA/PUSPA PERWITASARI
PIMPIN RATAS I Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Maruf Amin memimpin ratas Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/12).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta kepada ja­jarannya agar segera membe­nahi manajemen pengelolaan cadangan beras pemerintah.

“Penumpukan stok be­ras yang tidak tersalurkan harus jauh-jauh hari kita pikirkan dan diputuskan. Di samping me­ningkatkan biaya perawatan, juga akan berpotensi menurun­kan mutu dari beras yang ada,” kata Presiden Jokowi saat mem­berikan pengantar rapat terbatas (ratas) Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/12).

Karena itu, Presiden ingin regulasi dan manajemen terkait hal tersebut segera diselesaikan dan dibereskan. “Dibuat pola-pola baru, terobosan baru, se­hingga tidak justru menjadi be­ban bagi Bulog,” jelas Presiden.

Selain itu, Presiden juga meminta agar ke depan terkait data produksi beras Indonesia benar-benar terpadu.

“Saya (juga) ingin melihat dari sisi ketersediaan produksi beras dalam negeri yang saya harapkan data produksi beras betul-betul riil dan terkonsoli­dasi. Misalnya, terkait dengan data luas bahan baku golongan sawah, nanti mungkin Menteri Pertanian atau Menteri ATR bisa menyampaikan,” ucap Presiden.

Menurut Presiden, peny­elarasan data tersebut sangat penting, sehingga ke depan pemerintah betul-betul memi­liki sebuah pegangan data yang kuat dalam setiap mengambil keputusan. “Tentu saja langkah-langkah koreksi dan langkah-langkah perbaikan juga akan kita lakukan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Pre­siden juga ikut menyinggung mengenai manajemen logistik perberasan nasional. Terlebih, produksi beras tidak merata di seluruh wilayah Tanah Air.

“Setiap pulau ada yang sur­plus, tapi juga ada yang defisit, sehingga aspek ketersediaan menjadi hal yang sangat pen­ting, keterjangkauan terhadap pasokan juga sangat penting. Saya melihat kuncinya adalah efisiensi dan keandalan dalam manajemen logistik kita,” tutup Presiden.

Bulog Menjamin

Sementara itu, Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog), Budi Waseso (Buwas), mengatakan bahwa Presiden ingin ada sinergi antarkemen­terian terkait cadangan beras, terutama yang menyangkut bantuan pangan nontunai dan beras sejahtera (rastra).

“Kita sudah jamin, beras Bu­log bagus. Tapi, karena image yang dibangun kepada Bulog selalu negatif, bahwa berasnya jelek, apa lah? Padahal tidak dengan bukti kenapa sekarang yang 20.000 ton harus segera selesaikan,” kata Buwas.

Sedangkan Menteri Per­dagangan, Agus Suparmanto, mengatakan akan menerbitkan peraturan terkait cadangan be­ras pemerintah (CBP) sehingga dapat dijual dalam kondisi ter­tentu.

“Tidak artinya semuanya bisa dijual, sesuai dengan ke­butuhan. Nanti permohonan dari Bulog,” kata Agus.

Menurut dia, Kementerian Perdagangan akan berkoor­dinasi dengan Bulog dalam menjual CBP ke pasar. Hal itu menjadi salah satu upaya pe­merintah dalam mengelola CBP sehingga mutu simpanan dapat terus terjaga. fdl/AR-2

Klik untuk print artikel

View Comments

jessi
Kamis 5/12/2019 | 08:23
Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Sport165 titik co sarana Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
untuk teman teman yang ingin bergabung bersama yang kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Sport165 titik co paling best ya guys...

Submit a Comment